The Sun Warrior

The Sun Warrior
Sebuah Solusi


__ADS_3

Diam-diam Yona mengendap-endap untuk mencari tau keberadaan Honshu dan melihat keadaannya. Namun ketika dia sudah berada di depan pavilliun tempat dia tinggal, dua penjaga berwujud layaknya manusia srigala itu menahannya.


Yeap, mereka memiliki postur tubuh seperti manusia. Nanum memiliki telinga dan hidung seperti layaknya srigala.


"Putri Yona, maaf ... tapi tuan putri tidak diperbolehkan untuk masuk." ucap salah satu dari penjaga itu.


"Aku hanya ingin mengunjungi dan melihat kondisi pangeran Honshu. Aku tidak akan mengganggunya." ucap Yona penuh harap untuk dipersilakan masuk.


"Tapi pangeran Honshu bilang ..."


"Aku akan memberikan beberapa batu sumber daya langka untuk kalian berdua! Aku juga akan melindungi kalian jika sampai pangeran Honshu akan menghukum dan memarahi kalian. Uhm ... ini ..." ucap Yona memberikan dua buah batu sumber daya langka untuk kedua penjaga itu.


"Maaf, Putri Yona. Tapi sebenarnya bukan karena batu sumber daya itu. Tapi kami ..."


"Bagaimana jika aku memberikan dua kantong penuh batu sumber daya langka untuk kalian?" pangkas Yona.


"Baik! Setuju!" sahut kedua penjaga itu dengan cepat.


"Baik! Aku akan memberikannya untuk kalian nanti!"


"Baik. Silakan masuk, Putri Yona ..."


Dengan senyuman lebar Yona segera melenggang dan melalui kedua pengawal itu. Kini dia mulai melewati pintu pavilliun kamar Honshu dengan desain yang cukup unik itu.


Dengan begitu hati-hati Yona memasuki ruangan itu. Ruangan itu cukup luas, rapi dan bersih. Aroma kamar ini begitu khas dari aroma Honshu selama ini.


Terlihat seorang pemuda berpakaian serba kecoklatan terbaring di atas pembaringan mewahnya. Sepasang matanya terpejam. Namun tiba-tiba saja indra penciumannya mulai mengendus aroma yang cukup tidak asing. Hingga akhirnya dia mulai membuka sepasang matanya.


Ternyata dia tidak sedang baik-baik saja. Dia bahkan masih terbaring di atas pembaringan. Wajahnya juga terlihat pucat. Ini semua salahku! Andai saja dia tidak menyelamatkanku saat itu, pasti dia masih segar bugar dan baik-baik saja.


Batin Yona menatap nanar Honshu dan sudah terduduk di samping pembaringannya.

__ADS_1


"Yo-Yona ... mengapa kamu ada disini?"


Sebuah pertanyaan dilayangkan Honshu ketika dia sudah menyadari kehadiran Yona. Honshu juga segera merubah posisinya untuk duduk agar terlihat baik-baik saja.


Yona masih terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Honshu. Jemarinya meremas pakaian hitam yang sudah diberikan oleh pelayan dari ras binatang untuk dikenakan saat ini.


"Pangeran Honshu, kamu berhutang penjelasan padaku ..." ucap Yona setelah beberapa saat.


Penjelasan? Maksudnya aku yang menjadi Hoshi? Dipeluk, dicium, tidur bersama, dan diusap bookongku, bahkan mandi bersama ... tentunya semua itu bukanlah keinginanku, Yona. Aku bukannya dengan sengaja untuk mendapatkan sebuah keuntungan itu darimu. Tapi ... kamu yang memaksaku untuk selalu ikut bersama denganmu. Dan sebenarnya semua hal itu sungguh membuatku merasa sangat malu. Aku ini seorang pangeran. Harga diriku sebagai seorang pangeran runtuh begitu saja ... haishhh ...


Batin Honshu mengusap kasar wajahnya dan kembali terlihat frustasi.


"Mengapa kamu melakukan semua itu, Pangeran Honshu?" ucap Yona dengan suara lirih dan bergetar.


"Yo-Yona ... aku bisa menjelaskan semua itu. Tapi ... itu sungguh sangat berat untukku. Aku tidak ingin mengambil keuntungan apapun darimu. Tapi ..." Honshu merasa malu serta kebingungan untuk menjelaskannya kepada Yona.


Namun Yona malah terlihat semakin bersedih dengan sepasang manik-manik yang sudah berkaca-kaca.


Namun kegetiran Yona malah bersambut dengan hal tak terduga dari Honshu. Honshu sempat membeku selama beberapa saat, namun pada akhirnya dia malah tertawa lirih.


"Jadi kamu sedang membicarakan masalah itu? Bukan masalah ..." mandi bersama, tidur bersama, pelukan, ciuman dan mengusap bookongku?


Ucapan Honshu menggantung dan berlanjut di dalam hatinya hingga membuat wajah pucatnya sedikit merona.


Yona terdiam dan masih menatap Honshu dengan ekspresi nanar namun serius.


"Yona, jangan khawatir. Tentu saja aku sangat mengetahui apa yang akan terjadi jika aku memberikan batu bola jiwa kristal milikku untuk orang lain. Namun aku tidak akan keberatan sama sekali jika aku harus memberikannya untukmu." jawab Honshu dengan hangat.


Namun rupanya jawaban dari Honshu sama sekali tak membuat Yona merasa lega ataupun merasa lebih baik.


"Mengapa? Bukankah itu adalah separuh dari hidupmu? Memberikan separuh jiwamu untukku akan membuat kehidupanmu tidak akan mudah."

__ADS_1


"Aku hanya tidak diperbolehkan untuk menggunakan kekuatan spiritual penuh dalam waktu yang lama. Hanya itu kok. Dan sebenarnya aku mendengar ayah mengatakan seauatu kepada ibuku ... jika kekuatanku akan kembali pulih sepenuhnya seperti sedia kala jika ..."


Lagi-lagi Honshu menggantung ucapannya dan wajahnya seketika mulai merona kembali.


"Jika apa? Katakan padaku, Pangeran Honshu ... aku akan membantumu memulihkannya jika aku memang bisa membantumu." ucap Yona kembali memiliki sebuah harapan dan kembali bersemangat.


"Jika ..."


Pandangan mereka saling bertemu selama beberapa saat, dan ucapan Honshu kembali menggantung.


"Pangeran Honshu, katakan padaku ... jika apa? Aku akan melakukan sesuatu untukmu, karena kamu sudah melakukan hal besar untukku." ucap Yona kembali.


"Jika aku menemukan cinta sejatiku. Dan orang itu harusnya kamu ... karena baru bola jiwa kristal milikku kini ada di dalam tubuhmu." ucap Honshu memberanikan diri untuk menyampaikan hal tersebut.


Seketika Yona membeku ketika mendengarkan penjelasan dari Honshu. Cinta sejati? Menikah dan hidup bersama? Sebenarnya hingga sampai saat ini Yona masih belum pernah memikirkan hal seperti itu. Usianya saat ini bahkan masih 17 tahun.


"Jangan pikirkan itu dan jangan terbebani akan hal itu, Yona. Itu hanyalah salah satu solusi, masih ada solusi lain untukku. Aku tidak akan menggunakan kekuatan spiritualku dengan berlebihan. Dengan begitu aku akan baik-baik saja." ucap Honshu kembali karena tidak ingin membuat Yona merasa terbebani.


"Kalau begitu aku bersedia! Aku akan membicarakan hal ini bersama dengan keluargaku setelah aku kembali." ucap Yona dengan cepat.


"Yo-Yona ... jangan gegabah! Jangan melakukan ini karena kamu terpaksa atau kasihan padaku. Aku baik-baii saja. Jangan khawatir ..."


"Aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, Pangeran Honshu! Jangan kamu pikir kamu bisa terlepas dariku setelah apa yang selama ini kamu lakukan padaku ketika kamu menjadi Hoshi! Kamu harus mempertanggungjawabkan semua itu!"


Tandas Yona segera bangkit dan meninggalkan kamar Honshu. Di sepanjang perjalanan Yona menunduk untuk menutupi wajahnya yang juga sudah memerah karena malu.


"Yo-Yona ..." Honshu berniat untuk memanggil dan menahannya, namun Yona sudah berlalu begitu saja.


Ternyata Yona hanya meminta pertanggungjawaban dariku saja. Padahal saat itu dia yang memaksaku untuk selalu ikut dan menempel dengannya.


Batin Honshu kembali mengingat saat-saat itu. Namun dengam cepat Honshu segera menggeleng kuat dan membenamkan kepalanya di bawah bantal.

__ADS_1


"Berhenti berpikir mesuum, Honshu!"


__ADS_2