The Sun Warrior

The Sun Warrior
Misi Baru Untuk Fujin


__ADS_3

Tiba-tiba saja Fujin merasakan ada sebuah aura yang tidak asing baginya sedang mengintainya sejak beberapa saat yang lalu. Namun sosok itu hanya mengintai dan mengamati Fujin saat berlatih saja. Hingga akhirnya Fujin sengaja melemparkan salah satu bola api miliknya ke arah sosok itu untuk membuatnya keluar dari tempat persembunyiannya.


SSRRRTTTT ...


BRAKK ...


Sebuah bola api melesat dan menghantam sebuah pohon besar, namun sosok itu sudah melompat lebih dulu ke udara menghindari serangan dari Fujin.


Tak berhenti sampai disana saja. Masih dengan mata yang tertutup, Fujin melompat tinggi di udara sambil memutar tubuhnya searah dengan arah jarum jam dan kembali melesatkan sebuah bola api lagi.


Namun serangan Fujin kali ini tidak dihindarinya karena dia tak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Melainkan sosok itu segera menahan serangan Fujin dengan kekuatannya tanpa sebuah senjata apapun.


Dan itulah kecerobohannya. Karena terlalu percaya diri untuk menghadapi bola api abadi milik Fujin, hingga akhirnya tubuh sosok itu terhempas ke belakang dan terjatuh di atas tanah.


"Uhuk ... uhuk ..." sosok itu terbatuk, namun hanya sampai batas itu saja. Karena Fujin tidak terlalu kuat memberikan serangannya.


Fujin melepaskan kain penutup matanya dan seperti perkiraannya sebelumnya, sosok itu rupanya adalah Xiao Yu.


"Apa yang kau lakukan dengan mengintaiku? Apa kamu tau? Tempat ini seharusnya tak diijinkan siapapun memasukinya tanpa seijinku! Tapi kamu malah memata-mataiku seperti itu!" tandas Fujin dingin dan mendekati Xiao Yu yang kini berusaha untuk berdiri kembali.


"A-aku tidak tau kalau ada aturan semacam itu ... lagipula aku hanya ingin memberikan ini dari kakakku!" ucap Xiao Yu memberikan sebuah botol kecoklatan kecil yang berisi dengan butiran-butiran bola kecil.


Namun Fujin tak segera menerimanya. Dia hanya menatapnya dingin lalu berkata, "Apa itu?"


"Ini adalah ramuan obat khusus dari suku kami yang ampuh untuk mengobati segala jenis luka maupun racun. Simpanlah! Kakak Yin sangat berterima kasih padamu karena telah menyelamatkan kami semua dari hukuman, Pa-Pangeran pertama."


Ucap Xiao Yu terlihat sedikit kaku. Karena biasanya dia akan selalu bersikap arogan dan kasar terhadap Fujin. Namun kali ini dia sedikit merasa hormat. Karena biar bagaimanapun Fujin adalah calon putra makhkota Fumio yang sangat dihormati oleh semua orang.


"Terimalah, Pangeran pertama Fujin. Jika tidak, kakak Yin akan mengira aku berusaha untuk tak memberikannya padamu." ucap Xiao Yu lagi karena Fujin tak segera menerimanya.


Setelah mempertimbangkannya, akhirnya Fujin menerimanya. Dan Xiao Yu segera berpamitan.

__ADS_1


"Lain kali jangan pernah menggunakan tangan kosong untuk menahan serangan dari lawan! Kamu adalah petarung jarak jauh, jadi akan sangat berbahaya untukmu." ucap Fujin sebelum Xiao Yu meninggalkan tempat ini.


Xiao Yu tersenyum penuh binar dan menyautinya, "Baiklah, Pangeran pertama Fujin. Terima kasih. Aku akan kembali."


Ucapnya lalu menautkan ledua tangannya kembali untuk memberikan penghormatan lalu segera berlalu.


...🍁🍁🍁...


Hari demi hari berlalu. Hampir setiap hari Fujin mempelajari kitab pemberian dari sang nenek Amaterasu. Namun dia masih saja tidak memahami teknik dan cara menggunakannya.



"Merubah sebuah ancaman dan bahaya menjadi sebuah kekuatan? Lalu harus bagaimana? Setiap hari aku juga sudah berusaha untuk mencari tau, tapi aku masih belum mendapatkan jawabannya." gumamnya masih terus mempelajari kitab tersebut.


"Pangeran pertama Fujin, Yang mulia kaisar meminta pangeran untuk segera menghadapnya di aula utama istana." ucap salah satu pelayan Fujin.


"Hhm. Aku akan segera kesana!" sahut Fujin segera merapikan kitab itu dan bergegas untuk menemui ayahandanya.


.


.


.


"Ayahanda, ananda datang menghadap ayahanda. Apakah ada yang ingin ayahanda sampaikan pada ananda?" ucap Fujin sambil memberikan salam penghormatannya.


"Seekor siluman naga bersisik putih terbangun dari tidur panjangnya. Dan kini dia sering membuat petaka di pedesaan Aiko. Pergilah untuk menyelesaikan masalah ini." ucap kaisar Zhou memberikan titahnya untuk putra pertamanya.


"Baik, Ayahanda."


"Jika kamu beruntung, maka kamu akan bertemu dengan sekelompok sekte aliran iblis yang selalu menggunakan energi spiritual para siluman itu serta batu spiritual milik mereka. Kemungkinan mereka pasti juga akan mengincar siluman ular berusia puluhan ribu tahun ini." ucap kaisar Zhou kembali.

__ADS_1


"Baik, Ayahanda. Ananda akan segera bersiap malam ini. Dan akan berangkat saat dini hari."


...🍁🍁🍁...


Malam hari seorang wanita paruh baya dengan jubah lapisnya yang berwarna lembut dengan motif phoenix, mulai mendatangi kamar Fujin. Ada raut penuh kecemasan kembali menghiasi wajahnya yang masih terlihat ayu. Karena lagi-lagi dia akan ditinggalkan oleh sang putra untuk sebuah misi membasmi seekor siluman yang sangatt kuat.


Bukan hanya itu, kemungkinan sang putra juga akan bertemu dengan sekte yang kelak akan menjadi musuhnya.


"Fujin putraku." ucap wanita paruh baya itu lirih dan bergetar.


Fujin yang masih mengemasi beberapa barang kini mulai menyambut kedatangan sang ibunda dan segera memberikan penghormatan penuh.


"Salam, Ibunda. Mengapa ibunda datang selarut ini? Apakah ada sesuatu yang ingin ibunda sampaikan padaku?" tanya Fujin dengan nada yang begitu rendah dan hormat.


Ibu suri Lily berusaha untuk meraih jemari Fujin yang masih memberikan salam penghormatan, namun lagi-lagi hal yang sama kembali terulang, Fujin mundur selangkah untuk menghindarinya.


Hal seperti ini seperti sebuah dejavu yang cukup menyakitkan untuk ibu suri Lily. Dia sama sekali tak pernah bisa menyentuh ataupun memeluk putra pertamanya semenjak Fujin berusia 7 tahun. Bahkan masa-masa sebelum itu saja, pasangan ibu dan anak itu sudah sangat jarang menghabiskan waktu bersama.


"Berhati-hatilah ketika kamu bepergian, Putraku Fujin. Siluman naga bersisik putih itu sudah berusia ribuan tahun dan sangat kuat. Api miliknya bisa membakar apapun yang mengenainya. Dia juga bisa menciptakan ilusi tingkat tinggi. Ibunda ... sangat mengkhawatirkan kamu, Fujin putraku."


Ucap ibu suri Lily menatap lekat sang putra yang memiliki paras begitu mirip dengan suaminya itu. Tampan dan rupawan.


"Ibunda. Ananda akan berhati-hati dan ananda juga akan segera kembali setelah menyelesaikan misi kali ini." ucap Fujin berusaha untuk menenangkan sang ibunda.


Misi-misi yang diberikan oleh ayahandanya selama ini sebenarnya sangatlah berbahaya. Namun hal itu sengaja dilakukan oleh kaisar Fumio untuk melatih dan meningkatkan kemampuan Fujin. Karena ramalan kehancuran ketiga dunia hanya akan terjadi dalam 2 tahun lagi. Sehingga Fujin harus lebih berlatih dan bekerja keras untuk menghadapi hari tersebut.


Ibu suri Lily tersenyum samar meskipun dengan berat hati. Dia juga mengangguk samar mendengar jawaban Fujin.


"Baiklah. Kamu harus segera beristirahat sekarang juga. Ibunda akan kembali."


"Baik, Ibunda."

__ADS_1


Ibu suri Lily segera meninggalkan kamar Fujin dan Fujin juga segera beristirahat.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2