The Sun Warrior

The Sun Warrior
Takdir Yang Rumit


__ADS_3

"Kamu telah menyelamatkanku! Namun jangan harap aku akan mengatakan keberadaan mereka! Jika kamu memaksaku, maka aku akan mengakhiri hidupku!" ucap Saika memperingatkan dan mendekatkan bilah tajam katana pemotong jiwa itu di dekat lehernya sendiri.


"Saika, tenanglah ... aku tidak akan memaksamu untuk mengatakan semua itu padaku. Jangan lakukan itu ..." ucap Fujin dengan perasaan cemas, karena bilah tajam dari katana pemotong jiwa itu sudah semakin Saika dekatkan pada lehernya sendiri.


"Lalu apa tujuanmu?! Mengapa kamu melakukan semua ini padaku?! Dan mengapa kamu mengetahui namaku?!" tanya Saika masih dengan dingin dan tajam.


"Apakah kamu tidak mengingat apapun tentangku, Saika?"


"Apa maksudmu? Kamu adalah pangeran pertama Fujin dari kekaisaran Fumio. Aku tidak pernah berhubungan sesuatu denganmu kecuali berebut siluman. Hanya itu ..." tandas Saika tegas.


"Saat kita berada di dimensi lain yang diciptakan oleh ilusi siluman naga sisik putih ..."


TRANG ...


Belum sempat Fujin melanjutkan ucapannya, pedang pemotong jiwa milik Saika terjatuh dan Saika kembali memegangi kepalanya yang terasa pusing. Tubuhnya juga terhuyung dan hampir saja terjatuh.


Dengan cepat Fujin mendekatinya dan membantu menopang tubuhnya. Namun disaat mereka melakukan kontak fisik, kini Saika lah yang kembali teringat oleh beberapa potongan kenangan saat dia terjebak di dimensi lain sebagai Dewi Akane.


Beberapa potongan-potongan kenangan itu kembali terlintas dan diingat oleh Saika membuat tubuhnya semakin gemetar dan lemas. Namun belum mengingat sepenuhnya, dia yang menyadari keadaannya saat ini, dengan cepat dia segera menepis kedua tangan Fujin yang semula memegangi kedua tangannya.


Nafas Saika terlihat tidak beraturan. Dan beberapa potongan ingatan itu membuatnya semakin pusing dan tidak mengerti. Dia hanya mengingat jika saat itu dia menjadi seorang istri dari pangeran yang sama sekali tidak pernah mencintainya.

__ADS_1


Namun dia belum melihat dengan jelas wajah pangeran Shibata Katsuie. Dia hanya melihat sosoknya dari belakang saja.


"Saika. Apa kamu baik-baik saja? Apa kamu mengingat sesuatu?" tanya Fujin sangat ingin tau.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa aku merasa sangat aneh ketika bersentuhan denganmu? Teknik apa yang kamu gunakan untuk melenyapkanku?" ucap Saika lirih dan kembali menatap Fujin penuh dengan rasa curiga.


"Itu bukan sebuah teknik atau apapun itu. Itu adalah sebuah ingatan yang kembali terhubung saat kita melakukan kontak fisik. Dan itu tidak berbahaya, malah akan meningkatkan kekuatan dan energi yang ada di dalam tubuh kita jika kita mengolahnya." ucap Fujin seadanya, namun entah mengapa ucapan demi ucapannya terdengar sedikit lebih lembut dibanding sebelum-sebelumnya.


"Tapi ... mengapa bisa seperti itu? Aku bahkan tidak cukup mengenalmu dengan baik." selidik Saika mulai menurunkan nada bicaranya.


"Untuk beberapa saat lupakan siapa kita berdua. Dan mari lihat sesuatu ..." ucap Fujin lalu duduk bersila di atas sebuah dipan sederhana.


Pada awalnya Saika merasa sangat ragu untuk melakukannya. Namun akhirnya dia mulai mendekati Fujin dan duduk bersilang di hadapan Fujin, karena Saika merasa sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, ditambah lagi sosok pria yang dilihatnya beberapa saat yang lalu setelah bersentuhan dengan Fujin begitu mirip dengan sosok yang selalu hadir di dalam mimpinya. Hanya saja Saika tidak bisa melihat wajah pria itu. Bahkan di alam mimpinya, Saika hanya bisa melihat sebatas tubuh sisi belakangnya saja.


Fujin mengangguk samar dan mulai memejamkan sepasang matanya. Kedua tangannya mulai dibukanya menghadap Saika dan ke atas.


Untuk beberapa saat, Saika masih saja terdiam dan ragu untuk melakukannya. Namun karena rasa penasarannya, pada akhirnya dia segera meraih tangan Fujin hingga tangan mereka saling bertaut.


Saika merasakan adanya aliran sebuah energi yang sangat berbeda yang mulai mengalir di dalam tubuhnya. Membuatnya merasakan perubahan kuat di dalam tubuhnya. Begitu juga yang dirasakan oleh Fujin.


Cukup lama Saika malah memandangi wajah Fujin yang mulai terasa tidak asing. Seakan dia sudah cukup lama mengenalinya. Namun perlahan gadis cantik itu mulai memejamkan matanya dan mulai melihat sesuatu kembali.

__ADS_1


Dia mulai melihat dirinya yang berada di sebuah kekaisaran yang sangat tidak asing. Sebuah gaun yang begitu indah berwarna kebiruan dia kenakan saat itu. Dia juga terlihat sangat cantik dengan riasan pengantinnya.


Disaat pengantin pria mulai menghampirinya, Saika yang masih hanya melihat punggung dari pangeran Shibata Katsuie, merasa semakin penasaran dan ingin segera melihatnya. Karema sosok itulah yang sering hadir di dalam mimpinya selama ini.


Hingga akhirnya perlahan Saika bisa melihat wajahnya disaat sepasang pengantin itu bersanding bersama di kursi kebanggannya. Betapa terkejutnya Saika ketika melihat wajah dari pengantin pria pangeran Shibata Katsuie yang tak lain adalah Fujin.


Saking terkejutnya Saika hampir saja melepaskan kedua tangan Fujin yang masih bertaut, namun Fujin dengan cepat semakin menggenggamnya erat, agar Saika bisa melihat lebih jauh lagi apa yang telah terjadi saat itu.


Mereka berdua melakukan semua ini cukup lama hanya untuk melihat apa yang terjadi saat itu.


Saika dan Fujin kembali menyaksikan kisah hidup antara Dewi Akane dan pangeran Shibata Katsuie yang tak seindah percintaan antara pangeran dan seorang tuan putri. Kisah mereka berdua justru sangat menyesakkan, dan semua itu dapat dirasakan secara nyata oleh Saika dan Fujin saat ini.


Hari demi hari disaat Dewi Akane yang selalu menunggu pangeran Shibata Katsuie dengan sabar disaksikan oleh mereka berdua. Hingga suatu saat mereka mulai melihat pangeran Shibata Katsuie yang terluka cukup parah dalam medan peperangan.


Dan disaat itulah sang Dewi Akane mengorbankan dirinya dengan memberikan batu kristal bunga jiwa miliknya yang selama ini menjadi energi utama dan nyawanya sebagai putri siluman naga sisik putih.


Hingga akhirnya Dewi Akane meninggal dan meninggalkan penyesalan terdalam untuk pangeran Shibata Katsuie yang pada akhirnya menjadi siluman naga sisik putih.


Mereka juga menyaksikan ketika pangeran Shibata Katsuie yang bersumpah untuk selalu menunggu Dewi Akane dan akan membalas cinta Dewi Akane meskipun jika mereka terlahir di dunia selanjutnya.


Tak terasa lelehan air mata hangat mulai membasahi pipi putih Saika setelah menyaksikan semua itu.

__ADS_1


Satu minggu telah berlalu, dan akhirnya Saika dan Fujin mulai menyudahi semua itu. Tak ada untaian kata yang terucap selama beberapa saat. Mereka hanya terdiam dan saling menatap nanar satu sama lain.


Tidak pernah disangka jika mereka akan mengalami takdir seperti ini. Begitu rumit dan sulit untuk dilalui. Mereka terlahir sebagai musuh, namun mereka juga terlahir sebagai suami istri di masa lalu. Lalu jalan apa yang akan mereka pilih dan lalui selanjutnya?


__ADS_2