
Yona yang masih menggendong Hoshi kembali mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan pemuda berpakaian serba coklat dengan pengikat kepala itu. Namun dia masih saja tak menemukan keberadaannya di sekitar.
"Dia ada dimana? Pemuda yang baru saja menyelamatkan aku beberapa saat yang lalu ada dimana?" guman Yona kebingungan dan masih berusaha untuk menemukan keberadaan Honshu.
Huft ... disaat aku menjadi diriku kamu malah mencari Hoshi kecilmu. Tapi disaat aku menjadi Hoshi, kamu malah mencari keberadaanku. Lalu apa yang harus aku lakukan saat ini? Apakah aku harus merubah diriku lagi? Huft ...
Batin Honshu menghela nafas panjang.
"Hoshi, apa kamu tau? Jika penyelamatku juga mengenakan beberapa benda dari ras binatang. Aura yang dipancarkan oleh benda-benda itu terlihat sama dengan hadiah-hadiah yang diberikan oleh pangeran Honshu untukku saat itu. Hanya saja saat itu aku belum pernah bertemu secara langsung dengannya. Aku bahkan belum mengucapkan terima kasih untuknya saat itu." ucap Yona mulai teringat oleh sosok pemuda berpakaian serba coklat itu kembali.
"Hoshi, apakah jangan-jangan penyelamatku tadi adalah pangeran Honshu dari ras binatang? Bagaimana menurutmu?" imbuh Yona mulai berpikiran ke arah sana sambil menggendong Hoshi dan menghadapkan padanya.
"Hhm ... apakah karena hal itu yang membuatnya terlihat sangat familiar ya? Huft ... andai saja aku bisa bertemu dengannya kembali."
Gumam Yona menurunkan Hoshi di atas pangkuannya lalu mengusap-usap lembut bulu putih Hoshi.
Huft ... Yona-Yona! Baiklah aku akan berubah sekali lagi untukmu jika kamu menginginkannya.
Batin Honshu tak ada pilihan lain. Hingga akhirnya Hoshi melompat dari pangkuan Yona dan berlari menjauh dari Yona. Hal itu tentu saja membuat Yona terkejut, namun dia juga segera mengejar Hoshi.
"Hoshi, tunggu! Jangan pergi lagi!" pekiknya sambil terus berlari mengejar Hoshi yang berlarian di tepian sungai.
Namun pergerakan Hoshi lebih cepat dan membuat Yona kehilangan jejak kembali.
"Hoshi!! Dimana kamu? Hoshi ..." Yona terus saja memanggil Hoshi dan masih berusaha untuk mencarinya di pinggiran sebuah sungai.
Namun karena terburu-buru dan kurang berhati-hati, akhirnya Yona malah terpeleset ketika menginjak sebuah batu di pinggiran sungai yang cukup licin.
"Aaakkhh ..." pekik Yona terkejut.
Dia berusaha untuk menyelamatkan dirinya sendiri, namun sudah tak sempat lagi dan sudah hampir tercebur ke dalam sungai berarus kuat itu.
GREEPP ...
Namun tiba-tiba saja ada yang meraih tangannya dan menariknya ke arahnya hingga membuat Yona terjatuh ke dalam pelukan seseorang. Dan salah satu tangan pemuda itu menahan punggung Yona.
__ADS_1
Dan rupanya lagi-lagi Honsu sudah datang untuk menyelamatkannya.
Tingkat ilmu dan kekuatan spiritualnya sebenarnya cukup tinggi dan bukanlah seorang pemula. Namun mengapa dia selalu saja ceroboh dan tidak mengamati sekitarnya dengan baik? Bahkan saat itu Yona terkena racun es dari suku Ainu. Benar-benar gadis yang sangat ceroboh. Huft ...
Batin Honshu masih menatap lekat Yona yang juga masih saja menatapnya dalam, antara terkejut dan kembali bingung karena kehadiran pemuda berpakaian serba coklat secara tiba-tiba itu.
"Kamu ..." gumam Yona masih dengan posisi tubuhnya yang ditahan oleh Honshu di atas sebuah batu kali.
"Mengapa kamu selalu saja ceroboh? Hari ini sudah dua kali kamu hampir terjatuh. Bagaimana jika tidak ada yang menyelamatkanmu?" ucap Honshu memasang raut kesal.
"Aku hanya mencemaskan Hoshi. Dia menghilang lagi dan aku tidak bisa menemukannya." sahut Yona terlihat murung.
Mendengar jawaban Yona, Honshu menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan berkata,
"Tidak bisakah kamu tidak mengkhawatirkan srigala kecil itu lagi? Dia itu sangat kuat. Dan dia akan selalu aman. Semua binatang bahkan akan takut padanya." ucap Honshu bermaksud agar Yona tidak terlalu mengkhawatirkan Hoshi lagi.
"Kuat apanya? Hoshi masih sangat kecil dan muda. Bahkan saat itu kakinya terluka dan dia tidak bisa berjalan." elak Yona tidak sependapat dengan Honshu.
Honshu terlihat memutar bola matanya dengan malas.
"Kejadian itu tentu saja sangat berbeda. Saat itu dia sedang ..." ucap Honshu segera menghentikan ucapannya karena khawatir jika Yona akan mencurigai dirinya.
Untuk beberapa detik Honshu terlihat gelagapan, namun dia segera mengalihkan perbincangan mereka.
"Aku melihat Hoshi kecilmu sudah menaiki tebing dan sudah hampir bertemu dengan pengawalmu. Kamu tenang saja! Dia akan aman bersama pengawalmu kok." ucap Honshu sedikit melebarkan matanya menatap Yona.
"Benarkah itu?"
"Ya! Jadi sebaiknya kita juga harus segera kembali!" ucap Honshu mulai melepaskan Yona dengan hati-hatilalu mulai berbalik dan melenggang.
Namun baru melangkah dua langkah saja Yona merasakan kakinya yang sakit, hingga dia berhenti kembali.
"Akkh ..." pekik Yona meringis.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Honshu kembali berbalik.
"Kakiku sakit. Sepertinya terkilir." sahut Yona seadanya.
"Duduklah. Aku akan memeriksanya."
Tanpa berpikir panjang akhirnya Yona segera duduk di atas batu itu. Sementara Honshu segera duduk bersimpuh di hadapan Yona dan mulai memeriksanya.
Setelah mengetahui penyebabya, akhirnya Honshu segera mengalirkan chakra miliknya pada kaki kiri Yona yang terkilir. Tak butuh waktu lama untuk proses penyembuhan. Hingga akhirnya Honshu mulai menghentikan proses penyembuhan itu.
"Sudah. Kakimu hanya sedikit terkilir. Dan aku sudah menyembuhkannya. Ayo kita kembali!" ucap Honshu lalu segera bangkit dari duduknya.
Rasa sakit pada kaki Yona sebenarnya sudah berkurang, namun itu membuatnya sedikit lebih lambat berjalan. Hingga akhirnya Honshu berinisiatif untuk melakukan seauatu. Honshu segera jongkok di hadapan Yona.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Yona bukannya tak mengerti maksud Honshu, namun dia merasa sangat aneh jika harus digendong oleh pemuda yang baru saja ditemuinya itu. Bahkan sampai sekarang Yona belum mengetahui namanya.
"Naiklah! Biar bagaimanapun kita harus sampai di atas tebing. Dengan kakimu yang masih belum pulih sepenuhnya, untuk naik ke atas tebing akan sangat mustahil untuk dilakukan olehmu." ucap Honshu seadanya.
Dengan mengerucutkan bibir tipisnya akhirnya Yona mendekati Honshu dan memeluk tubuh Honshu dari belakang, lalu melingkarkan kedua tangannya pada leher Honshu.
Honshu yang tidak sengaja saat melihat Yona mengenakan gelang giok kehijauan pemberian darinya, mulai mengukir senuah senyuman tipis. Lalu dia mulai melompat tinggi melewati bebatuan dan ranting-ranting pepohonan.
Dia terus melompat dari satu tempat le tempat yang lainnya untuk mencapai tebing atas.
"Kamu bersikap tidak formal kepadaku. Apa kamu tau siapa aku?" tanya Yona di tengah-tengah perjalanannya bersama Honshu menuju tebing atas.
"Tentu saja, kamu adalah putri keempat kekaisaran Fumio-Yona. Benar begitu bukan?" sahut Honshu tanpa mengurangi fokusnya untuk melompati setiap bebatuan tebing itu.
"Darimana kamu tau? Apa kamu sengaja mengincar dan mendekatiku?"
"Cckk ... untuk apa aku melakukan semua itu? Aku paling tidak suka mengejar wanita." sahut Honshu tersenyum miring.
Jawaban Honshu membuat Yona kembali merajut sepasang alis indahnya. Namun akhirnya dia mulai teringat oleh sesuatu hal yang ingin ditanyakan kepada Honshu.
"Tunggu-tunggu! Apakah kamu adalah pangeran Honshu dari ras binatang?" tanya Yona sangat ingin tau.
__ADS_1
Pertanyaan Yona belum sempat dijawab oleh Honshu, karena tiba-tiba saja sebuah tali api melesat dan hampir saja mencelakai Honshu.
SRRETTT ...