The Sun Warrior

The Sun Warrior
Menemukan Persembunyian Klan Iblis


__ADS_3

Hari demi hari berlalu. Dan Fujin yang biasanya sudah selalu dingin dan datar kini semakin tak banyak bicara. Dia lebih sering menghabiskan waktunya untuk berlatih di tempat berlatih pribadinya.


Dia mengemban sebagai pilar dari 3 dunia yang harus kuat dan bisa mengalahkan keturunan iblis, namun dia sangat tidak menyangka jika kini semua akan menjadi semakin rumit dan berat. Karena disaat semau itu tiba, dia harus berhadapan dengan Saika. Gadis yang selama ini selalu ditunggu dan dicarinya.


Tidak ada yang mengetahui tentang semua ini kecuali Saika dan Fujin. Namun Lily sebagai seorang ibu tentunya merasakan jika sesuatu telah terjadi kepada putra sulungnya. Wanita paruh baya itu sengaja mendatangi Fujin di tempat latihanpribadinya karena mencemaskannya.


Fujin yang menyadari kehadiran ibundanya segera menautkan kedua tangannya dan memberikan salam penghormatan.


"Ibunda, apakah ada sesuatu yang ingin ibunda sampaikan kepada ananda? Mengapa ibunda tidak memanggil ananda saja? Ananda pasti akan segera menghadap ibunda." ucap Fujin merasa segan karema ibunya malah repot-repot untuk mendatanginya di ruang berlatih pribadinya.


Lily menatap Fujin selama beberapa saat. Seakan wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dan muda itu bisa merasakan jika sang putra sedang menanggung sebuah beban yang cukup berat.


"Fujin putraku. Ibunda ingin berbicara padamu." sahut Lily dengan hangat.


"Baik, Ibunda."


Fujin segera mengajak Lily untuk duduk di sebuah gazebo yang masih berada di lingkungan tempat berlatih pribadinya.


"Putraku Fujin. Apakah ada sesuatu yang telah terjadi? Ibunda merasa jika kamu sedang tidak baik-baik saja ..." tanya Lily ketika sudah duduk bersama di dalam gazebo.


"Ananda baik-baik saja, Ibunda. Mungkin ananda hanya terlalu mengkhawatirkan peperangan di dalam ramalan yang sudah semakin dekat." ucap Fujin seadanya.


Lily tersenyum hangat dan meraih jemari Fujin lalu mengusapnya lembut. Dan kali ini Fujin tidak berusaha untuk untuk menghindarinya. Semenjak dia bersentuhan dengan Saika saat itu, dia mulai merasakan bagaimana sebuah rasa khawatir dan bagaimana sebuah perasaan hangat dari orang yang mempedulikannya.


Bahkan kini Fujin malah merasa lebih baik dan lebih tenang karena membiarkan sang ibu untuk menggenggamnya. Fujin terdiam beberapa saat dan hanya menatap genggaman tangan sang ibu.


"Ibunda sangat mengenalimu dengan baik. Ibunda selalu tau bagaimana kamu. Katakan ... ceritakan kepada ibunda apa yang sedang mengganggu pikiranmu saat ini?" bujuk Lily menatap lekat sang putra, berharap Fujin akan mau untuk berbagi kisah kepadanya.

__ADS_1


Ingin rasanya Fujin bisa sedikit bercerita kepada Lily. Namun dia tak ingin membuat Lily menjadi kepikiran akan masalahnya. Terlebih masalah yang sedang Fujin hadapi saat ini bukanlah soal hatinya saja, melainkan sudah menyangkut ketiga dunia. Jadi hal ini bukanlah masalah yang mudah untuknya.


"Fujin putraku ..." ucap Lily lagi karena malah melihay Fujin yang melamun.


Angan Fujin mulai buyar dan dia kembali beralih menatap Lily.


"Ibunda ... bagaimana jika seseorang ditakdirkan bersama di dunia sebelumnya? Namun mereka juga ditakdirkan untuk menjadi musuh di kehidupan selanjutnya? Apakah mereka harus melupakan masa lalu dan menjadi musuh di kehidupan selanjutnya, Ibunda?" tanya Fujin akhirnya dengan sangat berhati-hati.


Mendengar ucapan Fujin sebenarnya cukup membuat Lily terkejut. Karena itu artinya Fujin sedang menghadapi masalah yang cukup rumit. Namun dia berusaha untuk tetap tenang di hadapan Fujin dan berusaha untuk memberikan sebuah nasehat yang baik untu sang putra


"Putraku Fujin, kekuatan cinta itu adalah luar biasa! Cinta bisa merubah segalanya. Jika kalian bisa berdamai dan kembali bersama, lalu mengapa kalian masih harus menjadi musuh? Mereka yang melepaskan dan mengorbankan cinta untuk hal lain, pasti akan sangat menyesalinya di kemudian hari." ucap Lily kembali mengusap jemari Fujin.


"Bersabarlah, Putraku Fujin. Dia pasti memiliki sebuah alasan mengapa dia bisa berdiri bersama mereka yang memilih jalan sesat. Bersabarlah, dia pasti akan kembali ..."


Imbuh Lily merasa cukup yakin, meskipun sebenarnya Lily belum mengetahui siapa gadis itu. Namun setidaknya gadis itu sudah berhasil membuat Fujin berubah dan menjadi lebih hangat dan terbuka. Dan sebenarnya hal itu cukup membuat Lily merasa bahagia, karena hubungannya bersama putranya bisa semakin dekat.


Dengan patuh Fujin mengangguk dan segera memberikan penghormatan lalu meninggalkan Lily. Lily menatap punggung sang putra yang sudah berjalan semakin menjauh dengan senyuman yang perlahan mulai memudar.


"Putraku Fujin. Semoga kamu juga bisa hidup bahagia setelah menyelesaikan tanggung jawabmu sebagai pilar dari ketiga dunia ini." ucap Lily penuh harap.


.


.


.


Lily mengajak Fujin untuk berjalan-jalan di taman yang masih berada di wilayah kekaisaran Fumio. Wanita paruh baya itu terlihat begitu bahagia, karena ini adalah pertama kalinya dia bisa bepergian bersama Fujin berdua saja seperti ini setelah Fujin sudah tumbuh dewasa. Namjn sebenarnya mereka masih dikawal beberapa prajurit pengawal istana.

__ADS_1


"Ibunda, mengapa dalam beberapa hari ini ananda tidak melihat adik kedua dan adik ketiga?" tanya Fujin mulai mengingat jika selama beberapa hari ini dia tidak melihat Azai dan Hanbei.


Senyum dan wajah binar Lily perlahan mulaie mudar mendengar pertanyaan dari sang putra.


"Putraku Fujin. Beberapa prajurit Fumio sudah mendapatkan informasi dan menemukan tempat persembunyian mereka para klan iblis. Adikmu Azai dan Hanbei ditugaskan ayahandamu untuk memimpin prajurit untuk memeriksa tempat itu."


Ucap Lily dengan sangat berat. Karena dia tau, kenyataan ini mungkin akan cukup mengejutkan Fujin, setelah beberapa saat yang lalu Fujin sedikit bercerita kepadanya.


Dan benar saja, Fujin yang mendengar ucapan Lily sungguh sangat merasa terkejut bukan main.


"Benarkah itu, Ibunda? Benarkah mereka menemukan tempat persembunyian klan iblis?" tanya Fujin antusias.


Lily hanya mengangguk samar sebagai jawaban.


"Dimana tempat itu, Ibunda? Dimana mereka bersembunyi?" tanya Fujin dengan cepat.


Lily yang pada awalnya memetik beberapa bunga di taman, kini mulai beralih menatap nanar sang putra. Setelah menatapnya cukup lama, akhirnya Lily mulai mengatakannyan kepada Fujin.


"Selama ini mereka bersembunyi di Goa tengkorak kematian, wilayah Selatan, dunia fana." jawab Lily dengan berat.


"Itu artinya mereka akan segera menemukan mereka para klan iblis? Dan itu artinya Saika juga sedang dalam bahaya. Para prajurit pasti akan menyerang para klan iblis tanpa memandang mereka wanita atau anak kecil. Aku tidak boleh diam saja! Aku tidak boleh membiarkan semua ini terjadi! Aku harus segera menyusul mereka!" batin Fujin segera menautkan kedua tangannya untuk memberikan penghormatan sambil berpamitan.


"Ibunda, ananda meminta ijin untuk menyusul mereka! Ananda berjanji akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan! Klan iblis adalah ancaman, dan ananda tidak akan pernah melupakan itu!"


Lily mengulurkan tangannya dan mengusap kembali tangan Fujin.


"Pergilah, Putraku Fujin ..." ucapnya dengan senyum hangatnya.

__ADS_1


Fujin dengan patuh segera berlalu untuk menyusul kedua adiknya dan beberapa prajurit yang sedang menuju ke Goa tengkorak kematian, wilayah Selatan, dunia fana.


__ADS_2