
Dimana aku? Dan mengapa kepalaku terasa pusing dan berat? Apa yang sebenarnya terjadi?
Batin Saika masih memegangi kepalanya dan mulai mengamati sekitarnya.
Hal terakhir yang aku ingat hanyalah saat aku berusaha untuk mengambil batu spiritual serta energi spiritual milik siluman naga bersisik putih di goa langit malam. Setelah itu aku tersedot memasuki sebuah portal dan dimensi lain. Pasti siluman naga bersisik putih itu menggunakan ilusinya saat itu. Ugh ... melihat dari semuanya, sepertinya sudah cukup lama aku terjebak di dalam dimensi itu.
Batin Saika menyimpulkan karena melihat rambutnya yang sudah semakin memanjang.
Namun akhirnya Saika mulai menyadari jika bukan hanya dirinya yang berada di tempat ini. Melainkan ada Fujin dan ketiga anak buahnyayang bahkan salah satu darj mereka yang mengenakan pakaian suku masih terduduk bersila di belakangnya dan masih menyalurkan chakra / qi miliknya untuknya.
Namun dengan cepat Saika segera berbalik dan menatap keempat pria itu waspada. Bahkan Saika juga mulai mengacungkan pedang pemotong jiwa miliknya yang audah dialiri oleh elemen kegelapannya.
"Apa yang telah kalian lakukan padaku?!" ucap Saika dengan tatapan penuh kewaspadaan.
"Xiao Yu hanya membantumu untuk menghilangkan pengaruh sihir yang tersisa milik siluman naga bersisik putih saja. Dia tak akan mencelakaimu." ucap Fujin yang menjawabnya dan sudah berdiri dengan tegap mendekati mereka.
Jawaban dari Fujin tak meredamkan sedikitpun tekad dan kewaspadaan Saika. Karena sudah sedari dini dia sudah begitu tidak menyukai seluruh anggota keluarga istana Fumio. Selama ini dia hanya akan mengabdi untuk Kenshin dan juga Nakai.
Saika masih menatap tajam Fujin dan tak menurunkan oedang pemotong jiwa miliknya. Sedangkan Fujin masih saja menatapnya datar tanpa sebuah senjata apapun.
"Namun dibandingkan dengan itu, apa yang ingin kamu lakukan dengan menyerap energi spiritual serta ingin mengambil batu kristal milik siluman naga sisik putih itu?" tanya Fujin penuh intimidasi.
"Aku hidup dan memiliki sebuah tugas yang harus aku emban. Namun meskipun begitu, aku tak akan pernah melupakan kebaikan kalian. Terima kasih karena telah menolong dan menyelamatkanku." ucap Saika mulai menurunkan pedang pemotong jiwa miliknya dan segera menyimpannya lagi.
Saika mulai berbalik dan bersiap untuk meninggalkan mereka semua. Namun Fujin kembali menahannya dengan ucapannya.
__ADS_1
"Nona. Terima kasih ..." ucap Fujin diluar kesadarannya dan cukup membuat semua orang bingung.
Saika hanya berhenti selama beberapa saat lalu kembali melanjutkan perjalanannya. Namun jauh di dalam hatinya dia juga mulai bertanya-tanya tentang maksud ucapan Fujin.
Mengapa dia mengatakan hal seperti itu? Lalu ... mengapa aku seperti sudah sering bertemu dengannya? Rasanya seperti hari-hariku selalu ada dia sebelumnya. Apakah aku dan dia memiliki dan menjalin sebuah ikatan ketika kami terlempar di dalam dimensi dan ilusi yang diciptakan oleh siluman naga bersisik putih itu?
Batin Saika ditengah-tengah dia melangkahkan kakinya meninggalkan mereka.
...🍁🍁🍁...
Fujin kembali ke istana Fumio tanpa melukai siluman naga bersisik putih sedikitpun. Justru Fujin memberikan sebuah perisai api untuk melindungi siluman naga bersisik putih itu agar tidak ada yang bisa melukainya ataupun mengusiknya.
Dan semua itu dia lakukan secara naluri, tanpa dia mengetahui alasan kuat untuk melakukan hal tersebut. Dan mungkin jiwanya yang pernah menjadi sosok pangeran Shibata Katsuie selama satu tahun itu yang menyebabkan dia melakukan hal ini.
Ucap Fujin yang sebenarnya cukup merasa bersalah akan tugas yang kali ini diberikan untuknya langsung oleh ayahandanya.
Zhou menatap rumit Fujin dengan sepasang mata yang mulai menyipit.
"Tidak masalah. Kini siluman naga bersisik putih sudah kembali tertidur dan bermeditasi untuk mengenang Dewi Akane yang telah pergi meninggagalkannya dengan mengorbankan batu kristal bunga jiwa miliknya yang selama ini menjadi sumber kehidupannya. Dan kini tak akan ada yang bisa melukainya atau menyakitunya lagi. Dia tidak akan mengganggu manusia dan membuat petaka jika manusia tak ada yang mengusik meditasi dan tidur panjangnya."
Ucap Zhou dengan bijak.
Mendengarkan jawaban Zhou tentu saja membuat Fujin terkejut. Karena dia merasa tidak asing dengan kisah tersebut.
"Ayahanda ... ayahanda mengetahui kisah mereka?" tanya Fujin terlihat begitu tertarik, namun dia bertanya dengan sangat berhati-hati.
__ADS_1
"Hhm. Tentu saja ayahanda tau. Dewi Akane dan pangeran dari klan iblis Shibata Katsuie dijodohkan sejak mereka masih masih berada di dalam kandungan. Namun pangeran Shibata Katsuie yang pada dasarnya tidak menyukai pernikahan itu akhirnya hanya menggunakan status pernikahannya itu hantalah sebuah topeng di hadapan semua orang. Dan disaat pangeran Shibata Katsuie sekarat karena terluka parah setelah peperangan, akhirnya Dewi Akane memutuskan untuk berkorban dan memberikan batu kristal bunga jiwa miliknya untuk menyelamatkan pangeran Shibata Katsuie. Dewi Akane binasa dan meninggalkan pangeran Shibata Katsuie yang hidup dalam penuh penyesalan. Maka dari itu selama ribuan tahun pangeran Shibata Katsuie bermeditasi dan dia berubah menjadi naga bersisik putih yang hingga kini berada di goa langit malam."
Ucap Zhou bercerita sedikit tentang kisah Dewi Akane dan pangeran Shibata Katsuie.
Fujin terdiam selama beberapa saat mendengarkan ayahandanya. Semua kisah itu baginya juga tidak cukup asing untuknya. Dan ini terasa sangat aneh untuknya. Karena dia baru saja mendengar kisah ini untuk pertama kalinya.
Sepertinya aku sudah mengalami beberapa hal ketika aku terlempar di dalam dimensi itu. Tapi anehnya aku masih tidak mengingat apapun.
Batin Fujin masih berusaha untuk mengingat-ingat apa yang telah terjadi. Namun dia sama sekali tak bisa mengingat apapun.
"Kembalilah dan segera beristirahatlah, Fujin. Kamu sudah cukup lama bepergian." ucap Zhou yang sebenarnya terkadang cukup merasa tak tega melihat Fujin yang selalu bekerja keras.
"Baik, Ayahanda." sahut Fujin memberikan penghormatan dan segera meninggalkan aula utama.
Namun disaat melewati salah satu koridor istana, Fujin berpapasan dengan Yona yang sedang menggendong seekor anak anjing putih yang masih kecil. Wajahnya terlihat sangat berbinar disaat menggendong anak anajing itu.
"Kak Fujin. Senang melihat kakak sudah kembali lagi!" sapa Yona dengan sumringah.
Fujin masih saja terdiam dan malah memandangi anak anjing itu dengan tatapan curiga.
"Yona, sejak kapan kamu memiliki seekor anjing?" selidik Fujin.
"Aku menemukan Hoshi kembali di sekitar istana beberapa hari yang lalu, Kak. Aku sungguh sangat tidak menyangka Hoshi yang pernah aku temui 5 tahun yang lalu di kuil kekaisaran Nobubide dulu, kini bisa bertemu denganku lagi." ucap Yona penuh binar dan mulai mengusap lembut bulu putih anjing kecil yang dipanggil Hoshi oleh Yona.
Namun Fujin tak menjawabnya lagi, dia masih saja menatap anjing kecil itu penuh rasa curiga.
__ADS_1