The King

The King
Episode 38


__ADS_3

Zahid masuk ke dalam kamarnya dan melihat foto yang ada di atas meja dekat ranjangnya. Di foto itu ada dirinya, Sarah, putri Tante Martha. Dan Lucas, kakak Sarah sekaligus sahabat Zahid. Atau seperti itulah yang ada dalam pikirannya.


Setelah manjalani pelatihan sebagai calon penyanyi selama tiga tahun. Zahid yang masih berusia delapan belas tahun digabungkan dengan enam orang lainnya untuk membuat kelompok bernyanyi dengan nama Angel Wing. Semuanya memiliki tubuh tinggi, wajah tampan dan kemampuan bernyanyi yang tidak jelek. Dari tujuh orang itu, hanya Lucas yang memiliki bakat bernyanyi seperti seorang malaikat sebenarnya. Suaranya sangat halus dan kuat secara bersamaan. Membuat banyak sekali orang menaruh perhatian pada lagu debut mereka.


Ketenaran yang sangat memabukkan bagi tujuh anak berumur delapan belas tahun yang masih mengutamakan ego masing-masing. Saat single kedua dikerjakan, mulai muncul retakan-retakan kecil di tubuh Angel Wing. Lucas yang memiliki suara paling bagus menerima jatah lirik paling banyak dan membuat yang lain iri. Zahid sendiri bukanlah anak yang terlalu peduli dengan hal itu. Dia memiliki kegiatan seperti ini hanya untuk bisa keluar dari rumah dan menghindari keinginan kuat ayahnya mendapatkan pendidikan di luar negeri.


"Apa-apaan ini. Lucas terus mendapat banyak sorotan. Kalau begini kita kapan terkenal?"


"Iya. Lebih baik aku debut sendiri"


"Benar"


"Hei, Zahid. Bilang ke temanmu itu. Dia jadi penyanyi sendiri sana"


Itulah semua kata-kata sopan yang didengar Zahid dari semua anggota Angel Wing. Kata-kata yang lebih buruk, diucapkan mereka saat ada Lucas disana. Zahid yang selalu berpikir tidak peduli mulai melihat perubahan sikap anggotanya setelah single kedua dirilis.


Lucas semakin tersisih dan mulai menghindari tampil dengan alasan apapun. Perusahaan yang menaungi mereka mengetahui hal ini dan mengadakan rapat mendadak. Semua anggota selain Zahid dan Lucas memutuskan untuk meninggalkan grup dan memiliki debut sendiri-sendiri. Zahid tidak berkomentar apapun dan tetap pada keputusan Direkturnya karena tidak ingin hidupnya rumit. Semua diputuskannya sendiri tanpa pertimbangan orang tua. Tidak disangka, nasib baik menauingi duo baru itu. Zahid dan Lucas menjadi sangat terkenal dan dikenal lebih banyak orang. Mereka menjadi dua laki-laki tampan dan tinggi yang berbakat.


Disaat itulah pertemanan mereka menjadi semakin dekat. Zahid yang kabur dari rumah sejak umur lima belas tahun akhirnya tinggal di salah satu kamar rumah Lucas. Bertemu dengan Tante Martha yang seperti ibunya. Dan memiliki adik perempuan yang tidak pernah dibayangkannya. Perjalanan karir mereka stabil selama satu tahun dan hubungan Zahid dengan keluarga Lucas semakin dekat.


Tapi nasib baik tidak bisa terus menerus datang. Dua tahun setelah debut, Zahid dikejutkan dengan kabar ayahnya yang meninggal. Setelah tidak pernah pulang selama lima tahun, dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Lucas dan keluarganya ikut menemani perjalanan pulang Zahid saat itu. Melihat jasad ayahnya dikuburkan, membuat Zahid tiba-tiba merasa bersalah. Tidak hanya kepada ibunya yang terus menerus menangis, tapi juga kepada ayahnya.


"Ayahmu berada dalam kesulitan beberapa tahun ini. Maafkan dia. Dan maafkan ibu juga tidak bisa membelamu" kata ibunya semakin menambah rasa bersalah dalam hatinya.


"Aku tidak ingin melihat ayah menjadi seorang pesuruh" jawabnya masih tetap egois.


"Ibu mengerti. Apapun itu, ibu senang kau kembali" Ibunya tidak ingin lagi bertemu dengannya dan pergi ke kamar ditemani oleh ibu Lucas.

__ADS_1


"Apa pekerjaan kita selanjutnya?" tanya Zahid pada Lucas dan manajer mereka.


"Zahid, lebih baik kau ada di rumah selama beberapa hari. Fans memang mengkhawatirkanmu, tapi semua bisa diatur" jawab manajernya berusaha bijak.


"Aku tidak butuh dikasihani. Kita akan bekerja sore ini, benar Lucas?"


Lucas melihat Zahid dengan tatapan khawatir tapi menyetujui keinginannya. Sepertinya Lucas mengerti kalau ini adalah satu-satunya cara Zahid untuk membuktikan diri kepada orang tuanya bahwa dia mampu untuk hidup baik meskipun sendiri.


"Yah, terserahmu saja"


Mereka kembali bekerja tepat setelah lima jam ayah Zahid meninggal. Hal itu sempat menimbulkan rumor tentang hubungan Zahid dan keluarganya. Tapi ... rumor itu dapat segera ditangani oleh pihak manajemen Dan tepat satu bulan setelah ayahnya meninggal, Zahid dikejutkan dengan rumor yang keterlaluan. Dia tidak menyelesaikan pekerjaannya dan segera pulang.


"Apa maksudnya ini, Bu?" tanyanya lalu melempar lembaran koran yang memuat rumor perselingkuhan ibunya.


"Ibu akan berusaha membuatnya hilang"


"Hilang? bagaimana cara ibu melakukannya??"


Belum selesai ibunya bicara, Zahid mengamuk. Dia melempar vas bunga ke lantai dengan suara keras.


"Selalu Harold. Harold. Harold. Inilah alasannya ibu bisa mendapat rumor ini!!!" amuk Zahid lagi. Ibunya terdiam tidak bisa bicara, takut menimbulkan masalah pada putranya.


Setelah agak tenang, Zahid duduk di ruang tamu dan melihat ibunya mulai meneteskan air mata. Timbul rasa bersalah di dalam hatinya karena beraksi berlebihan.


"Apa ayah melakukan seperti yang ada di berita? Bunuh diri?"


"Kau tahu ayahmu tidak akan pernah melakukan itu"

__ADS_1


"Lalu ... apa ibu memang berselingkuh dengan orang itu?"


Sebenarnya Zahid sekarang sedang bingung. Dia sering melihat ibunya pergi dengan pengawal setia Tuan Harold Graham yang kaya itu entah kemana.


"Apa kau mencurigai ibu?"


"Itu karena kesalahan ibu sendiri"


"Ya Tuhan Zahid. Apa kau tahu kalau ibu tidak akan pernah melakukan itu? Tuan Graham hanyalah sahabat ayahmu. Tuan Graham membantu ayahmu mempertahankan rumah dan tanah ini dari saudara-saudaranya. Kau tahu sendiri kalau perusahaan ayahmu sudah direbut oleh mereka sejak tiga tahun lalu"


Zahid terdiam dan tidak bisa bicara. Kejadian tiga tahun lalu adalah salah satu penyebab dia lari dari rumah. Semua itu karena ayah dan ibunya selalu menutup-nutupi semuanya.


"Ayah dan ibu tidak pernah memberitahuku apapun"


"Kau adalah putra kami. Bagaimana bisa kami mengatakan kalau kami tidak bisa memberikan apapun padamu bahkan mungkin akan menjadi tunawisma saat kau lulus dari sekolah?"


Keduanya diam sekali lagi, membuat suasana menjadi sangat hening. Hanya tangis ibunya yang semakin menjadi jelas terdengar.


Zahid berdiri karena tidak tahan mendengar suara tangis ibunya. Dia berniat pergi saat ibunya menambahkan sesuatu.


"Keluarga kita berhutang banyak pada Tuan Graham. Tak lama lagi, kau akan segera dihubungi olehnya" kata ibunya lalu meninggalkan anaknya sendiri di ruang tamu. Zahid hanya bisa tertawa pahit mendengar kata-kata ibunya. Apa sebenarnya kesalahannya sehingga menanggung hutang keluarga yang bahkan tidak pernah dia ketahui.


Zahid kembali ke kegiatannya, menyanyi, mengambil gambar untuk iklan, dan berperan dalam penulisan single ketiga duonya dengan Lucas. Dan tidak menunggu waktu lama, sekitar dua bulan setelah kematian ayahnya dia dipanggil ke ruang Direktur perusahaan yang menaunginya. Selain Direkturnya, ada sosok yang sudah dikenalnya.


"Kau tampak lebih dewasa dari sebelumnya" komentar sosok yang dikenalnya itu. Zahid segera menunjukkan raut wajah tidak sukanya di depan orang yang dibilang sahabat ayahnya itu.


"Zahid, kenapa kau tidak bilang mengenal Tuan Graham. Aku sungguh terkejut Tuan Besar datang ke perusahaan kecil seperti ini"

__ADS_1


"Aku adalah sahabat ayah Zahid. Karena ayahnya sudah meninggal, akulah yang sekarang bertanggung jawab dengan hidupnya"


Zahid mengeluarkan suara tawa meremehkan, membuat Direkturnya ketakutan. Tuan Graham adalah pemilik perusahaan Real Estate terbesar di negeri ini dan semua orang tahu itu.


__ADS_2