The Sun Warrior

The Sun Warrior
Pengorbanan Saika


__ADS_3

"Saika ..."


Ucapan Fujin begitu lirih dan terdengar memilukan. Tangannya yang masih membawa pedang langit pengumpul awan surga miliknya terlihat semakin melonggar dan lemah ketika berhadapan dengan sosok Saika.


"Hentikan semua ini dan kembalilah kepada kami, Saika. Aku berjanji padamu ... aku akan melindungimu setelah ini." imbuh Fujin penuh harap.


Bukannya menjawabnya, Saika malah mengayunkan naginata bilah gandanya ke arah Fujin. Namun bukannya berusaha untuk menghindari atau mematahkan serangannya, Fujin hanya terdiap manatap nanar Saika.


Saika masih mengayunkan naginata bilah ganda miliknya dan semakin mendekati tubuh Fujin. Tepat disaat naginata bilah ganda itu berada hanya beberapa inchi dari tubuh Fujin, Saika segera menghentikan serangannya.


Dan disaat itulah sebuah tombak api sihir yang sudah dikendalikan oleh Kenshin sudah berada tepat di belakang punggung Fujin.


Saika segera meraih tangan Fujin dan memutar tubuhnya untuk melindungi Fujin dari serangan Kenshin. Tombak sihir yang diarahkan untuk melukai jantung Fujin itu kini malah menghunus tubuh Saika dan membuatnya terluka cukup parah.


Tubuhnya terhuyung dan terjatuh di atas tanah. Saika bahkan juga memuntahkan cukup banyak darah segar. Dan seketika wajahnya terlihat mulai pucat.


Hal ini tentu saja sangat mengejutkan Kenshin. Di depan mata kepalanya sendiri, dia melihat salah satu orang kepercayaannya telah menyelamatkan musuh bebuyutannya. Tentu saja seketika Kenshin merasa sangat sakit hati dan sudah dikhianati oleh Saika.


"Saika ..." Fujin segera menghampiri tubuh Saika yang sudah terkulai lemah tak berdaya dan memangkunya. "Bertahanlah Saika ..."


Selain terkejut, Fujin juga merasa terpukul saat melihat Saika yang berusaha untuk menyelamatkan dirinya hingga kini membuatnya terluka cukup parah.


"SAIKA!! Beraninya kamu melakukan semua ini!! Beraninya kamu melindunginya dan malah mengkhianatiku!! Kamu akan mendapatkan hukuman dariku!!" geram Kenshin terlihat sangat murka dan mulai menciptakan tombak sirirnya kembali dengan kekuatannya lalu mengarahkan tepat pada jantung Fujin dan Saika sekaligus.


Namun entah keajaiban apa yang terjadi, sebuah perisai berwarna kebiruan bercampur jingga tercipta. Dan ini adalah untuk pertama kalinya Kenshin melihat perisai yang tidak bisa dilalui oleh dirinya.


Fujin sendiri juga cukup terkejut dan kebingungan, karena perisai yang kali ini diciptakan olehnnya sangat berbeda dari biasanya. Kekuatannyanya lebih besar, dan auranya juga sangat berbeda.


Bersamaan dengan itu, kalung Saika yang berliontin kristal trigonal berwarna kebiruan menyala terang memancarkan aura kebiruan. Dan kini Fujin mulai menyadari sesuatu, jika perisai yang terbentuk kali ini adalah bersangkutan dengan kalung milik Saika.

__ADS_1


Perisai ini tercipta karena penggabungan kita ... apakah itu artinya energi yang berlawanan yang dimaksud sepupu Izanagi juga adalah energi ini? Penggabungan energi milikku dan Saika? Tunggu! Saat ini tidak boleh membuang-buang waktu! Luka Saika sangat parah, dan aku tidak bisa meninggalkannya saat ini.


Batin Fujin segera mengeluarkan sebuah botol kecil dan memberikannya untuk Saika.


"Saika, apa kamu bisa mendengarku? Saika ..." Fujin sedikit mengeraskan suaranya dan sedikit mengguncang bahu Saika.


Perlahan Saika kembali membuka matanya setelah mendengar suara Fujin kembali. Bibirnya bergetar seakan ingin mengatakan sesuatu. Fujin yang menyadari hal tersebut sedikit mendekat untuk mendengarkan apa yang akan Saika sampaikan.


"Pa-pangeran Fujin ..." ucapnya lemah tak berdaya. "Ma-af ... aku tidak kuat lagi ..." imbuhnya lirih.


Fujin menggeleng samar, "Kamu harus bertahan, Saika! Kamu harus kuat!"


"Ini adalah rumput pembekuan darah. Ini akan memperkuat esensi vitalmu. Oleskan pada bekas luka itu dan jangan memakannya. Apa kamu mengerti, Saika?"


Imbuh Fujin meminta Saika untuk mengoleskannya sendiri ramuan obat tersebut. Karena luka itu berada tepat di atas dada kanan Saika. Dan tentu saja hal itu membuat Fujin tidak bisa membantunya.


Bukannya menjawabnya, Saika malah kembali memejamkan matanya. Bahkan tangannya kini juga terjatuh di atas tanah tak kuasa untuk menggerakkannya dengan kuat.


Ucap Fujin sembari memberanikan diri untuk membuka pakaian bagian atas milik Saika. Meskipun merasa sedikit aneh dan gugup, namun Fujin segera menampik semua pemikirannya saat ini. Yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan Saika yang sudah sekarat dan melenyapkan klan iblis. Tidak boleh membuang-buang waktu sedikitpun.


Melihat luka itu, membuat hati Fujin merasa sangat nyeri. Dan hal ini seperti sebuah delusi untuknya. Untuk kedua kalinya Saika mengorbankan dirinya dan berusaha untuk menyelamatkan Fujin.


Perlahan Fujin mengoleskan ramuan obat pembeku darah itu pada bagian luka itu. Dia mengoleskannya dengan sangat hati-hati dan begitu lembut karena khawatir Saika akan merasa kesakitan.


Kamu harus kuat! Kamu harus tetap hidup, Saika! Aku akan menebus semua kesalahanku di masa lalu dan melindungimu setelah ini! Bertahanlah ...


Batin Fujin tanpa sadar sepasang manik-maniknya terlihat mulai berair memandangi sosok gadis yang sudah terlihat semakin pucat itu.


Sementara itu berulang kali Kenshin masih berusaha untuk mematahkan perisai gabungan itu, namun dia selalu saja gagal melakukannya. Dan hal itu semakin membuatnya murka dan ingin segera melenyapkan Fujin dan Saika.

__ADS_1


"Hiaatthhh ... perisai macam apa ini!!"


Seakan tak pernah lelah, Kenshin terus saja menyerangnya dengan ratusan tombak sihirnya. Namun tak ada sarupun dari tombak sihir itu yang bisa menerobosnya.


Dan disaat itu, tiba-tiba saja Shirayuki terlihat datang bersama burung dara putihnya sebagai kendaraannya. Melihat Fujin sedang menjaga dan mengobati seorang wanita membuatnya untuk segera menghampirinya. Dia paham jika wanita itu adalah salah satu klan iblis, karena pakaian mereka sama.


Perisai tersebut bisa dilewati oleh Shirayuki begitu saja dengan ajaib. Dan ini sungguh masih membuat Kenshin tidak memahaminya.


"Kakak pertama Fujin ..."


Belum sempat Shirayuki melanjutkan ucapannya, Fujin segera memotong ucapannya.


"Shirayuki, tolong jaga dan bawa dia kepada tabib untuk mengobati lukanya! Aku hanya bisa membekukan darahnya saja, selebihnya aku serahkan padamu!" titah Fujin sebelum dia meninggalkan kedua gadis itu.


"Baik, Kakak pertama Fujin." meskipun tidak mengenali sosok Saika, namun Shirayuki begitu mematuhi sang kakak. Dia sangat memoercayai Fujin.


Fujin sempat menatap nanar Saika yang masih memejamkan seoadang matanya sebelum dia meningggalkannya dan kembali untuk menghadapi Kenshin.


.


.


.


SRETTT ...


DUARR ...


Kenshin menyeringai kelam disaat serangannya kali ini berhasil melukai lengan Fujin hingga membuat Fujin terhemoas kuat hingga menabrak bebatuan tebing. Bahkan bebatuan itu sampai berguncang dan berjatuhan.

__ADS_1


Fujin berusaha untuk bangkit kembali. Namun debu yang beterbangan di sekitarnya membuatnya kehilangan keberadaan dari Kenshin.


Tawa menggelegar Kenshin terdengar begitu menyeramkan di sekitar Fujin dan berpindah-pindah dalam beberapa detik. Dan hal ini membuat Fujin harus ektra waspada, karena Kenshin bisa sewaktu-waktu datang dan menyerangnya kembali.


__ADS_2