Ultimate Internet Power

Ultimate Internet Power
Satu Nyawa


__ADS_3

Tatapan Frey menjadi buruk, ketakutan, kesedihan, kecemasan, keterkejutan, semuanya menjadi satu.


"Da-" Ucapan Fry terpotong karena gejolak di hatinya.


"Kenapa kau berdiri saja? Bawa masuk!" bentak Frey kepada Drey.


Drey segera masuk ke kamar dan meletakkan tubuh Daru di atas ranjang.


Tanpa berkata apa-apa lagi, Frey segera memeriksa denyut nadi di tangan Daru.


Ekspresi Frey berangsur-angsur berubah menjadi lebih tenang ketika mengetahui Daru masih hidup.


"Dia masih hidup. Drey, kau membuatku khawatir. Kau membawa Daru yang bersimbah darah dengan ekspresi seperti tadi," ucap Frey sembari terus menatap wajah Daru.


Drey ikut lega setelah mendengarnya, dia membalas, "Aku panik, Bos. Tiba-tiba Bos Daru ambruk setelah menyuruhku merapalkan mantra sihir siluman keapadanya."


Alis Frey mengerut kebingungan sebelum berkata, "Bukankah Daru bisa menggunakan sihir siluman?"


"Dia berkata bahwa mana-nya habis, Bos," jawab Drey.


Frey yang masih memegang tangan Daru kemudian mengalirkan mana-nya. Tak berselang lama, raut wajah Frey berubah menjadi lebih buruk dari sebelumnya.


Drey menyadari ada sesuatu yang salah, lalu dia bertanya, "Ada apa, Bos?"


"Lingkaran pusatnya ... hampir pecah."


Drey melotot karena kaget dengan apa yang dikatakan Bosnya. Kakinya lemas, tubuhnya bahkan seperti kehilangan otot-ototnya.


"Panggil Nenek Neia! Kita butuh ramuan mana dalam jumlah besar!" teriak Frey.


Drey mengangguk dan sekuat tenaga berlari menuju bangunan toko milik Neia. Sedangkan Frey, dia duduk di samping Daru berbaring dan memandanginya dengan penuh kesedihan.


"Kumohon, jangan mati," ucapnya lirih dengan air mata yang menetes dari kedua matanya.


....


Hari-hari berlalu dengan cepat, sudah 6 hari semenjak Daru kehilangan kesadarannya. Matahari belum terbit, namun Daru mendahului bangunnya matahari.


Daru membuka mata untuk yang pertama kalinya semenjak 6 hari yang lalu. Dia mengerutkan alis dan meringis kesakitan ketika merasakan rasa sakit yang cukup menyengat di kepalanya.


"Apa yang terjadi?" gumamnya.

__ADS_1


Ketika Daru bergumam, dia secara tidak sengaja merasakan rasa manis di mulutnya. Dia kebingungan dan menyentuhkan salah satu jari tangan kanan ke lidahnya. Ketika dia melihat jarinya, dia semakin bingung karena jarinya kini tertutup oleh cairan berwarna biru.


Dia melirik ke kanan, tempat Frey biasa tidur, dan tidak menemukan siapapun di sana. Ketika dia melirik ke kiri, dia melihat seorang perempuan yang tengah duduk di samping ranjang dan menyandarkan kepalanya ke ranjang tertidur. Daru juga melihat tangan kirinya kini digenggam oleh wanita itu.


Daru tahu bahwa wanita di sampingnya adalah Frey, walaupun wanita itu tidak menunjukkan wajahnya karena wajahnya mengarah ke bawah.


"Frey," ucap Daru sembari menggoyang-goyangkan tangan kirinya.


Frey hanya menggeliatkan wajahnya dan terus tertidur karena merasa nyaman, tangannya pun tidak melepaskan tangan Daru.


Daru tersenyum sedikit kemudian mencoba melepaskan tangan kirinya dari cengkraman tangan Frey secara perlahan. Kemudian dengan menahan rasa sakit di kepalanya, Daru bangkit dari berbaringnya, mengangkat tubuh Frey, dan membaringkannya di ranjang.


"Dia tampak sangat kelelahan," gumam Daru.


Daru kemudian duduk di ranjangnya, di sebelah Frey berbaring, dan mulai berpikir tentang apa yang terjadi.


Aku ingat, kemarin aku mencoba sihir yang mengembalikan keadaan Buku Julius dan gagal karena manaku tidak cukup. Lalu apa yang terjadi setelahnya? Mungkin aku harus bertanya kepada Frey, tetapi dia masih tertidur. Oh sial, lihatlah wajah manisnya itu ketika tidur, pikir Daru sembari memandangi wajah Frey.


Daru menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya sebelum berkata, "Tenanglah wahai Adikku."


Ucapan Daru membuat Frey terbangun karena ucapan Daru cukup keras dan terdengar tidak nyaman.


Frey membuka mata dan langsung terkejut ketika melihat Daru yang sedang menggerak-gerakkan tangannya secara aneh, Daru sedang mengatur pernafasannya agar dia tenang.


Ketika mereka bersentuhan, gejolak dari dalam tubuh Daru meluap-luap. Si adik yang mulai tenang pun kembali meronta-ronta seakan berteriak, "Lepaskan aku! Keluarkan aku dari tempat gelap ini!"


Daru kemudian mencoba lebih keras untuk menenangkan diri, menghiraukan Frey yang kini mulai meneteskan air mata.


Setelah menenangkan adik kecilnya, Daru berkata, "Apakah aneh jika aku bangun di pagi hari setelah semalaman tertidur?"


Frey melepaskan pelukannya, dengan mata yang masih basah, dia berkata, "Semalaman? Kau tidak sadar selama 6 hari."


Daru terdiam setelah mendengar ucapan Frey.


Aku tidak sadar selama 6 hari? Apa yang terjadi? pikir Daru.


"Untung saja ramuan mana yang didapat dari Nenek Neia cukup untuk memulihkan lingkaran mana-mu. Jika tidak, kau pasti mati," ucap Frey sembari mengusap kedua matanya.


"He? Aku mati? Tunggu, apa yang terjadi?" tanya Daru keheranan.


"Lingkaran pusatmu hampir pecah, jika tidak ada mana yang masuk dalam jumlah besar, itu pasti akan pecah dan kau langsung mati," jawab Frey.

__ADS_1


Daru hanya bisa mengerutkan alisnya ketika mendengar jawaban Frey.


"Jangan buat aku khawatir lagi, Daru." Frey kembali memeluk Daru lebih erat dari sebelumnya.


"Jadi, aku tidak sadarkan diri selama 6 hari karena itu?" tanya Daru memastikan.


Frey mengangguk tanpa melepaskan pelukannya.


"Apakah itu karena sihir yang kulakukan?" gumam Daru.


"Mungkin. Kau pasti menggunakan sihir yang membutuhkan mana yang lebih banyak daripada lingkaran mana-mu. Kau berhenti tepat waktu, jika tidak, kau akan mati saat itu juga," sahut Frey.


Daru pun mulai tahu apa yang sebenarnya terjadi, dia berpikir, Efeknya cukup menyeramkan. Aku tidak tahu berapa banyak lingkaran mana yang dibutuhkan untuk mengembalikan buku Julius. Jika aku tahu, aku bisa menambah lingkaran mana-ku menggunakan kelopak bunga penambah lingkaran mana.


Daru kemudian membalas pelukan Frey lalu berkata, "Maaf."


"Jangan lakukan itu lagi," balas Frey.


"Lalu, apa ada yang terjadi selama aku tidak sadar?" tanya Daru setelah mereka berdua melepaskan pelukan mereka.


"Enam hari yang lalu, Tuan Zoref datang untuk berdiskusi mengenai pembangunan bersamamu. Karena kau tidak sadarkan diri, dia berpesan kepadamu untuk menghubunginya setelah kau sadar," ujar Frey.


Daru mengangguk lalu membiarkan Frey melanjutkan.


"Uang yang kau tinggalkan di toko ketika kau meninggalkan Bukit Sarren telah digunakan untuk membeli bahan-bahan obat untuk membuat ramuan mana. Nenek Neia membuat ramuan mana tingkat tinggi untuk penyembuhanmu."


"Oh, kita berhutang budi kepada Nenek Neia. Berapa botol yang dihabiskan untuk menyembuhkanku?" tanya Daru.


"Itu sebanyak 1.567 botol ramuan mana," jawab Frey.


"He? Aku meminum ramuan mana sebanyak itu dalam waktu 6 hari?" tanya Daru dengan ekspresi sangat terkejut.


"Tidak, aku mengonversi mana yang terkandung di dalam ramuan menjadi mana murni lalu memasukkannya kedalam lingkaran mana-mu secara langsung. Aku melakukan itu selama ini tanpa henti, dan itu sangat melelahkan. Karena semalam aku sudah tidak bisa lagi menahan kesadaranku, aku meminumkan ramuan kepadamu dengan mu-mulutku," jawab Frey dengan wajah yang memerah sembari menundukkan kepalanya.


"Hooo ..., kau menggunakan mulutmu, hee?" ucap Daru mengejek Frey.


Wajah Frey semakin memerah dan berteriak, "A-aku ma-mau mandi!"


Frey hendak beranjak dari ranjangnya namun tangan Daru dengan cepat menarik Frey kedalam pelukannya.


"Terima kasih, aku berhutang satu nyawa padamu," ucap Daru sembari memeluk Frey erat-erat.

__ADS_1


Ekspresi Frey pun berubah menjadi kebahagiaan yang tampak sangat jelas. Dia membalas pelukan Daru dan berkata, "Jangan buat aku khawatir lagi. Tetaplah hidup, aku ingin tetap bisa melihatmu saat masa tuaku."


(Note: ea)


__ADS_2