
SWOOSHHH ...
BOOM ...
DUARRR ...
Ledakan demi ledakan terjadi kembali. Peperangan besar yang tidak bisa dihindari ini telah membuat para prajurit dan ksatria gugur di dalam medan peperangan.
Ketiga dunia melawan klan iblis adalah tidak cukup kuat untuk mengatasinya. Kekuatan dan jalan yang klan iblis tempuh sebelumnya sudah salah. Memang benar mereka cukup kuat, karena mereka bukan menggunakan jalan pedang yang sesungguhnya. Namun mereka menggunakan jalan sesat dan singkat. Yaitu jalan terlarang yang ditentang!
Namun tentu saja hal itu tak terlalu dianggap pusing oleh Nakai dan Kenshin karena tujuannya hanyalah satu! Yaitu menghancurkan ketiga dunia dan menguasainya!
Seorang ksatria Itsuki berusaha untuk mendekati Kenshin dan Saika untuk menyampaikan sesuatu dari sang ratu. Setelah bersusah payah melewati para prajurit yang sedang berperang, akhirnya dia berhasil mendekati Saika dan Kenshin yang masih berada di atas bebatuan tinggi.
Ksatria dengan pakaian zirah berwarna putih itu mamberikan penghormatan untuk Saika dan Kenshin. Kenshin yang menyadari kedatangannya berniat untuk menyerangnya menggunakan tombak sihirnya.
Jemarinya bahkan sudah digerakkannya, sementara jari telunjuknya sudah diarahkan dan menargetkannya untuk serangan selanjutnya. Namun Saika segera menahan Kenshin dengan ucapannya, hingga Kenshin mengurungkan niatnya kembali.
"Pangeran Kenshin. Tunggu dulu, sepertinya ada yang ingin dia sampaikan ..." ucap Saika menunduk dan masih mengamati sosok pria berpakaian zirah putih itu, karena pria itu berada di bawah sementara Saika dan Kenshin di atas bebatuan tinggi.
"Siapa kamu dan apa yang ingin kamu sampaikan?!" dengan malas akhirnya Kenshin bertanya kepada sosok itu.
"Tuan putri Saika ... pangeran Kenshin. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada kalian. Ada sebuah kebenaran yang harus kalian ketahui. Saat ini ibu ratu Nouhime sudah menunggu kalian. Kembalilah dan berkumpullah bersama ... ibu ratu sangat merindukan putri Saika dan pangeran Kenshin." ucap prajurit itu menyampaikan.
Putri Saika? Mengapa dia memanggil Saika dengan panggilan putri? Sebenarnya ... siapa Saika ini? Apakah ada sesuatu yang tidak aku ketahui? Bukankah dia hanya anak dari seorang pelayan saja? Lalu mengapa prajurit Itsuki ini memanggilnya putri dan terlihat begitu menghormatinya ...
Batin Kenshin sempat melirik Saika dengan ekor matanya penuh tanda tanya. Sungguh, Kenshin sangat merasa penasaran saat ini.
"Tolong hentikan peperangan ini dan segera kembali. Ibu ratu Nouhime sangat mengharapkan kalian untuk kembali. Bahkan dia sudah berusaha untuk mencari kalian selama 20 tahun ini. Kembalilah, Tuan putri Saika ... pangeran Kenshin ... selama ini jendral Nakai sudah ..."
__ADS_1
JLEB ...
Belum sempat prajurit itu kembali melanjutkan ucapannya dengan sempurna, karena tiba-tiba seseorang sudah menyerangnya dengan sebuah anak panah. Dan penyerang itu adalah Nakai yang berada cukup jauh dari mereka. Dan tentu saja hal itu sengaja Nakai lakukan agar Kenshin dan Saika tidak pernah mengetahui kebenaran.
Namun perkiraannya salah besar! Karena sebenarnya Saika sudah mengetahui kebenaran itu. Hanya saja dia tak bisa meninggalkan klan iblis dengan mudah ... karena dia terjebak dengan racun kupu-kupu yang telah ditanamkan oleh Kenshin di dalam tubuhnya.
"Jangan pernah lengah! Karena mereka akan melakukan segala cara untuk menghentikan dan mengalahkan kita! Ingat ayahmu yang telah terbunuh di tangan kaisar Fumio saat ini!! Hancurkan dia!! Hancurkan semua keturunan dan keluarganya!! Hancurkan ketiga dunia ini!! Karena mereka adalah sama saja dan selalu berusaha untuk melindunginya!! Pangeran Kenshin!! Kuatkan tekadmu!!"
Nakai tak mau Kenshin menjadi ragu karena mendengar ucapan dari prajurit yang telah menyampaikan pesan tersebut.
Belum sempat Kenshin menjawabnya, tiba-tiba saja senjata Izanagi melesat dan hampir mengenai kepala Nakai. Beruntung Nakai masih bisa menghindarinya, meski pipi kanannya sempat tergores dan berdarah.
Nakai melompat tinggi melewati bebatuan tebing sementara Izanagi masih berusaha untuk mengejarnya. Tidak hanya itu sana Amaterasu juga terlihat berusaha mengejar mereka.
.
.
.
Nakai yang selama ini begitu kuat dan tak mudah untuk dikalahkan, kini terjebak dalam ilusi Izanagi dan kehilangan kekuatannya sepenuhnya. Bisa dikatakan jika kini dia hanyalah manusia biasa tanpa memiliki kekuatan spiritual.
"Kalian ras Dewa Langit keparaat!!! Kekuatanku hilang karena kalian!! Kalian akan mererima akibatnya!! Lihat saja!! Kalian akan segera berakhir, Rambut putih sialan!!!" geram Nakai menyerang dengan menggila.
Namun percuma saja, serangannya kini tak sekuat serangannya sebelumnya. Kekuatannya hanya sebatas kekuatan manusia biasa pada umumnya. Tentu saja mengakhirinya akan jauh lebih mudah saat ini.
Tak mau membuang-buang waktu lagi, akhirnya Amaterasu mengayunkan pedang langit miliknya dengan kuat. Semilir angin yang berhembus seakan-akan bersiap untuk menyambut kematian Nakai, dan itu adalah karena perbuatan Izanagi sang pengendali angin.
Salah satu sudut bibirnya mulai ditariknya. Terukir sebuah senyuman dingin dan misterius ketika Izanagi melihat pedang langit Amaterasu yang terayun semakin mendekati leher Nakai. Hingga akhirnya pedang langit beraura putih menyilaukan itu berhasil memenggal kepala Nakai.
__ADS_1
BLUGGG ...
BLUGG ...
Kepala dengan rambut hitam sedikit keputihan itu menggelinding dengan sepasang mata yang melotot. Darah segar terlihat mengucur melalui bekas tebasan kuat itu.
"Ini adalah bayaran yang tepat, yang harus kamu bayar karena apa yang telah kau perbuat selama ini!!" tandas Amaterasu menegaskan.
Kenshin yang melihat semua itu dari kejauhan seketika menjadi semakin murka. Sepasang matanya mai memerah tajam dan sangat menakutkan. Ksatria dan prajurit yang tersisa hanyalah tinggal segelintir. Dan bisa dipastikan tak akan lama lagi klan iblis akan menggenggam kemenangannya. Namun kini mereka malah kehilangan sang jendral perang. Tentu saja hal ini adalah pukulan dan kesedihan yang tiada tara.
"Jendral Nakaaaaaaiiiiii!!!" lagi dan lagi Kenshin melolong kuat.
Suaranya menggema dan terdengar begitu memilukan. Penuh kesedihan, rasa kehilangan dan juga dendam yang semakin membara.
Kenshin yang sudah dipenuhi kemurkaan dan amarah kini menyerang semakin semakin membabi buta dan brutal. Tak dilihatnya lagi siapa yang menjadi targetnya saat ini, semua yang berada di sekitarnya diserangnya tanpa ampun.
"Kalian akan membayar atas kematian Neji dan jendral Nakai!! Kalian akan membayar semuanya!! Hiiatttt ..."
Dalam sekejap Kenshin sudah menghabisi hampir separuh prajurit yang tersisa.
.
.
.
Fujin masih berperang menghadapi beberapa prajurit klan iblis yang tersisa. Namun pada akhirnya dia malah bertemu dengan seorang gadis berpakaian serba hitam yang sedang membawa sebuah naginata bilah ganda miliknya.
Selama beberapa saat mereka terdiam dan saling menatap nanar satu sama lain. Mereka adalah musuh, namun mereka juga pernah saling mencintai dan pernah saling berjanji untuk bersama di dunia baru.
__ADS_1
"Saika ..." ucap Fujin begitu getir.