The Sun Warrior

The Sun Warrior
Berakhirnya Sosok Bercaping ?


__ADS_3

Yona menyibak beberapa pepohonan dan semak-semak yang menghalagi jalannya dengan salah satu kekuatan spiritualnya. Hingga akhirnya dia menemukan Hoshi diantara semak belukar itu. Yona segera mendekati Hoshi dan segera menggendongnya.


"Hoshi, sudah berapa kali aku mengatakan padamu agar tidak pergi begitu saja? Kamu ini anjing kecil pasti akan menjadi sasaran empuk para binatang spriritual lainnya! Apalagi aku sempat mendengarkan lolongan srigala beberapa saat yang lalu. Auranya cukup menyesakkan dan termasuk binatang spiritual tinggal tinggi. Lain kali kamu tidak boleh melakukan hal seperti ini lagi! Apa kanu mengerti, Hoshi?"


Ucap Yona menggendong tinggi Hoshi dan menghadapkan padanya.


"Guuukkk ... guuukkkk ..." Hoshi menjulurkan lidahnya menatap Yona lalu kembali melompat turun.


Dia berlari kecil membuat Yona segera mengejar dan mengikutinya.


"Hoshi, tunggu! Kamu mau kemana lagi?" pekik Yona sambil berlarian mengejar Hoshi.


"Argggghhh ..."


Pekikan seorang pemuda yang terdengar begitu lemah mulai terdengar dari balik sebuah pohon besar di hadapan Yona.


Hingga akhirnya Yona dan Hoshi menemukan Seta yang sudah terduduk bersandar sebuah pohon tak berdaya dengan beberapa bekas luka di tubuhnya.


Namun belum sempat Yona mendekati dan menolongnya, Fujin sudah datang menyusul mereka dan segera mendekati Seta untuk memeriksa kondisinya. Karena menyadari kondisi pemuda itu yang terkena sebuah racun dan mengalami beberapa luka tikaman, akhirnya Fujin segera berinisiatif untuk menolongnya dengan mengalirkan chakra miliknya pada kening Seta.


Hingga akhirnya setelah beberapa saat kondisi Seta sudah mulai membaik dan Fujin memutuskan untuk membawanya keluar dari hutan dan menemui rombongannya kembali.


"Kondisimu sudah lebih baik. Namun kamu masih belum sepenuhnya pulih total. Siapa yang melakukan semua ini kepadamu?" tanya Fujin ketika mereka sudah beristirahat bersama rombongan Fujin di luar Hutan Terlarang.


"Aku tidak tau pastinya. Tapi aku tidak ingin kembali ke Kota kuno Haru." sahut Seta memegangi perutnya menahan rasa sakit dan ngilu karena sebuah tikaman katana.


"Lalu kemana kamu akan pergi selanjutnya?" tanya Azai.

__ADS_1


"Aku tidak tau, Pangeran kedua Azai." sahut Seta juga terlihat kebingungan.


"Bukankah kamu memiliki sebuah peluang dan kesempatan untuk menjadi salah satu murid di akademi kekaisaran Fumio setelah memenangkan acara kedewasaan di Kota kuno Haru? Bagaimana jika kamu mencoba mendatangi akademi kekaisaran Fumio? Disana juga memiliki asrama kok. Kamu bisa tinggal disana." sahut Yona.


"Benar. Karena tujuan kita semua adalah searah, sebaiknya kita pergi bersama-sama! Ayo!" seru Fujin segera menaiki kuda putihnya.


"Tapi ... apakah aku tidak akan merepotkan pangeran dan tuan putri jika kita melakukan perjalanan bersama?" sergah Seta merasa sungkan.


"Tentu saja tidak. Tujuan kita adalah searah kok. Lagipula, kami tidak merasa direpotkan. Ayo naiklah ke dalam kereta kencana! Kamu masih terluka." sahut Shirayuki dengan ramah.


"Benar. Naiklah ke dalam kereta kencana karena kita akan segera berangkat." sahut Hanbei yang juga sudah bersiap dengan kudanya.


"Maaf, Pangeran. Aku sangat berterima kasih atas kebaikan dan kemurahan hati pangeran dan tuan putri. Namun ... bisakan pangeran meminjamkan aku seekor kuda saja? Aku akan ikut bersama rombongan, namun aku akan berkuda saja. Aku masih mampu untuk berkuda menuju kekaisaran Fumio. Lagipula kereta kencana kekaisaran sangatlah tidak pantas untuk dinaiki oleh orang seperti diriku ini." ucap Seta merasa rendah diri.


"Bisa diselamatkan oleh pangeran dan tuan putri seperti ini saja sudah sebuah keberuntungan untukku." imbuh Seta mengukir senyuman tipis nan hangat.


"Baik, Pangeran pertama Fujin." sahut seorang prajurit pengawal dengan patuh.


...🍁🍁🍁...


Satu bulan kemudian ...


Seorang berpenampilan serba hitam dengan mengenakan caping dan kain hitam penutup wajah terlihat mulai memasuki perbatasan kekaisaran Itsuki dan memasuki ibu kota.


Dia sengaja mendatangi sebuah acara di ibu kota yang akan didatangi oleh sang Ibu Ratu dari kekaisaran Itsuki bersama kedua pangeran dan seorang putri.


Sosok bercaping itu memasuki sebuah bangunan dimana acara itu akan digelar hanya untuk melihat wanita yang dikatakan kebagai ibu kandungnya.

__ADS_1


Namun belum sempat keinginannya terwujud, seseorang rupanya telah mencurigainya dan sudah melesatkan sebuah busur panah hingga melukai bahu belakangnya.


JLEBB ...


Tubuh sosok bercaping itu reflek sedikit terhuyung ke depan dan seketika dia menjadi pusat perhatian dari semua orang. Semua orang menatapnya rumit dan penuh kewaspadaan.


"Semua!! Kepung dan tangkap orang itu!! Dia adalah salah satu anggota dari klan iblis yang selama ini kita cari! Dia adalah penyebab kutukan dari Bakekujira! Dialah yang membelah Lautan Merah saat itu dan mengambil batu kristal serta energi spiritual milik Bakekujira!! Dialah pembuat masalah selama ini! Karena dia Bakekujira memberikan kutukan! Karena dialah pohon penghisap darah Jubboko dan mayat hidup muncul menyerang dunia kita! TANGKAP DIA!!"


Seru seorang pria yang masih memegang sebuah busur panah.


Mendengar ucapan itu beberapa wanita mulai berlarian dan terlihat sangat ketakutan. Mereka berteriak histeris dan terburu-buru meninggalkan tempat ini.


Sementara para prajurit maupun para ksatria segera mengepung sosok bercaping itu dan sudah bersiap dan mengacungkan senjata andalan masing-masing.


Sosok bercaping itu segera mengulurkan tangan kanannya ke sisi samping. Sebuah aura pekat mulai terlihat dan membentuk sebuah pedang. Dia mengabaikan anak panah yang masih tertancap pada bahu sisi belakangnya.


Dia hanya fokus untuk melindungi dirinya saat ini dari serangan para prajurit dan ksatria yang sedang berusaha untuk menyerang dan mengepungnya dari berbagai arah.


Namun kini dua orang pemuda dengan pakaian kekaisaran mulai menyerangnya. Dan mereka adalah putra dari Ibu Ratu Nouhime. Sosok bercaping yang sudah cukup kehabisan darah dan efek racun dari anak panah yang sudah mulai menyebar pada tubuhnya membuatnya tidak bisa maksimal dalam pertarungan kali ini.


Hingga akhirnya sosok bercaping itu mulai mengibaskan tangannya dan menggunakan jurus menghilang untuk melarikan diri. Dan tepat disaat itulah Ibu Ratu Nouhime mulai mendatangi kedua putranya.


"Ibunda, maafkan kami yang tidak bisa menghentikan orang itu. Namun ibunda tenang saja. Dia sudah terkena racun dari anak panah Shishio. Dan tak lama lagi racun itu akan segera menjalar dan mengenai pemnuluh darahnya. Dia tak akan bisa bertahan hidup lama lagi. Diperkirakan dia hanya akan bisa bertahan maksimal 5 jam saja." ucap salah satu pangeran menyampaikan kepada ibundanya.


Ibu Ratu Nouhime mengangguk samar. Meskipun sosok bercaping itu sudah diprediksi tak akan bisa bertahan lama lagi, namun entah mengapa Ibu Ratu Nouhime malah menjadi gelisah dan sangat khawatir.


"Ibunda. Upacara peresmian kuil ini akan ditunda untuk sementara waktu. Sebaiknya kita kembali ke penginapan. Mari, ananda akan antarkan ibunda." ucap salah satu pangerang mulai menuntun Ibu Ratu Nouhime.

__ADS_1


__ADS_2