
"Bukankah Anda yang menabrak saya?" tanya Roy dengan penekanan dan suara dingin
Di tempat lain Vani yang masih mengejar Agnes dengan membawa sendok yang dijunjung nya ke atas merasa sebel.
"Dasar telur beo, taunya cuma ngerjain orang saja" kata Vani sambil memukul Agnes dengan sendok di tangan nya tadi ke kepala Agnes
"Aauuuuu" ringis Agnes kesakitan setelah menerima pukulan ringan dari Vani
Roy hanya melihat tingkah laku kedua sahabat itu hanya diam
"Hmmmmm..." Roy berdehem memberhentikan cekcok diantara Vani dan Agnes
"Tu-tu-an Royyy" gumam Vani tak percaya melihat Roy di depan nya
"Tuan Roy? Tuan muda?" tanya Agnes sambil menunjuk Leo dan Roy secara bergantian
"Lu kenal sama dia?" tanya Agnes pada Vani dengan jari telunjuk masih menunjuk Roy
"He'ee......" kata Vani kagum,tatapan nya masih fokus memandang Roy
"*Dia gak ngenal gue" gumam Roy melihat Agnes
"Gadis itu tidak mengenal tuan muda?" gumam Leo menatap kebingungan Agnes*
"Emang dia siapa?" tanya Agnes pada Vani yang masih fokus memandang Roy
"Dia itu............"
"Saya Roy"potong Roy saat Vani mau menjelaskan identitas Roy
Roy dan Leo pun meninggalkan sepasang sahabat itu.
Vani yang melihat punggung Roy tersenyum lebar.
Agnes yang melihat itu langsung meninggalkan Vani sendirian
__ADS_1
"Dasar orang gila"gumam Agnes sambil meninggalkan Vani senyum sendiri di kantin
"Royyyyy" gumam Vani tersenyum
"Leo,apa mungkin gadis tadi tidak mengenal saya?"tanya Roy pada Leo
"Mungkin tuan"jawab Leo singkat
"Kalau mungkin dia tidak mengenal ku, apakah dia adalah gadis yang ku cari ?" batin Roy
"Cari tau tentang dia" perintah Roy dengan singkat
Pertemuan antara Roy dan beberapa para dosen di kampus tersebut telah usai.
Roy dan Leo kembali ke perusahaan mereka
Leo yang selalu setia mengekor dengan Roy menunggu arahan apa yang akan dia terima nanti nya lagi.
"Apa sudah dapat?" tanya Roy singkat sambil memainkan pena di jari nya
"Hmm.. sudah tuan"jawab Leo sambil memberikan informasi tentang Agnes
Semua informasi yang diberikan Leo tentang Agnes sudah tuntas di baca oleh Roy
"Carikan aku tempat tinggal di area sini" perintah Leo sambil memberikan kembali informasi Agnes
"Baik Tuan"jawab Leo singkat seraya mengambil yang diberikan Roy
"Bila perlu malam ini" perintah Roy dengan tersenyum
Jika benar dia tidak mengenal ku, maka bersiaplah untuk jatuh cinta padaku Agnes Aqelaa" batin Roy
"Baik Tuan" jawab Leo
Jam kini sudah menunjuk pukul lima sore.
__ADS_1
Leo dan Roy kini pulang ke mansion utama. Di dalam mobil keheningan lah yang menemani mereka berdua
Sesampai di mansion, Roy langsung duduk di tengah-tengah orang tuanya
"Pa,ma Roy mau pindah"ucap Roy singkat tanpa ada beban
"Pindah?"beo Santi dengan nada sedikit tinggi
Roy hanya mengangguk kepala tanda mengiyakan
"Kenapa harus pindah,memangnya ..............."
"Roy udah menemukan menantu untuk mama"potong Roy
"Jadi Roy harus merubah sedikit identitas Roy, supaya mengetahui sifat asli gadis itu"jelas Roy dengan bangga.
"Malam ini Roy akan pergi" tambah Roy dengan meninggalkan dua insan itu yang sedang kebingungan
Leo yang melihat adegan tersebut hanya diam mematung
"Ngapain masih disitu?"tanya Roy pada Leo
"Emm...., baik Tuan"jawab Leo sambil mengikuti langkah Roy
Di dalam kamar Roy, Roy sebentar merebahkan badannya karena sudah terlalu lelah bekerja untuk hari ini
"Bi aijjah" panggil Roy dengan sedikit berteriak
Bi Ijjah adalah salah satu pembantu di mansion itu, dan merupakan kordinator maid
Bi Ijjah yang merasa di panggil langsung menuju ke arah suara tersebut
"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu"tanya Bi Ijjah pada Roy, yang sudah memanggil nya
"Tolong masukin baju-baju saya ke dalam koper bi" perintah Roy
__ADS_1
"Baik Tuan"jawab Bi Ijjah, menatap Leo meminta penjelasan.
Leo yang merasa ditatap oleh Bi Ijjah langsung menaikkan kedua bahunya tanda tak tahu apa-apa