
Zahid masih terjebak dalam basa-basi yang tidak menyenangkan di ruangan Direkturnya. Sampai Frank, pengawal Tuan Graham akhirnya memaksa Direkturnya pergi. Meninggalkan dua orang dalam pembicaraan serius.
"Apa yang Anda inginkan?" tanya Zahid tidak ingin menghabiskan banyak waktu.
"Ibumu pasti sudah menjelaskan semuanya. Aku sekarang ingin menagih janji yang diberikan oleh orang tuamu"
Sebenarnya Zahid tidak terlalu peduli dengan apa yang akan didengarnya. Karena dia tidak akan pernah menyetujui apapun yang diminta oleh pria tua licik di depannya.
"Itu janji ayah, bukan aku" jawab Zahid lalu berdiri dan berniat keluar dari ruangan Direkturnya.
"Kalau itu yang kau inginkan, aku tidak akan memaksa. Tapi kau harus siap dengan keputusanmu"
Zahid berhenti melangkah dan mulai memperhatikan apa yang akan dikatakan pria di belakangnya.
"Aku hanya ingin mengangkatmu menjadi penerusku. Dan semua yang kulakukan mudah untuk dilupakan"
Zahid berbalik dan melihat pria yang berumur awal lima puluh tahunan itu.
"Penerus?"
"Iya. Suami dari putriku. Laki-laki yang akan menjadi ayah dari cucuku"
Tentu saja hal itu membuat Zahid tertawa. Dia tahu putri pria yang ada di depannya ini masih berumur lima tahun. Dia pasti sudah gila.
"Apa kau bercanda?"
"Tidak"
Tapi, melihat keseriusan pria di depannya, membuat Zahid bingung. Apa pria ini akan membuatnya sebagai penyuka anak kecil?
"Tentu saja kalian akan menikah saat putriku sudah dewasa. Tapi aku ingin kau mempersiapkan diri mulai sekarang"
"Kau gila. Aku akan membayar hutang ayahku dan melupakan semua yang terjadi hari ini"
Zahid melangkah ke arah pintu dan ingin membukanya.
"Kalau kau melakukan itu, aku akan menghancurkanmu dan keluargamu. Ingatlah kalau aku bisa melakukan semua itu dengan sangat mudah"
Tuan Graham mendahului Zahid keluar dari ruangan Direkturnya, meninggalkannya dalam keadaaan seperti patung. Yang dibicarakan pria itu akan benar-benar terjadi. Seluruh kerja keras, kemajuan pekerjaan dan keluarganya akan hancur dalam semalam kalau dia tidak melakukan yang diinginkan pria itu. Zahid segera keluar dan melampiaskan kekesalannya di dalam kamar mandi tanpa ada yang tahu.
Besok paginya, dia dan Lucas dikejutkan dengan pengumuman yang tidak pernah disetujuinya. Zahid keluar dari duo dan memutuskan untuk memilih pekerjaan sebagai model dan aktor.
"Apa ini?"
"Aku tidak tahu"
"Apa? Kau tidak pernah bicara apapun padaku" tanya Lucas terkejut.
__ADS_1
"Kau pikir aku tahu?"
Zahid segera pergi ke manajernya yang ternyata sudah berubah. Boni ditugaskan untuk menjadi asisten dan manajernya, meninggalkan Lucas. Semua pekerjaan untuknya juga sudah ditentukan oleh perusahaan, tentu saja tanpa dibahas sama sekali dengannya. Semua pekerjaan bernyanyinya dialihkan untuk Lucas dan manajer barunya.
Meskipun terkejut dan tidak suka dengan perubahan baru ini, Zahid tidak bisa melakukan apa-apa. Bahkan Direktur perusahaannya juga tidak bisa melakukan apapun. Semua adalah perintah dari seorang pria yang memiliki kekuasaan dan kekayaan lebih tinggi. Harold Graham. Zahid terpaksa menjalani peran baru yang sudah ditata untuknya. Dia begitu kesal pada dirinya sendiri dan melupakan seseorang yang ditinggalkannya sendiri di belakang.
Setahun, dua tahun berlalu, Zahid kini sangat sibuk dengan pekerjaan sebagai aktor. Semua drama, film, iklan yang dia bintangi selalu berada di puncak rating. Perusahaan yang menaunginya ikut maju bersamanya. Di tengah malam saat dia sedang beristirahat di lokasi syuting, ponselnya berbunyi. Sebuah nama yang lama sekali tidak pernah dia ingat selama dua tahun ini.
"Lucas, bagaimana kabarmu?" tanyanya tapi tidak menerima jawaban dari orang yang menghubunginya.
Hanya ada suara angin terdengar di telinga Zahid, dia mulai bertanya-tanya dimana sahabatnya berada tengah malam ini.
"Zahid, tolong jaga Sarah"
"Apa?"
"Aku selalu bangga memiliki sahabat sepertimu"
"Lucas, apa maksudmu?"
Keheningan mulai muncul dan tiba-tiba saja tidak ada suara dari Lucas lagi.
Zahid bertanya-tanya dalam hati lalu mematikan ponselnya karena dipanggil untuk kembali mengambil gambar. Dini hari, dia dan Boni, manajernya pulang ke apartemen untuk beristirahat.
"Kau bisa tidur selama enam jam. Siang ini kita harus membicarakan tentang drama barumu"
"Direktur memperbolehkanmu untuk libur, kenapa kau tidak mengambilnya?"
"Tidak perlu. Kau atur saja semua dan jemput aku"
"Iya, baiklah"
Zahid masuk sendiri ke dalam apartemen mewah yang didapatnya dengan mudah dari film barunya yang sukses dan merebahkan diri di ranjang besar. Dia lelah sampai tidak bisa berpikir.
Tidak lama, ponselnya berdering lama sekali. Zahid malas bangun untuk menjawab, tapi kesal karena ponselnya tidak berhenti berbunyi.
"Apa?" katanya kesal tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
"Dasar Pembunuh!!! Kau pengkhianat yang membunuh kakakku!!" jawab seseorang dengan suara yang dikenal Zahid.
"Sarah?? Ada apa?" Tidak mendapat jawaban, hubungan ponsel itu terputus begitu saja. Membuatnya tidak mengerti. Tapi itu hanya berlangsung singkat karena Boni mengirim pesan yang mengejutkannya.
Zahid, Lucas bunuh diri
Zahid meloncat dari ranjangnya dan segera keluar apartemen. Boni muncul di lift berusaha menahannya pergi.
"Apa maksudmu?"
__ADS_1
"Aku baru menerima kabarnya setelah turun dari sini tadi. Aku juga tidak percaya" ucap Boni lalu menyeret badan besar Zahid kembali ke apartemennya.
"Tidak mungkin. Tidak mungkin Lucas ... "
"Aku sudah tanya ke beberapa orang dan mereka mengatakan itu benar"
"Apa? Tapi kenapa?"
"Aku tidak tahu. Aku akan mencari tahu. Tapi lebih baik kau tidak pergi ke rumahnya dulu. Karena banyak rumor mengatakan kalau kau adalah penyebab Lucas bunuh diri"
"Apa???"
Zahid sangat marah. Dia tidak mengetahui apapun tentang teman yang ditinggalkannya itu. Dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan melupakan Lucas begitu saja. Tapi ... bukannya Lucas melanjutkan album yang sudah mereka kerjakan sebelumnya? lalu, kenapa Sarah mengatakan kalau dia adalah pembunuh kakaknya? Zahid berusaha menghubungi Sarah tapi tidak dijawab. Dia menghubungi ibunya yang selama dua tahun ini dekat dengan ibu Lucas, tapi juga tidak mendapatkan jawaban.
Pekerjaannya untuk tiga hari dibatalkan dan Zahid terkurung dalam apartemennya tanpa melihat prosesi pemakanan sahabatnya. Berita dan rumor tentang Lucas akhirnya ditayangkan di setiap saluran TV. Tapi tidak ada yang mengatakan kalau semua itu adalah kesalahan Zahid. Sepertinya, Direktur perusahaan dan pria besar itu menjaga namanya seperti yang biasa mereka lakukan. Tapi dia terkejut dengan kabar yang dibawa Boni dua hari lalu.
"Lucas ternyata tidak melanjutkan pengerjaan album karena singlenya hancur di pasaran. Dia tidak memiliki pekerjaan apapun setelah berpisah denganmu. Dan sepertinya itu penyebab dia ... "
"Kau bohong"
"Itulah kabar yang muncul di media sebelum ditutupi oleh Direktur"
"Apa itu benar?"
"Apa?"
"Apa benar dia tidak memiliki pekerjaan karena aku? Benarkah dia meninggal seperti itu karena aku??"
Merasa bersalah dengan segala yang dia lakukan, membuat Zahid tiba-tiba pingsan dan sakit selama beberapa hari.
Setelah sembuh dan berita tentang kematian Lucas menghilang, Zahid pergi ke pemakaman sahabatnya itu. Dia berlutut meminta maaf karena tidak mengingat Lucas sama sekali karena kesibukannya. Harusnya dia ...
"Apa yang kau lakukan disini?"
Zahid berhenti meratap dan melihat seorang anak perempuan berumur tujuh belas tahun dengan tatapan kesal ke arahnya.
"Sarah, aku"
"Jangan sentuh dasar pembunuh. Kakakku selalu memperlakukanmu dengan baik dan apa balasanmu? kau meninggalkannya hancur sedangkan kau terbang tinggi dan tidak menoleh sama sekali. Dasar laki-laki picik!!"
Zahid tidak bisa menyalahkan Sarah karena semua itu benar. Masalahnya, dia tidak melakukan semua itu dengan sengaja.
"Aku menyesal"
"Menyesal? Dimana kau saat kakakku dibuang perusahaanmu? Dimana kau saat kakakku harus membangun karirnya dari bawah sekali lagi? Dimana kau saat kakakku berdiri di atas gedung dan memutuskan untuk ... "
Zahid menarik perempuan yang sedang menangis dan marah secara bersamaan itu dan merasa menjadi orang paling buruk di dunia.
__ADS_1