The Sun Warrior

The Sun Warrior
Bertemu Kembali ...


__ADS_3

Kemenangan berhasil diraih oleh Fujin dan ketiga dunia saat mengalahkan klan iblis. Namun para klan iblis tidak sepenuhnya berakhir. Para wanita dan anak kecil yang sebelumnya tidak ikut berperang dan tinggal di Jurang Lautan Arwah kini ditahan dan dipenjarakan di penjara bawah tanah kekaisaran Nobuhide untuk sementara waktu. Karena kekaisaran tersebutlah yang paling dekat dengan Jurang Lautan Arwah.


Namun Fujin memutuskan untuk mengunjungi kekaisaran Nobuhide dan menemui sang Kaisar Toshie yang memimpin wilayah tersebut untuk membebaskan para wanita dan anak kecil dari klan iblis yang tersisa.


Pada awalnya kekaisaran Nobuhide maupun kekaisaran lainnya merasa sangat keberatan dan menentang keras dengan permintaan Fujin. Karena biar bagaimanapun mereka dianggap adalah bagian dari klan iblis dan sudah ikut berkontribusi bersama klan iblis. Dan mereka juga harus dihukum dan dibinasakan! Seperti itulah pemikiran mereka.


Namun pada akhirnya Fujin menjaminnya dengan menggunakan dirinya. Dia sendiri yang akan mengakhiri sisa dari klan iblis jika memang mereka berbahaya. Dan Fujin juga akan menghukum dirinya sendiri dengan cambukan petir ras langit jika hal tersebut memang terjadi.


Cambukan petir ras Dewa Langit adalah sebuah hukuman yang sangat dasyat dan akan membuat mereka yang terkena hukuman tersebut akan terluka parah serta tidak akan bisa menggunakan kekuatan spiritualnya dalam satu pekan. Untuk pulih juga membutuhkan waku yang cukup lama. Dan semua orang mengetahui tersebut.


Hingga pada akhirnya karena nelihat tekad dan kegigihan Fujin, kaisar Toshie Nobuhide melepaskan para klan iblis yang masih tersisa. Namun mereka tidak mengijinkannya untuk tetap tinggal di wilayah Nobuhide. Hingga pada akhirnya Fujin mengajak mereka untuk pergi ke kekaisaran Fumio. Karena kaisar Zhou juga sudah mempertimbangkan semuanya dan mengijinkan Fujin untuk melakukan hal tersebut.


Mereka adalah para wanita lemah, para wanita tua yang sudah tidak berdaya, serta para anak kecil yang masih sangat polos. Dan selama ini mereka sama sekali tidak ikut berkontribusi penuh dalam bembantaian yang telah dilakukan oleh para klan iblis. Begitulah pikir Fujin maupun kaisar Zhou. Sehingga mereka tidak pantas untuk dihukum atau dibinasakan.


...⚜⚜⚜...


Sementara itu di kekaisaran Itsuki.


Saika masih terbaring dan belum sadarkan diri selama 5 hari. Racun kupu-kupu yang selama ini bersarang di dalam tubuhnya, serta luka di tubuhnya membuat vitalitas tubuhnya menurun drastis. Meskipun kondisinya sudah lebih membaik, namun pada kenyataannya dia masih belum mendapatkan kesadarannya kembali.

__ADS_1


Kaisar Yaoyao memberikan perawatan dan pengobatan terbaik. Meskipun dia baru saja berkabung setelah kematian sang istri-Nouhime, namun dia sudah berjanji akan menjaga dan merawat Saika seperti putrinya sendiri.


Yeap, meskipun Saika adalah salah satu dari klan iblis dan semua orang sudah mewanti-wanti untuk memberikan hukumannya setelah dia sadar nanti. Namun kaisar Yaoyao dan Fujin berjanji akan melindunginya serya memberikan keringanan untuk Saika. Karena biar bagaimanapun Saika juga ikut berkontribusi dalam membantu ketiga dunia untuk melenyapkan Kenshin.


Naru, seorang anak laki-laki yang sudah terbiasa menemani Saika diijinkan untuk tetap bersama dan menjaga Saika. Hingga akhirnya tepat dihari keenam Saika mulai membuka matanya kembali. Dan Naru adalah orang pertama yang dilihatnya.


"Kakak Saika. Hiks ... akhirnya kamu sudah sadar kembali. Hiks ... aku takut sekali jika kakak juga akan pergi dan tidak membuka mata kakak kembali. Hiks ..." Naru memeluk tubuh Saika yang masih terbaring dan kembali menangis.


"Naru, maaf sudah membuatmu khawatir." tanya Saika lirih.


Anak kecil itu hanya mengangguk dalam isak tangisnya dan kini mulai membantu Saika yang ingin merubah posisinya untuk duduk.


"Sudah 6 hari kakak Saika tidak sadar. Peperangan sudah berakhir. Pangeran Kenshin, kakak Nakai dan paman Nakai semua sudah tiada, Kak ... dan kini kita sedang berada di kekaisaran Itsuki." jelas Naru mengusap sisa air matanya, namun matanya masih terlihat sangat memerah.


"Jangan bersedih. Kakak masih ada disini dan akan menemanimu, Naru." hibur Saika mengusap lembut kepala Naru. "Lalu, dimana nenek Gu?"


Naru kembali menangis karena mengingat nasib para klan iblis yang masih tersisa, "Nenek Gu bersama yang lainnya sedang menuju kekaisaran Fumio. Pangeran pertama Fujin dari kekaisaran Fumio telah menjamin mereka dan melindungi mereka hingga mereka dibebaskan dari penjara bawah tanah serta hukuman mati."


"Pangeran Fujin ..." gumam Saika lirih.

__ADS_1


Sebuah senyuman samar kini terlukis samar menghiasi wajah pucatnya. Saika merasa sangat lega ketika mendengar semua itu, karena Fujin sudah mengambil langkah dan tindakan untuk melindungi orang yang selama ini membersamainya ketika dia sedang terjebak bersama klan iblis.


Bahkan Fujin juga sudah menyelamatkannya dan membebaskannya dari racun kupu-kupu yang selama ini selalu menyegel dirinya dan membuatnya terjebak bersama para klan iblis.


"Syukurlah kamu sudah pulih, Putri Saika."


Sebuah bariton suara seorang pemuda yang terdengar begitu jernih kini terdengar dan membuat Saika dan Naru beralih menatap sang pemilik suara.


Terlihat seorang pemuda tampan dengan jubah lapis kemerahannya sudah berdiri di ambang pintu, dan kini dia mulai melenggang dengan langkah lebarnya nan gagah memasuki kamar ini.


"Naru, tolong buatkan kakak obat pereda nyeri terlebih dulu dengan tanaman herbal. Mintalah obat herbal itu kepada tabib istana. Apa kamu mengerti, Naru?" pinta Saika menatap anak laki-laki itu. Dan sebenarnya Saika hanya tidak ingin Naru berada di tempat ini ketika Fujin mengunjunginya.


Masih ada cukup banyak hal yang harus diluruskan bersama Fujin. Terutama dirinya yang sebelumnya adalah salah satu bagian dari klan iblis yang cukup banyak berkontribusi.


"Baik, Kakak Saika." Naru dengan patuh segera berlalu. Dia juga sempat memberikan salam penghormatan untuk Fujin sebelum meninggalkan kamar ini.


Merasa aneh, sangat bersalah, dan penuh dosa ... itulah yang sedang Saika rasakan selama ini. Sangat berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Fujin saat ini. Dia sangat merasa lega dan beruntung karena masih bisa melihat sepasang mata bening Saika kembali.


Rasa takutnya di masa lalu ... tentu saja tak ingin dia rasakan kembali di kehidupan saat ini. Keterlambatan untuk menyadari sesuatu yang sangat berarti di kehidupannya, serta kehilangan seseorang yang sangat mencintai dirinya tentu saja sangat menyiksa dirinya. Cinta yang hadir terlambat saat itu, dan hati yang terlambat menyadarinya saat itu ... sungguh menjadi sebuah penyesalan seumur hidup bagi pangeran Shibata Katsui.

__ADS_1


Pandangan Saika dan Fujin masih saling bertaut dalam selama beberapa saat, seolah sedang menahan gejolak di dalam hati masing-masing. Tanpa ada kata yang terucap dan hanya mata yang seakan sedang berbicara dan saling menyapa dalam.


__ADS_2