The Sun Warrior

The Sun Warrior
Kekhawatiran Yona


__ADS_3

Kekaisaran Fumio mengadakan beberapa pesta untuk merayakan keberhasilan Fujin setelah menyelesaikan misi untuk menyelesaikan kutukan Bakekujira.


Beberapa tamu penting juga menghadiri pesta perayaan ini. Namun Fujin memutuskan untuk memulihkan dirinya dan kembali mempelajari beberapa kitab baru dari sang guru di kamarnya.


Di tengah suasana yang begitu tenang dan hening di dalam kamarnya, tiba-tiba saja terdengar sebuah ritme teratur yang berasal dari pintu kamarnya.


Setelah mempersilakan masuk, terlihat seorang gadis remaja dengan jubah lapis berwarna biru kehijauan lembut mulai memasuki kamar Fujin. Dia menggendong seekor anak srigala berbulu putih dan raut wajahnya terlihat begitu penuh dengan kekhawatiran.


"Kakak pertama Fujin ... kakak pertama Fujin ..." gadis remaja yang tak lain adalah Yona itu berlari mendekati Fujin yang masih terduduk bersila di deoan sebuah meja kayu.


"Ada apa, Yona? Mengapa kamu terlihat sangat khawatir?" tanya Fujin menggulung kembali sebuah kitab budidaya tubuh.


"Kakak pertama Fujin ... kakak pertama Fujin ..." ucap Yona masih saja terlihat sangat khawatir dan nafasnya tersenggal.


"Duduk dan minumlah dulu ..." ucap Fujin menyodorkan segelas minuman untuk sang adik.


Dengan sangat patuh Yona segera duduk di sisi samping Fujin dan meneguk air mineral itu.


"Katakan, ada apa?" tanya Fujin kembali setelah Yona mulai bernafas dengan teratur.


"Aku baru saja mendengar dari adik kelima Shirayuki, jika kakak pertama mengalami keracunan beberapa hari yang lalu. Aku dengar racun itu adalah racun aura bunga kematian yang tidak memiliki penawar. Lalu bagaimana kondisi kak Fujin saat ini? Apakah kak Fujin bisa baik-baik saja?"


Tanya Yona kembali terlihat sangat mencemaskan Fujin. Bahkan sepasang manik-maniknya kini sudah terlihat berkaca-kaca karena sangat khawatir.


"Kakak baik-baik saja, Yona. Lihatlah ..." ucap Fujin merentangkan kedua tangannya memperlihatkan dirinya yang baik-baik saja.

__ADS_1


"Tap-tapi racun aura bunga kematian itu tidak memiliki penawar. Dan sangat mematikan ... bagaimana mungkin aku bisa mempercayai kak Fujin? Kakak pasti sudah berbohong kepadaku bukan? Katakan padaku yang sejujur-jujurnya, Kak. Katakan padaku ..." ucap Yona dengan lelehan air mata hangat yang sudah membasahi pipi putihnya.


"Kak Fujin sudah berusaha keras saat itu untukku. Kini aku juga akan berusaha keras kakak. Jangan selalu berusaha untuk terlihat kuat dan tegar, Kak! Aku ini adikmu! Bahkan kakak juga masih memiliki orang-orang yang sangat menyayangi kakak. Hiks ..." imbuh Yona terisak.


Menghadapi emosi seseorang dan menenangkannya, tentu saja bukan keahlian dari Fujin yang selama ini selalu datar dan dingin. Dan kini dia merasa sangat kebingungan harus berbuat apa untuk Yona.


Hingga akhirnya Fujin merogoh sebuah permen dari saku pakaiannya dan memberikannya untuk Yona. Yona semakin menatap Fujin rumit masih dengan beruraian air mata.


Honshu yang masih menjelma menjadi seekor srigala kecil menahan tawa melihat semua ini. Dia merasa gemas namun juga kasihan saat melihat Yona menangis seperti itu.


Yona bisa menjadi sangat berisik saat mengkhawatirkan seseorang. Namun sangat tidak disangka pangeran Fujin yang dikenal seluruh orang karena kekuatan dan kehebatannya bisa menjadi begitu konyol seperti ini ketika menghadapi sesuatu. Padahal dia hanya perlu mengatakan saja kepada Yona jika dia baik-baik saja dan saat itu sedang menerapkan sebuah teknik untuk berlatih. Ahahha ... sepertinya pangeran Fujin membutuhkan seorang guru untuk memahami emosi seseorang dan berusaha untuk menenangkannya.


Batin Honshu merasa cukup geli dan gemas terhadap pasangan adik dan kakak itu


"Jika itu maumu, maka semua sudah kamu dapatkan, Yona. Lihatlah ... kakak baik-baik saja. Kakak bahkan sudah pergi dan mengalahkan seluruh pohon penghisap darah Jubboko di wilayah perbatasan kekaisaran Nobuhide dan wilayah ras binatang." sahut Fujin seadanya.


Yona menghentikan tangisnya dan menatap lekat Fujin, "Benarkah itu, Kak Fujin?"


Fujin tersenyum samar dan mengangguk pelan.


"Lalu bagaimana kak Fujin bisa selamat dari racun aura bunga kematian? Bukankah racun itu sangat mematikan dan tidak memiliki penawar?" tanya Yona tidak mengerti.


"Sebenarnya saat itu kakak sedang mencoba untuk menguji dan melakukan sebuah teknik dari sebuah kitab budidaya tubuh yang diberikan oleh nenek melalui guru Kojuro. Mereka tidak mengatakannya secara langsung kepada kakak bagaimana cara menggunakan teknik itu. Selama 3 bulan kakak mempelajari kitab tersebut, namun masih tidak memahaminya. Hingga akhirnya kakak mulai menemukan cara menggunakan teknik tersebut tanpa sengaja ketika kakak pergi ke Goa langit malam. Dan kakak kembali mengujinya saat di istana dengan racun aura bunga kematian."


Jelas Fujin seadanya.

__ADS_1


"Lalu apa yang terjadi? Bagaimana kak Fujin bisa selamat dari racun aura bunga kematian itu?" tanya Yona sangat ingin tau.


"Merubah petaka dan ancaman menjadi sebuah sumber kekuatan! Kakak mengkonversi racun tersebut menjadi salah satu sumber kekuatan kakak." sahut Fujin seadanya dan datar.


Yona mendengarkannya dengan seksama karena merasa sangat ingin tau dan tak ingin melewatkan sedikitpun cerita dari Fujin. Dia juga mengangguk-anggukkan kepalanya tanda dia paham. Dan seketika rasa kagumnya terhadap Fujin kini semakin bertambah dan meningkat drastis.


"Kakak pertama Fujin memang sangat hebat! Bukan hanya cerita dan ramalan saja, namun sesungguhnya kakak memang sangat menakjubkan dan kuat! Aku sangat yakin jika kakak akan bisa mengalahkan keturunan iblis saat masa itu akan tiba!" ucap Yona kembali berbinar.


Sedangkan Fujin yang mendengar ucapan Yona hanya bisa menghela nafas. Karena hingga sampai saat ini, Fujin masih saja merasa sangat lemah dan belum setara untuk menghadapi keturunan iblis itu. Maka dari itu dia selalu berusaha untuk terus berlatih dan berlatih untuk mengasah kemampuan serta teknik-teknik barunya.


"Huft ... makanya dengarkan dulu baik-baik saat adik kelima Shirayuki bercerita. Baru juga bercerita sebagian, namun kamu sudah berlarian meninggalkannya dan malah mendatangi kakak pertama Fujin." sungut Azai yang rupanya sudah menyusul dan kini sedang berdiri bersender di dinding kamar Fujin.


"Mendengar kak Fujin terkena racun aura bunga kematian tentu saja membuatku sangat khawatir. Tapi syukurlah ternyata kakak pertamaku memang sangat hebat, kuat dan menakjubkan. Sehingga kakak pertama Fujin bisa menakhlukkan racun mematikan itu." sahut Yona membela diri dan berakhir membanggakan Fujin.


"Ya sudah sebaiknya kita juga menghadiri pesta keberhasilan kakak pertama. Ayo! Kakak pertama harus ikut juga ..." ucap Azai kembali mengajak Yona dan Fujin.


"Kalian pergilah tanpaku. Kakak masih harus melakukan sesuatu." sahut Fujin kembali berniat untuk membuka gulungan kitabnya lagi.


"Tap-tapi ..." sergah Yona keberatan.


"Adik kedua Azai, temanilah Yona dan kedua adikmu lainnya ..." titah Fujin.


"Baik, Kakak pertama Fujin." sahut Azai dengan patuh.


Setelah memberikan penghormatan, Azai segera mengajak Yona untuk meninggalkan ruangan Fujin. Dan dengan sangat berat hati Yona harus mengikuti pesta itu tanpa Fujin.

__ADS_1


__ADS_2