
Zahid melihat satu persatu keluarga Tuan Graham yang datang ke rumah utama. Semuanya memiliki wajah yang sama. Kesal dan iri padanya yang dapat mendapatkan jabatan tinggi hanya dengan menikah dengan Layla Graham. Semua orang ini pasti berpikir dia sangat beruntung dalam hidupnya. Seorang aktor dari kalangan bawah yang tiba-tiba saja menjadi pangeran kaya raya. Mereka tidak tahu kalau Zahid sebenarnya terpaksa menerima semua ini. Kalau saja tidak ada Layla dalam perjanjian pernikahan ini, maka dia berani meninggalkan semuanya dan menjadi miskin lagi.
Setelah makan malam berakhir, beberapa sepupu Layla mengundangnya untuk bercakap-cakap. Sepupu perempuan Layla tidak malu untuk menggoda dan menempelkan bagian tubuh mereka pada Zahid. Dia merasa jijik berdekatan dengan mereka. Belum cukup merasa jijik, para sepupu Layla menyudutkannya dengan rumor saat dia masih menjadi aktor. Bertanya apakah rekan kerja Zahid dapat dinikmati dengan dibayar dan semua kata-kata yang merendahkan. Seakan mereka semua berasal dari keluarga yang kaya raya. Seharusnya, hanya Layla yang dapat melakukan semua itu. Karena Layla adalah penerus utama Tuan Graham yang memiliki perusahaan sepenuhnya.
Tapi Zahid bukanlah orang bodoh. Jika dia memiliki kelakuan yang terlalu baik, maka nasibnya akan segera menjadi seperti Tuan Graham. Didesak mundur dengan berbagai cara. Termasuk percobaan pembunuhan dan usaha menghancurkan nama baik. Kalau berhadapan dengan orang jahat seperti mereka, Zahid juga harus menjadi jahat. Dia tidak bisa menjadi orang baik yang terlihat mudah disingkirkan. Awalnya, tentu saja beberapa dari mereka curiga dan tidak percaya. Tapi Zahid adalah aktor dengan pengalaman berakting selama lima belas tahun. Tidak ada orang yang tidak tertipu pada aktingnya.
"Kasihan sekali sepupu kami itu" kata salah satu dari sepupu perempuan Layla yang kira-kira berumur lima belas tahun.
"Yah, Layla memang tidak sebanding dengan wanita yang dirumorkan denganmu itu. Apalagi, ukuran dadanya"
Sebenarnya Zahid sangat kesl mendengar semua bajingan ini menjelek-jelekan istrinya. tapi dia harus menahannya.
"Layla masih muda" katanya berusaha membela istrinya.
"Benar sekali. tapi kau pasti lebih menyukai wanita yang tumbuh sempurna sepertiku kan?" goda sepupu perempuan Layla lalu mendekatinya. Wanita ini menunjukkan dadanya yang besar ke arah Zahid. Membuatnya jijik.
"Tentu saja. tapi aku sudah memiliki satu yang sepertimu" balas Zahid lalu tersenyum nakal.
Sepupu Layla tampak kecewa dengan jawaban Zahid lalu pergi ke arah ruang makan. Saudaranya yang lain segera tertawa melihat kejadian itu.
Zahid dengan mudah menjadi akrab dengan sepupu-sepupu Layla. Mereka melihatnya dengan tatapan kagum sekarang, berbeda dengan saat makan malam baru dimulai. Lalu satu pria yang berumur setidaknya empat puluh tahun mendekatinya. Ini pasti sepupu Layla yang tertua.
"Aku tahu kau bukan laki-laki semacam itu Tuan Abassy"
Ternyata pria bernama Jared Graham ini tidak tertipu dengan aktingnya.
"Aku tidak perlu membuktikan apapun padamu, Tuan Jared"
Pria itu tersenyum lalu memberi ruang antara mereka. Menunjukkan keangkuhan seorang cucu pertama keluarga Graham.
__ADS_1
"Aku akan mewarisi perusahan ini, meskipun tidak menikah dengan Layla"
Bagi Zahid, itu adalah sebuah ancaman. Tapi dia tidak gentar. yang harus dilakukannya hanya melindungi Layla dan keluarganya, tidak peduli pada uang yang bukan miliknya.
"Cobalah!" kata Zahid lalu meninggalkan ruangan penuh dengan sepupu Layla. Dia lalu mencari istri yang sejak tadi ditinggalkannya di ruang makan. Tidak ada. Apakah Layla pergi ke kamarnya?
Belum sempat Zahid pergi ke lorong tempat kamar Layla berada, dia melihat istrinya berdiri di tengah taman. Apa yang dilakukan istrinya sendirian di tempat seperti ini? Apalagi dengan semua keluarga berada di dalam rumah.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Zahid tidak membuat Layla menoleh.
Zahid lebih mendekat tapi tetap menjaga jarak. Semua karena keluarga Layla masih ada di belakang mereka.
"Kenapa kau ada disini?" tanya Zahid lagi.
Layla ingin sekali lari pulang ke rumahnya lalu tidur dan bangun besok. Tapi tidak ada yang dilakukannya. Setelah kecewa mendengar pernyataan suaminya, Layla berjalan ke padang rumput luas lalu berhenti di tengah-tengahnya. Dia bertanya kepada dirinya sendiri. Kenapa dia pulang? Untuk apa dia pergi ke tempat sepi itu? Selama ini dia selalu berlari dari masalah karena tidak berani menghadapi akibat kelakuannya. Dan masalahnya menjadi semakin rumit dan sulit. Layla menarik napas panjang dan kembali ke rumah utama keluarga Graham. Berusaha menjadi lebih dewasa di usianya yang masih dua puluh tahun.
Dia bertemu dengan sepupu perempuannya yang memakai baju terbuka tepat saat menginjakkan kaki di dalam rumah utama. Sungguh tidak sopan untuk dipakai di acara makan malam keluarga seperti ini.
"Cari udara segar"
"Kau masih sama seperti dulu. Selalu lari keluar rumah untuk menyendiri"
Malas sekali melayani pembicaraan yang tidak ada artinya ini. Lebih baik Layla mencari ibunya sekarang.
"Aku harus mencari ibuku"
"Tunggu" tahan Darla.
"Padahal aku ingin membicarakan tentang suamimu. Kenapa kau buru-buru pergi?" lanjut sepupunya itu.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Layla segera, tidak ingin membuang waktu lagi.
Darla tersenyum lalu berputar sekali, berusaha tampak seksi dihadapan Layla. Apa sepupunya ini sudah gila?
"Suamimu memiliki selingkuhan. Apa kau tahu itu?"
Dan inilah saatnya layla diuji. Sepupunya ini pasti ingin melihatnya hancur karena masalah ini. Tidak, dia menolak untuk sedih dan bertahan.
"Tahu" jawabnya tegas.
"Wah, wah. kau sudah berubah ternyata"
Layla mendekati Darla dan menariknya mendekat.
"Ingatlah bahwa kau dan keluargamu masih menumpang hidup pada ayahku!!" ancam Layla lalu meninggalkan sepupunya dalam keadaan kesal. Tapi dia tidak peduli. Dia adalah Layla Graham, putri pemilik perusahaan terbesar di negeri ini.
Layla yang masih kesal pergi mencari pelayan untuk meminta segelas minuman. Dia membawa minumannya ke taman di samping rumah yang sepi dan menikmati suasana malam. Sampai laki-laki itu datang. Layla ingin sekali tidak menjawab pertanyaan suaminya, tapi tidak tahan lagi. Dia berbalik, menatap laki-laki yang berusia lima belas tahun lebih tua darinya itu.
"Seharusnya pak Zahid dapat menjaga mulut dengan baik" katanya kesal.
"Apa?"
"Seluruh keluarga Graham sepertinya tidak perlu tahu kalau Anda mencintai wanita lain diluar sana"
Laki-laki itu terlihat bingung. Pasti karena tidak mengira Layla mengetahui semuanya.
"Layla, itu tidak"
layla sangat yakin pak Zahid ingin mendekatinya tapi tidak jadi. Seperti ada yang menahannya. Dan pasti itu karena rasa sayangnya pada Sarah.
__ADS_1
"Saya tidak tahu alasan ayah menjadikan Anda menantunya. Saya minta maaf seandainya ayah membuat pak Zahid jauh dari orang yang benar-benar Anda cintai. Tapi pernikahan ini tidak akan berjalan selamanya. Secepatnya, saya akan segera mengambil alih perusahaan dan jasa Anda sebagai menantu tidak akan diperlukan lagi. Saat itu, Anda dapat kembali menjadi aktor dan mencintai siapapun yang Anda inginkan. Jadi ... coba bersabarlah sedikit!!"
Layla pergi meninggalkan mantan majikannya sendiri dan mencari ibunya. Satu-satunya orang yang menyayanginya tanpa memerlukan alasan apapun.