
"Xiao Yu, bantu prajurit kekaisaran Nobuhide! Karena pria berkekuatan cakar beracun itu bukanlah lawan yang mudah untuk dihadapi! Gunakan panah dan sihirmu untuk menghadapinya!" titah Fujin memerintahkan di sela-sela dia menghadapi para prajurit klan iblis.
"Baik, Pangeran pertama Fujin!"
Dengan patuh Xiao Yu segera melesat cepat untuk membantu kekaisaran Nobuhide. Namun dia malah dihadadang oleh seorang gadis dengan sebuah Naginata bilah ganda. Hingga akhirnya Xiao Yu kini harus berhadapan dengan wanita yang tak lain adalah Saika.
"Bayangan kematian. Hiattthhh ..."
Saika mengambil langkah awal untuk menyerang Xiao Yu. Beberapa tangan hitam dengan ukuran raksasa bermunculan dari dalam tanah dengan aura hitam keunguan. Bayangan tangan-tangan tersebut bergerak lambat namun serangannya cukup kuat.
Beberapa kali Xiao Yu melompat untuk menghindari bayangan tangan-tangan raksasa itu. Namun Saika juga tidak mau kalah. Gadis cantik berwajah datar dan dingin itu kini semakin mempercepat gerakan tangannya sehingga gerakan bayangan tangan-tangan kematian itu semakin lincah.
Xiao Yu mengambil salah satu anak panah sihirnya dan mulai melepaskannya menjadi puluhan anak panah yang melesat melingkar menyerang bayangan tangan-tangan raksasa itu.
SWOOSHHH ...
SSRREETT ...
GREPP ...
"Akkhhhh ..." Xiao Yu lengah dan salah satu bayangan tangan raksasa itu kini berhasil mencengkeram kaki kirinya lalu mengangkatnya tinggi di udara, membuat tubuh Xiao Yu terbalik.
Pemuda yang berasal dari suku Ainu ini tak hanya pasrah dan berdiam diri. Kini dia kemai berusaha melepaskan dirinya dengan menyerang bayangan tangan yang sedang mencengkeram kakinya.
Usaha Xiao Yu hampir saja berhasil, namun karena bayangan tangan yang terus menyerap chakra milik Xiao Yu, menjadikan pemuda itu mulai kehilangan sedikit demi sedikit chakra dan kekuatannya.
"Sial! Bayangan tangan katian inimasih terus sana menyerap chakra milikku. Aku tidak boleh berakhir sampai disini! Aku masih harus melindungi kakak! Aku harus memenuhi janjiku kepada ayah ... melindungi kakak Xiao Yin sebelum dia menikah dengan pria yang tepat!!" gumam Xiao Yu kembali mengerahkan sisa kekuatannya untuk memberikan sebuah tebasan dengan menggunakan anak panahnya.
__ADS_1
SRETTT ...
SWOSSHH ...
JLEBB ...
Beberapa kali serangan Xiao Yu selalu meleset saat menyerang bayangan tangan kematian itu. Namun pada akhirnya pemuda ini mulai memiliki sebuah pencerahan secara tidak sengaja.
Bayangan tangan kematian ini adalah ibarat sebuah boneka bayangan tangan kematian yang sedang dikendalikan oleh Saika. Hingga pada akhirnya Xiao Yu mulai mengalihkan arah serangannya ke arah lain. Yaitu ke arah Saika yang sama sekali tak menyangka jika Xiao Yu akan melancarkan serangan untuknya.
SRETTT ...
SWOSH ...
Saika rupanya menyadari semua itu. Meskipun sedikit terlambat, namun Saika masih bisa menghindarinya. Anak panah sihir milik Xiao Yu melesat dan berhasil mengenai pipi Saika hingga menggoreskan sebuah luka.
Saika mengayunkan naginata bilah gandanya hingga sebuah angin kencang tercipta dan menghempaskan puluhan anak panah Xiao Yu dan malah menjadi sebuah bumerang untuk pemuda itu.
Dengan cepat Xiao Yu menciptakan sebuah perusai es khas dari sukunya. Semua anak panah itu terhenti membeku dan pada akhirnya berjatuhan sebelum menyentuh tubuh Xiao Yu.
Sungguh pertarungan yang sengit. Karena mereka sama-sama kuat dan cerdas. Hingga akhirnya Xiao Yu malah terjebak untuk menghadapi Saika saat ini.
Sementara Neji sudah semakin menggila dan sudah banyak melenyapkan pasukan Nobuhide. Saat ini panglima perang Itsuki dan panglima perang ras binatang tengah berusaha untuk mengalahkan Nakai. Tetua dari klan iblis yang tentunya juga sangat kuat dan tak akan mudah untuk dikalahkan.
Terbukti selama 20 tahun para klan iblis bisa bersembunyi dengan aman dan baik dibalik kekuatan besarnya. Sepasang mata Nakai menyorot dengan tajam menatap kedua panglima perang yang gagah berani itu.
Pedang besar yang sebenarnya cukup berat milik Nakai terayun begitu ringan, seakan dia sedang mengayunkan sebuah ranting pohon. Nakai menghunuskannya di dalam tanah dan seketika sebuah goncangan dasyat mulai terjadi.
__ADS_1
Tanah di sekitar mulai retak dan sebagian mengalami longsor. Debu-debu beterbangan dan membuat penglihatan tidak bisa mengawasi sekitar dengan baik. Semua itu membuat para prajurit panik dan segera mencari tempat yang aman agar tidak terjatuh.
Kedua panglima perang melompat tinggi di udara untuk menghindari serangan dari Nakai. Panglima perang Itsuki menghempaskan sepasang shuriken raksasa ke arah Nakai. Namun dalam sekejap saja sepasang Shuriken itu sudah melesat kembali pada pemiliknya tanpa melukai Nakai sedikitpun.
Panglima perang ras binatang merubah wujudnya menjadi seekor srigala besar dan memanfaatkan sebuah celah ketika Nakai sedang menarik kembali pedang besarnya. Panglima perang ras binatang segera melompat ke arah Nakai dan bersiap menyerang dengan kuku-kuku dan gigi tajamnya.
Namun siapa sangka pergerakannya juga terbaca oleh Nakai. Nakai segera mengangkat pedang raksasanya dan menghempaskannya ke arah panglima perang ras binatang hingga tubuhnya yang saat ini masih berwujud seekor srigala besar terhempas cukup jauh dan mengalami luka berat. Darah segar mengucur dan membuatnya sedikit tidak berdaya.
Tak mau berdiam diri, panglima perang Itsuki kembali melompat tinggi dan menggunakan sebuah bulu untuk terbang. Salah satu tangannya berpegangan pada bulu itu sementara tangan yang lainnya kembali menghempaskan salah satu shuriken miliknya.
Nakai bukanlah seseorang yang lemah dan tidak cerdas. Tentu saja dia bisa mengatasi panglima perang Itsuki meski membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama. Karena panglima perang Itsuki adalah seorang ahli ninja yang juga cukup kuat.
.
.
.
Dari kejauhan Kenshin tampak sangat menikmati semua pertunjukan ini. Dia bahkan belum memperlihatkan taringnya untuk peperangan kali ini. Namun bisa dipastikan jika kekuatannya juga tidak bisa diremehkan begitu saja.
Tubuhnya memancarkan aura yang begitu kuat dan kelam. Karena selama ini dia selalu mengolah energi dari para siluman kuat. Dia menjadi semakin kuat dan kuat seiring dengan semakin banyaknya energi siluman yang diolah dan diserap oleh tubuhnya.
"Ckk ... membosankan!! Aku bahkan belum turun untuk menyambut mereka, namun kini pasukan mereka sudah berkurang separuhnya hanya saat menghadapi kaki tanganku!"
Kenshin yang sedang berdiri di atas bebatuan tinggi kini mengangkat tangan kanannya ke udara. Segerumul asap hitam pekat masih sangat terlihat pada tubuhnya. Salah satu matanya kini mulai berubah menjadi merah tajam.
Kenshin menggerakkan tangan kanannya pelan dan telunjuknya diarahkannya pada salah satu Daimyo yang saat ini sedang berusaha untuk menyerang Neji dari arah yang tak terduga. Bahkan daimyo Nobuhide itu sedikit lagi sudah hampir bisa menghunuskan katana miliknya untuk Neji. Namun tiba-tiba saja sebuah asap pekat berwarna hitam kemerahan yang membentuk sebuah tombak melesat cepat dan mengenai tepat pada jantung daimyo tersebut.
__ADS_1
"Aku tidak sabar dan ingin sedikit bermain ..." gumam Kenshin dengan seringai kelam dan masih mengamati dari kejauhan.