The Sun Warrior

The Sun Warrior
Bertemu Dengan Honshu Dan Yona


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu ...


Amaterasu dan Lily membawa Fujin untuk ke pantai Hayama dan berakhir mengunjungi sebuah pasar sebagai hukuman untuk Fujin. Kedua wanita itu membeli cukup banyak benda dan juga kembang api. Dan semua itu Fujin yang membawakannya.


"Ayo, pilihlah pakaian dan barang apapun yang kamu inginkan, Cucuku Fujin. Jarang-jarang kamu bisa menemani nenek dan ibundamu untuk berjalan-jalan seperti ini." ucap Amaterasu bersemangat.


"Ananda tidak ingin apa-apa, Nenek." sahut Fujin terlihat tak berminat.


Namun tiba-tiba saja pandangannya mulai terfokuskan pada seorang pedagang yang menjual beberapa ramuan obat serta segala jenis racun dan senjata. Raut wajah Fujin seketika berbinar ketika melihatnya.


"Ananda ingin racun paling mematikan untuk memperkuat dan meningkatkan kekuatan ananda, Nenek." ucap Fujin tanpa sadar dan sukses mengejutkan Lily dan Amaterasu.


BUGGHH ...


Amaterasu memukul bahu lebar Fujin mendengarkan semua itu.


"Baru saja beberapa saat yang lalu semua orang mengkhawatirkan kamu karena teknik yang nenek berikan untukmu. Dan kini kamu ingin mengulanginya lagi? Apa kamu tidak tau seberapa cemasnya semua orang? Seberapa cemasnya ibundamu saat itu?! Setidaknya biarkan mereka bernafas dulu dengan dengan lega."


Ucap Amaterasu yang sebenarnya tak ingin jika sang cucu terlalu memaksakan diri. Karena jika terus saja menggunakan teknik itu secara berlebihan, maka akan membahayakan jiwa dan tubuh Fujin. Apalagi Fujin sudah terlalu banyak menggunakan racun aura bunga kematian beberapa saat yang lalu.


"Nenek berjanji akan mengajari teknik lain untukmu. Tapi kamu jangan terlalu sering menggunakan teknik kenkonversi racun! Apa kamu paham?" ucap Amaterasu menengadahkan wajahnya menatap sang cucu yang kini sudah tumbuh menjadi lebih tinggi darinya.


"Baik, Nenek. Ananda paham."


Lily tersenyum hangat dan menghampiri mereka berdua.


"Bagaimana jika kita kembali? Putraku Fujin terlihat sudah cukup lelah. Adik-adikmu juga pasti sudah menunggu."


"Baik, Ibunda."

__ADS_1


Fujin membantu Amaterasu dan Lily untuk naik ke atas kereta kencana. Lalu dia segera menaiki kuda putihnya dan berkuda di depan kereta kencana. Seorang kusir juga sudah mulai menjalankan kereta kencana itu. Beberapa prajurit juga ada di belakang kereta kencana itu untuk mengawal.


Setelah 1 jam melakukan perjalanan, mereka melewati sebuah pedesaan kecil dan melewati pinggiran sebuah tebing. Fujin yang berada di depan tak sengaja melihat ke arah bawah tebing bebatuan yang berbentuk seperti sebuah turunan yang cukup dalam.


Dia melihat sosok yang sangat dikenalinya sedang digendong belakang oleh seorang pemuda berpakaian serba coklat melompati bebatuan demi bebatuan itu.


"Yona ..." gumam Fujin spontan terlihat khawatir dan mengira jika Yona sedang diculik dan dibawa kabur oleh orang asing. Karena Fujin tak melihat wajah pemuda itu dengan jelas.


Hingga akhirnya Fujin berniat untuk segera menghentikan mereka. Fujin menarik pacuan kudanya dengan lebih cepat dan meninggalkan rombongannya begitu saja. Setelah berada di jarak yang lebih dekat, Fujin mengalirkan chakra miliknya pada tangan kanannya dan menghempaskan ke arah pemuda itu.


SREETT ...


Sebuah tali api berwarna jingga menyala melesat jauh dan sangat kuat dan hampir mengenai pemuda itu. Namun rupanya pemuda itu menyadari serangan dari Fujin, hingga akhirnya dia melompat ke sisi lainnya untuk menghindari tali api milik Fujin.


Pemuda itu terus melompat dan akhirnya sampai di atas tebing. Mereka mendarat tepat di hadapan Fujin yang berjarak sekitar 10 meter. Dan disaat itulah mereka saling menyadari satu sama lain. Pemuda itu juga menurunkan gadis yang selama beberapa saat yang lalu digendongnya karena kakinya terluka.


"Pangeran pertama Fujin." gumam pemuda yang tak lain adalah Honshu cukup terkejut saat menyadari seseorang yang berusaha menyerangnya ternyata adalah Fujin.


"Pangeran Honshu, Yona! Apa yang sedang kalian lakukan di dasar tebing itu? Dan mengapa pangeran Honshu menggendongmu, Yona?" tanya Fujin penuh selidik.


"Pangeran Honshu? Jadi dia adalah pangeran Honshu dari ras binatang?"


Bukannya menjawab pertanyaan Fujin, Yona malah berbalik bertanya saking terkejutnya.


"Benar. Aku adalah Honshu." jawab Honshu mengakui dirinya dengan kikuk. "Pangeran pertama Fujin. Aku tidak sengaja berada di sekitar wilayah ini, dan kebetulan aku melihat putri keempat Yona terjatuh terpeleset ke dasar tebing, jadi aku ..." ucap Honshu menggantung karena tiba-tiba Yona memangkasnya.


"Pangeran Honshu hanya menolongku, Kak Fujin. Dan dia menggendongku karena kakiku terkilir dan aku tidak bisa berjalan." pangkas Yona karena khawatir Fujin akan memarahi Honshu soal hal ini.


Fujin terdiam selama beberapa saat dan beralih menatap Honshu.

__ADS_1


"Maafkan aku karena tiba-tiba menyerangmu, Pangeran Honshu. Aku berpikir jika kamu adalah orang asing yang berniat untuk mencelakai Yona. Terlebih kalian berada di wilayah yang cukup jauh dari kekaisaran Fumio, dan Yona juga tanpa pengawalan. Hingga membuatku berpikir terlalu jauh dan sangat mengkhawatirkan Yona." ucap Fujin menautkan kedua tangannya.


Namun Honshu juga segera menautkan kedua tangannya.


"Aku juga minta maaf karena tidak bisa menyelamatkan putri keempat Yona dengan baik, bahkan hingga putri keempat Yona malah terluka." ucap Honshu juga merasa bersalah.


"Ini bukan salahmu. Justru karena ada kamu, aku selamat hari ini. Terima kasih, Pangeran Honshu." ucap Yona mendadak menjadi sopan dan menautkan kedua tangannya, karena kini dia baru saja menyadari jika sedang berhadapan dengan seorang pangeran juga.


Honshu hanya tersenyum kaku dan mengusap tengkuknya menatap Yona.


"Tapi ngomong-ngomong ... mengapa kamu bisa berpisah dari para prajurit yang mengawalmu, Yona? Dimana mereka? Dan tumben sekali kamu tidak mengajak Hoshi?"


Tanya Fujin merasa ada yang janggal. Karena semenjak Yona menemukan Hoshi, dia akan selalu membawa Hoshi kemanapun dia pergi.


Mendengar pertanyaan Fujin seketika membuat Honshu gelagapan, namun dia segera mencari alasan dan berpamitan.


"Pangeran pertama Fujin, putri keempat Yona. Sepertinya aku harus segera pergi, karena ada sesuatu yang harus aku aku lakukan. Sampai jumpa kembali!" ucap Honshu menautkan kedua tangannya dan segera melesat pergi meninggalkan mereka.


Kereta kencana yang dinaiki oleh Amaterasu dan Lily kini sudah berhasil menyusul Fujin dan mulai terlihat mendekat.


"Yona, masuklah. Di dalam ada nenek dan ibunda. Kita harus segera kembali." ucap Fujin datar seperti biasanya.


"Tap-tapi, Kak ... aku harus menjemput Hoshi dulu. Dia bersama para prajurit yang mengawalku. Tunggu sebentar ..." ucap Yona malah berlari ke arah berlainan untuk menyusul para prajurit yang mengawalnya.


"Yona!" terdengar Fujin yang berusaha untuk memanggil dan menghentikan Yona, namun Yona tak menghiraukannya dan masih terus saja berlari.


Namun baru saja berniat untuk menyusul para prajurit pengawalnya, Yona sudah mereka yang datang dengan salah satu prajurit yang menggendong Hoshi.


Dengan wajah berbinar, Yona segera merebut Hoshi dari prajurit itu.

__ADS_1


"Putri keempat Yona, apa tuan putri baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja! Terima kasih karena sudah menjaga Hoshi. Aku akan memberikan bonus batu artefak tingkat tinggi untukmu setelah kita kembali." ucap Yona berbalik sambil menggendong Hoshi dan membawanya untuk menyusul Fujin.


__ADS_2