The King

The King
Episode 30


__ADS_3

Boni tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Sungguh sesuatu yang sulit untuk dipaham,i. Bahkan oleh seorang manajer artis yang pernah mengalami banyak kejadian aneh. Bagaimana bisa Layla Graham adalah putri Tuan Graham yang super kaya itu? Meskipun nama belakang mereka sama, Layla adalah asisten rumah tangga. Asisten rumah tangga yang baru saja bekerja selama tiga bulan di rumah Zahid. Bahkan dia-lah yang melakukan pemeriksaan latar belakang terhadap perempuan itu.


Tapi ... Zahid berani mengatakan hal itu dengan tegasnya. Dan menambahklan fakta bahwa Zahid tidak pernah mengatakan sesuatu yang berupa kebohongan. Boni menjadi bingung karena Zahid memang adalah orang yang jujur. Setidaknya padanya. Zahid bahkan membuka rahasia tentang pertunangannya dengan putri konglomerat itu. Jadi ... seandainya Layla memang putri Tuan Graham, maka Boni salah memperlakukan perempuan itu. Layla-lah majikan Boni yang sebenarnya. Karena perusahaan Graham yang selama ini selalu memenuhi iklan setiap acara yang dilakukan oleh Zahid.


Boni pergi ke depan perempuan yang dimaksudkan oleh Zahid dan memandanginya selama beberapa detik. Memang wajah Layla cantik meskipun tidak memakai riasan apapun. Rambut, dan tubuhnya juga semampai seakan dijaga dengan benar. Tapi, gaya pakaian Layla agak ... kuno. Apa benar perempuan ini adalah putri kerluarga kaya? Masa bodoh, yang penting keinginan Zahid sekarang terpenuhi. mAkhirnya Boni berhasil membuat Layla yang menolak untuk pergi ke ruang ganti. Sedangkan dia kembali fokus pada pekerjaan Zahid. Dia hanya bisa melakukan pekerjaannya dengan baiki. Karena ibu dan adik-adiknya massih membutuhkan banyak biaya. Boni juga akhirnya nanti harus mengikuti Zahid ke bangku Presiden Direktur Perusahaan Graham. Hal itu dapat membuat penghasilan Boni berlipat-lipat daripada sekarang.


Layla baru kali ini masuk ke dalam kamar ganti seorang artis. Ternyata tidak semewah yang dia kira sebelumnya. Hanya ada meja dengan cerminj penuh lampu yang digunakan untuk merias diri, gantungan baju, satu sofa panjang dan meja yang terisi banyak kopi diatasnya. Studio tempat Pak Zahid melakukan pemotretan juga memiliki keadaan yang sangat berbeda dari ekspektasi Layla. Dia pikir, kehidupan seorang selebriti sangatlah mewah dan penuh dengan sesuatu yang terlihat bersinar. Kenyataannya ternyata sangat berbeda dengan yang ada di otak Layla.


"Baiklah, sekarang tinggal satu konsep dan kemudian selesai"


Layla terkejut karena sebuah rombongan masuk ke dalam ruang ganti beserta majikannya. Kemunculan pak Zahid membuatnya teringat pada ciuman yang terjadi petang tadi. Jantung Layla mendadak mempercepat lajunya dan membuat wajahnya terasa panas. Tidak boleh. Seharusnya dia tidak boleh merasakan hal seperti ini kepada majikannya sendiri. Dia sudah memiliki tunangan dan akan segera menikah. Tapi ... .


Layla melihat majikannya yang sedang dirias dan melihat laki-laki dengan tatapan mata tajam yang mengarah kepadanya. Sungguh laki-laki yang tampan. Meskipun pak Zahid berusia lebih tua lima belas tahun darinya, layla tidak melihat sosok majikannya yang tua dan buruk. Layla hanya bisa melihat seorang laki-laki tampan yang memiliki tubuh sempurna dan kelakuan baik. Seandainya saja Layla tidak ditunangkan oleh ayahnya ... .


Saqat Layla begitu sibuk dengan pikirannya, laki-laki itu telah berubah menjadi pengusaha yang tampan. Dinner suit dengan dasi kupu-kupu membuat pak Zahid terlihat semakin tampan. Layla berusaha menarik napas dengan susah payah saat pak Zahid semakin mendekatinya.


"Apa kau baik-baik saja?"


Saat laki-laki itu berlutut dengan setelan jasnya, Layla tiba-tiba tidak bisa bernapas. Apa benar sekarang pak Zahid sedang berlutut di depannya? Apa yang sedang dibayangkan olehnya sekarang? Layla mengedipkan matanya, berusaha menghilangkan khayalannya yang terlalu melambung tinggi.


"Iya"


"Tenang saja. Hanya sekitar tiga puluh menit lagi dan aku akan segera selesai"


"Iya"


Dan sedetik setelah pak Zahid berjalan menjauhinya, Layla dapat mengetahui dengan jelas kalau semua orang didalam kamar ganti itu sedang melihatnya. Layla merasa tidak nyaman dan memutuskan mengikuti majikannya keluar ruang ganti.


Sekitar dua puluh meter darinya, Layla melihat pak Zahid sedang memeluk seorang wanita yang sangat cantik. Dengan gaun semerah darah dan riasan mencolok, membuat wanita itu serasi dengan pak Zahid. Layla kemudian tersadar dengan kenyataan yang ada di depan matanya. Dia tidak memiliki masa depan dengan laki-laki yang sedang memeluk wanita lain itu. Masa depannya telah ditentukan dan tugasnya hjjanyalah melaksanakan dengan baik. Tanpa adanya keluhan dan perlawanan. Layla kembali masuk ke dalam kamar ganti yang kosong dan menghubungi ibunya.


"Ibu"


"Layla syang. Kenapa baru menelepon Ibu?"


"Ibu ... " Layla tidak bisa berkata setelah satu tetes air mata lolos dari kelopak matanya.

__ADS_1


"Layla ... "


Seakan mengerti dengan keadaan hati Layla, ibunya juga tidak bicara apa-apa. Setelah satu menit kemudian ...


"Apa Layla baik-baik saja?" tanya ibunya dengan suara yang halus. Ingin sekali Layla memeluk ibunya saat ini juga.


"Iya"


"Apa layla ingin pulang sekarag?"


Layla terdiam. Kalau pulang sekarang, maka dia tidak akan bisa melihat majikannya lagi.


"Tidak. Hanya tinggal satu bulan setengah lagi Layla bekerja. Layla hanya ingin mendengar suara ibu saja"


"Bagaimana kalau kita bertemu di restoran?"


"Aku banyak pekerjaan besok"


"Baiklah. Ibu akan menunggu Layla pulang"


"Terima kasih Bu"


"Akhirnya selesai. Panas sekali"


Pak Zahid melepaskan jas dan dasinya lalu duduk di sebelah Layla. Merasa dibutuhkan, Layla segera melihat sekeliling dan mengambil sebotol air dingin yang ada di dekat meja rias.


"Ini, Pak"


Majikannya segera mengambil air yang disodorkan Layla dan meminumnya dengan ganas. Beberapa air menetes membasahi kemeja putih yang menempel erat ke dada pak Zahid. layla segera membuang muka setelah melihat hal itu.


"Apa kau bosan?" tanya Pak Zahid


"Tidak, Pak"


"Benarkah? Biasanya wanita yang kuajak kemari merasa bosan dan pergi sebelum aku selesai bekerja"

__ADS_1


Wanita yang diajak pak Zahid kemari? Jadi ... dia bukan wanita pertama yang diajak pak Zahid kemari. Ada kesedihan yang terasa dalam hatinya.


"Saya hanyalah asisten rumah. Apa hak saya merasa bosan dan pergi sebelum majikan saya selesai bekerja?"


Layla berdiri lalu membersihkan semua minuman yang hampir habis di atas meja. Membuat ruangan itu menjadi sedikit bersih.


"Saya akan menunggu diluar" lanjutnya lalu keluar dari ruangan ganti.


Diluar ruang ganti, semua orang melakukan pekerjaannya masing-masing. Layla hanya bisa melihat kesibukan luar biasa yang dilakukan semua orang. Tidak ada siapapun yang dikenalnya disana, membuat Layla merasa kesepian.


"Layla!!!"


Tiba-tiba saja mendengar namanya disebut, layla merasa terkejut. Ternyata sahabatnya Raya berada diantara semua orang yang sedang sibuk itu.


"Raya" Mereka berpelukan seakan tidak bertemu selama beberapa tahun.


"Kenapa kau ada disini?"


"Aku ... " Layla kebingungan menjawab pertanyaan sahabatnya. Memang raya yang mencarikan pekerjaan untuknya. Tapi sahabatnya itu tidak tahu kalau dia menjadi asisten rumah pak Zahid dan diajak kemari oleh majikannya itu.


"Senang sekali bertemu denganmu!!!" Raya masih belum melepaskan pelukannya, membuat Layla merasa sesak.


"Tapi, apa kau bekerja disini?" tanya Layla mencoba melepaskan pelukan temannya ini.


"Iya. Aku memiliki sebuah perusahaan yang menaungi beberapa artis terkenal. Lihat wanita cantik disana? Dia salah satu artis di bawah perusahaanku"


Layla melihat wanita yang tadi dipeluk oleh pak Zahid. Oh, ternyata wanita itu datang dari dunia yang sama dengan majikannya. Dunia yang penuh kilauan.


"Wah, kau hebat sekali"


"Jangan berkata begitu. Aku harus berbicara padamu tentang banyak hal. Terutama ... pernikahanmu yang mendadak" bisik Raya lalu menatap Layla dengan tajam.


"Kita bisa bicarakan hal itu nanti"


"Baiklah. Aku akan menghubungimu. Aku harus pergi sekarang"

__ADS_1


"Iya"


Layla melihat Raya mendekati wanita cantik yang tadi berfoto dengan pak Zahid lalu menghilang dari pandangannya. Iri sekali. Raya bisa melakukan apapun yang disukainya saat Layla harus menuruti semua keinginan orang tuanya.


__ADS_2