The Sun Warrior

The Sun Warrior
Kekuatan Yang Bersatu


__ADS_3

Kenshin menyeringai kelam dan mengayunkan pedangnya hingga membuat angin kencang bertiup dengan debu-debu yang beterbangan begitu dasyat.


"Saika-Saika si pengkhianat!! Kamu juga harus dihukum olehku!! Berani sekali kamu mengkhianatiku dan melindungi Fujin!!"


Geramnya tanpa hati dan terlihat sangat murka. Padahal di hadapannya saat ini Nouhime baru saja meregang nyawa karena telah melindunginya. Namun Kenshin tidak menghiraukannya sama sekali.


Sementara Saika masih menangis dan memeluk Nouhime. Dia mengabaikan sekitarnya dan tidak peduli jika dia juga harus segera berakhir di tangan Kenshin. Hidupnya sudah sangat kacau dan berantakan. Dia juga merasa berdosa atas apa yang telah dia lakukan selama ini. Bahkan kini dia juga telah kehilangan ibu kandungnya.


Lara di dalam hatinya kini benar-benar membuatnya rapuh dan tidak berdaya. Dia bahkan juga sudah kehilangan semangatnya untuk tetap bertahan dan hidup. Karena di dalam tubuhnya juga sudah menyatu dengan racun kupu-kupu mematikan yang hanya bisa dikendalikan oleh Kenshin.


Gadis cantik yang selalu terlihat tegar, dingin dan kuat itu kini hanya bisa pasrah untuk menemui kematiannya.


"Rasakan ini Saika!! Kau adalah orang yang akan aku habisi lebih dulu!!"


Kali ini Kenshin menggerakkan jemarinya dan beberapa tombak ilusi mulai terbentuk dengan energinya kembali. Kenshin menyeringai dan mulai menggerakkan jemarinya untuk mengendalikan tombak ilusi itu.


Hingga dalam seketika puluhan tombak ilusi itu melesat kuat ke arah Saika. Sementara Saika masih saja mengabaikan semua itu dan memeluk erat Nouhime.


Disaat itu Fujin melesat cepat dan segera menciptakan sebuah perisai. Namun lagi-lagi yang tercipta adalah sebuah perisai kebiruan seperti perisai misterius yang tercipta beberapa saat yang lalu, dimana saat itu Fujin dan Saika sedang bersama.


Bahkan Fujin juga menyadari jika kalung berliontin kristal trigonal kebiruan milik Saika juha memancarkan aura yang serupa.


Puluhan tombak ilusi milik Kenshin tidak bisa menembus perisai tersebut. Mereka hancur melebur dan meninggalkan aura gelap yang begitu pekat.


Kenshin terlihat sangat murka karena serangannya gagal. Beberapa kali Kenshin berusaha menyerang kembali dengan cara yang sama. Namun lagi-lagi semua panah ilusi miliknya tidak bisa menembus perisai tersebut.


"Keluar dan hadapi aku!! Jangan hanya bisa bersembunyi seperti itu!!" tantang Kenshin sudah sangat murka. Bahkan dia kini dia sudah mengeluarkan pedang kematiannya lagi.


"Saika! Ikut bersamaku! Aku membutuhkan energimu untuk mengalahkan dia!" ucap Fujin masih berdiri dengan gagah membelakangi Saika yang masih duduk bersimpuh menemani jasad Nouhime.


"Energiku?" tanya Saika sungguh tidak mengerti mengala Fujin mengatakan hal tersebut.


"Dua energi yang saling berlawanan akan bersatu untuk mengalahkan Kenshin. Gunakan gabungan kedua energi itu untuk menyerang 1 titik lemahnya yang berada pada jantungnya! Energi dan elemen yang kamu miliki sangat berlawanan dengan energiku. Terbukti perisai yang kita hasilkan bisa menahannya. Jadi, mari kita coba lakukan bersama ..."

__ADS_1


Jelas Fujin sedikit menjelaskan kepada Saika.


Meskipun tidak terlalu memahaminya, namun Saika akan mempercayai Fujin sepenuhnya. Dia akan berusaha untuk menebus dosa-dosanya untuk mengalahkan Kenshin, meskipun harus mengorbankan dirinya sendiri.


"Baiklah. Mari kita lakukan bersama ..." sahut Saika memutuskan.


Dia segera membaringkan kembali jasad Nouhime dengan sangat pelan dan hati-hati.


"Ibu, istirahatlah dengan tenang." bisik Saika sambil memandangi wajah cantik wanita paruh baya itu, dan segera berdiri di dekat Fujin.


"Gunakan pedang pemotong jiwa milikmu! Alirkan kekuatan pelindung kalungmu pada pedang tesebut!" ucap Fujin mengistruksi.


"Baik. Aku paham, Pangeran Fujin." sahut Saika lirih dengan sepasang netra yang masih menatap tajam ke arah Kenshin yang masih nerusaha untuk menghancurkan perisai gabungan itu, namun sama sekali belum berhasil.


"Tetaplah berada di dalam perisai gabungan ini, sebelum aku memberikan instruksi penyerangan!" tandas Fujin yang sudah persiap dengan pedang langit pengumpul awan surga miliknya.


"Aku mengerti ..."


Setelah mendengar jawaban dari Saika, akhirnya Fujin melesat dan meninggalkan perisai gabungan tersebut.


SWOSSHH ...


Sebuah serangan brutal dari Kenshin saat dia melihat Fujin yang meninggalkan perisai yang tidak bisa dilewati olehnya, kini berhasil ditahan oleh Fujin.


Kedua pedang itu saling beradu dengan memacarkan aura yang berbeda. Kenshin kembali menyeringa kelam dan kembalienyerang dengan brutal.


Beberapa kali kedua pedang kuat itu saling beradu hingga dentingan nyaring terdengar dengan sangat jelas.


Fujin melompat tinggi ke udara dan kembali mengayunkan pedangnya disaat Kenshin lengah. Namun Kenshin masih sangat meremehkan, karena dia akan bisa menyembuhkan lukanya seperti sebelum-sebelumnya.


"SAIKA!! SEKARANG!!!"


Suara Fujin cukup mengejutkan Kenshin, dan semua itu sangat terlihat melalui ekspresi wajahnya. Namun disaat dia merubah arah serangannya, tiba-tiba saja dari arah belakang Saika melesat mengacungkan pedang pemotong jiwanya yang kali ini beraura kebiruan, sangat berbeda dengan aura yang biasanya dikeluarkan oleh pedang pemotong jiwa miliknya.

__ADS_1


JLEBB ...


JLEBBB ...


Kenshin terlambat menyadari serangan Saika, hingga akhirnya serangan Saika berhasil menghunus tepat pada bagian jantungnya, bagian terlemah Kenshin sejak dia terlahir di dunia fana ini. Dan disaat yang bersamaan Fujin juga telah berhasil menikam sebuah titik energi milik Kenshin.


Tubuh Kenshin mengalami syok hingga dia memuntahkan beberapa teguk darah segar. Sepasang matanya menatap tajam Saika dengan ekor matanya.


"Sa-Saika ... jangan merasa ba-hagia. Kamu juga akan segera ber-rakhir ..." ucapnya lirih sambil menggerakkan jemarinya.


"Dan kau ... di dunia selanjutnya, aku tidak akan pernah melepaskanmu ..." imbuhnya beralih menatal Fujin yang masih berada di hadapannya menahan pedangnya yang masih menikam tubuh Kenshin.


Tubuh Kenshin ambruk setelah Fujin dan Saika menarik pedang mereka. Tidak ada kesempatan untuknya memulihkan diri. Kenshin benar-benar sudah tak berdaya.


Dia menancapkan pedang kematiannya di tanah, dan segerumul asap pekat mulai tercipta mengelilingi mereka, membuat penglihatan mereka terhalang.


.


.


.


Fujin mengedarkan pandangannya dan masih siaga dengan pedang pegumpul awan surga miliknya. Namun saat ini dia berada di sebuah tempat yang cukup asing. Tempat ini tidak terlalu luas dan memiliki sebuah pohon dengan dedaunan berwarna ungu kehitaman. Langit di tempat ini juga berwarna keunguan gelap.


"Tempat apa ini?" gumam Fujin kembali mengedarkan pandangannya dan mulai menyusuri sebuah jalan setapak yang lebih terlihat terbentuk dari kaca dan es.


Di ujung jalan itu, terlihat seorang anak laki-laki yang sedang berdiri menghadap pohon itu dengan tatapan nanar seakan masih menyimpan sebuah harapan.


Fujin mengamati anak laki-laki itu dari kejauhan namun pada akhirnya dia memutuskan untuk mendekatinya. Namun pada langkah kedua, Fujin mendengar sebuah suara yang begitu jernih dan dekat ... seolah suara itu berasal dari pikirannya sendiri.


Fujin, kamu sedang berada di dalam tubuh dan pemikiran Kenshin. Anak laki-laki itu adalah salah satu bagian dari jiwa Kenshin yang menyimpan cinta, kasih, dan harapan. Jika ingin mengakhiri Kenshin sepenuhnya, maka akhiri anak kecil itu dengan pedang langit pengumpul awan surga milikmu dengan elemen apu abadi milikmu. Inti jiwanya akan menyatu dengan pohon abadi di hadapannya, dan dia akan terkurung disana.


Ucap suara itu cukup membuat Fujin menghentikan langkahnya.

__ADS_1


Mengakhiri anak kecil itu? Kenshin kecil yang berada di hadapan Fujin saat ini terlihat cukup manis dan membuat siapa saja tidak tega untuk mengakhirinya. Ditambah lagi dialah satu-satunya bagian dari Kenshin yang memiliki cinta dan kasih. Lalu bagaimana Fujin bisa tega mengakhirinya?


__ADS_2