
"Udah? Ayok" ucap Roy sambil menyodorkan helm pada Agnes
Agnes hanya menerima helm tersebut tanpa banyak tanya
Mereka kemudian melewati jalan raya dengan keheningan dan seribu pertanyaan yang muncul dalam pikiran Agnes
"Ni orang mau bawa gue ke mana?" batin Agnes
"Atau jangan-jangan di mau nyulik gue, tapi buat apa ?" batin Agnes lagi
"Gak usah mikir yang aneh-aneh" teriak Roy dari depan
"La kok dia tau" batin Agnes
"Siapa yang mikir aneh-aneh" ketus Agnes
Roy memberhentikan mesin motor nya di pusat perbelanjaan.
"Temani gue beli cadangan bahan makanan" ucap Roy setelah memarkirkan motornya
Agnes hanya diam saja
Roy pun mengambil troli dan mendorong nya, sedangkan Agnes memilih-milih persediaan bahan makanan untuk Roy.
"Lah kok banyak banget" tanya Roy ketika melihat Agnes memasukkan banyak bahan makanan. ke troli yang di dorong Roy
"Persediaan untuk gue juga" singkat Agnes lalu berlalu begitu saja
Setelah sejam mereka mengelilingi perbelanjaan tersebut, mereka ke kasir untuk membayar belanjaan mereka
"Totalnya Rp.432.800 mas" kata pelayan kasir sambil memberikan beberapa paper bag
"Oh iya, ini mbak" kata Roy sambil memberikan uang lima lembar warna merah pada kasir tersebut
"Kok kau yang bayar semua nya sih" bantah Agnes
__ADS_1
Roy hanya menaikkan satu bahu nya tanda acuan nya pada Agnes
"Ini kembalian nya mas" ucap pelayan kasir tersebut
"Terimakasih mbak" sopan Roy pada pelayanan kasir tadi
Roy pun pergi meninggalkan Agnes di depan pelayanan kasir tersebut yang masih setia memegang lembaran uang di tangannya
Agnes yang merasa di tinggal oleh Roy pun langsung berlari kecil mengejar Roy
"Eeee komedo kelelawar" teriak Agnes memanggil Roy
Roy yang mendengar sebutan tersebut hanya kekeh kecil.
"Huuu..........." napas Agnes terlepas karena kelelahan
"Kok lu ninggalin gue gitu aja tadi sih " ketus Agnes sambil memasang wajah marahnya
"Lu Pakek ngelamaun sih" jawab Roy singkat
Agnez hanya diam saja, tak bisa menerima helm yang di beri Roy karena tangan nya sudah penuh dengan paper bag
Roy yang melihat tangan Agnes penuh dengan paper bag, langsung memakaikan helm ke kepala Agnes
"Mata coklat yang indah" batin Roy
"Tatapannya" batin Agnes
" Kok perasaan gua jadi gak karuan gini" batin Agnes lagi
" Jantung gue" batin Roy
Tiga menit mereka sudah adu tatapan
"Ehemm, udah siap" kata Roy
__ADS_1
"Ooo hmm......, makasih" gugup Agnes
"Kok lu gugup sih, lu suka ya sama gue" gombal Roy sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Agnes
"Aduh bisa gak gak usah dekatin wajah Lo ke gua" batin Agnes
"Ahhhh, emmm gue ..... suka sama Lo" ucap Agnes sambil menunjuk dirinya dan Roy bergantian
"He'emm" singkat Roy dengan posisi tetap
"Hahahaha , ya enggak la, najis tau gak" ucap Agnes sambil menoyor kepala Roy yang dekat di wajahnya
"Awww sakit, kutu biawak" ringis Roy sambil mengusap-usap kepalanya
" Kalau gak suka ya biasa aja dong gak usah gitu" goda Roy lagi
"Auh ahh gelap" kata Agnes dengan wajah cemberut
"Heheh" kekeh Roy
"Kalau gue sih, gak munafik. Gua suka sama Lo" kata Roy sambil menuju ke motornya
"*Dia suka sama gue" batin Agnes
"Gak mungkin " batin Agnes lagi
"Gue pura-pura ga denger aja deh" batin Agnes lagi dan lagi*
"Mau balek gak?" teriak Roy yang mampu menyadarkan Agnes dari lamunannya
"Eeemm ee iya balek la" jawab Agnes
"*Nes, rileks nes, anggap Lo gak dengar apa-apa" batin Agnes sambil menuju motor yang dinaiki Roy
"Ahhhh bodo amat la " batin Agnes lagi*
__ADS_1
Keheningan, deru suara angin dan suara knalpot motor Roy yang setia menemani dua sejoli ini di perjalanan hingga mereka sampai di teras rumah Roy