
Paginya, kampus sudah kondusif seperti biasa walau masih ada saja yang membicarakan tentang anggota baru penguasa kampus. Felix mulai hari ini bergabung dengan penguasa kampus. Dulu sebelum bertemu dengan Eunwoo, Felix berencana tak ingin terlihat oleh seluruh keturunan kampus. Takut diadukan kepada orangtua nya kalau dia berada di korea selatan. Tapi sekarang rasanya percuma, orangtua nya juga sudah tau dia di korea selatan.
"JenJen..Minnie ke kelas dengan Felix ya?" pinta Seungmin dengan aegyo
"sama JenJen aja ya Minnie? Jen Jen gak percaya sama bule Rusia ini" ucap Jeno sangsi sambil menunjuk kearah Felix
Felix yang ditunjuk begitu tidak terima, langsung saja dia mencekal tangan Jeno dan memelintirnya. Kejadian ini tentu saja membuat seluruh warga kampus kaget. Pasalnya dari dulu tidak ada yang berani menyentuh penguasa kamus, ini malah dia melakukan kekerasan terhadap salah satu penguasa kampus paling ditakuti tanpa rasa takut sekalipun.
"aku lebih dari mampu untuk menjaga Minnie ya Jen..jangan remehkan keahlianku!" tekan Felix sambil terus memelintir tangan Jeno
"sudah hentikan! kalian tidak malu dilihat seluruh anak kampus?" lerai Wonwoo
"bukan aku yang mencari gara gara hyung..Jeno lebih dulu!" adu Felix
Karena tidak mau keributan terus berlanjut, Mark segera menarik Jeno untuk berjalan kearah fakultas teknik. Fakultas yang sama dengannya. Yang lain hanya melihat sambil geleng geleng kepala melihat kelakuan Jeno yang sangat bucin terhadap Seungmin. Kemana mana selalu menempel.
-------------------------
Kelas kedua baru saja dimulai, Felix dan Seungmin sedang menunggu kedatangan dosen yang mengajar kelas mereka. Di kelas masih banyak anak yang menatap mereka penasaran tentang siapa mereka yang bisa dekat dengan penguasa kampus yang sangat anti untuk berdekatan dengan orang lain.
Tak lama, dosen yang mengajar masuk kedalam kelas. Dia tidak sendiri, ada seseorang yang mengikutinya di belakang. Sepertinya staff kemahasiswaan fakultas psikologi. Tapi untuk apa staff pergi menemui mahasiswa? Bukankah bila mahasiswa butuh harusnya mahasiswa yang menghampirinya?
Berbagai pertanyaan berseliweran di seluruh penjuru kelas. Bertanya tanya apa yang diinginkan staff kemahasiswaan. Staff tersebut berdiri di depan kelas setelah dipersilahkan untuk mengambil kelas selama beberapa saat.
"mohon maaf mengganggu proses belajar mengajar kalian semua" ucap staff tersebut
"gwaenchana ssaem.." jawab seluruh mahasiswa di kelas
"saya kemari hanya ingin memanggil mahasiswa bernama Kim Seungmin. Adakah disini yang bernama Kim Seungmin?"
Seluruh mahasiswa saling berpandangan lalu pandangan mereka diarahkan kepada yang bersangkutan. Seungmin yang merasa namanya dipanggil segera mengangkat tangan agar staff tersebut mengetahui keberadaan dirinya.
"untuk apa saya harus mengikuti anda ssaem? bukankah berkas saya sudah lengkap ketika melakukan pendaftara di awal?" tanya Seungmin sambil memasang wajah datar
"aahh..bukan itu nak. Kau dipanggil oleh rektor kampus ini untuk menemuinya. Ada yang ingin dibicarakan beliau terhadapmu"
"baiklah"
Dengan santai, Seungmin berdiri lalu berjalan mengikuti staff tersebut untuk keluar kelas dan menuju gedung rektor yang berada di central kampus. Sebelum benar benar meninggalkan kelas, Seungmin menatap Felix dan memberi kode kepada Felix.
"telpon Jeno" eja Seungmin sebelum meninggalkan kelas
Felix yang mendapat amanat dari sahabatnya langsung mengeluarkan handphone nya dan berjalan meninggalkan kelas tak peduli dosen sudah ada di kelas. Urusan Seungmin lebih penting untuk sekarang. Karena Felix yakin pemanggilan ini ada sangkut pautnya dengan kejadian Seungmin yang melakukan hide and seek.
"Jen..Jeno! gawat!" teriak Felix ketika Jeno mengangkat teleponnya
__ADS_1
"ada apasih Lix? ganggu banget lagi kelas juga" Jeno menjawab teleponnya dari dalam kelas tak peduli dosen sedang menjelaskan kuliah. Sang dosen memelototi Jeno tapi dibalas Jeno dengan tatapan tajamnya yang membuat dosen itu hanya diam
"Minnie Jen..dia dibawa menemui rektor"
"untuk apa menemui rektor?" tanya Jeno sambil memikirkan kata kata Felix
"Menurut pengamatanku Jen..dia akan disidang masalah bermain kemarin. Kau tau kan Nancy berkata dia punya 10% saham yang membuatnya pasti punya dukungan rektor untuk mengeluarkan Minnie"
"sial!! aku akan kesana. makasih pemberitahuannya Lix" ucap Jeno langsung mematikan telepon
Jeno langsung berdiri dengan kasar sehingga kursi yang dia duduki terjatuh. Jeno berlari tanpa menghiraukan panggilan dosen yang menanyakan akan kemana dia. Sekarang ini lebih penting. Jeno yakin Leo yang akan membalas Seungmin atas apa yang menimpa anaknya.
----------------------------
Sedangkan diruang rektor terjadi suasana tegang. Rektor dan paruh baya yang kemungkinan Leo menatap Seungmin tajam.
"kau yakin Jung Seungmin mahasiswa baru ini yang membuat putrimu terluka, Baekho?" tanya rektor tak yakin
"aku yakin sekali Nancy mengatakan bahwa anak baru fakultas psikologi yang melakukannya. anakku tak mungkin mengada ada!"emosi Leo
"Nancy siapa?" Seungmin mulai membuka suara
"kau?! kau yang membuat anakku dan temannya hampir sekarat kan??" damprat Leo
Seungmin tak menjawab. Dia hanya diam tak menanggapi. Tapi itu membuat emosi Leo atau Baekho ini semakin emosi karena kebungkaman Seungmin.
"paman punya saham disini? kok aneh?" bingung Seungmin
"bawa anak ini! pastikan dia menerima akibatnya karena berani mempermaikanku!" seru Leo kepada ajudannya
Dua ajudan Leo segera memegang satu lengan Seungmin. Seungmin sebisa mungkin memberontak. Tapi kekuatannya kalah dengan dua orang ajudan berbadan besar ini. Karena terus memberontak, akhirnya Seungmin disuntikkan obat bius.
Setelah itu, tubuh pingsan Seungmin dibawa menuju mobil yang dikendarai Leo lewat akses pintu rektor.
Setelah Leo meninggalkan ruangan rektor melewati pintu khusus rektor, Jeno datang sambil menggebrak pintu.
Brak!!!
Jeno datang dengan nefas terengah. Matanya memerah tanda dia tengah menahan emosinya.
"kau!! kemana si bedebah Baekho itu hah?!!" teriak Jeno
"Park Jeno! kemana sopan santunmu?!!"
"basi!! kau..kau dan bedebah Baekho bekerjasama kan?!"
__ADS_1
"bekerjasama apa heh?" pandang rektor itu remeh
"kau mau dicopot jabatanmu?"
"kau tak mungkin bisa Park Jeno! Kau tak punya kuasa disini! jangan karena kau penguasa kampus kau bisa seenaknya kepada saya"
"oh kau menantangku pak tua"
Jeno segera mengeluarkan handphone nya dan melakukan panggilan video dengan seseorang. Tak lama kemudian yang dihubungi Jeno menjawab panggilannya.
"Papa sehun.." panggil Jeno
"Ne Jeno-ya. ada apa menelepon papa?" jawab Sehun
Jeno melirik kearah rektor. Rektor itu sudah memasang wajah tegangnya. Dan itu membuat Jeno menyunggingkan smirk nya.
"pa..bisakah kau pecat rektor kampus papa sekarang?"
"memang ada apa Jen? perasaan kinerjanya baik baik saja"
"yakin papa mau mempertahankannya? dia bekerjasama dengan Leo atau si baekho itu. dan sekarang Leo membawa Minnie setelah kejadian kemarin" jelas Jeno panjang lebar
Mendengar penuturan Jeno, mimik wajah Sehun langsung berubah drastis menjadi datar sedatar datarnya.
"hadapkan papa kepada rektor itu Jen.." perintah Sehun dengan nada datar
Jeno langsung saja menghadapkan layar handphone nya kearah rektor itu duduk. Jeno semakin melebarkan senyumnya ketika melihat rektor tersebut berkeringat dingin.
"tuan Im..aku harap kau segera angkat kaki dari kampus sebelum aku turun tangan langsung" datar Sehun
"t..tuan S..ssehun.." gugup tuan Im
"Jen..usir dia"
Setelah itu layar handphone menjadi hitam. Sehun langsung mematikan sambungan video nya dengan Jeno.
Jeno langsung memberikan senyum mengerikannya kepada Tuan Im. Tuan Im langsung mengubah wajahnya menjadi jengkel menatap Jeno.
"saatnya pergi mantan rektor! hahahaha!!" tawa Jeno
Lalu Jeno segera menyeret Tuan Im menuju pintu khusus rektor dan melemparkan Tuan Im kearah mobilnya.
"selamat tinggal!!"
Jeno menutup pintu khusus itu dan mengubah kode pintu tersebut agar tuan Im tidak dapat mengakses ruang rektor kembali. Lalu Jeno pergi meninggalkan ruang rektor dan menghubungi Wonwoo untuk melacak keberadaan Seungmin. Walaupun sebenarnya Seungmin pasti bisa mengalahkan mereka semua tetap saja Jeno khawatir.
__ADS_1
T.B.C.