
Layla segera tertidur saat tubuhnya menyentuh ranjang. Matahari sepertinya telah tenggelam saat dia bangun. Tempat yang baru tapi dia merasa senang dapat melenyapkan lelahnya. Dia menyusuri kamar dengan matanya danmenemukan beberapa barang yang bukan miliknya. Mengangkat tubuhnya yang terasa berat lalu berjalan ke arah sebuah meja yang asing. Disana, terdapat barang laki-laki. Dia lupa kalau sudah menikah dengan pak Zahid siang ini. Kamar ini pasti dimaksudkan untuk tempat mereka berdua tidur.
"Nona muda, Anda sudah bangun?" tanya pelayan yang mengetuk pintu kamar. Layla berjalan ke arah pintu dan membukanya.
"Aku baru saja bangun"
"Nona, selamat malam. Sebaiknya Anda makan dan mandi air hangat agar tidak terlalu lelah"
Layla melihat lagi ke dalam kamar dan ingin menanyakan sesuatu pada pelayannya tapi tidak jadi.
"Aku akan mandi dulu saja"
"Baik, Nona. Kami akan menyiapkan makan malam kalau Nona keluar dari kamar nanti"
Layla mengangguk dan berjalan-jalan di dalam kamar. Dia menemukan kamar ganti dalam waktu singkat dan melihat baju laki-laki disana. Layla tidak akan pernah merasa terbiasa dengan semua perubahan ini.
"Silahkan Nona" kata pelayan saat Layla duduk di meja makan. Perasaanya lebih baik karena mandi air hangat tadi. Tapi ... kenapa di rumah ini sepi sekali? Dia terbiasa dengan kesepian saat tumbuh di rumahnya, karena orang tuanya sering tidak ada di rumah. Dan kini, suasananya lebih sepi dari sebelumnya. Layla melihat kursi di seberangnya dan bertanya-tanya. Bahkan di hari pernikahannya, suaminya tidak ada di rumah. Sama seperti ayahnya yang tidak pernah ada di rumah, kapanpun dia membutuhkannya. Layla dapat melihat bagaimana nasib pernikahannya nanti. Atau lebih tepatnya, dia dapat melihat masa depannya kalau Layla memutuskan diam dan menurut.
Kesepian akan selalu menjadi temannya dan itu sangat buruk.
"Aku akan kembali ke kamar" katanya setelah menyentuh sedikit makanannya.
__ADS_1
"Baik. Kami akan segera pergi dari rumah kalau Anda mengijinkan. Makanan untuk Tuan Muda telah kami siapkan di dalam lemari es. Dan pengawal selalu siap di depan rumah"
Layla menoleh pada tiga pelayannya dan sebenarnya tidak ingin mereka pergi. Tapi, dia tidak punya kuasa pada pelayannya sendiri.
"Pergilah" jawabnya lalu berjalan kembali ke kamar.
Layla mengambil ponselnya dan terkejut dengan sepuluh panggilan tak terjawab dari Raya. Dia mulai membaca pesan yang dikirimkan oleh sahabatnya itu dan terkejut. Di layar ponselnya ada gambar pak Zahid, laki-laki yang baru saja menikah dengannya sedang tersenyum lebar pada seorang perempuan.
"Itu wanita yang bertemu dengan kita kemarin?" tanya Raya dalam pesannya.
Layla melihat gambar itu baik-baik dan menemukan kesamaan antara perempuan itu dan Sarah. Benar, rambut dan proporsi badannya sangat mirip Sarah. Sebenarnya gambar itu tidak mengganggu layla, hanya saja ... . Dia tidak pernah melihat pak Zahid tertawa selebar ini. Apa pak Zahid dan Sarah?
Seperti ibunya yang tidak pernah mengomentari rumor perselingkuhan ayahnya, sebaiknya Layla mulai belajar seperti itu. Pak Zahid sedang menjadi pengganti baru ayahnya. Memimpin sebuah perusahaan yang namanya sudah besar.Meskipun Layla merasa tidak setuju dengan penunjukkan pakj Zahid sebagai Presdir baru karena pernikahan mereka, nama perusahaan tidak boleh tercoreng. Perusahaan memiliki tanggung jawab pada lima ribu karyawannya. Masalah seperti ini tidak boleh membuat para pegawai susah. Tapi Layla tidak dapat melakukan apapun. Karena jabatannya hanya istri Presiden Direktur.
Lalu, apa yang bisa dia lakukan sekarang?
Tidak ada
Dia hanya dapat diam, dan tidak membuat masalah ini menjadi semakin besar. Karena akan berpengaruh pada perusahaan nantinya. Dia harus tampak seperti tidak tahu ap[apun dan melakukan semuanya seperti orang bodoh. Karena itulah peran yang harus dia lakukan sekarang. Demi dirinya sendiri, keluarga dan perusahaan.
Zahid merasa sangat kesal. Di malam pertama pernikahannya, dia harus pergi ke perusahaan karena masalah yang tidak terlalu besar. Bahkan, hari ini adalah akhir pekan. Tidak ada pegawai yang datang ke perusahaan selain dia dan Boni.
__ADS_1
"Sial, kenapa Tuan Graham memerintahkan pekerjaan seperti ini sekarang?" keluh Boni.
Zahid juga ingin melempar semua berkas pembangunan hotel baru di Tiongkok dan pergi ke isytri barunya. Dia baru menikah, harusnya sekarang dia menyentuh, mencium dan melakukan semua yang diimpikannya selama beberapa waktu dengan Layla. Tapi dia tidak bisa mengeluh pada ayah mertuanya. Apalagi karena dia akan melakukan sesuatu pada putri kesayangannya.
"Sudah selesai" kata Zahid lalu menekan tombol enter untuk mengirim file pada Departemen Luar Negeri. Dia yakin, file yang dia kirimkan tidak akan dibaca sampai hari Senin, tapi dia tidak peduli lagi. Sekarang dia telah menyelesaikan tugas dari ayah mertuanya dan bisa pulang.
"Aku akan mengantarmu dengan cepat" kata Boni bersemangat. Dibawah ternyata ada beberapa pengawal yang datang.
"Apa yang kal;ian lakukan?" tanya Zahid pada para pengawal yang tidak dilihatnya saat datang ke perusahaan.
"Tuan Frank memerintahkan kami untuk mengantar Anda pulang"
"Apa ada masalah?" tanya Boni merasa tidak mendapat perintah apapun dari Frank.
"Sebaiknya Anda segera pulang sekarang"
Pengawal mengambil alih pekerjaan Boni menyetir mobil dan membawa Presdir Perusahaan Graham itu pulang. Zahid merasa ada yang tidak beres dan segera membuka ponselnya. Tapi tidak ada apapun yang terjadi pada ponselnya. Tidak ada berita yang menyangkutkan namanya selain pernikahannya dengan Layla siang ini. Apa yang sebenarnya terjadi?
Zahid sampai di rumah barunya tepat setengah jam sebelum tengah malam. Meskipun sangat terlambat, Zahid menyimpan harapan Layla akan menunggunya dengan gaun tidur yang sedikit terbuka. Bahkan kalau Layla tidak memakai sehelai benangpun, dia tidak akan mempermasalahkannya.
Begitu bersemangat dia masuk ke dalam rumah, dan yang menyambutnya adalah ruangan kosong. Dia berjkeliling dan menemukan ruangan kosong lain. Ruangan kerja, ruang makan,dapur dan ruang tengah yang kosong. Semuanya kosong. Zahid kemudian menemukan sebuah pintu besar, dan tersenyum sendiri. pasti Layla menunggu di kamar untuknya. Dia masuk dan menemukan kamarnya. Tapi ... tanpa Layla yang menunggunya. Dimana perempuan itu? Dimana istrinya?
__ADS_1