The Sun Warrior

The Sun Warrior
Keputusan Saika


__ADS_3

Tak ada untaian kata yang terucap selama beberapa saat. Saika dan Fujin hanya terdiam dan saling menatap nanar satu sama lain.


"Kembalilah bersamaku. Aku akan melindungimu." ucap Fujin akhirnya memecah keheningan.


Namun belum sempat Saika menjawabnya, tiba-tiba saja sebuah isyarat yang berasal dari klan iblis mulai dipancarkan dari sebuah benda yang selalu dibawa oleh Saika. Menandakan Saika harus segera kembali ke tempat persembunyian klan iblis selama 19 tahun ini.


"Aku harus pergi!" tandas Saika segera bangkit dari duduknya.


GREPP ...


Fujin menahan pergelangan tangan Saika dan berhasil menahannya kembali.


"Saika! Pikirkan lagi! Tempat itu sangat berbahaya. Jangan terlibat bersama mereka lagi. Tetap tinggallah dan kembali kepada kami. Aku berjanji akan melindungimu!" ucap Fujin berharap Saika akan berubah pikiran.


"Kamu bisa melindungiku. Lalu apakah kamu juga bisa melindungi beberapa orang baik yang masih bersama dengan mereka? Selain ibuku ... masih ada beberapa orang baik dan lemah bersama mereka. Aku tidak bisa meninggalkan mereka. Karena selama ini mereka sudah seperti keluargaku." ucap Saika dengan jujur.


"Biarkan aku pergi ..." imbuhnya masih menatap pintu goa.


"Bagaimana mungkin aku membiarkan kamu pergi untuk kedua kalinya? Aku bahkan sudah berjanji di masa lalu untuk menemukanmu! Saika ... pikirkan baik-baik ..."


Saika terdiam selama beberapa saat dan mulai merasakan sakit pada bagian tubuhnya.


"Sial! Sudah waktunya racun ini kembali bereaksi! Aku harus segera menghadap pangeran Kenshin untuk mendapatkan penawar!" batin Saika mulai menepis tangan Fujin karena tidak memiliki pilihan lain.


"Saika!!"


"Maaf ... tapi semua itu hanyalah janjimu di masa lalu. Kini masih ada orang-orang yang harus aku lindungi. Dan aku lebih memilih mereka ... terima kasih karena sudah menyelamatkanku. Anggap kita sudah impas dan tidak saling berhutang nyawa lavi. Jika kelak kita bertemu di medan peperangan, jangan ragu untuk mengayunkan pedangmu untukku. Karena aku juga tidak akan segan untuk melakukan hal yang sama ..."


Ucap Saika menahan rasa sesak di hatinya dan juga rasa sakit dan tidak berdaya karena pengaruh dari sebuah racun yang akan selalu bereaksi dalam 1 tahun sekali. Dan hanya Kenshin lah yang memiliki penawar itu.

__ADS_1


Beberapa saat yang lalu Fujin tidak bisa mendeteksi racun di dalam Saika karena racun itu belum timbul lagi. Dan racun itu hanya akan muncul dalam waktu yang telah ditetapkan oleh Kenshin, yaitu 1 tahun sekali. Dan di setiap 1 tahun sekali Kenshin akan memberikan penawar untuk Saika.


Untaian kata Saika cukup mengejutkan Fujin. Ada perasaan kecewa dan sedih yang mendadak dia rasakan. Dia sungguh tidak menyangka jika Saika akan mengambil keputusan seperti itu. Meninggalkan dirinya kembali dan memutuskan untuk tetap menjadi musuh. Tentu saja hal itu cukup menyesakkan Fujin yang sudah sepenuhnya mengingat siapa sosok Saika yang sebenarnya.


Saika segera meninggalkan goa. Disaat Fujin ingin menahan dan mengejarnya kembali, Saika menggunakan ilusi untuk menahan Fujin agar tidak bisa mengejarnya.


"SAIKA!!!"


Saika mengabaikan teriakan Fujin yang beberapa kali terus memanggil namanya. Sepasang mata beningnya mulai terlihat memerah dan berkaca-kaca saat dia semakin jauh meninggalkan goa.


...🍁🍁🍁...


Prajurit pengawal Ieyasu dan Hidemitsu serta Xiao Yu terlihat sangat gembira saat akhirnya bisa menemukan Fujin setelah satu pekan berlalu. Selama satu minggu mereka bertiga terus mencari Fujin dan sama sekali tidak meninggalkan wilayah kekaisaran Itsuki.


Bahkan Kaisar Itsuki juga memerintahkan beberapa prajurit dan ksatria untuk membantu pencarian Fujin.



Fujin terdiam beberapa saat dan hanya menatap ketiga pria di hadapannya.


"Aku baik-baik saja. Aku hanya bermeditasi dan melakukan empati di dalam sebuah goa." sahut Fujin seadanya lalu segera berlalu melewati letiga pengawal pribadinya.


"Empati? Tapi ... bersama siapa?" gumam Xiao Yu mengerutkan keningnya bingung.


Pemuda berpakaian ras suku Ainu itu mengedarkan pandangannya menatap sekitar, namun dia tidak melihat orang lain di sekitar tempat ini kecuali mereka saja. Dan hal ini membuatnya semakin kebingungan. Namun disaat Xiao Yu menatap prajurit pengawal Ieyasu dan Hidemitsu, keduanya hanya saling bertatapan dan mengedikkan bahu.


Mereka segera melanjutkan perjalanan untuk menuju ke kekaisaran Itsuki untuk meminta maaf karena tidak bisa menghadiri undangan tepat waktu. Setelah beristirahat sejenak, Fujin dan kelompoknya segera berpamitan untuk segera kembali ke kekaisaran Fumio.


Wajah datar yang selalu terlihat dingin dan tenang itu sama sekali tidak membuat ketiga prajurit pengawalnya memikirkan apapun dan tidak merasa curiga. Namun sebenarnya Fujin sedang memikirkan dan mengkhawatirkan Saika yang sudah mengambil keputusan yang cukup membahayakan dirinya sendiri dan juga mengecewakan Fujin.

__ADS_1


...🍁🍁🍁...


Goa tengkorak kematian, wilayah Selatan, dunia fana.


Wajah Saika sudah terlihat semakin pucat dan tidak berdaya. Dia ambruk di hadapan Kenshin karena racun kupu-kupu yang mulai menurunkan vitalitas tubuhnya serta energi dan chakranya.


Kenshin menarik salah satu bibirnya dan mendekati Saika. Sebuah pil penawar berwarna merah darah mulai diberikan untuk Saika. Saika segera menelan pil penawar itu dan masih terduduk untuk mengatur nafasnya.


Dalam beberapa detik tubuh Saika mulai terlihat membaik kembali, meskipun wajahnya masih terlihat cukup pucat.


"Saika-Saika. Tidak seperti biasanya kamu begitu terlambat seperti ini untuk mendapatkan penawar racun kupu-kupu dariku. Apa yang terjadi? Apakah ada sesuatu yang menarik terjadi di dunia luar hingga kamu terlambat untuk menghadapku?"


Ucap Kenshin dengan senyuman ramah yang dingin.


"Aku terluka oleh serangan kekaisaran Itsuki. Jadi aku memutuskan untuk bersembunyi dan memulihkan diri terlebih dulu. Jadi aku sedikit terlambat untuk kembali." sahut Saika tak sepenuhnya berbohong.


"Mengenai tanda darurat dari pangeran ... apakah telah terjadi sesuatu yang sangat darurat yang mengancam?" tanya Saika kembali ketika mengingat sebuah tanda panggilan darurat dari benda yang selalu Saika bawa kemanapum dia pergi.


Benda yang menyerupai sebuah batu kecil berwarna kehitaman itu akan berubah warna dan memancarkan warna kemerahan ketika tanda darurat dari Kenshin dikirimkan untuknya.


"Aku tidak tau bagiamana pastinya itu terjadi. Namun saat ini yang terpenting adalah kita harus segera meninggalkan Goa tengkorak kematian ini!" ucap Kenshin dengan raut wajah serius.



"Apa? Tapi mengapa tiba-tiba ingin meninggalkan Goa tengkorak kematian yang sudah kita tinggali selama 19 tahun ini?" tanya Saika keheranan.


"Karena kekaisaran Fumio sudah mengendus tempat ini setelah kematian ibumu. Sepertinya orang yang meracuni ibumu saat itu mengikutinya ketika ibumu kembali. Sekarang segera kemasi barang-barangmu dan kita akan segera meninggalkan tempat ini secepat mungkin!"


Titah Kenshin menatap Saika lekat.

__ADS_1


"Baik, Pangeran Kenshin."


...🍁🍁🍁...


__ADS_2