
Pagi ini agak lain dari hari biasanya di Blue Moon University. Terdapat satu mobil mewah baru dan van mewah diantara mobil penguasa Blue Moon. Namun mobil yang biasa digunakan Park Jeno tak nampak disana.
Ketika satu persatu mereka keluar mobil, ada dua wajah baru diantara mereka. Satu mahasiswa tampan dan tinggi serta mahasiswa manis yang selalu berada disamping Park Jeno.
"*wah..apakah mereka mahasiswa baru? tapi bagaimana mereka bisa bersama penguasa kampus? padahal kita ingin dekat saja susahnya minta ampun" bisik seorang mahasiswi pada temannya
"benar..apa mungkin kenalan penguasa kampus? tapi tidak mungkin karena mereka benar benar hanya berhubungan dengan orang orang itu saja" balas temannya*
Para generasi kedua klan Phoenix hanya menatap datar orang orang yang membicarakannya. Kecuali Seungmin, si manis mahasiswa baru yang menatap dengan polos.
Mereka berjalan memasuki lingkungan kampus lalu berpisah menuju fakultas masing masing. Hanya Jeno saja yang masih nampak menggelayuti Seungmin membuat kedua kakak kembarnya Eunwoo dan Jaehyun menatap Jeno jengah.
"Jeno kenapa pegang tangan Minnie terus?" tanya Seungmin
"lepasin Jen..biarin Minnie sama kita. Kita jagain" ucap Jaehyun malas
"tapi hyung..." keluh Jeno
"Minnie mau kan dianter Jeno samapai kelas?" lanjut Jeno sambil natap Seungmin dengan aegyo gagalnya
"lepasin gak?! atau tanganmu kupotong Jen?" jengkel Jaehyun
"lepasin aja Jen..hyung anter nanti sampai tempat duduk Minnie" ucap Eunwoo langsung menarik Seungmin menjauh diikuti Jaehyun
"yak..yak..hyung!"
Namun mereka bertiga tidak ada yang mendengarkan Jeno. Akhirnya Jeno menyerah dan berjalan menuju fakultasnya sendiri dengan gontai.
----------------
Eunwoo benar benar mengantar Seungmin sampai kedalam kelas bahkan memilihkan tempat duduk di kelas. Tiba tiba saja matanya menangkap seseorang yang dia kenal berada di kelas itu.
"Felix!" panggil Eunwoo membuat seluruh kelas menaruh atensinya ke depan kelas termasuk Felix dan Seungmin sendiri
"Felix!! Eunu hyung..aku duduk bersama Lixie saja ya?" ucap Seungmin sambil megeluarkan puppy eyes nya
"hmm..hyung manggil Felix juga biar dia bisa duduk denganmu" ucap Eunwoo sambil menggandeng Seungmin menuju meja Felix
"hyung titip Minnie ya Lix.." tambah Eunwoo ketika sudah berada di depan meja Felix
"iya hyung..tenang saja..aku juga tak mau menjadi target si Jeno atau MongMong" gurau Felix
Akhirnya Eunwoo bisa tenang meninggalkan kelas Seungmin karena ada Felix di kelas itu. Tak tau sejak kapan adik Christoper pewaris kartel terbesar di Rusia berada disini. Tak lupa juga mengabari Jeno karena sejak tadi handphone nya tak berhenti berbunyi dan dipastikan itu Jeno yang menerornya.
Di pojok kelas ada sekumpulan mahasiswi yang menatap kearah Seungmin dan Felix tajam. Entah apa kesalahan mereka berdua apalagi Seungmin karena dia baru saja berada di kelas ini.
Salah satu mahasiswi yang kemungkinan ketuanya menghampiri meja Felix dan Seungmin lalu menggebrak mejanya dengan keras membuat Seungmin yang sedang minum tersedak.
"apa apaan kau ini hah?! lihat Seungmin jadi tersedak gara gara ulahmu, Nancy" sentak Felix
"kau ini yang apa apaan?! bagaimana kau bisa masuk dalam kelompok penguasa kampus ini hah?!" marah Nancy
"kau ini siapa marah marah sama Minnie sama Lixie?" keluh Seungmin yang telah selesai acara tersedaknya
"apa yang kau punya hah sampai para penguasa kampus ini mau dekat dekat makhluk sepertimu?"
"Minnie tak tau siapa yang kau maksud. Lagipula Minnie tak tau namamu jadi jangan ganggu Minnie lagi"
__ADS_1
"alah!! Sok sekali kau baru dekat dengan penguasa kampus. Lihat saja nanti kau akan ku permalukan sehingga mereka tidak mau berdekatan denganmu lagi!" Nancy menggebrak meja lagi sebelum meninggalkannya
Seungmin yang melihat itu hanya mengerjap polos tak mengerti apa yang dikatakan mahasiswi tadi. Sedangkan Felix hanya mendengus sambil bergumam dalam hati 'lihat saja nanti apa yang akan terjadi jika kau melakukan hal aneh kepada Minnie'.
Akhirnya perkuliahan dimulai beberapa saat setelah Nancy marah marah tak jelas kepada Seungmin dan Felix. Seungmin mengikuti perkuliahan dengan senang sampai sampai selama perkuliahan dia terus saja mengembangkan senyumnya.
---------------------
Setelah perkuliahan hari ini berakhir, Seungmin segera membereskan alat tulisnya karena pasti Jeno sudah menunggunya. Felix masih setia menunggu Seungmin karena malas sekali berhadapan dengan Jeno, bucin nomor satu Seungmin.
Sebelum keluar kelas, tangan Felix dan Seungmin sudah dipegangi dua orang mahasiswa berbadan besar. Seungmin heran kenapa dia ditahan padahal dia tidak kenal mereka siapa.
"kalian siapa? Minnie tak ada urusan dengan kalian" ucap Seungmin selembut mungkin
"kau manis sekali tapi harus bergabung dengan kelompok arogan itu. Mending kau dan temanmu yang manis bergabung dengan kami" ucap salah satu mahasiswa itu sambil memandangi tubuh Seungmin
"kelompok apa? Minnie tak kenal siapa siapa disini kecuali keluarga Minnie" balas Seungmin polos
Tak lama kemudian, Nancy dan dua temannya berdiri angkuh dihadapan Seungmin dan Felix. Mereka menatap kedua pemuda manis tersebut dengan pandangan meremehkan.
"dasar lemah!! orang lemah sepertimu tak pantas bergabung dengan penguasa kampus! Aku seharusnya yang pantas! Seret dia ke lapangan basket. Akan kupermalukan kalian hingga kalian tak punya muka lagi di kampus ini" ucap Nancy menggebu
Nancy dan temannya berjalan didepan sebagai pemimpin diikuti mahasiswa berbadan kekar yang menyeret dua mahasiswa manis itu. Banyak sekali penghuni kampus yang membicarakan mereka.
"*kasian sekali. padahal mahasiswa baru tapi sudah membuat masalah saja dengan Nancy" ucap salah satu mahasiswi
"mungkin juga Nancy yang tak terima mahasiswa baru itu dekat penguasa kampus. kau lihat sendiri tadi mahasiswa baru itu ada di rombongan mereka, tapi Nancy menghampiri mereka saja mereka usir" ucap lainnya*
Sesampainya di lapangan basket, semua orang berkumpul untuk menyaksikan apa yang akan terjadi terhadap mahasiswa baru dan temannya itu.
"ada apa ramai sekali di lapangan? apakah ada konser?" tanya Wooseok ngawur
"kata temanku tadi Nancy menyeret dua pemuda manis dan salah satunya si mahasiswa baru"
"mahasiswa baru? ada lagi selain dua mahasiswa tadi?"
"seingatku tidak ada. hanya dua orang itu saja mahasiswa barunya"
Mendengar itu Wooseok dengan sigap mengambil handphone nya dan menelepon Jeno atau siapapun yang menjawab teleponnya.
Tak lama tunangannya, Jaehyun meneleponnya yang segera saja diangkat oleh Wooseok.
"ada apa meneleponku Seok-ah?" tanya Jaehyun
"kemarilah ke lapangan basket. Jeno kuhubungi sibuk terus. Seungmin dan temannya dijadikan bahan bully oleh Nancy" ucap Wooseok tergesa
"mwo?!!! baiklah aku segera kesana bersama Jeno dan Eunwoo. kami daritadi sudah memutari fakultas psikologi mencari Minnie hingga Jeno ingin menghancurkan gedung ini"
Telepon langsung ditutup dan Wooseok segera masuk kedalam kerumunan itu. Orang orang yang melihat salah satu penguasa kampus ingin melihat yang terjadi, mereka segera memberi jalan untuknya. Tak lama semua penguasa kampus telah berada disana. Ada Jeno dan Rowoon datang dengan napas terengah sambil menahan amarah. Segera saja mereka mendekati kerununan sehingga mereka yang menonton semua mundur.
Ketika sudah berada di tengah lapangan, terlihat Nancy masih tak menyadari jika penguasa kampus telah ada disana sambil mengepalkan tangan. Terlihat disana Felix dan Seungmin disiram dengan air got yang sangat bau. Felix terlihat hanya menatap datar sedangkan Seungmin sudah menangis karena ketakutan.
"jauhi Jeno dan kawan kawannya! bocah cupu seperti kalian tidak pantas untuk bergabung bersama mereka. kalian tidak selevel dengan mereka! harusnya aku yang berada diantara mereka karena kekayaan keluargaku!" murka Nancy sambil terus menyiramkan air got kepada mereka berdua
Rrraaawwwrr!!
Muncullah seekor harimau benggala entah darimana mempuat seluruh penghuni kampus ketakutan dan memilih melarikan diri. Nancy dan komplotannya menoleh untuk melihat siapa yang telah mengganggu kesenangannya dengan suara bodoh itu. Ketika berbalik, wajah Nancy dan komplotannya memucat melihat para penguasa kampus dan seekor harimau benggala menatap mereka penuh dendam.
__ADS_1
Harimau itu maju mendekat, membuat Nancy dan komplotannya mundur perlahan. Harimau itu mendekati Seungmin lalu menjilati wajahnya yang basah akan air mata dan air got.
"hiks..hiks..MongMong-ah..kau mendengarku" ucapnya lirih
Harimau itu lebih mendekat kepada sang pemilik lalu menatap Jeno dengan pandangan yang dalam.
"okey boy..biar daddy selesaikan ini. tenangkan mommy mu oke?" uncapnya kepada sang harimau
"apa apaan kau wanita gila?! melakukan pembullyan di kampus?!! terlebih lagi kepada Seungmin dan Felix?" amuk Hyunjae
"untung saja kakak Felix ada di Rusia, bila tidak aku tak tau apa yang akan terjadi kepadamu" tambah Renjun
"jangan salah Njun..kita masih ada Jeno yang akan mengeluarkan tanduknya" kompor Hyunjae
"Nancy..kau tau kesalahanmu?" tanya Jeno dengan suara rendahnya
"a..aku..aku hanya..h..hanya menyadarkan mahasiswa baru itu tempatnya yang seharusnya"
"apa maksudmu?" ucap Rowoon menahan amarah karena adiknya dihina
"i..iya..dia tak pantas dengan kalian. Data mahasiswa nya saja tidak jelas. mungkin dia menipumu agar bisa bergabung denganmu!" akhirnya suara lantang Nancy keluar
"tak pantas? apa yang tak pantas dari istri ku Nancy? aku kenal baik siapa dia siapa orangtua nya siapa yang dekat dengannya. jadi jangan sok mengatur hidupku. kau bukan siapa siapaku!" murka Jeno
"akan kupastikan kalian semua angkat kaki dari kampus ini!" tegas Mark
"kalian tak bisa mengeluarkanku!! aku punya 10% saham kampus ini!" pekik Nancy tak terima
"lihat saja nanti" gumam Felix kecil
"Minnie mau bermain hide and seek?" tanya Jeno yang menarik perhatian Seungmin
Seungmin menatap Jeno dengan pandangan berbinar. Sudah lama sejak terakhir kali dia bermain hide and seek.
"boleh sampai akhir?" tanya Seungmin penuh harap (akhir disini adalah mati dibunuh)
"enggak Minnie..jangan sampai akhir. kau ingin semua yang tadi menyeret dan menyirammu ikut bermain?" tanya Jeno lagi
"humm..aku ingin semuanya" jawabnya semangat
Nancy dan komplotannya yang tak tau apa apa hanya menatap bingung apa maksudnya. Setelahnya Nancy dan komplotannya dibawa menuju hutan buatan anak fakultas perhutanan untuk bermain hide and seek.
"ayo kalian semua sembunyi ya...nanti Minnie cari kalo tertangkap ada hukumannya.." ucap Seungmin dengan nada ceria sambil membawa pisau kesayangannya
"ayo cepat tunggu apalagi? kalian mau tertangkap?!" seru Wonwoo menyadarkan mereka dari rasa terkejutnya
Karena ketakutan, Nancy dan komplotannya langsung bersembunyi ditempat yang di rasa aman dari jangkauan Seungmin.
"sangat menyenangkan. sudah bersembunyi belum? Minnie cari ya!! kalau tertangkap Minnie hukum!! Minnie cuma mau main sebentar kok" seru Seungmin semangat
"apa kita ikut Jen?" tanya Eunwoo
"tak usah hyung. biarkan dia sendiri. lagipula MongMong juga ada disini. lebig baik kita jaga tiap sudut hutan ini agar tak ada celah untuk mereka kabur" jelas Jeno
Akhirnya mereka semua menjaga jalan keluar yang mungkin akan dijadikan tempat kabur. Selama 45 menit waktu bermain, Nancy dan komplotannya merasa sangat ketakutan karena suara Seungmin seperti berada di tiap sudut tempat persembunyian mereka dengan tawa cerianya sambil membuat suara dengan pisaunya.
T.B.C.
__ADS_1