
Satu hal yang membuat Fujin merasa yakin jika pemuda berpakaian serba putih layaknya seorang pangeran dari ras dewa langit itu adalah dirinya adalah ketika Fujin melihat sebuah tanda matahari yang menyala jingga pada kening pemuda itu, ketika pemuda itu melakukan teknik dan metode yang baru saja diajarkan oleh Amaterasu.
Dan benar saja pemuda itu bisa merubah racun embun kuat yang sengaja diberikan oleh Amaterasu menjadi sebagai salah satu sumber kekuatan untuknya. Pemuda itu mengkonverttnya menjadi energi api yang pada dasarnya adalah kekuatan dasarnya.
Racun embun milik ras dewa langit yang menyerang tubuh pemuda itu seketika berybah menjadi pancaran jingga menyilaukan dan menyelimuti tubuh pemuda itu.
Hal itu tentu sangat mengejutkan Fujin yang melihat semua ini. Namun tiba-tiba saja sekitarnya terlihat mulai berubah menjadi gelap gulita, tanpa ada cahaya sedikitpun.
Dan dalam hitungan beberapa detik kemudian, kini Fujin mulai membuka sepasang matanya kembali. Dia melihat sekelilingnya, dan ternyata dia masih berada di dalam perairan berwarna hitam pekat dengan suhu yang cukup panas itu.
Pada awalnya Fujin masih merasakan rasa panas dan melepuh di sekujur tubuhnya. Namun karena dia mengingat sebuah metode dan teknik yang diajarkan oleh sang nenek melalui sebuah mimpi yang baru saja dialaminya, kini Fujin berusaha untuk melakukan teknik tersebut.
Dia berusaha untuk menyerap seluruh racun yang berada di perairan berwarna hitam pekat ini, dan akhirnya merubah racun tersebut dengan chakra yang masih tersisa di dalam tubuhnya. Hingga pada akhirnya sebuah energi api berwarna jingga menyilaukan mulai menyelimuti seluruh tubuh Fujin.
Dia berhasil mengkonvert racun tersebut menjadi energi dan kekuatan baru yang jauh lebih kuat untuknya. Dan disaat itu sebuah simbol matahari di kening Fujin mulai terlihat bersinar. Setelah Fujin menyerap seluruh racun di dalam perairan itu, tubuhnya merasa lebih bertenaga dan ringan. Bahkan dia merasa kekuatan yang dia miliki meningkat drastis.
Setelah menyelesaikan semua itu, Fujin segera berenang kembali untuk mencapai permukaan air laut.
Sementara itu Xiao Yu, prajurit Ieyasu dan prajurit Hidemitsu yang berada di atas tebing merasa cukup panik dan khawatir karena sudah 1 jam berlalu, namun Fujin masih belum juga kembali ke permukaan air.
__ADS_1
"Bagaimana ini? Pangeran pertama Fujin belum juga berhasil keluar?" ucap prajurit Ieyasu yang masih saja tak melihat tanda-tanda kehadiran daru Fujin.
"Aku akan menyusulnya! Chakra biasa tak akan bisa bertahan lama di dalam air panas dan beracun. Aku akan menggunakan sedikit kekuatan sihirku untuk mencari pangeran pertama Fujin." ucap Xiao Yu memutuskan dan sudah bersiap untuk terjun ke dalam lautan perairan berwarna hitam pekat itu.
Namun belum sempat Xiao Yu melakukannya, Fujin sudah menyembulkan kepalanya di permukaan air dan segera menaiki tebing dengan dibantu oleh prajurit Ieyasu dan prajurit Hidemitsu.
"Syukurlah pangeran pertama Fujin baik-baik saja." ucap Xiao Yu merasa cukup sangat takjub saat melihat Fujin yang hebat dan ternyata masih bisa bertahan.
"Kita harus segera menemukan siluman naga bersisik putih itu sebelum sekte aliran iblis menemukannya lebih dulu!" ucap Fujin memutuskan dan menatap sekelilingnya yang masih dipenuhi dengan perairan berwarna hitam pekat itu.
Hanya saja saat ini airnya sudah tidak terasa panas sama sekali. Bahkan airnya sudah berubah menjadi seperti air biasa. Jika pada awalnya apapun yang masuk ke dalam air tersebut akan melebur, kini apapun yang masuk ke dalam perairan tersebut akan tetap sama saja dan tidak melebur.
"Tapi bagaimana caranya kita keluar dari perairan ini, Pangeran pertama Fujin?" tanya prajurit Ieyasu.
Xiao Yu mengulanginya hingga dua kali. Hingga akhirnya kini sudah ada 3 kain yang menghubungkan dengan pohon besar itu.
"Sudah tidak ada kain yang tersisa. Pangeran pertama Fujin dan kalian, pakai dan naiklah dulu." ucap Xiao Yu menatap Fujin dan kedua prajurit itu.
"Kalian pergilah dulu!" titah Fujin yang malah meminta kedua prajurit itu untuk pergi lebih dulu.
__ADS_1
"Baik, Pangera pertama Fujin." sahut prajurit Ieyasu dan Hidemitsu dengan patuh, meskipun sebenarnya mereka merasa segan untuk pergi lebih dulu.
"Yu'er, kamu juga bergilah dengan tali itu!" imbuh Fujin yang cukup membuat Xiao Yu terkejut.
"Tapi, Pangeran pertama ..." sergah Xuao Yu tak setuju jika dia harus meninggalkan Fujin.
"Pergilah. Aku akan memanggil temanku-Houku." sahut Fujin lalu mulai bersiul.
Dan hanya dalam beberapa detik saja, Hokou seekor siluman anjing putih dengan 5 ekornya yang berkibas di udara kini terlihat terbang mendekat ke arah tebing.
Fujin segera melompat ketika Hokou mendekat dan Fujin mulai duduk di atas tubuh Hokou. Sementara Xiao Yu segera menggunakan alatnya untuk mencapai tebing seberang.
Prajurit Ieyasu dan orajurit Hidemitsu sudah sampai di tebing seberang dengan selamat. Hingga kini hanya menunggu Xiao Yu saja. Namun ketika Xiao Yu baru saja melakukan setengah perjalanan, tiba-tiba saja ada bagian abungan kain yang hampir saja terlepas dan pada akhirnya benar-benar terlepas.
Tubuh Xiao Yu hampir saja terjatuh di dalam perairan itu. Namun dengan cepat Fujin segera mengulurkan tangan kanannya yang kemudian mengeluarkan tali api jingga menyala miliknya. Tali api itu dengan cepat melilit tubuh Xiao Yu dan berhasil menahan tubuhnya di udara. Fujin yang masih berada di atas tubuh besar Hokou membawa Xiao Yu ke tebing seberang.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan dan mendekati goa langit malam. Namun langkah mereka berhenti ketika mereka berada tepat di depat mulut goa yang cukup besar dan tinggi itu.
Ada aura lain selain milik dari siluman naga beesisik putih itu. Dan hal itu sangat jelas dirasakan oleh Fujin, Xiao Yu, maupun kedua prajurit yang selalu menemani Fujin.
__ADS_1
"Mereka dari sekte iblis sudah lebih awal datang daripada kita! Kita harus segera menghentikan mereka sebelum membuat pimpinan mereka semakin berevolusi menjadi lebih kuat dengan menggunakan batu spiritual serta kekuatan spiritual milik siluman naga bersisik putih itu! Ayo!" seru Fujin mulai memasuki goa yang memiliki tinggi lebih dari 3 meter dengan bagian dalam yang cukup gelap dan beraura kelam itu.
Xiao Yu dan kedua prajurit juga segera mengikuti Fujin memasuki goa langit malam itu. Hingga akhirnya mereka melihat seorang pria yang berpakaian serba hitam sedang berusaha untuk mengambil sebuah energi spiritual serta batu spiritual milik dari siluman naga putih yang saat ini sudah terluka cukup parah.