
Hari demi hari berlalu, keadaan Yona juga sudah membaik hingga dia telah kembali ke kekaisaran Fumio. Begitu juga dengan keadaan Honshu yang sudah membaik dan kembali beraktifitas.
Apa yang telah dilakulan oleh Honshu sebenarnya cukup membuat kedua orang tuanya terkejut dan frustasi. Bagaimana tidak? Putra mahkota satu-satunya dari ras binatang yang akan meneruskan sang ayah kini malah memberikan separuh hidupnya untuk seorang gadis.
Bahkan gadis itu adalah berasal dari ras manusia. Dan padahal sebelumnya Honshu sudah dijodohkan dengan seorang putri ras kerang.
"Anak ini selalu saja membuat masalah untuk orang tua ini! Berminggu-minggu kamu melarikan untuk menghindari pernikahan bersama putri kerang. Dan kini malah memberikan batu bola kristal jiwa milikmu untuk seorang gadis! Dasar anak bodoh dan ceroboh ini!!"
Raja dari ras binatang yang tak lain adalah ayah Honshu kembali uring-uringan jika mengingat kelakukan Honshu.
"Kepalaku pusing dan rasanya seakan mau pecah! Anak tak tau diri ini benar-benar sangat keterlaluan!" imbuh sang raja berkali-kali berusaha untuk mengejar dan memukul Honshu yang kini sudah pulih kembali.
Sementara Honshu masih berlari mengitari sang ibu untuk mengjindari serangan dari sang ayah.
"Ayah, maafkan aku." sahut Honshu masih berusaha untuk melarikan diri mengitari sang ibu
"Maaf-maaf kepalamu! Kamu adalah satu-satunya pangeran ras binatang yang akan meneruskan perjuangan ayah dan akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang!"
"Ada solusi lain tanpa ayah harus memukuliku seperti ini, Ayah."
"Apa itu?"
"Kenapa tidak berlatih bersama ibu saja dan membuat beberapa pangeran kecil lagi ..." jawab Honshu mengusulkan.
Namun sayangnya saran dari Honshu malah semakin membuat kedua telinga sang ayah semakin berasap.
__ADS_1
"Benar-benar anak tidak tau diri! Orang tuamu ini sudah tua! Untuk berlari mengejarmu saja sudah kesulitan seperti ini. Rasakan ini! Kena kamu, Anak durhaka!!" kini sang ayah berhasil menarik salah satu telinga Honshu.
"Ahhh ... ibu ... tolong aku! Kupingku akan putus ..." pinta Honshu memohon menatap sang ibu memelas.
"Sudah-sudah, Sayang. Kamu ini sudah tua, jangan kekanak-kanakan seperti ini. Jika kamu seperti ini, ini akan membuat putra kita semakin memiliki kondisi yang tidak baik. Honshu kita kini memiliki kekuatan spiritual yang sangat terbatas. Dia tidak kuat seperti dulu lagi." ucap sang ibu ratu ras binatang yang masih terlihat cantik.
"Yang terpenting saat ini adalah menemukan solusi terbaik untuk mengembalikan kekuatan Honshu kita." imbuh sang ibu kembali dengan bijak.
Sang ayah akhirnya dengan sangat terpaksa melepaskan telinga Honshu yang kini sudah memerah. Honshu terlihat memelas dan mengusap-usap telinganya.
"Satu-satunya solusi terbaik telah kita rundingkan sebelumnya." ucap sang Raja memicingkan sepasang matanya menatap Honshu yang masih bersembunyi di belakang tubuh sang Ratu.
"Apapun yang terjadi kamu harus menikah dengan putri keempat Yona dari kekaisaran Fumio! Jika tidak, kekuatanmu tidak akan bisa kembali pulih, Honshu! Jika dia putri yang baik, seharusnya dia akan memikirkanmu dan akan mau untuk menikah denganmu!"
Tandas sang Raja menegaskan.
"APA?! Coba katakan lagi padaku, Bocah nakal! Sudah begini situasinya namun masih saja memikirkan hal konyol seperti itu!! Ayah tidak mau tau! Pernikahan ini harus tetap terjadi dan harus segera dilangsungkan dalam satu bulan ini!! Jika tidak, kekuatan kekaisaran ras binatang akan semakin lemah. Dan ini cukup berbahaya jika sampai diketahui musuh!"
Tandas sang Raja lalu berbalik dan berlalu dengan jubah hitam kecoklatannya yang terkena terpaan angin.
...⚜⚜⚜...
Kekaisaran Fumio.
Semua keluarga istana berkumpul di aula utama untuk membahas mengenaik Yona dan Honshu. Yona yang baru saja mengatakan apa yang telah terjadi kini terdiam dan menunduk untuk mendengarkan keputusan dari sang ayahanda dan ibundanya.
__ADS_1
Sebenarnya sebelumnya Fujin sudah lebih dulu menyampaikan mengenai hal ini kepada keluarga istana Fumio. Namun kepulangan Yona kini membawa sebuah kabar jika kekuatan spiritual Honshu akan sepenuhnya pulih jika Honshu dan Yona bersatu.
"Yona, sebenarnya untuk masalah memilih pendamping dan sebuah pernikahan, ayahanda dan ibundamu tidak akan memaksanya. Semua adalah keputusanmu." ucap kaisar Zhou menatap Yona dari singga sananya.
"Sekarang ayahanda akan bertanya kepadamu. Apa kamu tidak keberatan dengan pernikahan ini? Menikah dengan pangeran Honshu dari ras binatang? Menjalin dan menghabiskan sisa hidupmu bersama dengannya, apa kamu sudah memikirkan semua itu, Putiku Yona?" imbuh kaisar Zhou tak beralih satu detikpun untuk menatap Yona.
Yona yang masih menunduk meremas jubah lapis kehitamannya dengam bibir yang bergetar.
Pangeran Honshu adalah Hoshi yang selama ini selalu menemaniku. Bahkan selama ini beberapa kali dia sudah menyelamatkanku. Dia sudah menyelamatkanku dari racun es suku Ainu. Dia juga yang menyelamatkanku saat aku terjatuh di jurang. Dia bahkan telah berkorban dan memberikan batu bola kristal jiwa miliknya yang begitu berarti untuknya hanya untukku. Selama ini dia selalu menjaga dan melindungiku dengan baik. Dan aku merasa sangat nyaman ketika bersama Hoshi. Kini saatnya aku akan melakukan sesuatu untuknya. Aku akan menikah dengannya! Aku akan menghabiskan sisa hidupku bersama dengannya! Agar kekuatan spiritual miliknya bisa kembali sepenuhnya ... aku akan melakukannya!
Batin Yona malah termenung dengan jemari yang semakin meremass kuat jubah lapis indahnya.
"Putriku Yona, jangan memaksakan diri jika kamu belum siap. Pernikahan bukanlah sesuatu yang mudah. Kamu harus memikirkannya dengan matang, Sayang." ucap ibu suri Lily yang duduk di singga sananya samping sang kaisar.
"Ayahanda dan ibunda benar, Yona. Pikirkan dengan baik dan jangan merasa terbebani ataupun terburu-buru. Kami semua ingin melihatmu bahagia. Apapun pilihanmu, kami semua akan mendukungmu." ucap Fujin yang duduk bersila tak jauh dari Yona, tepatnya di seberang Yona.
Yona mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan.
"Ayahanda, ibunda, kakak pertama Fujin, dan semuanya ... aku sudah memikirkannya jauh sebelum aku kembali pulang. Dan aku sudah memutuskannya. Aku ... akan menerima pernikahan ini. Ini adalah keputusanku dan tidak ada siapapun yang memaksaku."
Ucap Yona dengan pelan namun tegas dan penuh keyakinan.
"Selama ini pangeran Honshu sudah melakukan banyak hal untukku. Kini saatnya aku membalas semuanya. Lagipula dengan adanya pernikahan ini, bukankah akan kembali memperbaiki hubungan kedua belah pihak yang selama ini sempat renggang? Ramalan terjadinya kehancuran ketiga dunia sudah semakin dekat, kita semua harus bersatu."
Imbuh Yona yang seketika membungkam mulut semua orang yang berada di aula ini. Karena apa yang dikatakan oleh Yona sangatlah masuk akal. Mereka sangat tidak menyangka jika Yona akan berpikiran dewasa dan sejauh ini. Dan tentu saja hal ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi keluarga istana Fumio yang pada awalnya mengira Yona akan keberatan dengan pernikahan ini.
__ADS_1
"Baiklah. Pernikahan ini akan segera dilaksanakan! Ayahanda akan membahasnya kembali bersama Raja dan Ratu dari ras binatang." sahut Zhou dengan bijak.
...⚜⚜⚜...