
"Terima kasih banyak, Pangeran pertama Fujin." ucap pria paruh baya yang ditolong Fujin dengan tulus.
"Sama-sama, Paman." sahut Fujin datar.
Prajurit Ieyasu dan prajurit Hidemitsu kini mulai berdatangan. Dan ternyata dia baru saja tertidur beberapa saat yang lalu. Kapal mulai berlabuh di sebuah Dewrmaga, dan kini para penumpang mulai turun dari kapal, termasuk Fujin, Xiao Yu, pengawal Ieyasu, dan pengawal Hidemitsu.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan memasuki pedesaan Aiko setelah menempuh perjalanan darat sejauh 500 mil.
Setelah mencari beberapa informasi dari penduduk setempat, akhirnya mereka mendapatkan sebuah informasi jika siluman naga bersisik putih itu saat ini sedang berada di sekitar goa langit malam. Sebuah goa yang berada di pedesaan Aiko di dekat pegunungan dan memilkki langit yang selalu gelap. Maka dari itu tempat itu diberikan nama goa langit malam.
Beberapa penduduk tidak ada yang berani mengusik siluman naga bersisik putih itu. Mereka semua tidak berani untuk memasuki wilayah tersebut.
Tak mengambil waktu untuk beristirahat, Fujin dan beberapa orangnya segera mendatangi goa langit malam itu. Mereka sampai disana ketika senja, sehingga langit sudah mulai terlihat gelap dan sedikit berwarna jingga.
Di sepanjang melewati hutan, aura dingin dan mencekam mulai dirasakan oleh mereka semua. Namun mereka tetap melanjutkan perjalanan sesuai dengan titah Fujin. Setelah menempuh perjalanan selama beberapa saat, akhirnya mereka mulai melihat sebuah goa dengan langit yang berwarna gelap. Tidak salah lagi itu adalah goa langit malam.
Namun tiba-tiba saja bumi terasa berguncang dengan sangat kuat. Membuat beberapa bebatuan dan tanah longsor hingga malah menjebak mereka semua di dalam sebuah tempat yang sangat gelam.
Tiba-tiba saja mereka berada di atas sebuah tebing batu yang sangat tinggi dan berdiameter hanya 3 mter saja. Di sekeliling mereka ada sebuah lautan perairan dengan air yang berwarna kehitaman dengan aura kelam. Tentu saja ini semua terlihat sangat menakutkan, karena sebuah kerikil ataupun benda apapun yang tercebur ke dalamnya seketika meleleh begitu saja.
"Mengapa tiba-tiba saja kita bisa berada di tempat seperti ini?" ucap Xiao Yu masih mengamati sekitarnya dengan siaga dan menggenggam erat busur panah serta sebuah anak panah.
"Kemungkinan ini adalah ilusi yang diciptakan oleh siluman naga bersisik putih itu. Karena siluman itu bisa menciptakan ilusi tingkat tinggi. Dan kemungkinan.juga sulit untuk memecahkannya." sahut Fujin mulai mengingat pesan sang ibunda tentang siluman naga bersisik putih ini.
"Tetap berhati-hati dan carilah celah terkecil untuk mengalahkannya! Agar kita bisa segera keluar dari tempat ini." imbuh Fujin memperingatkan.
__ADS_1
"Baik, Pangeran pertama Fujin." sahut mereka bertiga kompak.
Namun tiba-tiba saja langit terlihat semakin gelap dengan gemuruh petir yang terdengar saling bersahutan. Lalu goncangan dasyat itu mulai terjadi lagi. Karena saking kuatnya goncangan itu, hingga membuat tubuh Fuji terhempas begitu saja hingga terjatuh di dalam perairan berwarna hitam pekat itu.
BYURR ...
Pada awalnya Fujin sempat melindungi seluruh tubuhnya dengan chakra miliknya ketika dia terjatuh di dalam perairan itu. Lalu dia mulai berenang kembali dan berusaha untuk mencapai permukaan air.
Namun semakin Fujin berusaha untuk mencapai permukaan air tersebut, permukaan air itu malah terasa semakin menjauh. Dan mungkin itu adalah efek karena ilusi tingkat tinggi siluman naga bersisik putih itu.
Namun Fujin tidak menyerah, dia masih saja berusaha untuk mencapai permukaan air untuk bisa menyelamatkan dirinya. Namun semua masih saja sia-sia saja.
Sial! Jika seperti ini terus, maka aku tak akan bisa keluar dari perairan mematikan ini. Chakra milikku tak akan bisa bertahan lebih dari 30 menit saat berada di dalam air dan menahan aura kuat ini. Dan ini akan sangat berbahaya. Aku harus mematahkan sihir ini dengan pedang langit pengumpul awan surga dan segera berenang untuk mencapai permukaan air sebelum chakra pelindung di tubuhku habis.
BLUP ...
BLUP ...
BLUP ...
Sihir bisa terpatahkan oleh pedang langit pengumpul awan surga, karena pada dasarnya pedang itu memanglah pedang yang bisa menyerap sihir apapun dan menetralkannya kembali.
Fujin segera mengerahkan seluruh tenanganya untuk berenang mencapai permukaan perairan gelap itu. Dan dia memang semakin mendekati permukaan air. Namun ketika jarak antara dirinya dan permukaan air laut hanya tinggal kira-kira 500 meter saja, tiba-tiba saja chakra pelindung Fujin sudah memudar dan berakhir menghilang. Hingga akhirnya kini tubuhnya benar-benar terkena air berwarna hitam pekat yang cukup terasa panas itu
Arghhhh ... panasss sekali ...
__ADS_1
Fujin merasakan rasa panas di sekujur tubuhnya, seakan air berwarna kehitaman itu kini sedang membakar sekujur tubuhnya. Tubuhnya menggeliat kepanasan. Dan setelah beberapa saat semuanya terlihat menjadi gelap.
Hingga akhirnya setelah beberapa saat ketika Fujin membuka matanya, dia sudah berada di suatu tempat asing yang belum pernah dia datangi sebelumnya. Namun tempat ini lebih terlihat seperti di dalam dunia ras dewa langit.
Terlihat Amaterasu sedang mengajari suatu teknik kepada seorang pemuda berambut putih dengan hiasan kepala keemasan. Pakaiannya juga putih bersih layaknya seorang pangeran dari ras dewa langit.
Fujin sama sekali tak bisa melihat wajah pemuda itu, karena pemuda itu berdiri dengan posisi membelakangi Fujin. Sehingga dia hanya melihat Amaterasu saja.
Namun Fujin berusaha untuk mendekati mereka berdua. Dan pada akhirnya Fujin berhasil melihat wajah pemuda yang terlihat gagah, tampan dan pemberani itu.
Namun betapa terkejutnya Fujin ketika melihat wajah pemuda itu ternyata sangat mirip dengan wajahnya. Hanya saja warna rambut yang membedakan.
"Sebenarnya siapa dia? Mengapa wajahnya terlihat sangat mirip denganku? Dan mengapa nenek terlihat sangat dekat dengannya? Bahkan nenek juga mengajari pemuda itu sebuah teknik." gumam Fujin tidak mengerti.
Kini Fujin dan mereka berdua sudah berada di jarak yang cukup dekat. Namun Amaterasu dan pemuda itu seakan tak bisa melihat kehadiran dari Fujin.
"Cucuku. Kamu harus bisa memlelajari teknik ini dengan baik. Maka kamu akan menjadi semakin kuat dan tidak terkalahkan. Metode dan teknik merubah suatu bahaya dan ancaman menjadi sebuah sumber kekuatan untukmu adalah dengan merubah racun menjadi sebuah kekuatan api. Maka kamu akan menjadi semakin kuat dari sebelumnya."
Amaterasu menjelaskan sebuat teknik kepada pemuda tampan berambut putih itu. Dan entah mengapa penjelasan itu malah terasa sangat tidak asing untuk Fujin.
"Teknik merubah sebuah ancaman dan bahaya menjadi sumber kekuatan? Dengan merubah racun menjadi sebuah kekuatan api? Mengapa hal ini seperti kitab budidaya yang selama ini aku pelajari?" gumam Fujin dengan kening berkerut masih menatap Amaterasu dan pemuda tampan berambut putih itu.
__ADS_1