The Sun Warrior

The Sun Warrior
Kegundahan Saika


__ADS_3

Goa tengkorak kematian, wilayah Selatan, dunia fana.


Terlihat Saika sedang menghadap Kenshin yang sedang mengolah beberapa energi spiritual dan batu spiritual dari sebuah siluman yang baru saja dibawakan oleh Saika untuknya.


Namun Kenshin terlihat tidak cukup puas atas apa yang telah diberikan oleh Saika untuknya. Karena energi spiritual serta batu spiritual itu hanyalah berasal dari siluman tingkat menengah. Sedangkan yang sangat Kenshin butuhkan adalah energi spiritual dan batu kristal milik binatang spiritual tingkat tinggi. Agar kekuatannya semakin meningkat.


"Mengapa hanya ini saja yang kamu dapatkan? Bukankah sudah satu tahun kamu meninggalkan Goa tengkorak kematian dunia fana ini? Apa yang kamu lakukan di luar sana selama itu?!" ucap Kenshin seolah malah mencurigai Saika.


Saika segera duduk bersimpuh dan menautkan kedua tangannya meminta Kenshin memberikan belas kasihan untuknya.


"Ini adalah salahku, Pangeran Kenshin. Aku malah terjebak dalam dunia ilusi yang diciptakan oleh siluman naga bersisik putih. Dan ketika aku kembali seseorang malah melindungi siluman naga bersisik putih itu dan memberikan sebuah perisai di Goa langit malam. Kekuatannya sangat kuat dan aku tak bisa menerobosnya. Maafkan aku, Pangeran Kenshin."


Ucap Saika menunduk dan merasa sangat tidak berguna.


Sedangkan Kenshin yang pada awalnya berdiri membelakangi Saika, kini mulai berbalik dan melenggang mendekatinya dengan ekspresi kelamnya. Rahangnya mulai mengeras, dan pandangannya menatap tajam Saika.


"Siapa orang itu? Apa kamu ingin mengatakan jika kekuatannya lebih baik dibandingkan denganku? Katakan padaku, Saika!!" ucap Kenshin meraih kerah pakaian Saika dan memaksanya untuk berdiri.



"Pangeran Kenshin, bukan seperti itu maksudku. Tapi ..." ucap Saika terbata.


"Tapi apa?! Maksud ucapanmu adalah seperti itu! Dan aku sangat memahaminya!" tandas Kenshin dipenuhi dengan amarah.


"Ini salahku. Maafkan aku, Pangeran Kenshin. Aku akan pergi lagi dan mencarikan energi dari siluman lainnya untuk pangeran." ucap Saika dengan cepat dan tidak berani untuk menatap mata Kenshin.


"Di dasar Lautan Merah ada siluman Bakekujira tingkat tinggi. Dapatkan batu spiritual serta energi miliknya untukku! Dengan begitu aku bisa sedikit menjadi lebih kuat! Tubuhku tidak akan bisa berevolusi dengan baik jika aku hanya menggunakan energi spiritual dan batu sporitual milik siluman tingkat rendah ataupun sedang. Jadi, kali ini dapatkan untukku apapun yang terjadi!" titah Kenshin menatap lekat Saika.


Saika menautkan kedua tangannya dan berkata, "Baik, kali ini aku akan berusaha keras untuk mendapatkannya!"


Setelah memberikan salam penghormatan untuk Kenshin, Saika segera berlalu untuk meninggalkan Goa tengkorak dunia fana ini. Namun lagi-lagi seorang wanita paruh baya menahannya ketika Saika baru saja meninggalkan pintu masuk goa.

__ADS_1


"Putriku Saika ..."


Saika menghentikan langkah kakinya dan beralih menatap wanita paruh baya itu yang tak lain adalah ibunya.


"Ibu ..."


"Putriku Saika. Kamu baru saja kembali, dan sekarang kamu ingin meninggalkan Goa tengkorak kematian dunia fana lagi?" ucap wanita paruh baya itu seakan tak tega ketika Saika harus menanggung semua beban yang seharusnya tidak dia tanggung.


"Maafkan aku, Ibu. Tapi aku harus pergi." ucap Saika menatap lekat wanita paruh baya itu.


"Putriku Saika. Sebenarnya ada yang ingin ibu sampaikan padamu. Dan kamu harus mengetahui kebenaran ini." ucap wanita paruh baya itu sambil menatap ke sekelilingnya memastikan jika tidak ada orang lain yang berada di sekitar mereka.


"Kebenaran? Kebenaran apa, Ibu?" tanya Saika merajut kedua alis indahnya.


GREP ...


Wanita paruh baya itu meraih jemari Saika dan memberikan sebuah gantungan kuno yang begitu indah dan terlihat sangat elegan. Lalu dia juga memberikan sebuah kalung berliontin sebuah kristal trigonal kecil berwarna biru cerah untuk Saika.




"Apa ini, Ibu?" tanya Saika tak mengerti.


Sepasang manik-manik wanita paruh baya itu mulai berkaca-kaca dengan pupil yang bergetar menatap Saika.


"Putri Saika. Pergilah ke kekaisaran Itsuki dan kamu akan menemukan jawabannya, Sayang. Tinggalkan tempat ini dan tinggalkan kami. Kamu tidak selayaknya berada di tempat ini bersama dengan kami." ucap wanita paruh baya itu akhirnya mrngatakan semua itu, karena sudah tak tega ketika melihat kehidupan Saika saat ini.


Namun belum sempat terjadi percakapan diantara mereka berdua lagi tiba-tiba saja Kenshin sudah keluar dari Goa tengkorak kematian dunia fana. Saika segera menyimpan kedua benda itu agar Kenshin tak mengetahuinya.


Kenshin menghampiri kedua wanita itu dan sempat menatap mereka berdua dengan tatapan penuh kecurigaan.

__ADS_1


"Saikaa! Bakekujira adalah monster berbentuk kerangka hantu paus yang sering menghantui garis Lautan Merah. Namun dia biasa berada di dasar Lautan Merah. Beberapa orang mengatakan itu adalah siluman kerangka paus yang sangat ganas. Yang pasti, legenda menceritakan bahwa dia akan selalu keluar pada malam yang sangat gelap dan berkabut bersama ikan dan burung-burung. Meskipun tidak mencoba menyerang manusia, tetapi orang yang melihatnya akan mengalami nasib buruk di kemudian hari. Berhati-hatilah. Dan gunakan katana ini untuk membelah Lautan Merah!"


Ucap Kenshin sembari memeberikan sebuah katana beraura kelam untuk Saika.


"Baik, Pangeran!" sahut Saika sambil menerima karana tersebut.


"Katana pembelah lautan ini hanya bisa membelah Lautan Merah selama 60 menit. Jadi kamu harus bisa menyelesaikan tugasmu kurang dari 60 menit setelah menggunakannya." ucap Kenshin lagi mengingatkan.


"Baik, Pangeran Kenshin. Aku akan berusaha sebaik mungkin!" sahut Saika kembali menautkan kedua tangannya.


Wanita paruh baya itu hanya bisa bisa menatap nanar Saika dan berharap Saika akan mendengarkan ucapannya untuk pergi ke kekaisaran Itsuki.


"Pangeran Kenshin, ibu ... kalau begitu aku pamit!" ucap Saika memberikan salam penghormatan lalu segera bergegas pergi.


Sementara Kenshin sempat menatap tajam wanita paruh baya itu sebelum dia meninggalkan Goa tengkorak kematian wilayah Selatan dunia fana ini.


...⚜⚜⚜...


Di sepanjang perjalanan Saika masih saja kepikiran akan ucapan sang ibu. Ingin rasanya dia lebih lama berbincang dan bertanya kepada sang ibu. Namun karena keadaan yang begitu mendesak harua membuatnya segera meninggalkan Goa tengkorak kematian dunia fana.


Namun sebenarnya dia sedang kebingungan untuk mengambil keputusan saat ini. Dia ditugaskan oleh Kenshin untuk pergi ke Lautan Merah dan mengambil batu kristal serta energi spiritual milik siluman Bakekujira.


Sementara sang ibu memerintahkan dirinya untuk pergi ke kekaisaran Itsuki untuk mengungkap sebuah kebenaran yang selama ini tersembunyi.


"Aku harus pergi kemana? Aku tidak tau siapa yang harus aku patuhi saat ini. Selama ini ibu selalu melakukan apapun untuk kebaikanku. Namun kami selalu hidup dan mengabdi di bawah pangeran Kenshin ..." gumam Saika kebingungan disaat menaiki kudanya dengan penampilan seperti layaknya seorang pria samurai bercaping dan memakai kain penutup wajah.


...⚜⚜⚜...


Bonus visual Kenshin lagi ya ...


__ADS_1


__ADS_2