The Sun Warrior

The Sun Warrior
Mendatangi Lautan Merah


__ADS_3

"Yang Mulia Kaisar, aku melaporkan jika ada sosok yang mencurigakan yang dicurigai sebagai anggota dari sekte iblis yang mendekati jalur ke arah Lautan Merah." ucap kepala pengintai kekaisaran Fumio melaporkan hal besar tersebut saat di aula utama kekaisaran Fumio.


"Kekaisaran Itsuki dan kekaisaran Nobuhide juga sudah mulai bergerak untuk mengepungnya untuk mendapatkan sebuah info tentang kelompok tersebut." imbuhnya lagi.


"Mendekati Lautan Merah? Apakah itu artinya dia akan menargetkan dan menggunakan siluman Bakekujira yang berada di dasar Lautan Merah?" sahut Kaisar Zhou menyimpulkan.


"Bisa dikatakan seperti itu, Yang Mulia Kaisar." sahut sang kepala pengintai.


"Siluman Bakekujira bisa dikatakan adalah Dewa Agung penunggu Lautan Merah. Jika mereka mengusiknya, maka hal itu akan membuat kemurkaan untuknya. Lautan merah adalah lautan terbesar di dekat daratan Jepang. Akan menimbulkan petaka jika Bakekujira mengguncangnya. Kekuatannya sangat luar biasa." ucap Kaisar Zhou dengan raut wajah serius dan penuh kekhawatiran.


"Kirimkan pasukan untuk menghentikannya! Kirimkan juga Fujin dan Xiao Yu untuk mempimpin pasukan kali ini. Apapun yang terjadi semua harus dihentikan!" tandas Kaisar Zhou lagi penuh penekanan.


"Baik, Yang Mulia Kaisar!" dahut penasehat istana Fumio dengan patuh.


...⚜⚜⚜...


Kekaisaran Itsuki.


Kaisar Itsuki Yaoyao melihat sang istri yang terduduk merenung di dalam kamarnya. Meskipun selama ini kehidupan mereka terlihat sangat sempurna dan sudah dikaruniai 3 anak, namun sebenarnya ibu suri Nouhime masih merasa ada sesuatu yang belum lengkap.


Kehidupannya seperti tidak sempurna dan masih ada rasa sesal karena dia tak bisa melindungi putrinya Saika dan Kenshin yang dilarikan oleh Nakai. Saika adalah putri kandung dari Nouhime dan Zeus, kaisar terdahulu Fumio.


Namun karena saat itu Zeus yang begitu menginginkan seorang putra dan memberikan ancaman kepada Nouhime akan membuang bayi yang terlahir jika bayi itu perempuan, maka saat itu Nouhime menukar putrinya Saika dengan putra seorang pelayan yang tak lain adalah Kenshin.


Bahkan hingga sampai saat ini semua rahasia ini hanya diketahui oleh Nouhime, Yaoyao dan pelayan yang mengaku sebagai ibu Saika.


"Nouhime, makanlah dulu. Aku memerintahkan pelayan istana untuk mengantarkan makanan untukmu karena malam ini kamu menolak untuk makan bersama. Jangan seperti ini, kamu bisa sakit."

__ADS_1


Ucap Kaisar Yaoyao yang sebenarnya tak tega ketika melihat sang istri selalu meratapi semua ini ketika musim dingin mulai berakhir. Karena tepat dimusin itu 18 tahun yang lalu semuanya terjadi. Ketika Nouhime kehilangan Saika dan Kenshin.


"Sudah 19 tahun. Tapi aku masih belum bisa menemukan putriku dan juga Kenshin. Apakah mereka baik-baik saja? Apakah Nakai memperlakukan mereka dengan baik?" ucap Nouhime lirih dan suaranya bergetar.


Tak dia sadari lelehan air mata hangatnya mulai membasahi pipinya. Yaoyao segera duduk di sebelahnya dan meraih jemari Nouhime, wanita yang memiliki kecantikan tiada tanding di masa dia muda. Bahkan kini dia juga masih terlihat begitu cantik.


"Nouhime, ini adalah salahku karena tak bisa menemukan Saika dan Kenshin. Maafkan aku ..." ucap Yaoyao merasa sangat bersalah atas semua yang telah terjadi.


"Selama 19 tahun aku selalu mencari dan menggerakkan prajurit khusus untuk terus mencari mereka. Namun mereka tak berhasil menemukan mereka. Maafkan aku ..."


Imbuh Yaoyao yang juga merasa sesak. Karena semenjak menikahi Nouhime, dia sudah berjanji akan menganggap Saika dan Kenshin sebagai putra dan putrinya sendiri disaat mereka akan bertemu nanti.


"Panglima perang Nakai menggunakan kekuatan sihir dengan mantra yang tak bisa ditemukan oleh siapapun. Jalannya sudah cukup sesat dan tidak menggunakan jalan pedang yang benar. Aku harap dia tidak menjadikan Saika dan Kenshin seperti dirinya."


Ucap Nouhime terdengar begitu putus asa dan khawatir. Namun tentu saja Nouhime masih selalu berharap agar Saika dan Kenshin bisa menjalani kehidupannya dengan baik.


Nouhime hanya mengangguk samar. Namun tiba-tiba saja dia kembali terlihat khawatir karena memikirkan sesuatu yang membuatnya semakin cemas. Wanita paruh baya itu kini mencengkeram kuat tangan Yaoyao dan menatapnya dengan sepasang mata yang membulat.


"Suamiku, apa kamu mengingat ramalan kehancuran 3 dunia? Katakan padaku! Katakan padaku jika keturunan iblis itu bukanlah Saika maupun Kenshin ... itu bukanlah mereka bukan? Katakan padaku, Suamiku ... katakan padaku ..."


Ucap Nouhime dengan suara parau dan sepasang matanya terlihat kembali berkaca-kaca.


Yaoyao terdiam selama beberapa saat mendengar ucapan dari Nouhime. Sebenarnya Yaoyao pernah berpikir ke arah sana. Namun dia selalu menepis semua prasangkanya itu. Yaoyao juga berharap agar anak yang diramalkan sebagai penghancur dunia itu bukanlah Saika maupun Kenshin.


Yaoyao menatap hangat Nouhime dan menyeka air matanya.


"Saika dan Kenshin adalah anak yang baik. Mereka tak akan melakukan semua itu. Jangan khawatir, Istriku ..." ucap Yaoyao dengan hangat.

__ADS_1


Ucapan Yaoyao sukses membuat Nouhime merasa lebih baik dan tenang.


"Ya sudah. Sekarang makanlah dulu. Aku akan menyuapimu. Ayo ..." ucap Yaoyao sambil meraih semangkok sup biji teratai dan mulai menyuapi Nouhime.


...⚜⚜⚜...


Saika memutuskan untuk mendatangi Lautan Merah untuk menemukan siluman Bakekujira dan mendapatkan batu spiritual serta menyerap energi spiritualnya.


Dia tiba di Lautan Merah saat mendekati senja hari. Karena tak mau mengulur waktu dan berlama-lama lagi, akhirnya Saika mengayunkan katana pembelah lautan pemberian dari Kenshin.


SWOSSHH ...


Angin bertiup dengan kencang seiring Saika mengayunkan katana pembelah lautan tersebut. Hingga akhirnya dalam sekejap Lautan Merah di hadapan Saika terbelah menjadi 2 bagian begitu saja. Dan masing-masing sisi terlihat seperti sebuah air terjun yang cukup tinggi dan dalam.



Tak mau membuang-buang waktu lagi, akhirnya Saika mulai menerobos jalan diantara kedua lautan yang sudah terbelah menjadi 2 itu. Setelah berjalan beberapa saat, dia mulai menemukan sebuah bebatuan yang membentuk sebuah goa di dalam Lautan Merah itu.


Saika memutuskan untuk memasuki goa yang berukuran cukup besar itu. Sebuah kayu mulai dipungutnya. Dan dengan kekuatan chakra miliknya dia mulai menyalakan sebuah obor dengan kayu tersebut.


Goa itu mengarahkannya memasuki dasar Lautan Merah yang sebenarnya cukup dalam dan jauh. Hanya saja Saika menggunakan kekuatannya sehingga bisa mencapai tempat itu. Karena waktu yang dia miliki hanyalah 60 menit saja sejak lautan itu terbelah.


Keadaan semakin gelap karena saat ini adalah senja. Namun akhirnya Saika mulai melihat seekor siluman berbentuk kerangka hantu paus yang berukuran sangat besar dan bisa menerkam sebuah kapal yang berukuran besar.


Bisa dipastikan jika makhluk itu adalah siluman Bakekujira yang hanya akan keluar pada malam gelap yang berkabut bersama ikan dan burung-burung.


Saika segera mengulurkan tangan kanannya ke sisi samping. Seberkas aura kelam mulai terlihat dan membentuk sebuah pedang yang mengeluarkan aura kelam. Pedang itu adalah salah satu pedang andalannya, yaitu pedang pemotong jiwa.

__ADS_1


__ADS_2