
"Mari kita bergi bersama!!" tandas Saika bersiap untuk menghunuskan pedang pemotong jiwa miliknya tepat pada dadanya sendiri.
"Tunggu!! Apa yang akan kamu lakukan?!!" sosok roh api Akuma berbicara dengan nada ketakutan karena pilihan Saika. "TUNGGU!! Jangan lakukan itu!!"
Saika masih menatap tajam sosok itu dan sudah bulat dengan pilihannya. Dia mengabaikan peringatan sosok itu dan semakin cepat mengayunkan pedangnya. Karena berakhirnya dia, maka berakhirlah roh api Akuma tersebut, pikirnya
SWOSHHH ...
TRANGG ...
Sebuah angin kencang dengan cahaya berwarna jingga berhembus kuat hingga menjatuhkan pedang pemotong jiwa milik Saika, hingga perang tersebut terjatuh.
Dan disaat itulah mulai terlihat sosok pemuda yang sudah berdiri tegap dengan sebuah pedang kebanggaannya. Dia adalah Fujin yang sudah berhasil menembus dan memasuki alam bawah sadar Saika. Tidak mau membuang-buang waktu lagi, dia mulai mengayunkan sebuah tebasan vertikal ke arah sosok roh api Akuma dengan kuat, hingga membuat sosok sang roh api Akuma terkiskis perlahan karena serangan Fujin.
"Arggghhh ... kalian tidak akan pernah hidup damai dan bahagia!! Camkan itu!!"
Roh api Akuma meraung dan membuat gema di seluruh tempat ini seiring menghilangnya binasanya sosok tèrsebut. Dia memang kuat dengan elemen kegelapan milknya, namun pedang pengumpul awan surga milik Fujin adalah terbuat dari artefak terbaik untuk menyerap energi tersebut dan kembali menetralkannya. Selain kuat, pedang tersebut juga begitu ajaib!
Sebuah kabut asap gelap kehijauan juga terlihat keluar dari tubuh Saika. Gadis itu memekik menahan rasa sakit yang begitu dasyat itu, sama persis ketika Kenshin memasukkan roh api Akuma tersebut ke dala tubuhnya.
Tubuh Saika terlepas dan hampir terjatuh, namun Fujin dengan cepat segera melompat, meraih dan menangkapnya.
GREPP ...
Hal ini kembali membuat pandangan mereka saling bertaut satu sama lain, menatap dengan dalam. Sungguh Saika tidak menyangka jika lagi-lagi Fujin datang untuk menyelamatkan dirinya dari roh api Akuma. Dia bahkan sudah mengira jika hari ini dia akan berakhir bersama roh api Akuma.
"Terima kasih, Pangeran Fujin ..."
Ucapan itu terlontar begitu saja secara spontan disaat mereka berdua sudah mendarat di atas tanah dengan posisi yang masih sama, yaitu Fujin yang menggendong depan Saika.
"Pangeran? Sampai kapan kamu akan memanggilku seperti itu, Saika? Kita sudah menikah. Aku adalah suamimu." balas Fujin menyudutkan Saika untuk menggodanya.
"Uhmm ... aku akan segera merubah panggilan itu." balas Saika mengalihkan pandangannya untuk menyembunyikan rasa kikuknya.
Fujin tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum samar dan segera membawa Saika meninggalkan alam bawah sadarnya.
__ADS_1
.
.
.
Di dalam sebuah kamar istana Fumio, Fujin masih berdiri menghadap tubuh Saika yang terbaring di atas pembaringan. Perlahan dia mulai membuka kembali sepasang matanya. Dan disaat itulah Saika juga mulai membuka sepasang matanya.
"Syukurlah kamu sudah sadar ..." Fujin merasa lega dan segera membantu Saika yang ingin duduk. "Bagaimana? Apa masih merasa sakit?"
Saika menengadahkan wajahnya menatap Fujin dan menggeleng samar.
"Minumlah dulu ..." kini Fujin memberikan secawan air untuk Saika.
Dengan patuh Saika segera meneguknya.
"Darimana kamu mendapatkan roh api Akuma?" tanya Fujin cukup penasaran. "Dan mengapa kamu berniat untuk mengakhiri hidupmu seperti itu?"
"Kenshin yang memberikannya untukku. Jika aku berakhir, maka roh api Akuma akan berakhir, jadi ... aku memutuskan untuk--"
Saika mengangguk memengiyakan pertanyaan Fujin. Dan Fujin segera meraih kedua bahu Saika dan menghadapkannya padanya.
"Saika, kamu sudah cukup menderita dan banyak berkorban selama ini. Dan kali ini aku tidak akan membiarkannya kamu menanggung semua itu seorang diri lagi. Apapun yang kamu hadapi, maka semua itu akan selalu bersangkutan denganku! Jangan segan untuk memberitahukan setiap masalah yang kamu hadapi. Kita akan menghadapinya bersama. Apa kamu mengerti, Saika istriku?" ucap Fujin terdengar begitu hangat dan menatap lekat gadis yang baru saja dinikahinya itu.
Saika hanya mengangguk dan tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. Entah mengapa setiap kali berada bersama Fujin, kini membuatnya selalu nerasa gugup dan salah tingkah. Tidak seperti dirinya yang dulu selalu dingin.
"Aku akan membantumu mengeluarkan energi negatif yang tersisa di dalam tubuhmu. Mari lakukan latihan bersama ..."
Ajak Fujin yang kini mulai mengangkat kedua kakinya dan duduk bersila menghadap Saika. Lagi-lagi Saika hanya terdiam, namun seluruh tubuhnya dengan patuh memenuhi perintah Fujin.
"Ayo, kita lakukan bersama ..." ucap Fujin dengan hangat sembari memejamkan sepasang matanya dan mulai mengangkat kedua tangannya.
Bukannya segera melakukannya untuk berlatih bersama, Saika malah terpaku menatap wajah tampan Fujin. Rasa gugup yang pada awalnya menyelimuti dirinya, kini perlahan memudar dan sebuah senyuman tipis mulai menghiasi wajah ayu Saika.
Sepasang alis tegasnya ... hidungnya yang mancung ... rahang tegas dan indah ... sepasang mata yang tajam dan dingin ... semua ini terlihat sangat menakutkan dan menyakitkan saat aku melihatmu sebagai pangeran Shibata Katsui yang tidak pernah memandangku sebagai istrimu. Namun ... kini semua terlihat sangat berbeda saat aku melihatmu sebagai sosok pangeran Fujin. Bahkan aku merasa sangat nyaman saat berada bersamanya. Tatapannya kini juga begitu hangat ...
__ADS_1
Batin Saika terpesona mengamati sosok pria di hadapannya.
Namun senyuman Saika tiba-tiba saja membeku disaat Fujin perlahan membuka matanya kembali. Seolah-olah dia sedang tertangkap basah sedang mencuri pandang menatap Fujin.
"Ada apa, Saika?"
GREPP ...
"Ayo lakukan latihan bersama!"
Bukannya menjawab pertanyaan Fujin, dengan gelagapan Saika malah segera meraih kedua tangan Fujin dan segera memejamkan matanya bersiap untuk berlatih bersama.
Tidak banyak bertanya lagi, Fujin segera memejamkan sepasang matanya kembali setelah beberapa detik mengamati wajah Saika dengan seulas senyum tipis.
Beberapa saat berlalu. Suasana kamar yang begitu hening dan tenang membuat mereka lebih leluasa untuk berlatih bersama. Keduanya benar-benar mulai fokus dan menikmati semuanya. Mengolah energi yang tercipta disaat bersentuhan dan menyerapnya ke dalam tubuh masing-masing.
Bahkan energi ras Dewa Langit milik Fujin kali ini juga kembali membuat tubuh Saika merasa lebih ringan dan segar karena energi negatif di dalam tubuhnya yang masih tersisa dan mengendap.
Waktu bergulir dengan cepat, dan tidak terasa mereka sudah melakukan latihan bersama semalaman. Hingga akhirnya tepat saat dini hari, disaat Saika sudah mulai menikmati dasyatnya energi dari latihan bersama itu, tidak terasa tubuhnya semakin mendekati Fujin. Padahal mereka hanya bersentuhan tangan, namun mereka merasakan energi yang berbeda dari biasanya.
Jarak keduanya semakin dekat dan dekat, hingga akhirnya bibir mereka berdua saling bertaut. Saika yang menyadarinya reflek membuka sepasang matanya. Dan betapa terkejutnya dia setelah melihat apa yang telah dia lakukan. Wajah Fujin kini berada tepat di hadapannya dan tanpa berjarak lagi.
Saika berniat untuk mundur, namun disaat itu juga Fujin membuka sepasang matanya dan mengikuti pergerakan Saika, hingga tubuh Saika malah terbaring dan tertindih tubuh Fujin dan membuat kecupan singkat itu terlepas.
"Ma-maaf ... aku tidak sengaja ..." ucap Saika lirih dan begitu malu. Wajahnya bahkan sudah merah seperti kepiting rebus.
"Mengapa meminta maaf? Kita sudah menikah. Kita bisa melakukan hal yang lebih dari itu. Aku akan membantumu membebaskanmu dari energi negatif yang tersisa di dalam tubuhmu. Kamu tidak akan menderita lagi ..."
Ucap Fujin lirih dan semakin mendekati Saika hingga berakhir memagut lembut bibir setipis cerry itu. Meskipun cukup terkejut akan mendapatkan serangan balik dari Fujin, namun Saika tidak bisa menolaknya. Dia memejamkan sepasang matanya dan melakukan kewajibannya sebagai seorang istri ... serta memulihkan tubuhnya dari enegi negatif.
THE END ...
...⚜⚜⚜...
__ADS_1
Akhirnya kisah Fujin sang pilar dari ketiga dunia berakhir. Makasih banyak yang udah ngikuti keseruan Fujin. Nantikan kisah seru lainnya ya. InshaaAllah aku akan bikin karya fantasi timur lagi. Nantikan ya ... ♡♡