Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
Es Krim


__ADS_3

Sepulang dari kebun binatang, dua sejoli ini tengah duduk di sebuah kursi panjang menikmati es krim coklat dan vanili di tangan mereka masing-masing.


Agnes yang makan es krim dengan belepotan seperti tidak pernah makan es krim membuat Roy tertawa simpul.


Sisa es krim yang di makan Agnes membuat ujung bibir Agnes sedikit ternodai, dengan spontan Roy menghapus sisanya dengan menggunakan ibu jari nya.


Agnes yang mendapat perlakuan Roy, sontak terkejut dengan dengan mimik wajah yang menegak, bola mata yang membesar seperti mau keluar.


Jantungnya berdebar kian makin kencang tak karuan, seperti ada yang mengejar. Seolah seperti seorang bidadari yang diperlakukan dengan istimewa oleh sang pangeran nya.


"Emmm...." Agnes berdehem sedikit pelan untuk menghilangkan lamunannya


Roy yang dari tadi sudah melihat gerak gerik Agnes hanya terkekeh. Ada rasa senang, ingin memiliki, dan gemas.


"Kenapa?" tanya Roy


"Emmm....itu.....ngapain tadi?" tanya Agnes grogi


"Emmm......itu......bersihin sisa es krim di bibir mu" ejek Roy dengan nada suara sedikit di grogi-grogikan


"CK.." Agnes berdecak kesal karena merasa sedang di ejek oleh lelaki di samping nya


"Makanya kalau gak pinter makan es krim, ya jangan makan es krim" ucap Roy seperti tak bersalah


Agnes hanya melipat tangan nya di dadanya, Ia tidak menggubris perkataan Roy.


Agnes yang memakai hiasan di pergelangan tangan nya, langsung saja melihat arah jarum jam yang berjalan.

__ADS_1


"Ya ampun" gumam Agnes yang melihat jam tangan nya menunjukkan pukul 16.54


"Kenapa?" tanya Roy santai


"Uda sore" singkat Agnes


"Terus?" tanya Roy lagi tanpa memandang wajah Agnes


"Pulang" ucap Agnes


"Ke mana" tanya Roy


"Ke rumah la o'on" jawab Agnes sambil melayangkan tangan nya ke kepala Roy


"Rumah siapa?" tanya Roy santai sambil mengusap kepala bekas toyoran Agnes tadi


"Gua gak kenal sama nenek moyang gue" santai Roy


"Ehh, kodok berjalan. Kita pulang ke rumah kita masing-masing la pe'ak" kesal Agnes dengan posisi berdiri memegang pinggang nya


"O" Roy hanya ber oh ria saja tanpa merespon sedikit pun ucapan Agnes


"A,o, a o. Ya udah ayok pulang" kesel Agnes sambil menarik tangan Roy yang masih setia duduk di kursi panjang tersebut


"Nanti aja" ucap Roy lalu menarik tangan Agnes dengan kuat sehingga membuat Agnes duduk di pangkuan Roy dengan hadapan menyamping


Roy yang melihat wajah Agnes dengan begitu dekat membuat dia tidak karuan harus berbuat apa

__ADS_1


Deg....


Deg.....


Jantung kedua sejoli ini berdetak begitu kencang, seperti ada lomba lari jantung.


"*Indah" batin Roy


"Menawan" batin Agnes yang menatap wajah Roy secara seksama*.


...Tanpa sadar, tangan Roy menyentuh wajah Agnes. Merapikan anak rambut Agnes yang menghalangi wajah manis nan cantik Agnes ke belakang daun telinga Agnes....


Perlakuan sederhana yang di terima Agnes dari Roy membuat dia tersipu malu. Pipi imut yang dimiliki nya merah merona seperti tomat.


Lama mereka dengan posisi seperti itu, saling adu tatapan. Seperti mencari sesuatu di balik bola mata mereka satu sama lain.


Tinnnnnnnnnnn


Suara klakson yang kuat dan panjang mengganggu kenyamanan dua insan tersebut, sehingga membuat Agnes langsung berdiri dengan perasaan malu.


"Maaf" ucap Agnes setelah berdiri


"Tidak apa-apa" jawab Roy


Roy yang melihat raut wajah Agnes yang tersipu malu hanya diam


"Gemas bangat sih Tuhan ciptaan Mu yang satu ini" batin Roy

__ADS_1


__ADS_2