The Sun Warrior

The Sun Warrior
Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

"Keluarlah! Aku sudah mengetahui keberadaanmu! Dan aku tau ... itu adalah kamu " ucap Fujin cukup tenang.


Sosok itu mulai memperlihatkan dirinya tepat di belakang Fujin. Sosok seorang gadis yang mengenakan yukata pakaian hitam yang dipadankan dengan hakama samurai hitam. Dia adalah Saika.


Hening. Selama beberapa saat suasana menjadi hening. Saika bahkan tak tau harus berkata apa saat ini. Dia hanya datang untuk memeriksa wilayah di sekitar tempat tinggalnya saat ini. Namu tidak disangka lagi-lagi takdir kembali mempertemukannya dengan Fujin.


Fujin mulai berbalik dan menatap sosok itu. Dan sebuah pertanyaan mulai dilontarkan olehnya, "Apakah siluman Gashadokuro tercipta karena para klan iblis?"


"Ini adalah ulah dari Neji karena merasa bosan. Aku datang hanya untuk memeriksanya saja dan sedikit membantu warga. Namun rupanya kamu sudah menyelesaikannya lebih awal. Jadi ... aku akan segera pergi kembali." sahut Saika dengan jujur.


"Saika! Kamu sudah mengetahui kebenarannya! Namun mengapa kamu masih saja tidak mau meninggalkan mereka?! Klan iblis adalah turunan dari Kaisar Fumio sebelumnya, Kaisar Zeus. Dan apa kamu tau apa yang telah dilakukan 19 tahun yang lalu terhadap dunia ini?! Dia memilih jalan sesat hanya untuk menguasai dunia ini dengan pusaka Kirasodo dan tubuh abadi! Dia bahkan membuat ibu ratu Nouhime tidak memiliki pilihan lain kecuali menukarmu dengan Kenshi saat itu! Namun panglima perang Nakai saat itu malah membawa kalian meninggalkan kekaisaran Fumio! Aku mohon sadarlah, Saika! Jika bukan untukku, anggap saja untuk ibu ratu Nouhime. Dia sangat menderita semenjak kehilangan kalian. Dia sangat merindukanmu!"


Ucap Fujin berharap kali ini Saika akan mendengarkannya kali ini.


"Tidak seharusnya kamu bersama dengan mereka! Kembalilah disisi ibu ratu Nouhime, Saika!" imbuh Fujin dengan sepasang mata yang mulai memerah dan berair.


Saika masih terdiam membisu. Dia sedang melawan hatinya yang sedang bergejolak. Dia ingin sekali menemui Nouhime dan meminta penjelasan kepada wanita itu. Dia juga ingin terlepas dari para klan iblis.


Namun apalah daya. Dia tidak bisa melakukan semua hal itu. Dia akan selalu terikat dengan klan iblis. Karena sebuah racun kupu-kupu yang cukup mematikan sudah menyatu dengan dirinya dan akan bereaksi setiap setahun sekali.


"Saika! Kembalilah! Dan percayalah padaku, aku akan menemukan dan menyelamatkan anak-anak serta wanita tua dalam klan iblis! Aku akan berusaha sebaik mungkin! Aku tidak akan membiarkan mereka celaka!"


Seakan tidak pernah merasa lelah, Fujin masih berusaha untuk membujuk Saika. Namun Saika mulai terlihat menggeleng pelan. Meskipun hatinya sangat terasa sesak saat ini, namun dia masih terlihat dingin dan tegar.

__ADS_1


"Ini adalah takdir hidupku. Dan ini adalah pilihan hidupku, Pangeran pertama Fujin! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkan klan iblis." ucap Saika lirih dan berbalik membelakangi Fujin.


"Kembalilah dan jangan pernah mencari keberadaan dari klan iblis. Karena itu semua hanyalah akan menjadi sia-sia. Karena kalian hanya akan bertemu di dalam medan perang seperti apa yang telah diramalkan di dalam ramalan itu. Dan disaat itulah kita akan bertemu kembali sebagai musuh." ucap Saika menambahkan.


"Dan disaat itu, jangan segan untuk mengakhiriku, Pangeran pertama Fujin. Aku juga tidak akan merasa segan untuk melawanmu saat itu tiba. Karena disaat itu, salah satu dari kita akan berakhir. Dan aku tidak akan pernah merasa menyesal sekalipun berakhir di tanganmu." imbuh Saika semakin terdengar menyesakkan.


Dia mulai melenggang dan menghilang begitu saja. Bahkan dia tak memberikan kesempatan Fujin untuk menahan dan menjawab ucapannya.


"SAIKA!!"


Fujin mengedarkan pandangannya ke sekitar, namun dia sudah tak bisa menemukan keberadaan Saika. Auranya juga sudah mulai menghilang begitu saja.


Menghadapi dan mengakhiri orang yang selama ini selalu dicarinya? Bagaimana mungkin bisa? Sekalipun bisa, hal itu pastinya akan menjadikan dirinya dipenuhi penyesalan di seumur hidupnya. Dan hidupnya tidak akan pernah bisa tenang.


Suara seorang pemuda tiba-tiba terdengar. Dan rupanya Azai sudah menyusul Fujin ditemani oleh Xiao Yu. Azai dan Xiao Yu sempat mengedarkan pandangannya ke sekitar untuk menemukan sosok yang sedang dipanggil oleh Fujin.


"Benar. Putri Saika yang selama ini selalu dicari oleh ibu ratu Nouhime dan kaisar Luoyi ternyata adalah salah satu anggota dari klan iblis." jawab Fujin yang sukses membuat Azai dan Xiao Yu terkejut bukan main.


"Tolong jaga semua ini dan jangan sampai terdengar oleh siapapun. Jika sampai ibu ratu Nouhime dari kekaisaran Itsuki mendengar semua ini, pasti dia akan merasa sangat terpukul." imbuh Fujin menekankan.


"Ba-baik, Kakak pertama." sahut Azai.


"Baik, Pangeran pertama Fujin." sahut Xiao Yu dengan patuh.

__ADS_1


"Segera kembali dan beristirahatlah! Besok kita akan melanjutkan perjalanan."


Meskipun Saika sudah memperingatkannya untuk tidak berusaha mencari tau keberadaan para klan iblis saat ini, namun Fujin juga tidak akan menyerah begitu saja.


...⚜⚜⚜...


Jurang Lautan Arwah, Barat daya, Dunia fana.


Setelah meninggalkan pedesaan Asura dini hari, kini mereka telah sampai di wilayah Jurang Lautan Arwah, Barat daya, Dunia fana tepat ketika siang hari.


Panas terik yang sebelumnya sangat terasa sebelum memasuki wilayah ini, kini menjadi begitu dingin dengan hembusan angin yang menerpa apapun dengan cukup kuat.


Bahkan langit seketika terlihat mendung dan gelap dengan beberapa halilintar yang mulai terdengar saling bersahutan. Namun sekelompok prajurit dan ksatria yang berada di bawah pimpinan Fujin dan kedua kekaisaran lainnya sedikitpun tidak berputus asa dan menyerah sampai disini, meskipun hingga sampai saat ini mereka juga belum mendapatkan sebuah petunjuk dan tanda-tanda dari keberadaan para klan iblis.


"Sepertinya hujan akan segera turun. Bagaimana jika kita mencari tempat untuk berteduh?" ucap Jendral Nagamasa mengusulkan.


Belum sempat bibirnya kering berbicara, kini hujan yang cukup deras mulai mengguyur tempat ini dan sekitarnya. Sehingga mereka mulai memutuskan untuk mencari tempat berteduh di sebuah goa yang kebetulan berada di dekat Jurang Lautan Arwah.


Sudah menunggu cukup lama, namun hujan itu tak juga segera reda. Hingga akhirnya saat hari sudah mulai mendekati senja hujan mulai reda.


Mereka kembali meninggalkan goa dan mendekati Jurang Lautan Arwah yang hanya menyisakan jarak kurang dari 100 meter.


Langkah demi langkah pada akhirnya mengantarkan mereka tepat di hadapan Jurang Lautan Arwah yang dipenuhi dengan kabut asap tebal dan beraura kelam.

__ADS_1


Sebenarnya para prajurit cukup merasa tegang saat ini, karena Jurang Lautan Arwah bukanlah sembarangan jurang. Tempat ini begitu dipenuhi dengan hal-hal mistis dan dipenuhi dengan binatang spiritual tingkat tinggi.


__ADS_2