
Frank hampir saja memecahkan gelas yang sedang dibawanya. Matanya menyipit, berusaha melihat jelas dua orang yang sedang berciuman di seberang ruangan. Terlihat sekali nona mudanya tidak menginginkan suaminya menyentuhnya, tapi laki-laki itu memaksanya. Sial, seharusnya dia memaksa nona mudanya menerima tawaran Tuan Besar untuk pergi ke luar negeri setelah menikah. Laki-laki itu juga kelihatannya sengaja melakukan semua itu dihadapan semua orang. Untuk apa lagi kalau bukan membuatnya marah. Nona mudanya ... masih terlalu polos. Tidak mengerti tentang laki-laki yang memiliki sifat flamboyan seperti suaminya.
Sebenarnya Frank menentang keras pernikahan ini. Tuan Besarnya memiliki banyak pilihan untuk penerusnya, tapi kenapa laki-laki ini yang dipilih. Seorang laki-laki yang pernah menyentuh wanita lain, berhubungan dengan wanita lain sangat tidak pantas untuk nona mudanya. Frank akan berusaha keras melindungi Nona mudanya dari taring laki-laki itu.
"Frank"
"Nyonya Besar" Frank terkejut melihat Nyonya Besar ada di sampingnya.
"Apa rumah untuk mereka sudah siap? Sepertinya mereka butuh tempat terpencil untuk semua nafsu itu"
Frank kesal karena Nyonya Besarnya semakin mendukung menantunya. Padahal Nona Muda masih berusia dua puluh tahun, belum dewasa bagi Frank.
"Akan lebih baik kalau Nona Muda tinggal di rumah utama, Nyonya"
"Omong kosong. Lihat mereka. Begitu ... mesra. Suamiku memang tidak salah memilih menantu"
"Nyonya , saya harap Anda tetap mengawasi Nona muda"
"Untuk apa? Frank ... jangan pernah mengganggu mereka. Layla sudah dewasa dan menikah. Beri dia kebebasan> Oke??"
"Baik, Nyonya"
Frank berbohong, dia tidak akan pernah melepas Nona mudanya kepada seorang laki-laki seperti itu. Dia akan selalu mengawasi laki-laki itu agar tidak akan pernah menyakiti Nona mudanya.
Layla melepaskan bibirnya dengan susah payah dari laki-laki yang memeluknya erat. Laki-laki ini gila. Bagaimana bisa dia melakukan hal ini di depan umum? Atau ... itu karena dia adalah seorang aktor?
"Kenapa?" tanya pak Zahid saat tidak ada jarak diantara wajah mereka. Layla dapat merasakan napas hangat dari bibir itu.
"Bisa tidak Anda melepaskan saya?"
Akhirnya laki-laki itu melepaskannya dan Layla berusaha menahan rasa malunya untuk melihat ke sekeliling mereka. Ada banyak orang yang melihat mereka, sungguh memalukan.
__ADS_1
"Apa kau malu?" tanya laki-laki itu tidak merasa bersalah.
"Saya harap pak Zahid tidak melakukan hal seperti ini di depan banyak orang." jawab Layla membuat raut wajah laki-laki itu berubah.
"Baiklah"
Layla merasakan laki-laki ini melepaskannya begitu saja dan tidak berusaha menahannya. Tiba-tiba ada rasa kecewa muncul di dalam hatinya. Tapi, dia berbalik dan pergi meninggalkan suaminya.
Acara pernikahan bertahan selama satu jama dan saat matahari mulai condong ke arah barat, Layla akhirnya dapat pulang ke rumahnya. tapi tanpa laki-laki yang telah menjadi suaminya.
"Tuan Muda sedang melakukan pertemuan pribadi. Apa Anda ingin menunggunya?" lapor Boni yang sekarang menjadi asisten pribadi pak Zahid.
"Tidak perlu, aku lelah sekali"
Mobil yang membawa Layla segera pergi dari hotel tempat acara pernikahan dilaksanakan untuk pulang. Dan yang menunggunya di rumah ternyata sangat mengejutkan.
"Apa ini?" tanyanya setelah melihat bangunan baru yang berada jauh dari rumah utama.
Kapan ibunya menyiapkan rumah ini? Dan kenapa dia tidak pernah melihat rumah ini sebelumnya.
"Apa bukuku?"
"Semua telah kami pindahkan kemarin dan juga barang-barang Tuan muda telah tersimpan dengan abik di dalam"
Layla ingin sekali pergi ke rumah utama untuk mempertanyakan maksud ibunya menyuruhnya tinggal di rumah lainnya. Tapi Layla terlalu lelah untuk mengeluarkan suara.
"Bisakah kau membantuku untuk tidur? Aku lelah sekali" pintanya lalu masuk ke dalam rumah barunya.
Zahid berusaha untuk tidak terpesona pada istri barunya, dan gagal. Layla terlihat lebih cantik daripada saat pertunangan mereka diumumkan. Hanya saja, dia menyesal saat perempuan itu melihat ke arah matanya. Karena Zahid tidak pernah sekalipun bicara setelah mereka bertunangan sampai sekarang. Upacara pernikahan berjalan lancar dan Zahid diharuskan memberi keterangan pada media tanpa kehadiran Layla. Semua telah diurus oleh Frank, sebagai tangan kanan Tuan Graham. Seperti tidak adanya prosesi mencium pengantin wanita saat upacara pernikahan tadi. Sesuatu yang tidak biasa dalam upacara pernikahan. Pasti Frank yang membuat upacara pernikahan ini berbeda dari lainnya.
Kalau Frank kira bisa mengganggu Zahid, maka dia akan membalasnya dengan baik. Zahid berhasil mendekati istrinya dan melakukan adegan yang tidak pernah dilihat oleh tamu undangan secara langsung. Sang aktor berhasil mencium istrinya di depan umum. Itulah pikirnya sampai tatapan mata Layla kembali membuatnya merasa bersalah. Tidak, seharusnya dia tidak pernah melakukan hal ini hanya untuk membuat pengawal Tuan Graham geram. Dia mengorbankan keintiman yang terjadi dengan Layla.
__ADS_1
Disaat acara pernikahan telah usai, dia berjanji untuk meminta maaf lagi pada istrinya. Lalu, seorang perempuan yang berdiri dengan menangis di ujung jalan membuyarkan rencananya. Zahid tidak mempedulikan media yang masih ada di dekat hotel dan mengejar Sarah.
"Sarah, tunggu!" Dia bisa mengejar Sarah dengan mudah karena kakinya yang panjang, untung saja.
"Sarah, aku tidak tahu kalau kau kemari"
"Aku hanya ingin mengucapkan selamat tapi tidak bisa pergi kesana. Karena pesta pernikahan kak Zahid dijaga ketat"
"Seharusnya kau bilang kalau mau datang. Aku akan senang kalau Tante Martha dan kau ..."
Sarah mengangkat tangan dan menghentikan Zahid bicara.
"Aku melakukan kesalahan besar"
"Apa?"
"Kemarin siang, aku bertemu dengan calon istrimu dan melampiaskan kekesalanku"
"Apa?"
"Tapi sepertinya dia tidak tampak terkejut dan mengingat namaku. Aku hanya ingin datang untuk meminta maaf karena kelakuanku. Seharusnya aku tidak terbawa emosi karena melihat ibu yang terus menerus sedih karena masalah kakak"
Zahid kini merasa lega. Sarah, adik Lucas yang sempat membencinya kini mengatakan semua itu. Rasanya beban berat di pundak Zahid terangkat begitu saja. Dia memeluk Sarah tanpa mengindahkan peringatan Boni.
"Kau adalah adik Lucas dan juga adikku sampai kapanpun"
Sarah melepas pelukan Zahid
"Aku belum bisa memafkanmu karena berbohong tentang semua ini. Tapi, aku bukan anak kecil yang akan terus menerus marah"
"Yah, adikku ini memang sudah dewasa"
__ADS_1
Zahid membuat rambut Sarah berantakan dan tertawa bersama adik Lucas itu. Dia tidak tahu kalau ada wartawan yang mengabadikan momen itu dan segera membuatnya berita panas. Dan berita itu telah sampai dihadapan Frank dan Layla. Menantu baru keluarga Graham, memiliki kekasih yang dicintainya.