The Sun Warrior

The Sun Warrior
Pengorbanan Nouhime


__ADS_3

Tawa menggelegar Kenshin menggema dan terdengar begitu kelam di sekitar Fujin. Suaranya selalu berpindah-pindah dengan cepat dalam beberapa detik. Dan hal ini membuat Fujin harus ekstra waspada, karena Kenshin bisa sewaktu-waktu datang dan menyerangnya kembali.


Tangannya masih selalu bersiap dengan membawa pedang langit pengumpul awan surga miliknya.


SRRETTT ...


Sebuah angin melesat cepat di sisi belakang Fujin dan membuatnya langsung berputar sambil mengacungkan pedangnya. Namun tak terlihat ada siapapun di hadapannya. Hanya ada kabut asap berwarna gelap dan sungguh sangat menghalangi dan mengganggu penglihatan.


Tawa kelam itu mulai terdengar kembali dengan sebuah pergerakan cepat yang kali ini berada di sisi kirinya. Fujin kembali memutar tubuhnya sambil mengacungkan pedangnya ke arah tersebut, namun lagi-lagi dia tak bisa melihat keberadaan Kenshin.


Begitulah seterusnya yang terjadi selama beberapa saat. Kenshin masih saja dengan sengaja mempermainkan Fujin dan berharap Fujin akan kehilangan konsentrasinya.


Namun tiba-tiba saja Fujin malah memejamkan sepasang matanya. Dia mulai memfokuskan dirinya. Jika kabut asap menghalangi penglihatannya, maka dia akan menggunakan instingnya untuk menemukan keberadaan aura kelam yang dimiliki oleh Kenshin.


Setelah berhasil menemukan keberadaan Fujin dia menghempaskan pedang langit pengumpul awan surga miliknya ke arah jam 3. Dan seperti perkiraannya, pedangnya berhasil melukai seseorang sebelum pedang itu kembali berbalik kepada Fujin lagi. Bagian ujung pedang itu juga masih meneteskan darah segar, yang berarti pedang itu baru saja melukai seseorang.


Seorang pria mulai terlihat berada di seberang di antara kabut pekat itu. Tawanya kembali terdengar semakin jelas seiring dia yang semakin melenggang mendekati Fujin.


"Percuma saja, Pangeran Fujin! Tubuhku sudah kebal! Kamu tidak akan bisa mengakhiriku! Di dalam tubuhku sudah mengalir energi dari siluman kuat berusia ribuan tahun. Pusaka serta kekuatanmu tidak akan bisa mengalahkanku. Gyahahaha ..." Kenshin kembali tertawa menggelegar.


"Aku sungguh tidak mengerti, mengapa di dunia ini ada seseorang yang begitu bodoh? Dijadikan sebagai alat untuk balas dendam hanya karena mereka mengatakan sesuatu yang tidak berdasar dan tidak kuat." ucap Fujin sembari mengayunkan pedang kebanggannya untuk menyerang Kenshin.


TRANG ...


Kenshin menahannya dengan kemurkaan, "Apa maksudmu?! Beraninya kau mengatakam aku bodoh!!"

__ADS_1


Dengan dipenuhi amarah dan dendam yang semakin membara, Kenshin menarik pedangnya dan melompat tinggi di udara lalu kembali mengayunkan kuat ke arah Fujin yang berada di bawahnya.


TRANG ...


Kedua pedang kuat yang memiliki energi yang saling bertolak belakang itu kembali beradu.


"Kamu memang bodoh! Kamu selalu menganggap jika dirimu adalah seorang pangeran dan putra dari paman Zeus. Padahal paman Zeus hanya memiliki seorang putri! Dan dia adalah Saika!" Fujin mengucapkannya dan memberikan penekanan yang semakin kuat hingga membuat Kenshin terhempas beberapa meter darinya.


Apa yang dia katakan?! Tidak mungkin!! Tidak mungkin!! Aku adalah putra tunggal dari ayahku kaisar Zeus! Bahkan Saika hanyalah putri dari seorang pelayan istana! Tapi ... mengapa prajurit Itsuki juga memanggil Saika dengan panggilan putri beberapa saat yang lalu? Sebenarnya apa yang terjadi? Tidak ... tidak ... paman Nakai tidak mungkin membohongiku bukan?


Batin Kenshin seketika menjadi aneh karena seperti mendapatkan sebuah serangan mental.


Fujin berusaha untuk mengejarnya dan melompat tinggi di udara. Dia kembali mengayunkan pedangnya untuk memberikan sebuah tebasan kuat. Kenshin yang kurang siaga akhirnya terkena tikaman pada pinggangnya.


SREETT ...


Tubuh Kenshin terjatuh di atas tanah. Meskipun luka itu tak terasa sakit sama sekali olehnya, namun entah mengapa kini hatinya menjadi begitu sakit dan sesak.


Tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, Fujin yang juga sudah mendarat kini segera berbalik dan melesat cepat ke arah Kenshin. Dia mengalirkan elemen api abadi pada pedang langit pengumpul awan surga miliknya hingga pedang itu mulai memancarkan aura berwarna jingga.


"Kenshin! Kamu harus dihukum atas semua yang telah kau lakukan! Tebasan api abadi!! Hiatthhh ..."


Sebuah tebasan kuat dilancarkan oleh Fujin dan diarahkannya tepat pada jantung Kenshin. Namun betapa terkejutnya Fujin ketika melihat yang terkena serangannya bukanlah Kenshin, melainkan dia adalah seorang wanita dengan jubah lapis berwarna biru lembut. Dan serangan mematikan api abadi Fujin telah menempus tubuh belakang wanita yang sedang memeluk Kenshin.


"Tidak mungkin ... ibu ratu Nouhime ..." ucapan Fujin terdengar bergetar, dan tangannya yang masih memegangi pedangnga gemetaran.

__ADS_1


Kenshin yang menyaksikan seorang wanita paruh baya cantik yang memeluk dan melindunginya cukup merasa bingung. Karena dia sama sekali tidak mengenali sosok wanita itu.


Sebaliknya, wanita paruh baya yang tak lain adalah Nouhime itu malaj mengukir senyum hangatsaat menatap lekat Kenshin. Nouhime menatap lekat Kenshin seolah-olah berusaha untuk selalu mengingat setiap detail dari wajah tampan itu.


Nouhime sangat terpukul saat mengetahui kebenaran, jika Saika dan Kenshin berada bersama klan iblis. Namun dia tetaplah seorang ibu yang akan selalu berusaha untuk melalukan apapun untuk melindungi putra dan putrinya. Terlebih selama 20 tahun ini dia selalu berusaha untuk mencari Saika dan Kenshin.


Meskipun Kenshin hanyalah putra sambungnya, namun Nouhime juga selalu menyayangi serta memperlakukan Kenshin dengan saat baik ketika Kenshin masih bayi.


"Putraku Kenshin ... tidak disangka kamu sudah tumbuh sebesar ini dan menjadi sangat tampan." ucap Nouhime lirih dan mengusap lemah sisi samping wajah Kenshin.


"Ibunda selalu merindukanmu dan berharap bisa bertemu dan melihatmu lagi. Dan ternyata semua sudah terkabul ..." imbuh Nouhime semakin lemah dan tidak berdaya.


"Ma-af ... maaf jika ibunda tidak bisa menemukanmu serta merawatmu selama ini. Ma-af, Putraku ..." imbuh Nouhime dengan suara yang semakin lirih.


Kenshin masih saja membeku dan tidak mengatakan sepatah kata apapun. Hatinya sempat luluh mendengar ucapan Nouhime. Namun itu semua hanyalah dalam beberapa saat saja.


Selama ini Nakai selalu bercerita, jika ibunya sudah membuangnya setelah sang ayah gugur 20 tahun yang lalu. Tentu saja rasa benci itu masih saja bersarang di dalam hatinya.


"IBUUUUUUU ..."


Suara pekikan seorang gadis tiba-tiba mulai terdengar. Seorang gadis berpakaian serba hitam sudah datang kembali dan menangis ketika melihat Nouhime yang sudah semakin tidak berdaya. Dia adalah Saika yang telah bersikeras untuk kembali ke medan perang. Padahal sebelumnya Shirayuki masih menahannya.


Dan disaat itulah Kenshin segera mendorong kasar tubuh Nouhime hingga terjatuh di atas tanah. Kenshin segera berdiri dengan tegap dan bersiap kembali dengan pedangngnya.


Sementara Saika mengabaikan sekitarnya dan segera mendekati Nouhime. Ada rasa sesal mengapa selama ini dia begitu keras dan terlambat untuk menemui ibu kandungnya. Dan kini disaat dia ingin kembali kepada sang ibu, sang ibu harus dalam keadaan meregang nyawa.

__ADS_1


"Ibuuuuuuu ..." pekiknya meraih tubuh Nouhime.


__ADS_2