The Sun Warrior

The Sun Warrior
Jurang Lautan Arwah


__ADS_3

Jurang lautan arwah, wilayah barat daya, dunia fana.


Saika lebih sering menghabiskan waktunya untuk melamun, entah itu saat dia berada di kamarnya ataupun saat berada di sekitar tempat persembunyian baru para klan iblis.


Dia lebih sering sendirian atau menghabiskan waktu bersama beberapa anak kecil dan wanita tua yang masih bergabung bersama klan iblis dengan terpaksa, karena para klan iblis tak akan segan untuk menghabisi nyawa mereka jika mereka berani membelot.


Para wanita-wanita tua yang lemah dan tak berdaya itu adalah para pelayan Fumio seperti ibu Saika, yang 19 tahun yang lalu dipaksa Nakai untuk meninggalkan kekaisaran Fumio bersama dengan dirinya. Karena Nakai membutuhkan para pelayan wanita itu untuk merawat Kenshin yang begitu lemah disaat bayi.


Saika terlihat sedang bersama seorang anak laki-laki kecil dan seorang nenek untuk memanen beberapa biji teratai. Mereka menaiki sebuah perahu kecil dan mulai memanen biji teratai liar yang kebetulan sudah memasuki masa panen itu.


"Sangat langka, di dasar jurang seperti ini masih ada beberapa sumber daya yang bisa kita manfaatkan. Kita masih beruntung." ucap nenek itu mulai memetik beberapa biji teratai disekelilingnya dan memasukkannya ke dalam sebuah keranjang.


"Benar. Kita sangat beruntung, Nenek. Padahal kita baru saja pindah dan menempati Jurang lautan arwah ini." sahut Saika seadanya dan membantu memetik beberapa biji tetatai itu.


"Kakak Saika. Mengapa kakak selalu bepergian dan lama untuk kembali? Aku sangat merindukan kakak jika kakak lama pulang?" ucap anak laki-laki yang berusia sekitar 5 tahun itu.


Saika mengusap lembut kepala anak laki-laki itu dan berkata, "Kakak pergi untuk menyelesaikan beberapa tugas dari Pangeran Kenshin. Karena kakak sudah kembali, kakak akan menemanimu hingga kamu puas untuk bermain. Kakak juga akan memasakkan sup biji teratai untukmu! Bagaimana? Kamu suka kan, Naru?"


Anak laki-laki kecil itu mengangguk dan tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi susunya yang masih putih dan rapi.


"Hore!! Aku suka sekali sup masakan kakak Saika! Asyikkk!!" Naru berjingkrak senang.


Senyuman Saika perlahan mulai memudar dan raut wajahnya seketika berubah menjadi sangat serius sambil menatap pada satu titik yang ada di balik lautan pohon itu.


"Nenek, tolong jaga Naru dulu!" ucap Saika mulai berdiri dengan tegap dan menghadap ke titik yang sama.

__ADS_1


Dia mengulurkan tangan kanannya dan segerumul aura hitam pekat mulai terlihat hingga membentuk sebuah naginata bilah ganda, salah satu senjata andalannya.


Wanita tua itu dengan patuh segera mendekati Naru dan memeluk anak laki-laki itu erat.


Saika melompat tinggi di udara dan melesatkan sebuah tebasan vertikal dengan aura hitam kelam ke arah ***** tersebut.


SWOOSSHHH ...


KIIIIKKKK ...


BRUGHH ...


Sebuah pekikan hewan spiritual mulai terdengar dari balik lautan pohon dengan aura kelam itu. Saika melompat dan melesat di udara lalu mendarat di daratan kembali.


Dia memasuki lautan pepohonan itu untuk memeriksa makhluk apa yang baru saja mengintainya. Namun rupanya dia malah bertemu dengan Neji yang sudah berada di dekat seekor siluman musang ekor 7 yang sudah sekarat dansebagian tubuhnya mulai membiru gelap. Bisa dipastikan dia baru saja terkena cakar beracun milik Neji.


Siluman rubag ekor 7 sebenarnya sudah dikategorikan sangat kuat. Karena setiap ekor yang dia miliki adalah menggambarkan kekuatan mereka. Semakin memiliki banyak ekor, maka siluman tersebut akan semakin kuat dan tua.


Namun Neji memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Dia memiliki teknik cakar beracun yang cukup mematikan dan bisa menghancurkan dan membusukkan apapun yang dia targetkan setelah terkena racun miliknya.


"Tidak disangka ada binatang spiritual tingkat tinggi yang berkeliaran di sekitar kita. Hhm ... untung saja kamu menyerangnya lebih dulu, sehingga aku bisa dengan mudah menggunakan teknik cakar beracun milikku dan mengalahkannya."


Gumam Neji menarik sudut bibirnya dan mulai mendekati Saika.


"Aku akan menemui nenek Gu dan Naru lalu menemui pangeran Kenshin." ucap Saika berbalik dan berniat untuk meninggalkan Neji.

__ADS_1


Namun rupanya Neji malah melesat cepat dan tiba-tiba saja sudah berada di hadapan Saika kembali. Pemuda yang memiliki kebiasaan tersenyum menyebalkan itu kembali memperlihatkan senyumannya di hadapan Saika.



"Saika-Saika! Aku mengetahui jika satu pekan yang lalu kamu menghabiskan waktumu bersama seorang pemuda yang kamu temui saat itu di dalam sebuah goa. Bagaimana? Apa aku benar?" ucap Neji dengan nada bicara riang namun menyebalkan.


Saika yang mendengarkan ucapan dari Neji tentu saja merasa cukup terkejut. Padahal saat itu Fujin menggunakan kekuatannya untuk melindungi pintu goa. Bahkan Fujin membuat sebuah perisai untuk menetralkan aura mereka agar tidak mudah untuk diketahui dan dilacak oleh orang maupun binatang spiritual.


"Siapa pemuda itu? Dan mengapa kamu rela menghabiskan waktu bersama dengannya saat itu?" ucap Neji lagi karena Saika tidak segera menjawab ucapannya.


"Aku terluka saat itu. Aku hanya bersembunyi untuk memulihkan tubuhku. Namun rupanya aku malah terjatuh dan tidak sadarkan diri. Namun rupanya aku malah ditolong oleh seseorang." jawab Saika seadanya dan berniat untuk meninggalkan Neji.


GREPP ...


Namun kali ini Neji malah menahan lengan Saika hingga membuat Saika berhenti kembali. Saika dengan malas menatap Neji.


"Saika, berhati-hatilah! Klan iblis tidak boleh menjalin ikatan apapun dengan siapapun di dunia luar! Itu akan sangat membahayakan kita! Jika sampai pangeran Kenshin mengetahuinya, dia akan sangat murka! Apa kamu tau?!" ucap Neji menandaskan kembali dan menatap Saika dengan sepasang mata yang memicing.


"Hhm. Kamu tenang saja, Neji. Aku akan mengingat semua itu." sahut Saika melepas tangan Neji dan segera meninggalkannya.


Dia segera mendatangi nenek Gu dan Naru yang masih berada di atas perahu kecil di tengah perairan yang tidak terlalu luas yang ditumbuhi dengan teratai.


Mereka kembali ke daratan bersama dan berniat kembali tempat tinggal sederhana mereka di Jurang lautan arwah.


Sebuah nama tempat yang cukup menyeramkan! Karena tempat ini adalah sebuah jurang yang konon di kehidupan sebelumnya telah banyak digunakan oleh orang-orang untuk membuah jasad-jasad dari korban peperangan.

__ADS_1


Bahkan tempat ini juga selalu digunakan sebagai tempat untuk bunuh diri. Jadi tidak heran jika wilayah ini cukup mistis dan menyeramkan. Selain menjadi tempat tinggal para arwah yang jiwanya tidak tenang, sebenarnya sebelumnya tempat ini adalah tempat tinggal para siluman tingkat sedang hingga tinggi.


Namun Nakai, Kenshin, Saika, Neji dan beberapa ksatria klan iblis lainnya telah berhasil mengalahkan para siluman itu. Hingga kini merekalah yang menempati Jurang lautan arwah, wilayah barat daya, dunia fana ini.


__ADS_2