
Fujin, Xiao Yu, dan kedua prajurit yang sudah memasuki goa langit malam akhirnya melihat seorang pria yang berpakaian serba hitam sedang berusaha untuk mengambil sebuah energi spiritual serta batu spiritual milik dari siluman naga putih yang saat ini sudah terluka cukup parah.
Aura ini ini sangat tidak asing dengan aura yang pernah aku temui saat 3 tahun yang lalu. Apakah orang ini adalah orang yang sama dengan yang pernah aku temui saat itu? Orang yang bersenjatakan naginata bilah ganda dengan aura kegelapan yang mengincar Hokou saat itu.
Batin Fujin masih mengamati sosok berpakaian serba hitam yang masih berusaha untuk menyerang siluman naga bersisik hitam dan menyerap energi spiritualnya ke dalam sebuah wadah khusus.
KIIKK ...
KIIKK ...
Lolongan penuh rasa sakit itu terdengar dari siluman naga bersisik putih, namun terdengar oleh Fujin seolah-olah siluman naga bersisik putih itu sedang meminta tolong kepadanya.
Tak sengaja Fujin menatap mata biru sang naga yang besar dan berkilauan itu. Namun disaat itu sebuah dimensi lain mulai terbuka ketika mata sang naga berubah menjadi berwarna putih berkilauan.
Tubuh Fujin dan sosok berpakaian serba hitam itu tersedot di dalam sebuah pusaran yang kemudian membawa mereka melewati sebuah portal yang menghubungkan ke dalam sebuah dimensi lain. Namun disaat Xiao Yu dan kedua prajurit berusaha untuk menghentikan semua itu, tubuh Fujin dan tubuh sosok berpakaian serba hitam itu sudah semakin menghilang dari pandangan mereka semua.
"Bagaimana ini? Portal itu menghilang!" celutuk prajurit Hidemitsu.
"Tidak ada cara lain selain menunggu mereka kembali. Kita juga tida bisa membunuh siluman naga sisik putih ini saat ini, karena akan cukup membahayakan keberadaan pangeran lertama Fujin." sahut Xiao Yu menyimpulkan dan mulai duduk bersila di tempatnya saat ini.
.
.
.
Seorang pemuda terbangun di atas hamparan rerumputan luas di tempat yang cukup berbeda. Dia memandangi langit dengan terik matahari yang menyilaukan. Rasanya dia selalu ingin bermalas-malasan. Wajahnya sangat mirip dengan Fujin, namun ketika dia memasuki portal yang melemparkannya ke dimensi lain, kini dia telah mengenakan identitas sebagai seorang putra mahkota dari sebuah kerajaan iblis yang benama Shibata Katsuie.
Namun tiba-tiba saja seorang prajurit terlihat berlarian mendekatinya dengan terburu-buru.
__ADS_1
"Pangeran Shibata. Pangeran harus segera kembali untuk segera melangsungkan sebuah pernikahan dengan Dewi Akane."
"Dewi apanya?! Dia hanyalah siluman naga yang lemah!" sungut Shibata yang sebenarnya tidak menyukai perjodohan pernikahan ini.
"Meskipun begitu, pangeran tetaplah harus melangsungkan pernikahan ini, Pangeran. Karena janji pernikahan ini sudah ditetapkan oleh leluhur kedua kekaisaran."
"Haishhh!! Iya-iya! Tidak perlu kamu jelaskan pun, aku tetap akan menikahi Dewi Akane. Huft ... ya sudah! Ayo kita segera kembali dan bantu aku bersiap!" sahut Shibata Katsuie dengan malas lalu mulai bangun dan melenggang menuju istana.
...⚜⚜⚜...
Dewi Akane adalah seorang keturunan siluman naga sisik putih yang memiliki paras seperti Saika. Wajah mereka sama persis. Dan sebenarnya semua ini terjadi setelah sosok berpakaian serba hitam yang juga terlempar ke dimensi lain bersama Fujin.
Jadi sebenarnya putra mahkota Shibata Katsuie adalah Fujin. Dan Dewi Akane adalah Saika. Namun mereka di dalam dunia ini tentunya tidak akan mengingat apapun dan siapa sebenarnya mereka. Karena saat ini mereka berdua seperti sedang berada di alam mimpi dengan ilusi yang telah diciptakan oleh siluman naga sisik putih yang saat itu sedang terluka di dalam goa langit malam.
Dewi Akane terlihat begitu cantik dengan pakaian pengantinnya. Dan dia juga memiliki sifat keibuan yang anggun, dewasa dan lembut. Sangat bertolak belakang dengan pangeran Shibata Katsuie yang memiliki ego tinggi dan keras kepala.
Bahkan disaat malam pertama yang seharusnya dihabiskan bersama, namun malam itu Dewi Akane harus menunggu pangeran Shibata Katsuie yang malah entah pergi kemana.
Bagi pangeran Shibata Katsuie, pernikahan itu hanyalah sebuah status untuk mempererat hubungan kedua kekaisaran dan untuk menjalankan janji yang telah disepakati oleh leluhur kedua belah pihak. Tidak lebih dari itu, karena pangeran Shibata Katsuie sama sekali tak pernah menganggap Dewi Akane sebagai seorang istri. Bahkan pangeran Shibata Katsuie juha tak pernah menyentuhnya.
Hal ini tentu saja membuat Dewi Akane merasa sangat bersedih. Karena pernikahan yang selalu diimpikan akan selalu indah dan penuh warna, rupanya malah begitu menyakitkan dan membuatnya terluka.
__ADS_1
Hingga akhirnya setelah 2 tahun menikah, pengeran Shibata Katsuie kembali ke kaisarannya dengan keadaan sekarat karena beberapa luka yang dia dapatkan karena sebuah peperangan.
Tidak ada obat istana yang bisa menyelamatkannya. Bahkan para tabib istana juga sudah tidak memiliki cara lagi untuk menyelamatkan pangeran Shibata Katsuie.
Hingga akhirnya Dewi Akane yang memang selama ini selalu tulus mencintai suaminya meski tak pernah berbalas sedikitpun oleh pangeran Shibata Katsuie, kini memutuskan untuk memberikan kristal bunga jiwanya untuk menyelamatkan suaminya.
Sebenarnya menguarkan batu kristal bunga jiwa miliknya akan sangat sangat membahayakan hidupnya. Karena selama ini hidupnya adalah karenakekuatan dari batu kristal bunga jiwa tersebut.
Tubuh Dewi Akane menjadi tak berdaya dan mulai memucat. Namun dia tak menghiraukan semua hal tersebut. Dia mulai menanamkan batu kristal bunga jiwanya di dalam tubuh pangeran Shibata Katsuie yang masih terbaring di atas pembaringan dengan sangat lemah.
Seberkas cahaya berwarna biru keemasan mulai menyinari seluruh tubuh pangera Shibata Katsuie setelah batu kristal bunga jiwa milik Dewi Akane telah menyatu di dalam tubuhnya.
Dan disaat itulah pangeran Shibata Katsuie mulai sadarkan diri. Dan dia melihat sang istri yang sudah terlihat sangat rapuh dan tidak berdaya masih terduduk di samping pembaringan. Dan pangeran Shibata Katsuie segera menangkap tubuh Dewi Akane ketika tubuh sang Dewi terhuyung dan hampir terjatuh.
Sedingin-dinginnya pangeran Shibata Katsuie, namun dia tetap bisa memahami apa yang telah terjadi saat ini. Dia sangat tau jika Dewi Akane telah mengorbankan batu kristal bunga jiwa miliknya hanya untuk menyelamatkan dirinya.
Tubuhnya bergetar seketika. Untuk pertama kalinya dia merasa sangat bersalah terhadap sang istri yang selama ini tak pernah diperlakukan dengan baik olehnya.
"Akane ... mengapa kamu melakukan semua ini?Mengapa kamu menyelamatkanku? Mengapa, Akane? Hiks ..."
Ucap pangeran Shibata Katsuie dengan suara yang bergetar. Dan untuk pertama kalinya dia menitikkan air mata penuh penyesalan dan rasa bersalah.
"Selama ini aku selalu jahat dan tidak pernah mempedulikanmu. Aku tidak pernah memikirkan perasaanmu. Tapi mengapa kamu malah menyelamatkanku, Akane. Mengapa?" lolongan pangeran Shibata Katsuie menggema di seluruh kamarnya.
Dewi Akane mengangkat tangan kanannya dan mengusap sisi samping wajah sang suaminya dengan begitu lembut dan penuh kasih. Sebuah senyuman yang begitu hangat menghiasi wajah ayunya yang sudah terlihat sangat pucat.
"Karena aku mencintaimu, Pangeran Shibata Katsuie ... suamiku ..." ucap Dewi Akane begitu lirih dan terasa menusuk bagi pangeran Shibata Katsuie.
__ADS_1