The Sun Warrior

The Sun Warrior
Mimpi Saika


__ADS_3

Note : Sebelumnya author ingin meminta maaf ya. Jika penulisan seperti monolog di dalam hati, kata dan bahasa asing agak berbeda. Kerena setelah upgrade versi terbaru, author tidak bisa membuat efek tulisan miring atau tebal. Semoga segera ada pembaharuan dan perbaikan lagi ke depannya ya. 🤧🙏


...🍁🍁🍁...


Fujin berusaha untuk mendekati dan mengejar aura negatif tersebut hingga meninggalkan paviliun dimana dia bermalam bersama dengan keempat saudaranya.


Hingga akhirnya Fujin mulai melihat seorang pemuda yang memasuki sebuah hutan dan menemui seseorang dengan aura kelam itu. Pemuda itu menerima sebuah botol kecil dari orang tersebut. Dan kemudian membawa pemuda itu pergi bersama dengannya.


Fujin berniat untuk kembali mengejarnya, namun kedua sosok itu sudah menghilang begitu saja. Namun disaat dia memutuskan untuk kembali, dia malah melihat seorang pria bercaping dan berpakaian serba hitam sedang melewati hutan dan memberikan makanan untuk beberapa kelinci liar.


Fujin mengamatinya dari kejauhan untuk mencari tau sosok tersebut. Sebuah fikiran dan ingatan mulai terbesit olehnya.


"Apakah dia adalah gadis itu? Bagian dari sekte iblis? Dan gadis yang selalu dicari oleh Ibu Ratu Nouhime? Sebenarnya aku sangat berharap agar pemikiranku salah, namun saat melihat kalung itu ... aku yakin jika kalung miliknya adalah terbuat dari sebuah artefak tingkat tinggi dan juga berasal dari benua kelas tinggi. Aku ... harus memastikannya kembali dan mencari tau tentang dia!"


Gumam Fujin mengalirkan chakra miliknya dan menciptakan sebuah tali api untuk menangkap sosok itu. Namun rupanya sosok itu menyadarinya. Dia segera melompat tinggi untuk menghindari tali api milik Fujin.


Sepasang mata kecoklatannya menatap tajam Fujin dari kejauhan dan dia kini dia bersiap dengan pedang pemotong jiwa miliknya. Dengan cepat sosok bercaping itu segera melesat dan mengayunkan pedang pemotong jiwa itu.


Fujin yang masih menggunakan tali api kini merentangkan dengan kedua tangannya dan menahan serangan sosok bercaping itu ketika pedang pemotong jiwa itu sudah berada beberapa inchi saja dari wajah Fujin.


Pandangan netra mereka saling bertemu selama beberapa saat dan merasa saling familiar. Namun angin malam yang bertiup cukup kencang dan dingin menerbangkan kain penutup wajah sosok bercaping itu dan kembali membuat Fujin melihat kalung berliontin kristal trigonal berwarna kebiruan itu.


Dan kali ini Fujin merasa semakin yakin jika sosok di hadapannya itu adalah Saika. Seorang putri yang selama ini selalu dicari oleh Ibu Ratu Nouhime dari kekaisaran Itsuki.


"Tidak salah lagi. Seharusnya memang dia adalah putri Saika!" batin Fujin masih menatap lekat kalung itu.


"Nona! Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Mari akhiri pertempuran ini dan berbincang sebentar!" ucap Fujin kembali menatap sepasang mata sosok bercaping dan masih menahan serangannya dengan tali api miliknya.

__ADS_1


Mendengar ucapan Fujin, setetika membuat sepasang manik-manik sosok bercaping itu membulat sempurna.


"Nona? Jadi dia sudah mengetahui identitas rahasiaku? Tapi ... sejak kapan? Ini tidak benar dan sangat berbahaya! Aku harus mengalahkannya! Jika tidak akan membahayakan semua sekte iblis!" batin Saika malah semakin kuat memberikan tekanan pada pedang pemotong jiwa miliknya untuk menyerang Fujin.


"Nona, berhentilah dan mari berbincang!" ucap Fujin yang juga semakin memperkuat pertahanannya.


Saika tak menjawabnya. Dan kini dia malah mundur beberapa langkah, dan dengan cepat segera mengayunkan pedang pemotong jiwanya dan memberikan sebuah tebasan vertikal yang begitu kuat.


Namun pergerakan Fujin lebih cepat, dia menggunakan tali api miliknya untuk melilit pedang pemotong jiwa dan menghempaskannya hingga terjatuh di dekat sebuah pohon besar.


Lagi-lagi angin malam yang berhembus cukup kencang dan dingin membuat kain hitam penutup wajah Saika terjatuh hingga wajah ayunya kini mulai terlihat.


"Nona, Ibu Ratu Nouhime selalu menunggumu selama 19 tahun ini. Pergi dan temuilah beliau di kekaisaran Itsuki ..." ucap Fujin menurunkan egonya untuk menangkap Saika sebagai salah satu klan Iblis, karena mengingat kerinduan seorang ibu yang merindukan putri dan putranya.


"DIAM!! Jangan sebut namanya di hadapanku! Dia sudah membuangku! Dia sama sekali tidak pernah menginginkanku!" dengan emosi yang sudah meluap-luap akhirnya Saika berkata dengan penuh kebencian.


Belum sempat Fujin menyelesaikan ucapannya dengan sempurna, tiba-tiba saja ada seorang pemuda yang tiba-tiba muncul. Dia meraih tangan Saika dan membawanya menghilang begitu saja.



.


.


.


"Neji, apa yang kamu lakukan? Mengapa tiba-tiba saja datang menyusulku?"

__ADS_1


Tanya Saika ketika mereka sudah berada di tempat yang cukup jauh dari Fujin.


"Pemuda itu sangat kuat! Kamu tidak akan menang jika melawannya! Sebaiknya menghindari seseorang yang akan membahayakan kita!" ucap Neji mulai duduk dan mengeluarkan sebotol sake yang baru saja dibelinya dari sebuah pedesaan lalu mulai menikmatinya.


"Apa kamu mengenal dan mengetahui pemuda itu?" tanya Saika duduk di seberang Neji.


"Aku hanya melihat ketrampilan dan energinya saja."


Neji menggeleng dan menikmati sake itu kembali. Dia juga menuangkan untuk Saika, namun Saika segera menyodorkannya kembali. Saika kembali bangkit dari tempat duduknya dan memandangi langit yang berhiaskan bintang.


"Jadi Neji tidak mengenali pangeran Fujin? Tapi ... sebenarnya apa yang ingin pangeran Fujin katakan padaku? Mengapa dia membela wanita bernama Nouhime itu? Bahkan ibu juga terlihat begitu menghormati wanita itu? Apakah sesuatu telah terjadi di masa lalu? Sepertinya ... aku harus mencari tau sendiri!"


Batin Saika bersandar di dinding kayu dan memadangi langit malam itu.


Derap langkah yang pelan dan tidak beraturan terdengar semakin mendekati Saika. Dan tiba-tiba saja Neji sudah merangkul Saika dari belakang dengan wajah yang sudah memerah karena mabuk.


"Saika-Saika. Bagaimana jika kita bersenang-senang malam ini? Jangan hanya mencari para siluman saja! Namun carilah kenikmatan dan kebahagiaan dunia juga. Bagaimana jika aku mengajarimu sedikit? Hhm?"


Ucap Neji si pecinta wanita yang mulai kehilangan akal sehat serta kesadarannya. Dia menurunkan tangannya dan melingkarkan kedua tangannya berusaha untuk memeluk Saika dari belakang.


Namun Saika segera melakukan sesuatu dengan jemarinya, dan mengarahkan jemarinya yang memancarkan sebuah cahaya pada kening Neji hingga membuat Neji tertidur. Setelah itu Saika membawanya pada pembaringan.


"Tidurlah! Aku akan membuatkan sup pereda mabuk untukmu esok!" gumamnya lirih dan kembali meninggalkan Neji.


Saika kembali membuka pintu kayu dan berdiri di pinggiran pintu tersebut. Dia kembali memandangi langit dan menyilangkan kedua tangannya. Entah mengapa dia kembali teringat dengan sebuah mimpi yang beberapa kali dialaminya akhir-akhir ini. Mimpi yang selalu sama yang terkadang membuatnya bingung dan tidak mengerti.


"Aku merasa jika ada seorang pemuda yang selalu menantikanku. Tapi aku sama sekali tidak tau siapa dia? Di dalam mimpi aku mendengar dia berkata, jika dia akan terus menungguku. Dan dia akan menemukanku entah itu di dunia sekarang atau selanjutnya ..." gumamnya menatap nanar langit malam itu.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2