The Sun Warrior

The Sun Warrior
Serangan Siluman Gashadokuro


__ADS_3

"Pangeran pertama Fujin, maafkan kami yang datang terlambat. Namun ... mengapa pangeran pertama Fujin malah hendak menuju ke barat daya? Apa yang telah terjadi dengan Goa tengkorak kematian wilayah Selatan?" tanya Nagamasa, utusan dari kekaisaran Nobuhide.


"Mereka para klan iblis sudah berhasil melarikan diri dan meninggalkan Goa tengkorak kematian, wilayah Selatan. Dan kini kami akan menuju Jurang lautan arwah, wilayah barat daya untuk memeriksanya. Karena menurutku tempat itu kemungkinan juga menjadi salah satu tempat yang diincar para klan iblis untuk bersembunyi."


Ucap Fujin seadanya.


"Baiklah jika memang seperti itu. Kalau begitu kami juga akan ikut untuk pergi ke tempat itu." sahut Nagamasa.


"Kami juga akan ikut!" sahut seorang kstria utusan dari kekaisaran Itsuki yang juga sudah memimpin beberapa prajurit Itsuki.


"Baik! Ayo segera berangkat!" sahut Fujin.


Mereka semua mulai melanjutkan perjalanan bersama untuk mendatangi wilayah Jurang lautan arwah, wilayah barat daya, dunia fana.


Perjalanan yang ditempuh cukup jauh, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat ketika malam sudah tiba. Kebetulan mereka melewati sebuah pedesaan kecil yang sudah memasuki wilayah terpencil dari kekuasaan kekaisaran Itsuki.


Para warga desa tersebut menyambut mereka dengan sangat baik dan memberikan tempat tinggal seadanya.


Meskipun masih jam 7 malam, namun situasi di pedesaan ini sungguh sangat sepi. Semua penduduknya sudah memasuki rumah masing-masing dan mengunci pintu rapat-rapat.

__ADS_1


Tidak seperti hari-hari biasanya. Hal seperti ini baru saja dilakukan oleh warga di pedesaan ini selama beberapa hari ini. Dan tentu saja hal ini membuat semua berpikiran jauh dan mulai menerka-nerka jika telah terjadi sesuatu dengan desa Asura ini.


Terlebih aura di pedesaan ini mulai terasa aneh ketika malam tiba. Aura kuat itu terasa menyesakkan bagi orang-orang yang memiliki basis kekuatan yang masih mencapai tingkat rendah.


Namun semua itu tentu saja sangat mudah terbaca dan dirasakan oleh Fujin maupun yang lainnya.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi di desa Asura ini? Mengapa aku merasakan ada sesuatu yang tidak beres?" tanya Nagamasa kepada penduduk itu disaat mereka menjamu Fujin dan yang lainnya dengan sangat sederhana.


Raut wajah mereka seketika berubah. Sangat terukir dengan jelas jika wajah-wajah itu dipenuhi dengan rasa khawatir. Pada awalnya tidak ada yang mulai untuk bercerita. Namun pada akhirnya salah satu dari mereka mulai bercerita karena merasa segan dengan Fujin dan yang lainnya yang sudah menunggunya untuk bercerita.


"Sebenarnya sejak 3 hari yang lalu desa Asura ini sedang mendapatkan sebuah serangan dari Gashadokuro. Dia datang dan selalu berkeliaran di desa Asura ketika malam tiba. Maka dari itu kami semua tidak ada yang berani keluar dari rumah saat malam tiba semenjak 3 hari yang lalu." jelas salah satu pria tua yang rambutnya sudah beruban.


"Gashadokuro? Bagaimana bisa Gashadokuro tiba menyerang?" gumam Nagamasa mengerutkan kening rumit.


Tulang mereka biasanya membuat suara berderak ketika berjalan. Mereka pun terkadang benar-benar diam ketika sedang mencari korban. Setelah menemukan sang korban, gashadokuro meraih korban malang tersebut dan menggigit kepalanya. Ia kemudian meminum semua darah korban sampai tubuhnya benar-benar kering.


"Entahlah. Kami juga tidak tau mengapa tiba-tiba siluma Gashadokuro menyerang pedesaan ini. Namun itulah yang terjadi. Dalam 3 hari ini sudah ada 7 korban dan 2 orang saksi mata yang menyaksikan Gashadokuro. Ketujuh korban itu mengalami kepala yang rusak dan darah di dalam tubuhnya sampai kering. Dan kedua saksi mata, hingga sampai saat ini, 2 orang saksi mata itu masih mengalami syok dan sangat ketakutan." jawab pria tua itu lagi.


"Ada yang tidak beres. Gashadokuro hanya terbentuk karena adanya roh-roh yang penuh dengan rasa amarah karena kelaparan dan dendam. Apakah semua ini terjadi karena perbuatan klan iblis? Bahkan dalam 3 hari ini juga diperkirakan para klan iblis meninggalkan Goa tengkorak kematian, wilayah Selatan. Bukankah ini tidak hanya sebuah kebetulan?"

__ADS_1


Gumam Azai menatap Fujin, seolah meminta pendapat Fujin.


Namun belum sempat Fujin menjawabnya, tiba-tiba saja angin berhembus dengan sangat kencang membuat lentera-lentera gantung bergoyang, tirai-tirai serta beberapa benda meliuk-liuk saking kencangnya angin yang berhembus memasuki rumah besar nan sederhana itu.


Suara berderak mulai terdengar cukup jelas di sekitar luar rumah itu. Membuat mereka semua yang berada di dalam rumah seketika terdiam dan mulai siaga dengan senjata masing-masing. Termasuk Fujin yang sudah bersiap dengan Pedang Langit Pengumpul Awan Surga miliknya.


Namun seketika suasana menjadi hening kembali. Dan itu hanya berlangsung selama beberapa detik saja, karema pada detik ke sekian suara berderak itu kembali terdengar semakin keras dan jelas, seolah-olah suara itu terdengar di dekat telinga mereka masing-masing.


"Xiao Yu, ikut bersama denganku keluar! Dan kamu Azai, tetap disini bersama yang lainnya dan jaga adikmu!" ucap Fujin mulai memberikan perintahnya.


"Baik, Kakak pertama."


Meskipun dengan sangat berat, Azai harus tetap mematuhi perintah dari sang kakak. Karena sebenarnya dia sangat ingin bertarung bersama sang kakak untuk mengalahkan siluman Gashadokuro.


Beberapa prajurit dari kekaisaran Itsuki dan Nobuhide rupanya juga mengikuti Fujin dan Xiao Yu untuk keluar dari rumah tersebut, termasuk jendral Nagamasa yang tentunya tidak akan bisa untuk hanya berdiam diri dan menyerahkannya kepada Fujin saja.


Terlihat sebuah kerangka manusia raksasa dengan ukuran tinggi lima belas kali lebih tinggi dari rata-rata tinggi manusia. Tubuh mereka dibentuk oleh roh-roh penuh dengan rasa amarah dari orang-orang yang telah mati karena kelaparan atau dendam.


Kerangka manusia raksasa itu terlihat seperti kerangka pada umumnya. Hanya saja tubuh dari siluman Gashadokuro itu terlihat sedikit dipenuhi oleh aura hitam pekat kemerahan yang mengepul di sekitar kerangka-kerangkanya.

__ADS_1


Fujin mulai mengalirkan chakra serta elemen api miliknya ke dalam Pedang Langit Pengumpul Awan Surga miliknya. Pedang yang berfungsi sebagai sebuah artefak anti sihir yang sangat kuat dan bisa memotong apa pun tanpa ampun, bahkan kapal perang dan bongkahan es. Pedang yang juga bisa menciptakan udara padat untuk merusak musuh dari kejauhan.


Siluman Gashadokuro mengayunkan kerangka tangan raksasanya dan berhasil menghempaskan beberapa tubuh prajurit. Namun dia juga berhasil menangkap tubuh salah satu prajurit.


__ADS_2