
Sang wasit akhirnya menobatkan Seta sebagai sang pemenang dari acara kedewasaan kota kuno Haru tahun ini. Seta mendapatkan apresiasi dari dari penyelenggara serta mendapatkan sebuah token spesial untuk bisa menjadi salah satu peserta murid akademi kekaisaran.
"Penerimaan murid baru kekaisaran Fumio akan segera dibuka. Datanglah ke kekaisaran Fumio dan tunjukkan token ini." ucap Fujin memberikan sebuah token khusus serta beberapa batu tukar dan koin emas.
"Terima kasih, Pangeran pertama Fujin! Aku pasti akan datang dan menjadi salah satu murid disana!" sahut Seta terlihat sangat berbinar dan ceria.
Acara kedewasaan di kota kuno Haru telah selesai dilangsungkan. Hingga akhirnya Fujin dan keempat adiknya memutuskan untuk segera kembali.
"Sungguh tidak mencerminkan putra dari seorang tetua yang selalu dihormati. Pemuda bernama Soujiro sudah sangat keterlaluan. Aku harap mereka tak melakukan hal buruk terhadap Seta." ucap Yona yang berada di dalam kereta kencana sambil mengusap-usap Honshi yang rupanya juga diajak Yona.
"Semoga saja seperti itu. Kasihan sekali jika dia harus bernasib malang. Sangat terlihat jika hampir semua orang tidak mendukungnya dan malah mengejeknya sebagai anak seorang pelaaacur. Huft ..." sahut Shirayuki yang berada di dalam kereta kencana juga.
"Aroma ini ... sangat tidak asing! Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres! Aku harus memeriksa dan menyelamatkannya!" batin Hoshi menggerak-gerakkan hidungnya dan menajamkan indra penciumannya.
Hoshi melompat dari pangkuan Yona dan tiba-tiba saja melesat keluar dari kereta kencana.
"Hoshi! Tunggu! Kamu mau pergi kemana? Ini masih sangat jauh dengan kekaisaran Fumio! Kamu bisa tersesat lagi!" dengan cepat Yona segera turun dari kereta kencana untuk mengejar Hoshi yang malah memasuki sebuah hutan.
Beberapa prajurit yang mengawal di belakang berusaha untuk menghentikan Yona, namun Yona malah menggunakan teknik miliknya untuk menghentikan para prajurit yang berusaha untuk menghalanginya.
"Kakak! Semuanya! Berhenti!" pekik Shirayuki menyibak kain keemasan penutup pintu kereta kencana.
Kereta kencana berhenti, begitu juga dengan ketiga pangeran yang memimpin di depan.
"Ada apa, Adik kelima Shirayuki?" tanya Hanbei yang mendatangi kereta kencana dengan kuda putihnya.
"Kakak keempat Yona mengejar Hoshi dan meninggalkan kereta kencana begitu saja." jawab Shirayuki panik.
"Pangeran, putri keempat Yona meningakan rombongan dan memasuki hutan terlarang ..." ucap seorang peajurit pengawal yang terjatuh terduduk dan tidak bisa bergerak karena serangan melumpuhkan dari Yona. Prajurit pengawal itu menuding ke arah sebuah hutan yang memiliki aura begitu gelap dan kelam
"Dasar bocah nakal itu!" geram Azai lalu melakukan sesuatu dengan jemarinya yang memancarkan cahaya putih, dan mulai menyalurkannya pada dada prajurit pengawal itu.
__ADS_1
"Kalian semua tetap disini! Aku akan menyusul dan mencari Yona! Xiao Yu, jaga adik-adikku!" Fujin yang sudah turun dari kuda segera meninggalkan mereka dan mulai memasuki hutan terlarang.
"Baik, Pangeran pertama Fujin."
.
.
.
"Hoshi! Hoshi! Kamu ada dimana? Kembalilah dan jangan nakal!" Yona berusaha untuk memanggil srigala kecil Hoshi di dalam hutan terlarang yang gelap dan memiliki aura kelam ini.
Bahkan tidak ada cahaya matahari yang bisa menembus memasuki hutan terlarang ini.
"Hoshi!! Kembalilah, Hoshi ..." Yona terus menyusuri hutan terlarang dan semakin memasuki ke dalamnya.
.
.
.
"Apa yang dilakukan bocah dan beberapa orang asing di dalam hutan terlarang ini? Jangan-jangan mereka memiliki niat buruk terhadap bocah bernama Seta itu. Aku harus bisa segera menemukannya!"
Gumam Honshu semakin mempercepat pergerakannya, hingga akhirnya Honshu berhasil menemukan mereka.
Terlihat seorang pemuda berpakaian hitam sudah tak berdaya dan dikepung oleh beberapa pria dewasa yang masih berusaha untuk menyiksanya. Salah satu pria dewasa itu kini mengayunkan sebuah pedang raksasa dan mengarahkannya pada pemuda yang tak lain adalah Seta.
"Aauuuuuuuwwww ... aaauuuwwwww ...."
Dengan cepat Honshu melolong diantara kedua tangannya dan menggema di sepanjang Hutan Terlarang ini. Dan hanya dalam hitungan detik beberapa siluman srigala bertubuh besar tingkat tinggi mulai berdatangan dan mengepung mereka semua.
__ADS_1
Dengan sangat brutal para siluman srigala bertubuh besar tingkat tinggi itu menyerang para pria dewasa hingga mencabik-cabik tubuhnya dan membuatnya mati mengenaskan. Srigala itu hanya menyisakan seorang pria yang kini sudah kehilangan salah satu tangannya dan sudah sangat lemah.
Disaat itu Honshu melompat dan mendarat di depan para srigala besar itu. Dia segera mendekati pria dewasa yang sudah sekarat itu dan memijak dada bidangnya.
"Si-siapa kamu?" tanya pria dewasa itu lemah.
"Siapa kalian dan mengapa ingin mencelakai Seta?!" bukannya menjawab, namun Honshu malah memberikan pertanyaan dan menatap tajam pria dewasa itu.
"Ka-kami hanya menjalankan tugas dari ..."
"Bicara yang tegas dan jelas!" pangkas Honshu semakin kuat memberikan tekanan ketika memijak dada pria itu hingga pria itu memuntahkan seteguk darah segar.
"Tetua kedua kota kuno Haru memerintahkan kami untuk mengakhiri pemuda yang sudah membuat putranya cacat itu. Ka-kami hanya melakukan sesuai dengan perintahnya saja ..." ucap pria berandalan itu.
"Ap-apa? Tetua kedua melakukan semua itu?" ucap Seta hampir saja tak bercaya.
"Be-benar. Aku tidak berbohong." sahut pria itu lagi.
"Baiklah. Siapapun tuanmu, aku hanya ingin sedikit mengirimkan hadiah untuknya melalui kamu." sahut Honshu segera melakukan sesuatu.
Jemarinya mulai melakukan sesuatu dengan gerakan yang cukup cepat. Ras binatang adalah ras yang memiliki kekuatan sihir cukup tinggi. Dan kali ini Honshu berusaha untuk mengirimkan sebuah kutukan sihir kecil untuk sang tuan dari para pria berandalan itu.
Setelah memberikan sebuah mantra sihir, Honshu mengalirkan sesuatu untuk pria itu melalui jemarinya yang ditekankan pada keningnya.
Pria itu memekik kesakitan sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
"Jangan khawatir, orang yang berniat untuk mencelakaimu akan segera mengungkap kesalahannya sendiri, jika tidak hidupnya tidak akan pernah tenang. Lebih baik tinggalkan Kota kuno Haru dan datangi kekaisaran Fumio! Tidak ada yang bisa kamu harapkan lagi dari tempat itu ..." ucap Honshu mengibaskan tangannya memerintahkan para siluman srigala tingkat tinggi itu untuk meninggalkan tempat ini.
Belum sempat Seta bertanya lebih atau mengucapkan terima kasih, kini mulai terdengar suara seorang gadis yang memanggil-manggil nama Hoshi. Dan seketika Honshu menjadi gelagapan setelah beberapa saat yang lalu bersikap keren bak seorang pahlawan.
"Jangan katakan kepada siapapun jika aku sudah menolongmu. Aku hanya penduduk setempat biasa yang kebetulan sedang mencari kayu bakar. Baiklah, aku harus pergi!" ucap Honshu melesat cepat dan menghilang begitu saja.
__ADS_1
"Penduduk setempat biasa yang hanya sedang mencari kayu bakar? Sepertinya dia sedang menyembunyikan sesuatu. Dia terlihat sangat keren dan bisa membuat siluman srigala tingkat tinggi tunduk padanya." gumam Seta dengan kening rumit.