Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
Tertabrak


__ADS_3

Mobil Vani meninggalkan pekarangan rumah Agnes tanpa menjawab ocehan Agnes tadi


"Hahaha......" tawa Agnes


Tiba-tiba......


Brakkkkk


"Auuu" ringis Agnes kesakitan di bagian kepala nya


"Kalo jalan itu hadap depan" ucap pria berkaos hitam


Agnes yang mendengar suara itu langsung mendongak, melihat siapa pemilik suara berat itu.


Dan benar feeling nya, pemilik suara berat nan seksi itu adalah Roy


"Roy?" ucap Agnes terkejut


"Hmmm" singkat Roy


"Ini Roy" ucap Agnes tak percaya dan berputar mengelilingi badan Roy


"Ya ampun ini Lo "tambah Agnes yang menggoyangkan badan Roy.


Roy hanya diam pasrah tak berkutik sama sekali.


"Lo kangen ya sama gua" goda Roy yang mensejajarkan wajahnya ke wajah Agnes


"Ya kan....ya kan" goda Roy lagi sambil menaik turun kan alisnya


"Ya kan" tambah Roy yang kemudian mengedipkan satu matanya


"Ihhhh...... Lo kayak beruang kutub yang lagi kelaparan" ucap Agnes yang menjauhkan wajah Roy dari hadapan nya


"Lapar? iya gue lapar ni" bohong Roy sambil memegang perutnya nya

__ADS_1


"Kalo lapar itu ya makan tolol" ucap Agnes dan berlalu meninggalkan Roy diam membisu di tempat nya


"Masakin" ucap Roy yang mengikuti langkah kaki Agnes


"Anda pikir saya chef pribadi anda" jawab Agnes


"Bisa" singkat Roy dingin


"Bisa.....bisa......." cibir Agnes


Roy yang tetap mengikuti Agnes sampai ke rumah Agnes, membuat Agnes berdecak kesal.


"Apa'an sih ikut-ikut?" cerca Agnes yang melihat Roy di belakang nya


"Mau makan" singkat Roy


"Ini bukan rumah makan" ketus Agnes sambil membuka kan pintu rumah nya


"o" Roy hanya ber oh ria saja, tapi tetap masuk dan duduk di bangku yang ada di ruang tamu


Roy yang senantiasa menunggu sajian masakan dari Agnes hanya bisa memandang tubuh mungil Agnes yang berperang di dapur.


Sajian masakan yang telah dihidangkan di meja makan berhasil menggugah selera Roy secara bertahap.


"Segeralah pulang" ucap Agnes selesai makan


"Nanti" singkat Roy


"Saya sibuk" ucap Agnes


Roy hanya menatap Agnes tanpa memberikan jawaban sedikit pun


"Saya harus menyesuaikan tugas skirpsi saya" jelas Agnes supaya dimengerti Roy


Lagi dan lagi Roy tidak merespon ucapan Agnes dia hanya menyimak perkataannya.

__ADS_1


"Dia bisu atau bau mulut sih" batin Agnes


"Kenapa dilihatin?" tanya Roy yang sadar bahwa Agnes menatap nya


"Kalau anda masih di sini, saya tidak bisa konsen mengerjakan skripsi saya" kesel Agnes


"Saya bantu" singkat Roy


"Bantu...... bantu........" kesel Agnes


"Anda pikir..............."


Tok.....tok.....tok......


Ucapan Agnes terpotong karena adanya suara ketukan dari luar


Sesegara mungkin Agnes langsung membuka pintu nya


"Daniel..!!!" seru Agnes yang melihat kedatangan Daniel


"Ngapain ke sini?" tanya Agnes heran


Roy yang mendengar keributan diluar langsung menghampiri mereka


Danie dan Roy hanya saling adu tatap mata dingin


"Emmm, aku ke sini mau ngasih buku ini" ucap Daniel sambil menunjuk buku yang di pegang nya


"Oh iya" ucap Agnes dengan menerima buku dari tangan Daniel


Tatapan tajam nan dingin yang di miliki Roy berhasil membuat Daniel menciut.


"Ahh.. ya udah aku pamit dulu ya Nes" ucap Danie setelah menerima tatapan dingin Roy


"Ohh. iya..." ucap Agnes sembari memberi senyum manis pada Daniel

__ADS_1


__ADS_2