
Usai mengalahkan seekor induk singa api, pemuda berpakaian serba kecoklatan itu berbalik sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Yona berdiri.
"Kamu ..."
Namun bukannya segera menerima uluran tangan dari pemuda yang tak lain dari Honshu, Yona masih saja menatapnya dengan sepasang mata yang masih membulat penuh kebingungan dan kecurigaan.
Saat itu dngan sangat jelas Yona melihat Hoshi kecilnya berubah menjadi sosok pangeran Honshu dari ras binatang. Hal ini tentu saja sangat mengejutkan Yona.
"Yona, apa kamu baik-baik saja?"
Karena Yona masih saja membeku, Honshu melayangkan sebuah pertanyaan dan segera membantu Yona berdiri dengan meraih tangan dan menopang tubuhnya.
"A-aku baik-baik saja. Tapi bagaimana mungkin kamu adalah Hoshi? Dan mengapa kamu melakukan semua ini?" tanya Yona yang mulai dipenuhi dengan beberapa pertanyaan yang membuatnya bingung dan tidak mengerti.
"Yona, aku akan menjelaskan semua padamu. Tapi tidak untuk saat ini. Saat ini yang terpenting adalah kita harus menyelesaikan semua ini terlebih dulu." ucap Honshu menatap sepasang manik-manik bening Yona begitu lekat.
Yona yang juga masih menatap lekat Honshu, kini mengangguk samar masih dengan ekspresi rumit. Masih antara rasa terkejut dan hampir tidak mempercayai kenyataan ini, jika Hoshi kecilnya adalah pangeran Honshu dari ras binatang yang cukup populer di ketiga dunia ini.
"Para binatang spiritual tingkat tinggi ini bukan hanya kuat. Namun mereka bisa kembali memulihkan diri setelah terluka. Mereka dikendalikan oleh sebuah energi negatif yang dikirimkan oleh seseorang. Aku akan membantu para prajurit untuk menyelesaikan mereka. Kamu ajaklah putri kelima untuk menyusul ibu suru di ruang bawah tanah!" ucap Honshu penuh harap Yona akan mematuhinya.
"Tapi ... aku juga ingin berjuang dan membantu." sergah Yona tidak setuju dengan Honshu.
"Heum. Aku paham. Kamu dan putri kelima Shirayuki berjagalah di sekitar ruang bawah tanah. Aku khawatir jika para binatang spiritual ini juga akan ada yang menerobos hingga memasuki tempat rahasia itu." kelakar Honshu.
Padahal Honshu sangat tau dan paham, jika mereka para binatang spiritual tingkat tinggi tidak akan mudah untuk mencapai tempat persembunyian itu. Karena akan ada penjagaan yang sangat ketat serta sebuah kekuatan yang cukup kuat untuk menahan mereka agar tidaj bisa memasukinya.
Namun Yona yang memang sudah cukup panik akibat penyerangan kali ini, rupanya melupakan semua itu dan dengan manis segera mengangguk dan mematuhi ucapan Honshu.
__ADS_1
"Berhati-hatilah ..." ucap Yona cukup mengkhawatirkan Honshu.
Menyadari Yona sedang mengkhawatirkan dirinya, Honshu tersenyum tipis dan mengangguk. Untuk sesaat dia melupakan rasa malu dan canggungnya saat Yona mendandaninya dengan penampilan lucu ketika dia menjadi Hoshi serta memeluk, mencium, atau mengusap bookongnya.
"Aku akan segera menyelesaikan semua ini dan tidak akan membuat kakak pertamamu kerepotan setelah dia datang nanti."
Lagi-lagi Yona mengangguk dan segera berlalu meninggalkan pelataran luar kekaasaran Fumio bersama Shirayuki. Kini Honshu berbalik dan mulai menghadapi seekor anak singa api yang sebelumnya dihadapi oleh Shirayuki.
Tepat sebelum anak singa api itu dalam kondisi membaik lagi, Honshu segera menyerap energi negatif milik anak singa api itu dengan batu penyerap energi negatif miliknya yang sebenarnya berbentuk cincin dan dipakai oleh Honshu.
Anak singa api itu terlihat lemas dan terjatuh kembali ketika energi pengendali negatif itu sudah menghilang dari tubuhnya. Namun dia mulai bangkit kembali, melihat beberapa lalu sang induk dibunuh begitu saja tentu saja membuatnya murka dan tidak mempedulikan jika dia harus melawan Pangeran ras binatang sekalipun.
GGGRRRR ...
RROOAARR ...
"Kalian semua pantas dihukum! Jangan salahkan aku jika menghabisi kalian semua! Tidak patuh padaku dan menyerang kekaisaran ayahanda sahabatku, maka aku akan menghukum kalian!!"
Tandas Honshu segera melesat untuk membantu para prajurit lainnya yang sedang menghadapi rubah ekor 6. Seperti sebelumnya, Honshu selalu menyerap energi negatif para binatang spiritual itu ketika mereka lengah, dan setelah itu atas usaha keras para prajurit mereka bisa mengalahkan satu persatu binatang spritual itu.
Empat berlalu, beberapa binatang spiritual tersisa dan kini mereka mulai menyadari jika mereka berhadapan dengan Pangeran ras binatang. Honshu yang sudah berhadapan dengan mereka kini memberikan kesempatan terakhir kepada mereka. Dia yang berada di barisan paling depan menatap nyalang kelima binatang spiritual tingkat tinggi yang tersisa.
"Siapa yang mengirim kalian untuk menyerang kekaisaran Fumio?!" tanya Honshu masih menengadahkan wajahnya menatap para binatang spiritual tingkat tinggi itu.
MEOOONGG ...
Kucing raksasa setinggi hampir 5 meter itu menunduk dan menjulurkan sesuatu untuk Honshu. Benda itu adalah sebuah benda yang hanya dimiliki oleh sebuah klan, yaitu klan iblis.
__ADS_1
Honshu seketika menyadari semua itu. Dia menggenggam kuat batu itu llau menengadahkan wajahnya menatap kucing raksasa itu.
"Pergilah. Dan jangan lagi mendatangi wilayah dimana kalian mendapatkan energi negatif ini. Jika tidak, mereka pasti akan menggunakan kalian lagi." titah Honshu sembati mengusap kepalah kucing raksasa itu.
Perilakunya manis seperti kucing pada umumnya, namun dia berukuran sangat besar dan bisa saja menelan manusia ataupun hewan lainnya.
MEOONGG ...
Kucing raksasa itu menjilat wajah Honshu dan segera berbalik meninggalkan kekaisaran Fumio bersama keempat binatang spiritual tingkat tinggi lainnya.
Honshu berbalik, dan kini di hadapannya sudah ada keluarga istana dan ratusan prajurit yang masih memegang senjata masing-masing. Mereka menatap rumit Honshu, seakan sedang menunggu penjelasan dari Honshu.
.
.
.
"Mereka dipengaruhi oleh energi negatif dan dikirimkan oleh klan iblis." jelas Honshu saat mereka semua berkumpul bersama di aula utama kekaisaran Fumio.
Namun sebenarnya ada juga beberapa prajurit yang sedang mendapatkan pengobatan dari para tabib istana. Karena banyak dari mereka yang mengalami luka cukup parah. Mereka yang berada di dalam aula utama ini adalah keluarga inti kekaisaran Fumio dan beberapa orang kepercayaan sang kaisar.
"Klan iblis sudah mulai menunjukkan taringnya, namun pergerakan mereka sangat tidak berani karena hanya menggunakan para binatang spiritual tingkat tinggi sebagai boneka mereka. Kami sangat beruntung karena pangeran Honshu berada disini dan bisa mengatasi semua ini." ucap Kaisar Zhou dengan bijak dan menatap lekat Honshu.
"Tapi ngomong-ngomong, mengapa pangeran Honshu dari ras binatang tiba-tiba saja berada di kekaisaran Fumio? Sejak kapan pangeran Honshu datang? Dan mengapa aku sendiri tidak mengetahui jika sedang mendapat kunjungan seperti ini?" imbuh kaisar Zhou menatap rumit Honshu.
Seketika Honshu mulai terlihat kebingungan untuk memberikan jawaban dari sang kaisar. Karena mereka semua pasti tak menyadari kedatangannya sebenarnya sudah cukup lama, dan selama ini dia malah menjadi piaraan putri keempat Yona.
__ADS_1