
Dini hari Fujin segera berangkat untuk menuju pedesaan Aiko yang sebenarnya sudah berada di perbatasan ibu kota. Seperti biasa Fujin ditemani oleh kedua prajurit yang selama ini selalu menemaninya.
Namun kali ini Xiao Yu juga ikut bersama dengannya karena ingin sedikit menebus kesalahannya dan ingin bisa membantu Fujin.
Setelah menempuh perjalanan darat yang cukup jauh, mereka mendatangi Dermaga Echigo dan harus menaiki sebuah kapal untuk menyebrangi sebuah perairan yang langsung akan membawa mereka ke wilayah Aiko.
Di sepanjang perjalanan di atas kapal, Fujin lebih sering menghabiskan waktunya berada di luar untuk melihat pemandangan di luar yang cukup indah dan menyejukkan.
Namun tiba-tiba saja Fujin mendengar ada sebuah kericuhan yang sedang terjadi di atas kapal. Terlihat dua orang pria berpakaian merah maroon dan memiliki perawakan tinggi besar, memiliki beberapa bekas luka di beberapa bagian tubuhnya, sedang berkeliling untuk meminta uang pada para penumpang sebagai uang keamanan.
"Ayo! Ayo berikan uang kalian untuk jaminan keselamatan selama perjalanan!!" seru salah satu dari mereka dengan suara besarnya.
Sementara salah satu pria lainnya sudah bersiap dengan membawa sebuah kantong kecoklatan yang digunakan untuk memungut beberapa koin ataupun batu spriritual sebagai alat tukar pengganti uang.
"Aku tidak punya uang lagi. Bahkan uangku sebelumnya hanya bisa untuk membayar uang sewa menaiki kapal ini. A-aku bahkan tidak bisa membeli makanan ataupun menyewa kamar. Padahal perjalanan yang aku tempuh cukup lama ..." ucap seorang pria paruh baya menunduk dan berkata dengan terbata.
"Apa?! Tidak bisa membayar uang keamanan berarti tidak akan mendapatkan jaminan aman dari kami!! Sebaiknya kau tau diri, Pria tua!! Rasakan ini!! Hiaathhh ..." pria berbadan kekar dan berwajah sangat itu meraih tangan pria paruh baya itu dan bersiap untuk menghempaskannya keluar kapal.
"Argghhhh ..." pria paruh baya itu memekik kuat ketakutan karena dia telah dilempar keluar dari kapal.
SREETT ...
Namun tiba-tiba saja sebuah tali berbentuk jingga mulai melilit tubuh pria paruh baya itu dan tali itu menahan tubuhnya yang sudah berada di luar kapal. Fujin segera menarik tali itu hingga akhirnya pria paruh baya itu kembali mendarat di dalam kapal.
Dua orang pria yang mengaku sebagai keamanan kini mulai menatap Fujin dari kejauhan. Ada raut kemurkaan karena menyaksikan Fujin telah menyelamatkan pria paruh baya itu. Dua orang pria berpakaian merah maroon itu kini melenggang dengan langkah lebarnya mendekati Fujin, dan mendadatkan salah satu kakinya di atas meja dengan sombongnya.
__ADS_1
BRAK ...
"Siapa kamu?! Berani sekali datang untuk menyelamatkannya! Apa kamu bisa membayarkan uang keamanan miliknya?! Jika kau mau melakukannya, maka aku akan melepaskan kalian berdua! Namun jika kamu juga miskin dan tidak bisa membayarnya, maka bersiaplah aku akan melemparkan kalian berdua keluar dari kapal ini!!" tandas salah satu dari mereka.
"Dia sudah membayar biaya untuk menaiki kapal ini! Jadi kamu tidak berhak untuk mengeluarkannya dari kapal ini!" tandas Fujin penuh penekanan.
"Sebaiknya kalian bekerja dengan baik dan benar. Jika kalian malah mencelakai mereka yang tidak bisa membayar uang keamanan, itu sama saja dengan melakukan hal kotor dan tidak benar.dan itu sangat tidak baik." imbuh Fujin berkata dengan wajah tenang seperti biasanya.
"Bocah kurang ajar!! Berani sekali memberikan petuah untuk kami yang jauh lebih dewasa dari dirimu! Memangnya kau tau apa tentang kehidupan di dunia ini!! Di dunia ini yang kuat akan selalu berkuasa! Dan yang lemah akan selalu tunduk dan patuh terhadap yang kuat!! Apa kau mengerti, Bocah!" geram salah satu dari pria itu menarik dan mengayunkan pedangnya untuk menyerang Fujin.
SREETT ...
Namun pergerakan Fujin jauh lebih cepat. Dia menggerakkan jemarinya dan membuat tali api miliknya melilit pedang milik pria itu dan menghempaskannya ke dalam perairan.
"Kurang ajar!! Beraninya kau membuang pedang warisan dari leluhurku!!" geram pria itu sangat murka.
"Kurang ajar!!!" geram pria itu lagi.
Dan kali ini dia berusaha untuk menyerang dengan tangan kosong. Namun hanya dalam beberapa menit saja dua pria itu sudah berhasil dikalahkan oleh Fujin. Dan Fujin sudah mengikatnya dengan tali api miliknya.
"Brengsek!! Lepaskan kami, Bocah!!" geram salah satu pria itu berusaha untuk melepaskan dirinya dari tali api milik Fujin. Tapi tali api itu sedikitpun tidak mengendur.
Xiao Yu tiba-tiba saja datang terburu menghampiri Fujin karema mendengar kericuhan ini. Karena pada awalnya dia masih berada di dalam kamar dan tertidur. Sedangkan prajurit Ieyasu dan prajurit Hidemitsu entah sedang berada dimana.
"Apa yang terjadi, Pangereran pertama Fujin?" tanya Xiao Yu.
__ADS_1
"Apa? Pangeran pertama Fujin? Cihh ... jangan membual! Dasar kalian memang komplotan penipu!" ucap salah satu pria itu malah menuduh mereka adalah penipu.
Fujin tak menanggapinya dan hanya memberikan tatapan dingin.
"Yu'er, buang mereka berdua keluar dari kapal!" titah Fujin.
"Baik, Pangeran pertama Fujin!" sahut Xiao Yu dengan patuh dan segera menyeret kedua pria berpakaian merah maroon itu.
Pada awalnya kedua pria itu masih bersikap tenang dan angkuh. Namun ketika Xiao Yu sudah berhasil menggiringnya di ujung kapal dan sudah bersiap untuk melempar salah satu pria itu keluar dari kapal, tiba-tiba mereka segera memohon-mohon belas kasihan Fujin.
"Tolong jangan lemparkan kami! Di dalam perairan itu pasti banyak siluman dan juga buaya. Aku tidak mau menjadi santapan mereka ..." pekik salah satu pria itu memohon.
"Hhm? Beberapa saat yang lalu kamu tak pernah memikirkan hal itu dan dengan mudahnya menghempaskan tubuh pria tua itu bukan?" sindir salah satu penumpang kapal yang rupanya juya tidak menyukai kedua preman berkedok keamanan itu.
"Benar. Lemparkan saja mereka! Orang seperti mereka pantas mendapatkan semua itu!" timpal penumpang lainnya.
"Ma-maafkan aku. Aku sangat menyesal. Tapi tolong jangan lemparkan kami keluar dari kapal ini. Kami berjanji akan berubah. Kami akan mengembalikan semua uang mereka ..."
Fujin terdiam selama beberapa saat lalu mulai memutuskan, "Kembalikan uang mereka dan jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama! Jika sampai suatu saat aku menemukanmu melakuakan hal tidak benar lagi, makan disaat itu aku tidak akan berpikir dua kali untuk menghukummu!"
"Ba-baik. Aku tidak akan memungut uang mereka lagi. Ka-kami akan mulai mencari pekerjaan setelah ini. Ka-kami berjanji ..." ucap salah satu dari mereka.
"Yu'er, lepaskan mereka!" titah Fujin.
Xiao Yu melepaskan kembali mereka dan disaat itu Fujin kembali menarik tali api miliknya.
__ADS_1
"Te-terima kasih banyak, Pangeran pertama Fujin." ucap kedua pria itu duduk bersimpuh di hadapan Fujin.