The Sun Warrior

The Sun Warrior
Sang Roh Api Akuma Yang Kembali Hadir


__ADS_3

Sebuah upacara pernikahan digelar dengan sangat mewah di kekaisaran Itsuki dan dihadiri oleh seluruh ketiga dunia. Sang Kaisar ras Dewa Langit datang bersama keluarga istananya, karena Fujin adalah cucu kesayangan Amaterasu. Sedangkan Amaterasu adalah putri bungsu sang Kaisar Langit.


Ras binatang juga hadir untuk menghadiri upacara pernikahan Fujin dan Saika. Bahkan Yona juga bersikeras untuk datang dan membawa putranya yang bahkan masih berusia 3 bulan.


Hubungan antara ketiga dunia kini terjalin semakin dekat setelah perang besar melawan klan iblis. Ras binantang juga sudah mulai membuka diri kembali dan membaur bersama dunia luar.


Terlebih saat mereka memiliki seorang menantu pertama seperti Yona yang berasa dari ras manusia kekaisaran Fumio. Karakter ceria Yona juga begitu menghidupkan keluarga ras binatang dan membuat kekaisaran ras binatang semakin hidup.


Kaisar Zhou Fumio serta ibu suri Lily juga merasa sudah lega karena sang putra sudah berhasil menyelesaikan tugas dan tanggung jawab utamanya terlahir di dunia ini sebagai pilar dari ketiga dunia. Meskipun sebenarnya tugas Fujin masih begitu banyak dan panjang ke depannya. Karena dia-lah calon pemimpin kekaisaran Fumio selanjutnya yang akan menggantikan dirinya.


Usai pelaksanaan upacara pernikahan itu, Fujin membawa Saika untuk menuju kekaisaran Fumio dengam dikawal oleh para prajuritnya. Seluruh keluarganya juga bersama kembali ke kekaisaran Fumio dengan kereta kencana yang berbeda.


.


.


.


"Ughhhh ... energi dan aura ini ..."


Baru saja Saika memasuki kamarnya dan berniat untuk menunggu Fujin yang masih menyelesaikan beberapa hal, Saika merasakan dadanya merasa sesak. Aura gelap kehijauan juga mulai terlihat menyelimuti tangan kirinya dan juga bagian dadanya.


"Mengapa aura ini masih melekat padaku ..." ucalnya lirih karena menahan rasa sesak di seluruh tubuhnya, terutama bagian dadanya.


Selama beberapa waktu ini setelah terlepas dari kaln iblis, Saika sama sekali tidak pernah menggunakan elemen kegelapan miliknya. Sementara roh api akuma yang pernah diberikan oleh Kenshin semasa dia hidup di dunia fana ini akan selalu menyerap elemen kegelapan dan kembali memperkuatnya.


"Ugghhh ..."


Saika yang semakin merasa sesak dan kesakitan kini malah terjatuh di atas lantai sambil memegangi dadanya. Nafasnya mulai tidak beraturan dan wajahnya yang masih dengan riasan pengantin kembali memucat. Saika ambruk dan seketika tidak sadarkan diri.


.

__ADS_1


.


.


Untuk seketika Saika berada di tempat yang tidak memiliki batas pandangan. Namun dia merasa sekelilingnya terlihat gelap gulita. Cahaya gelap kehijauan bersinar mulai terlihat di mengelilinginya dengan aura yang dingin. Lalu cahaya itu mulai berkumpul menjadi satu titik dengan ukuran besar dan tinggi masih dengan wujud kepulan asap besar yang bergerak-gerak.


"Saika-Saika! Aku akan selalu menyerap energi kegelapan dan akan memperkuat elemen tersebut di dalam tubuhmu. Tetapi selama 3 bulan kamu sama sekali tidak memberikannya untukku! Aku tidak bisa mengolahnya! Jika kamu ingin selamat, maka berikan energi kegelapan untukku! Jika tidak kamu akan binasa karena menjadi santapanku!"


Suara besar dan menakutkan itu mulai terdengar menggema dan berasal dari kepulan asap gelap kehijauan itu. Suara itu benar-benar terdengar begitu menakutkan dan membuat bulu kuduk siapapun yang mendengarkannya akan berdiri.


Namun tidak untuk Saika yang selama ini tidak pernah merasa takut terhadap apapun. Dia sudah terbiasa mengaksikan hal menakutkan sedari kecil. Bahkan hidupnya sudah selalu dilatih keras oleh Nakai dan para klan iblis. Bahkan ... para siluman adalah sudah seperti sebuah santapan sehari-hari, dan buruan yang harus dia dapatkan untuk Kenshin.


"Siapa kamu?" Saika bertanya penuh waspada dan menarik pedang pemotong jiwa miliknya yang sudah cukup lama dia gunakan tanpa elemen kegelapan.


"Bwahahaha ... apakah tidak terlambat bagimu untuk bertanya siapa aku? Aku adalah roh api suci Akuma yang selama ini berada di dalam tubuhmu! Akulah yang selalu membantumu selama ini untuk mengalahkan lawanmu! Akulah yang membuatmu semakin kuat dan tak terkalahkan! Dan sekarang kamu harus memberikan energi kegelapan untukku!"


Wujud tersebut tertawa menggelegar dan menjawab Saika, dan berakhir dengan sebuah tuntutan.


"Bwahaha ... tidak semudah itu! Jika harus pergi, maka harus pergi bersama! Kamu akan pergi bersamaku!"


Mendengar ucapan sosok roh api suci Akuma, membuat Saika semakin kuat mencengkeram pedang pemotong jiwanya. Saika melompat tinggi ke udara dan mulai menyerang sosok itu. Beberapa tebasan kuat Saika hanya menembus sosok itu dan tidak merubah keadaan.


Sebuah kabut asap berwarna gelap kehijauan tipis kini mulai mengitari tubuh Saika dan melilit tubuhnya. Tubuh Saika perlahan terangkat ke udara dan masih terlilit kabut asap sang roh api Akuma.


Sudah berulang kali Saika bersaha untuk melepaskan dirinya, namun dia tidak bisa melakukannya. Terlebih keadaannya saat ini tidak seperti dulu lagi yang kuat karena pengaruh energi kegelapan. Karena Fujin sudah sedikit mengeluarkan energi negatif yang selama ini mengendap di dalam tubuh Saika.


"Baik! Mari pergi dan mati bersama! Dan jangan lagi mencari tuan baru untuk menghancurkan dunia ini! Mari kita pergi bersama!!"


Saika berkata tanpa ada keraguan. Dengan tekadnya akhirnya dia bisa menggerakkan tangan kanannya dan mengangkat pedang pemotong jiwa miliknya.


Roh api suci Akuma berada di dalam tubuhnya, jika dia mati ... maka roh api tersebut juga akan berakhir. Begitulah pikir Saika.

__ADS_1


"Mari kita bergi bersama!!" tandas Saika bersiap untuk menghunuskan pedang pemotong jiwa miliknya tepat pada dadanya sendiri.


"Tunggu!! Apa yang akan kamu lakukan?!!" sosok roh api Akuma berbicara dengan nada ketakutan karena pilihan Saika. "TUNGGU!! Jangan lakukan itu!!"


Saika masih menatap tajam sosok itu dan sudah bulat dengan pilihannya. Dia mengabaikan peringatan sosok itu dan semakin cepat mengayunkan pedangnya.


.


.


.


Sementara itu beberapa saat yang lalu ...


DDRRTT ...


Di dalam sebuah kamar di istana kekaisaran Fumio yang sudah dihias secantik mungkin, terdengar suara pintu yang terbuka dan diikuti derap langkah dengan ritme pelan, tegas namun beraturan.


Terlihat seorang pemuda tampan nan gagah dan masih mengenakan jubah pengantinnya mulai memasuki kamar tersebut. Namun binar indah yang pada awalnya menghiasi wajah tampannya kini memudar dan berganti rasa cemas ketika di menemukan Saika yang sudah terjatuh di atas lantai dan tidak sadarkan diri.


Fujin segera meraih tubuh Saika dan memeriksa denyut nadi dan pernafasannya untuk memastikan sesuatu. Ada sedikit kelegaan yang tergambar di wajahnya saat dia menyadari jika Saika hanya pingsan.


Fujin segera memindahkan tubuh Saika dan memeriksanya lebih lanjut.


Wajahnya terlihat sedang mengalami mimpi buruk dan gelisah. Detak jantungnya lebih cepat. Padahal sebelumnya Saika terlihat masih baik-baik saja. Apakah sudah terjadi sesuatu? Aku harus melihat apa yang sedang dialaminya saat ini.


Batin Fujin mulai mundur dan berdiri tegap menghadap Saika yang kini terbaring di atas pembaringannya.


Fujin segera melakukan sesuatu, jemarinya mengalami pergerakan cepat dan sebuah cahaya jingga yang terpancar mulai dia hubungkan ke arah tubuh Saika. Dan dia juga mulai memejamkan sepasang matanya.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2