
SWOOSHHH ...
BRAKKK ...
GREPP ...
Siluman Gashadokuro mengayunkan kerangka tangan raksasanya dan berhasil menghempaskan beberapa tubuh prajurit beberapa meter. Namun dia juga berhasil menangkap tubuh salah satu prajurit.
Di dalam genggaman tangannya yang terbentuk dari tulang raksasa, seorang prajurit dari kekaisaran Itsuki berusaha untuk mengayunkan katana miliknya untuk menyerang tangan siluman Gashadokuro.
Namun seberapa kuat dia berusaha, siluman berwujud kerangka manusia raksasa itu tak juga mengendorkan cengkeramannya. Dia malah semakin kuat mencengkeramnya, hingga prajurit itu memekik kesakitan.
Xiao Yu dengan cepat melesatkan beberapa anak panah yang sudah dialiri oleh chakra miliknya hingga menancap pada beberapa kerangka tulang raksasa siluman Gashadokuro.
Tidak hanya berdiam diri saja, beberapa prajurit dan ksatria juga mulai menyerang dan berusaha menyelamatkan prajurit yang berada di dalam cengkeraman siluman Gashadokuro.
Namun serangan dari mereka semua bisa dipatahkan dengan sangat mudahnya. Fujin juga sudah beberapa kali melesatkan tebasan dengan pedang langit pengumpul awan surga miliknya. Namun semua serangan itu tak memberikan damage apapun untuk siluman Gashadokuro.
Jendral Nagamasa dari kekaisaran Nobuhide juga berkali-kali menyerang dengan sebuah timbak berwarna perak yang memancarkan energi yang cukup kuat. Namun semua serangannya juga hanya sia-sia saja.
Namun meskipun semua itu sia-sia saha. Mereka semua juga tidak berhenti dan menyerah begitu saja. Hingga akhirnya siluman Gashadokuro akhirnya benar-benar telah mematahkan leher prajurit yang sedari tadi ada dalam genggamannya.
Dia menghisap seluruh darah yang ada pada tubuh itu hingga kering kerontang. Setelah itu dia menghempaskan tubuh yang sudah tidak bernyawa itu hingga terjatuh di hadapan semua orang.
__ADS_1
Semua prajurit seketika merasa ngeri menyaksikan pembunuhann yang sangat brutal itu di depan mata. Bahkan secara spontan mereka semua mulai mundur kembali.
Fujin masih menengadahkan wajahnya mengamati siluman Gashadokuro itu. Dia berusaha untuk menemukan sebuah cara untuk mengalahkannya.
"Siluman Gashadokuro terbentuk oleh roh-roh yang penuh dengan rasa amarah dari orang-orang yang telah mati karena kelaparan dan dendam. Biasanya hanya ada di suatu wilayah dimana tempat itu memiliki penduduk yang terbunuh masal. Sehingga roh-roh mereka membentuk siluman Gashasokuro. Sementara menurut pengakuan dari penduduk di pedesaan Asura ini, tidak pernah terjadi pembantaian apapun di tempat ini." batin Fujin merasa cukup aneh, seperti apa yang telah dipikirkan sebelumnya oleh Azai, adik keduanya.
"Kecuali ... di Jurang lautan arwah, wilayah barat daya, dunia fana. Disanalah seharusnya siluman Gashadokuro berasal. Karena jurang itu sering digunakan untuk membuang mayat para prajurit yang tewas dalam peperangan ataupun tempat yang dikenal untuk melakukan bunuh diri. Lalu ... mengapa tiba-tiba saja dia malah menyerang pedesaan Asura. Bukankah masih ada beberapa pedesaan yang lebih dekat dengan wilayah itu. Sebenarnya apa yang terjadi." batin Fujin lagi.
"Namun itu semua kini tidak penting! Yang terpenting saat ini adalah bagaimana mengatasi siluman Gashadokuro ini? Karena hampir semua senjata dan teknik apapun tidak bisa digunakan untuk mengalahkannya. Bahkan dengan artefak tingkat tinggi dari dunia Langit, dia juga tidak bisa dikalahkan."
Batin Fujin sambil melompat tinggi ke udara dan melesatkan sebuah tebasan kuat lagi disaat siluman Gashadokuro mengayunkan kerangka tangan raksasanya ke arah beberapa prajurit.
TRANG ...
Namun tiba-tiba saja Fujjn mulai memikirkan sebuah cara untuk mengalahkan siluman Gashadokuro.
"Dia terbentuk dari roh-roh yang menyimpan sebuah rasa dendam dan rasa lapar. Kemungkinan meletakkan semua tulang kerangka itu di suatu tempat untuk beristirahat dengan sesaji makanan seperti yang mereka inginkan akan menyudahi semua ini." batin Fujin menyimpulkan.
"Aku akan menggiringnya di Jurang Terpencil! Segera siapkan cukup makanan dan segera antarkan di Jurang Terpencil!"
Fujin memberikan titah dan segera beradu kekuatan kembali bersama siluman Gashadokuro. Pemuda yang terlahir sebagai pilar dari ketiga dunia ini bukan hanya kuat, namun dia juga cukup cerdik dan cerdas ketika di dalam medan pertempuran.
Perlahan Fujin mulai menggiring siluman Gashadokuro untuk mendatangi Jurang Terpencil yang berada tak jauh dari pedesaan Asura.
__ADS_1
Meski siluman Gashadokuro akan sulit untuk dikalahkan, namun tidak ada salahnya untuk mencoba menggunakan cara Fujin. Beberapa prajurit terburu-buru mendatangi Jurang Terpencil dan membawakan beberapa makanan dalam jumlah yang cukup banyak. Entah apa yang sednag direncanakan oleh Fujin, namun mereka semua sangat mempercayai Fujin.
"Pangeran pertama Fujin, kami sudah membawakan semua makanan yang ada." ucap Xiao Yu yang datang bersama beberapa prajurit
Fujin hanya mengangguk samar dan mengisyaratkan untuk meletakkan semua makanan itu di dekat Jurang Terpencil.
Sementara Fujin masih beradu kekuatan bersama siluman Gashadokuro.
"Kerangka siluman ini terbentuk dari cukup banyak roh-roh. Jika aku berhasil meruntuhkan energi spiritual yang bisa menahan semua roh dan tulang-tulang itu, ada kemungkinan semua tulang itu akan runtuh. Dan disaat itulah aku akan mengistirahatkan para roh-roh itu di Jurang Terpencil dengan sesaji makanan ini. Baik! Aku akan mencobanya!"
Batin Fujin mulai mengedarkan elemen api abadinya hingga mengalir bersama chakra di dalam pedang langit pengumpul awan surga miliknya. Sebuah simbol matahari untuk beberapa detik terlihat menyala memancarkan warna jingga tepat pada keningnya.
Dan disaat itulah siluman Gashadokuro yang menyaksikan semua itu mulai mundur beberapa langkah, seakan ketakutan setelah melihat tanda itu.
Tak ingin membuang-buang waktu lagi, akhirnya Fujin mulai mengayunkan serangannya. Sebuah tebasan yang lebih kuat dari sebelumnya dengan aura yang lebih kuat melesat menghantam tubuh siluman Gashadokuro.
Energi spiritual yang diperlukan untuk menahan semua tulang akhirnya memberi jalan, dan semuanya runtuh. Yeap! Tubuh kerangka raksasa itu bergetar dalam 3 detik lalu mulai ambruk menjadi tulang-tulang kecil yang saling terpisah. Dan disaat itulah Fujin mengirimkan semua tulang-tulang dan roh tersebut di dalam Jurang Terpencil untuk peristirahatan. Fujin juga mengirimkan semua makanan itu bersama dengan semua tulang dan roh rersebut.
Sebuah kobaran api yang cukup besar terlihat dari dasar Jurang Terpencil. Dan rupanya siluman Gashadokuro telah membakar diri mereka sendiri dan mereka tak akan datang kembali untuk menyerang para penduduk desa. Kecuali jika ada siluman Gashadokuro yang kemungkinan akan terlahir kembali.
Semua orang menghela nafas dan terlihat sangat lega setelah siluman Gashadokuro yang berhasil dikalahkan oleh Fujin. Mereka memutuskan untuk segera kembali dan melanjutkan untuk beristirahat.
Namun sebelum Fujin meninggalkan tempat itu, dia merasa sangat yakin jika saat ini ada yang sedang mengamatinya dari kejauhan. Meskipun sebenarnya Fujin merasa tidak terancam dengan kehadirannya, namun dia cukup penasaran dengan sosok itu.
__ADS_1
"Kalian kembalilah. Aku akan menyusul." ucap Fujin memutuskan untuk tetap tinggal.