
Berteman dengan sepi dan ketenangan, itulah Fujin. Dia lebih sering untuk menghabiskan waktunya di dalam ruang berlatih khususnya. Namun semua itu sebanding akan kerja kerasnya, karena tingkat kekuatannya selalu meningkat dari hari ke hari.
Senja itu, Amaterasu terlihat mengunjungi ruangan latihan khusus Fujin.
"Fujin. Tidak melihatmu selama satu bulan, dan kini kamu sudah menjadi semakin kuat saja. Nenek bisa merasakan energi spritual serta chakra milikmu yang semakin meningkat."
Amaterasu yang baru saja mendatangi dunia fana ini semakin takjub ketika melihat cucu pertamanya yang sudah semakin kuat. Mendengar pujian dari sang nenek, sebenarnya cukup membuat Fujin merasa senang. Namun raut wajahnya masih saja terlihat datar seperti biasanya.
"Fujin cucuku. Di kota kuno Nara akan mengadakan acara kedewasaan lusa. Pergilah bersama adik-adikmu untuk mewakili kekaisaran Fumio memeriahkan acara tersebut." ucap Amaterasu menatap hangat Fujin.
"Tapi, Nenek. Ayahanda meminta ananda untuk kembali mempelajari beberapa kitab budidaya tubuh." sanggah Fujin dengan berat hati untuk memenuhi titah sang nenek.
"Pergilah, Fujin putraku. Belajar tidaklah melulu di tempat ini. Tapi kamu bisa melakukannya di tempat lain. Anggap saja kali ini sedang pembelajaran di luar istana dan misi untuk memeriahkan acara tersebut bersama keempat adikmu."
Kini terdengar suara seorang wanita yang begitu lembut dan hangat. Fujin dan Amaterasu beralih menatap ke arah sang pemilik suara. Rupanya ibu suri Lily sudah menyusul memasuki ruang berlatih khusus ini.
"Ibunda ... tapi ayahanda ..."
"Biar ibunda yang berbicara dengan ayahandamu. Dan percayalah, ayahandamu pasti akan mengijinkan kamu untuk pergi." sahut ibu suri Lily dengan senyum hangatnya dan kini segera menghampiri Fujin dan Amaterasu.
"Segera bersihkan dirimu dan beristirahatlah. Persiapkan dirimu untuk berangkat ke kota kuno Nara. Dan jadilah juri yang adil disana nanti." sahut Lily dengan senyum hangatnya.
"Baik, Ibunda. Ananda akan segera membersihkan diri dan beristirahat. Ananda pamit ..." ucap Fujin menautkan kedua tangannya.
Perlahan ibu suri Lily meraih tangan Fujin dan mengusapnya pelan. Pada awalnya dia berniat untuk segera mundur dan menghindarinya. Namun sebelum Fujin melakukannya, Fujin kembali teringat oleh sosok Ibu Ratu Nouhime yang begitu bersedih dan terpuruk karena tak bisa bertemu, melihat, dan menyentuh putra dan putrinya.
Fujin tak ingin membuat Lily juga merasakan hal yang sama. Sehingga kali ini pemuda yang memiliki kepribadian datar dan dingin ini membiarkan Lily untuk melakukannya.
__ADS_1
Sebuah senyuman hangat semakin terpancar menghiasi wajah ayu ibu suri Lily. Dan kini dia mulai meraih sisi samping wajah sang putra dengan sangat hati-hati. Dan lagi-lagi Fujin tak berusaha untuk menghentikannya.
Amaterasu yang menyaksikan semua itu tentu saja juga merasa cukup bahagia karena perlahan Fujin sudah bisa menjadi semakin dekat dengan ibunda serta adik-adiknya.
"Putraku Fujin, ibunda sangat ingin sekali dekat denganmu. Ibunda sangat ingin menghabiskan waktu bersama denganmu ..."
Ucap ibu suri Lily lirih dan penuh haru menatap Fujin.
"Maafkan ananda, Ibunda ..."
"Sudah, tidak masalah ... sebaiknya kamu segera kembali untuk membersihkan diri dan beristirahat." ucap ibu suri Lily dengan cepat dan kembali memperlihatkan sebuah senyuman penuh binar.
"Baik." Fujin menautkan kedua tangannya dan segera meninggalkan mereka berdua.
...⚜⚜⚜...
Upacara dan beberapa kompetisi yang akan diselenggarakan saat acara kedewasaan ini diadakan oleh pemerintah lokal di kota-kota dan desa-desa.
Peserta yang akan mengikuti acara kedewasaan ini adalah penduduk laki-laki dan wanita yang telah berusia 20 tahun, atau segera genap berusia 20 tahun. Yaitu usia yang telah dianggap dewasa menurut hukum untuk mengonsumsi minuman beralkohol, dan mengeluarkan pendapat atau mengikuti pemilihan umum.
Mereka akan berpartisipasi untuk melakukan dalam beberapa kompetisi dan sang juara akan mendapatkan sebuah apresiasi dari kekaisaran.
Upacara kedewasaan sudah dilakukan sejak lama. Dan upara puncaknya ini akan ditandai dengan pemakaian jubah baru dan pergantian model rambut untuk menandai dimulainya usia kedewasaan.
Perayaan hari kedewasaan ini dilakukan dan diteruskan dengan tradisi genbuku yang selalu diadakan pada hari yang sama. Dan acara kedewasaan di kota kuno Nara ini akan diselenggarakan di salah satu paviliun dan halaman tertutup pemerintah lokal kota kuno Nara.
Acara kedewasaan ini dihadiri oleh penduduk lokal dan dimeriahkan dengan pidato, penerimaan cendera mata, jamuan makan dengan pemimpin lokal.
__ADS_1
Namun pada kesempatan kali ini mereka sangat beruntung, karena beberapa keluarga istana Fumio yakni pangeran pertama Fujin, pangeran kedua Azai, pangeran ketiga Hanbei, putri keempat Yona serta putri kelima Shirayuki akan datang berkunjung untuk memeriahkan acara kedewasaan tersebut. Bahkan mereka juga akan menjadi juri dalam beberapa kompetisi yang akan diselenggarakan.
Keluarga kekaisaran Fumio melakukan perjalanan yang cukup panjang dan tiba di kota kuno Nara ketika senja. Beberapa saat sebelum keluarga dari kekaisaran Fumio tiba, lokasi yang akan diadakan untuk penyambutan pembukaan acara kedewasaan telah ramai akan penduduk lokal, baik para peserta yang akan mengikuti acara kedewasaan pada periode ini maupun para penduduk segala usia yang hanya ikut meramaikan saja.
Mereka semua datang untuk menyambut ketiga pangeran dan kedua putri kekaisaran dengan sangat antusias. Karena mereka semua tentu saja sangat ingin bertemu dan melihat pangeran Fujin yang sangat populer akan kekuatan serta kedua pangeran dan kedua putri kekaisaran lainnya yang juga tak kalah populer.
"Semuanya!! Pangeran pertama, pangeran kedua, pangeran ketiga, putri keempat dan putri kelima akan segera datang!! Berikan sambutan dan salam penghormatan untuk mereka!!"
Salah satu pria dewasa dengan pakaian prajurit yang sedang berdiri di dekat pintu sebuah paviliun berseru untuk memberikan kabar ini kepada semua orang yang sudah berkumpul bersama di dalam aula utama pertemuan itu.
Semua orang yang berada di dalam aula mulai berdiri untuk memberikan sambutan kepada pangeran ketiga pangeran dan kedua putri kekaisaran Fumio.
Hampir semua rakyat selalu mengidolakan pangeran Fujin maupun adik-adiknya yang memiliki paras tampan dan centik itu. Terlebih 5 bersaudara itu juga memiliki basis kekuatan spiritual yang cukup tinggi.
Setelah beberapa saat, terlihat seorang pria dengan jubah lapis mewahnya berwana kemerahan kombinasi hitam mulai memasuki aula ini. Di belakangnya ada 2 pangeran yang tak kalah tampan dan menawan serta 2 orang putri yang memiliki paras cantik jelita.
Di masing-masing sisi belakangnya ada dua orang pria yang mengawalnya dengan mengenakan pakaian yukata kehijauan yang dipadankan dengan hakama samurai hitam dan mengenakan sedikit perisai pada bagian tubuhnya. Seorang pria tampan dengan pakaian suku juga masih mengekori mereka.
Siapa lagi mereka jika bukan pangeran Fujin dan keempat adiknya yang sedang dikawal oleh Xiao Yu dan kedua prajurit pengawal Hidemitsu dan Ieyasu.
Para tetua mulai menyambut kedatangan mereka dan mempersilakan mereka untuk duduk di sebuah tempat yang sudah mereka sediakan sebelumnya. Sementara Xiao Yu, dan kedua prajurit kepercayaan Fujin berdiri tak jauh dari pangeran kelima bersaudara itu.
Sambutan demi sambutan telah mereka berikan. Mulai dari pemimpin kota kuno Haru, para tetua bahkan pangeran Fujin juga menyampaikan sepatah dua patah katanya. Dan dilanjutkan dengan pembagian hadiah kecil yang diberikan kepada penduduk dewasa yang baru.
Sebenarnya pelaksanaan kompetisi dari acara kedewasaan ini akan segera dimulai esok hari. Dan malam ini hanya acara pembukaan sebagai formalitas dari acara tersebut.
Setelah acara tersebut beberapa orang mulai mengantarkan pangeran Fujin dan keempat adiknya untuk beristirahat di sebuah kamar yang tentunya sudah mereka siapkan sebelumnya juga.
__ADS_1
Namun baru saja berniat untuk beristirahat, Fujin merasakan sebuah aura yang sangat tidak asing dan kuat berasal tak jauh dari tempat ini. Karena tak ingin melewatkannya, akhirnya Fujin berniat untuk mencari sosok tersebuh hingga dia meninggalkan paviliun dan memasuki sebuah hutan yang tak jauh dari kota kuno Haru.