Ultimate Internet Power

Ultimate Internet Power
Hilangnya Frey


__ADS_3

Ruang kontrol berada di bagian bawah dinding sebelah selatan. Itu berbentuk kotak dengan dinding terbuat dari logam yang cukup tebal. Di pintu ruang kontrol terdapat kunci yang menancap di lubangnya.


"Zoref meninggalkan kunci di lubangnya? Keamanan macam apa ini," gumam Daru sebelum memutar kunci itu.


Daru membukanya perlahan dan menemukan sebuah mesin dengan tiga tuas , sepuluh tombol, satu layar yang menunjukkan statistik, satu layar besar yang menunjukkan gambar didepan masing-masing meriam, dan satu setir kendali pesawat. Seperti kata Zoref, di bawah tombol-tombol itu terdapat tulisan-tulisan yang berguna sebagai petunjuk penggunaan.


"Penghancuran, target dalam, target luar, target makhluk hidup, target bergerak, target suhu panas, target suhu rendah, target benda terdekat, target manual, target otomatis. Hmm lumayan jelas ..., aku akan mematikannya terlebih dahulu." Daru menarik turun tuas berwarna merah untuk mematikan semua meriam. Selang beberapa saat setelah Daru menurunkan tuas itu, layar menunjukkan tulisan "offline", namun kamera-kamera yang terpasang di masing-masing meriam masih merekam apa yang ada didepannya.


"Dengan ini seharusnya sudah aman .... Waktunya buka toko." Daru bergegas ke arah portal teleportasi untuk mengaktifkannya. Tak lupa dia juga mengunci pintu ruang kontrol dan menaruh kuncinya di cincin dimensi.


Seperti biasa, batu portal teleportasi berwarna merah, menandakan portal itu belum diaktifkan. Ketika Daru sampai di samping portal teleportasi, Daru baru sadar bahwa kalung pengatur masih berada di tangan Frey.


"Kemana Frey? Aku belum melihatnya semenjak bangun ...," gumam Daru.


Dia kembali ke toko untuk menanyakan keberadaan Frey kepada Shera dan Sylph.


"Dimana Frey?" tanya Daru.


"Bos Frey bilang bahwa dia ingin pergi ke Moon City dini hari tadi. Saya kira Bos Daru mengetahui itu," jawab Shera.


"Apa yang ingin dia lakukan di sana?" tanya Daru keheranan.


"Dia berkata ingin menemui orangtuanya," jawab Shera.


"Kalau begitu aku akan menyusul Frey. Aku akan membuka toko, jadi layani para pelanggan. Jika Xavier datang, bilang saja untuk menuliskan alamatnya. Terus kalau Pemimpin Restoran Bintang Biru dan Bull's Horn ingin mulai membangun, suruh mereka berdua memilih tempatnya sendiri dan mulai membangun tanpa menungguku. Dan untuk dua perusahaan dagang, aku akan menemui mereka di kediamannya masing-masing. Jika ada bahaya dalam bentuk apapun, turun ke lantai satu bawah dan kunci pintu yang menghubungkan lantai atas dan bawah." Daru memberi perintah kepada Shera.


"Siap bos!" Shera berteriak dan bergegas mencari Sylph untuk memberitahu tugas mereka.


Daru keluar dari toko dan membuka smartphone-nya. Lalu dia membuka web Belanja Online Universal untuk membeli alat pengatur teleportasi baru.


Veux pun tiba dengan membawa paket Daru.


"Mas Daru, kenapa kelihatan cemas?" tanya Veux.


"Frey bilang dia ingin pergi ke Moon City untuk menemui orangtuanya, tetapi dia tidak bilang padaku dan portal teleportasinya dia tutup. Aku khawatir terjadi sesuatu," jawab Daru sembari menanda tangani surat penerimaan barang.


"Ada alat buat melacak keberadaan seseorang mas. Hanya butuh sesuatu milik target maka akan langsung bisa dilacak," ucap Veux.


"Aku akan membelinya nanti mas Veux. Jika dia tidak ada di rumah orangtuanya dan aku benar-benar kehilangan jejak, aku akan membeli itu," ucap Daru.


"Baik. Semoga teman mas Daru baik-baik saja," ucap Veux sebelum perlahan-lahan menghilang.


Daru kemudian mulai mengatur portal teleportasi dan pergi ke Moon City. Tak lupa dia juga membiarkan portal teleportasi terbuka agar pelanggan bisa masuk kesana.


....


Moon city


Banyak orang yang mengantri di depan portal teleportasi untuk pergi ke Bukit Sarren. Ketika mereka melihat Daru keluar dari sana, mereka bertanya-tanya apakah Toko Daru buka atau tidak.


"Tokoku sudah buka, Shera dan Sylph akan melayani kalian hari ini." Ucapan Daru membuat pelanggan pria berteriak kencang. Mereka pun dengan tergesa-gesa masuk ke portal.


Daru bergegas pergi dan menuju pintu rumah Frey yang hanya berjarak beberapa langkah saja.


Tok tok tok


"Paman Eryd, Bibi Liliana, tolong buka. Aku Daru," ucap Daru. Daru dan kedua orangtua Frey sudah menghilangkan kesopanan masing-masing setelah berbincang-bincang cukup lama beberapa hari yang lalu, mereka kini menjadi akrab.


Pintu pun terbuka dan Daru melihat Eryd berada di balik pintu.

__ADS_1


"Nak Daru, tumben berkunjung. Ada apa?" tanya Eryd.


"Apakah Frey kesini dini hari tadi, paman?" tanya Daru.


"Hmm? Aku rasa tidak. Dini hari tadi aku terbangun dari tidur karena mendengar suara ribut dari luar. Setelah aku memeriksanya tidak ada apa-apa. Tunggu!! Jangan-jangan?" Ekspresi Eryd berubah pucat.


"Aku akan mencarinya!" teriak Daru sebelum mulai berlari tanpa arah sembari mengeluarkan smartphone-nya untuk membuka Islagram.


Eryd hanya diam dengan wajah yang semakin pucat. Sementara itu, Daru berhasil menemukan nama Frey.


[Frey]


[Aku ingin berkunjung ke rumah orangtuaku untuk memberitahu mereka bahwa aku dan Daru sudah menjadi pasangan. Aku sungguh tidak sabar melihat ekspresi mereka berdua. Oh! Aku harus tetap menutup portal teleportasi karena matahari belum terbit. Kasihan Daru jika aku memberinya masalah.]


[Frey]


[Tiba-tiba ada orang yang menggunakan sihir pelumpuh ketika aku hendak mengetuk pintu rumah kedua orangtuaku. Sial! Ini terlalu tiba-tiba, aku tidak bisa bergerak!]


[Frey]


[Dimana aku? Aku tidak bisa mengenali tempat ini. Yang aku tahu, ada seorang memakai pakaian yang bagus berwarna perak. Mungkinkah bangsawan dari keluarga Gloria? Aku belum bisa menggerakkan tubuhku. Daru, apakah aku akan berakhir di sini?]


Ekspresi Daru menjadi gelap. Dia tidak menyangka bahwa orang-orang terdekatnya menjadi incaran keluarga Bangsawan.


"Aku akan memberikan kehidupan yang lebih buruk dari kematian untuk kalian," gumam Daru dengan ekspresi penuh hawa membunuh.


Dia kembali menatap smartphone-nya dan mencari nama Xavier.


[Xavier]


[Hari ini aku akan menemui Daru untuk membayar hutangku. Aku penasaran permintaan macam apa yang akan dia buat. Tapi aku yakin dia tidak akan meminta sesuatu yang remeh. Setelah urusanku selesai dengan Daru, aku akan membunuh pemimpin lima keluarga bangsawan karena telah menipuku! Tapi aku harus makan dulu, aku mendengar Restoran Bintang Biru memiliki menu terbaik di Moon City.]


"Restoran Bintang Biru, aku harus kesana," gumam Daru sembari berlari semakin cepat ke arah Restoran Bintang Biru berada.


Ruang bawah tanah kediaman Keluarga Inti Gloria, Carin City.


"Apakah dia kekasih orang itu?" tanya Kepala Keluarga Inti Gloria, Verness Gloria, .


"Ya, dia orangnya, dia selalu berada di sisi Daru. Aku yakin orang ini adalah kekasihnya atau orang yang penting baginya," jawab seorang pria yang mengenakan topeng berbentuk kepala gagak berwarna hitam.


"Aku yakin Xavier bodoh itu berhasil membunuh Daru. Dengan Wanita ini disini dan tidak adanya Daru sebagai pemimpin, bisnis di Bukit Sarren akan memburuk dan akhirnya hancur. Lebih mudah bagi lima Keluarga Bangsawan untuk mengambil alih Bukit Sarren. Hahaha."


Frey yang masih dalam pengaruh sihir pelumpuh mendengar percakapan mereka berdua dengan jelas. Frey pun menitikkan air mata.


Jika Daru tahu aku disini, dia pasti akan datang dan menyelamatkanku tanpa memperdulikan keselamatannya. Daru aku mohon, jangan kesini, ucap Frey dalam hati. Yang tidak dia tahu adalah saat ini Daru memiliki skema besar untuk lima Keluarga bangsawan.


....


Restoran Bintang Biru.


"Jadi seperti itu ceritanya, aku ingin memintamu membayar hutangmu sekarang," ucap Daru kepada pria tua didepannya. Pria tua itu tak lain adalah Xavier.


"Lima keluarga bangsawan benar-benar tak tahu malu. Lalu apa yang harus kulakukan?" tanya Xavier.


"Sebelum itu, apakah kau tokoh yang disegani oleh Keluarga Bangsawan?" tanya Daru.


"Ya, bagaimanapun aku adalah murid Tuan Julius, penyihir terhebat di seluruh Benua Isla. Bahkan raja manapun tidak akan memintaku untuk berlutut di hadapannya."


"Ceritakan padaku tentang kehebatan Julius." pinta Daru.

__ADS_1


"Kau tahu Dark plain kan? Dulu Raja Iblis membuat monster-monster menggila dan menyebabkan kekacauan di seluruh kerajaan di Benua Isla. Guruku lah yang memukul mundur semua monster itu dan menyudutkan mereka di daratan yang sekarang kita kenal sebagai Dark Plain. Guruku membuat sebuah penghalang suci untuk menahan monster-monster itu dan memerintahkan semua Kerajaan untuk bekerja sama membangun sebuah tembok raksasa. Setelah beliau meninggal, penghalang suci itu juga menghilang. Tapi untung saja tembok yang dibuat cukup kokoh untuk menahan monster-monster itu. Di atas tembok juga dipasang beberapa ribu artefak dengan sihir penghalang untuk mencegah monster keluar melalui udara," jelas Xavier


"Gurumu adalah orang yang hebat. Kita kembali ke topik pembahasan. Aku menginginkan tiga hal darimu. Pertama, aku ingin kau mengantarku ke kediaman lima Keluarga Bangsawan itu. Kedua, aku ingin kau menyediakan lima puluh lembar kontrak darah budak atau lebih. Ketiga, ajari aku sihir," ucap Daru.


"Kau mau memperbudak mereka?


Kau tahu kan kontrak Darah hanya berlaku jika kedua belah pihak berkenan untuk meneteskan darahnya ke surat kontrak? Jika kita memaksa mereka, aku yakin kontrak darah tidak akan bekerja," ucap Xavier memberi penjelasan.


"Bagaimana seseorang bisa disebut 'berkenan' untuk meneteskan darahnya ke kontrak?" Tmtanya Daru.


"Ya ..., seperti melukai tangannya sendiri, mengulurkan tangannya sendiri, menempelkan darahnya ke kontrak itu sendiri dan berkata 'aku setuju dengan kontrak'. Maka kontrak darah akan mulai sah. Yang penting tidak berlawanan dengan kehendak di pikirannya maka itu disebut berkenan," jawab Xavier.


"Serahkan padaku. Makanlah dulu, aku akan menunggu di luar." Daru beranjak dari tempat duduknya


Di luar Restoran Bintang Biru, Daru mencari benda yang dia butuhkan di web Belanja Online Universal. Tetapi dia tidak menemukan satu pun barang yang sesuai keinginannya. Lalu dia menghubungi Veux dengan smartphone-nya.


"Halo mas Veux," ucap Daru.


"Ya, halo mas Daru .... Ada apa?" tanya Veux


"Apakah ada alat untuk menghipnotis seseorang?" Hipnotis! Daru berencana menghipnotis para Pemimpin Keluarga ainti Bangsawan untuk menanda tangani kontrak darah, membuat lima Keluarga abangsawan tunduk di bawah kakinya.


"Ada sebuah dupa yang membuat orang-orang yang menghirup asapnya melakukan perintah dari yang berbicara. Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, ada juga pil penawar untuk dupa itu. Harganya lumayan murah mas. Mau beli?" tanya Veux.


"Berapa lama efek dari dupa dan penawar itu?" tanya Daru.


"Obat akan bertahan selama 24 jam. Sementara dupa hanya sekitar 30 menit. Tegantung angin juga. Kalau ada angin, dupa lebih cepat habis," jawab Veux.


"Apakah ada efek samping bagi target?" tanya Daru sekali lagi.


"Selama bau dupa tercium, orang-orang akan menuruti semua perintah yang datang dari siapapun. Bahkan mereka tidak akan tahu bahwa mereka sedang menuruti perintah yang tidak ingin mereka lakukan. Jadi pastikan targetnya tidak mendengar suara dari manapun. Mereka yang mencium bau dupa ini tidak akan berkata apa-apa jika tidak diperintah. Jika dupa sudah habis dan tidak mengeluarkan asap lagi, maka efek itu akan menghilang. Pastikan kau memberi perintah kepada targetmu untuk melupakan yang terjadi sebelum dupanya habis, agar tidak ketahuan."


"Baiklah, Bawa kesini sepuluh batang dan lima belas obat penawarnya sekalian, COD," ucap Daru.


"Oke." Veux menutup telepon.


Daru kemudian mencari tempat sepi agar kemunculan Veux tidak membuat kegemparan di Moon City.


Dia pun masuk ke sebuah gang gelap setelah memastikan tidak ada orang disana.


"Mas Daru," ucap Veux.


"Berapa harganya?" tanya Daru.


"tiga ratus koin emas satu batang. Obatnya lima ratus emas satu biji," jawab Veux sembari menyerahkan sebuah bungkusan.


"Murah." Daru mentransfer 10.500 koin emas atau setara dengan 1.050.000.000 ke rekening Veux.


"Kalau begitu pamit dulu. Btw, itu barang ilegal, jangan kasih tau siapapun tentang asalnya," ucap Veux sembari perlahan menghilang pergi.


Pantas saja tidak ada yang jual. Ternyata barang ilegal. Hah ..., sembunyiin lah, ucap Daru dalam hati.


Beberapa saat setelah transaksi antara Veux dan Daru berakhir, Xavier keluar dari Restoran dan memandang Daru yang berdiri di depan sebuah gang di seberang jalan.


Xavier menghampiri Daru dan bertanya "Apa rencanamu?"


"Kau bisa menggunakan sihir siluman kan? Sihir aku dengan itu. Buat seluruh petinggi keluarga bangsawan masuk ke dalam satu ruangan, dan aku akan beraksi," jawab Daru dengan enteng.


"Baik. Aku punya beberapa ratus kontrak darah, tidak perlu mencari lagi," ucap Xavier.

__ADS_1


Daru dan Xavier pergi keluar kota untuk memanggil Griffon. Xavier bersiul cukup merdu dan tiba-tiba seekor Griffon terbang kearah mereka berdua.


Xavier naik ke punggung Griffon disusul oleh Daru. Mereka berdua pun berangkat ke arah selatan. Tujuan pertama mereka adalah Kota Carin, tempat Keluarga Gloria berkuasa.


__ADS_2