Ultimate Internet Power

Ultimate Internet Power
Konflik Percintaan


__ADS_3

Enam bulan berlalu semenjak insiden ledakan di penginapan.


Bisnis di Bukit Sarren telah menghasilkan banyak uang untuk Daru. Dalam enam bulan ini, Daru telah mengumpulkan lebih dari satu juta koin emas. Daru juga sudah menukarkan seluruh koin perak dan perunggunya dengan perhiasan emas. Kini, nilai tukar satu koin emas telah naik menjadi sebelas koin perak atau setara dengan Rp110.000, seperti keinginan Daru.


Walaupun jumlah uang Daru sebanyak itu, dia tidak merasa senang. Itu dikarenakan perkembangan hubungannya dengan Frey yang masih sama seperti enam bulan yang lalu.


Selama satu bulan pertama setelah insiden ledakan di penginapan, Daru dan Frey mencoba di banyak tempat untuk melakukannya, tetapi tetap saja gagal karena berbagai hal. Usaha terakhir mereka adalah saat mereka memutuskan untuk melakukannya di luar kota Moon City. Mereka berkemah di alam terbuka, namun saat hendak melakukan kegiatannya, mereka dikepung oleh bandit. Akhirnya kemarahan mereka berdua terlampiaskan dengan menghancurkan kamp bandit pada malam itu.


Mereka berdua akhirnya menyerah dan menunggu author untuk memberikan ijinnya.


Siang hari, Bukit Sarren.


"Kemana Xavier? Dia sudah berjanji untuk mengajariku sihir, tetapi sampai sekarang dia belum juga datang," gumam Daru yang tengah duduk sendirian di sofa lantai dua atas tokonya.


"Postingan terakhirnya di Islagram adalah saat dia hendak pergi ke makam gurunya, itu pun enam bulan yang lalu. Apakah dia mati?" Daru menyandarkan badannya ke sofa.


Tok tok tok


Krek


Pintu terbuka dan seorang wanita memasuki ruangan.


"Ada apa, Frey?" tanya Daru sembari tetap bersandar di sofa.


"Umm ..., itu ...," Frey mendekati Daru dan duduk di sampingnya, lalu dia melanjutkan, "Telat enam bulan."


Deg


Jantung Daru hampir copot ketika mendengar ucapan Frey.


Telat? Telat? Kan kita berdua belum ngapa-ngapain .... Jangan-jangan ada yang lain ..., pikir Daru.


"Ehm ..., siapa yang harus bertanggung jawab?" tanya Daru curiga.


"Tentu saja itu kau, Daru."


Jeng jeng jeng


Suara musik dramatis tiba-tiba terdengar di pikiran Daru.


"Tapi aku belum melakukannya!" teriak Daru tak percaya.


"Aku tahu, kau belum melakukannya sehingga itu telat enam bulan," balas Frey.


Jeng jeng jeng


Apakah di dunia ini itu bisa terjadi hanya karena tidur berdampingan!? pikir Daru.


"Ehm ehm, a-apakah itu be-benar?" tanya Daru gugup.


"Ya, Sylph dan Shera juga."


Jeng jeng jeng


Tidur satu atap bisa membuat seorang wanita hamil?


"Mereka takut untuk menyinggung itu denganmu dan memilih untuk membiarkannya. Bukan apa-apa Daru, tapi orangtuaku butuh uang untuk hidup," tambah Frey.


"Eh? Uang?" tanya Daru


"Ya, masalah gaji. Memang apa yang kau pikirkan tadi?" Frey memiringkan kepalanya penuh tanda tanya.


Ternyata cuma uang ..., aku kira apa, pikir Daru.


"Bukan apa-apa. Lain kali, ingatkan aku tentang gaji kalian tiap bulan. Aku benar-benar lupa tentang itu sebelumnya," ucap Daru. Dia kemudian mengeluarkan satu kantong berisi 19.200 koin emas setelah menghitung sesaat.


"Gajimu lima ratus koin emas perbulan, sedangkan yang lain tiga ratus koin emas. Bagikan kepada mereka," ucap Daru sembari menyerahkan kantong itu kepada Frey.


"Kau dulu bilang gajiku sepadan dengan satu misi sulit perbulan, itu sekitar seratus koin emas, kenapa kau memberikan lima ratus koin emas padaku?" tanya Frey keheranan.


"Bisnis di Bukit Sarren memiliki banyak keuntungan, dan kau juga banyak kali mengalami bahaya. Apakah pantas untukku memberimu hanya seratus koin? Lagipula kau adalah tangan kananku yang mengurus sebagian besar masalah toko," jelas Daru.


Frey tersenyum gembira dan mengecup pipi Daru, dia berkata, "Aku akan membaginya dengan yang lain. Terima kasih."


"Ya, kerja bagus, Frey," balas Daru.


Frey pun turun ke lantai satu atas untuk membagikan gaji karyawan, meninggalkan Daru di lantai dua atas sendirian.


Aku kira aku akan menjadi seorang ayah. Hah, syukurlah, aku belum siap, ucap Daru dalam hati.


"Mungkin ini saatnya menjalankan rencanaku selanjutnya. Restoran Bintang Biru dan Bar Bull's Horn benar-benar sudah menancapkan akar yang kuat di Bukit Sarren. Tapi aku harus belajar mengenai sihir terlebih dahulu, mengurangi resiko kematian," gumam Daru.


Daru membuka smartphone-nya dan mencoba mencari buku panduan untuk melakukan sihir di web Belanja Online Universal.


[Buku Panduan Sihir, versi orang bodoh]


[Buku yang berisi tentang hal-hal dasar tentang sihir. Hanya orang bodoh yang dapat memaksimalkan hasil pelatihan di buku ini. Buku ini ditulis menggunakan bahasa Okrin, beli alat penerjemah jika Anda terlalu bodoh untuk menguasai bahasa Okrin.


Catatan penjual :




Pengguna yang tidak memiliki mana tidak akan bisa mempelajari sihir, walaupun memiliki kualifikasi bodoh untuk membaca buku ini.


__ADS_1



Tingkat kebodohan akan berpengaruh pada waktu yang diperlukan untuk memperlajari buku ini. Semakin bodoh, semakin cepat.


       Rekor tercepat : 1 jam




Harga : Rp30.000.000 (buku)


              Rp40.000.000 (Penerjemah) ]


....


"Hahh, aku rela jadi bodoh daripada menunggu Xavier mengajariku sihir," gumam Daru setelah membaca keseluruhan deskripsi barang.


Daru pun memutuskan untuk membelinya.


Setelah berselang beberapa detik, paket pun tiba. Daru segera menandatangani surat tanda terima dan menerima paketnya.


Di paket itu terdapat satu buku dan satu kacamata bening. Daru kemudian memakai kacamata itu dan membuka bukunya.


Daru membaca dengan seksama kata demi kata. Dia akhirnya paham sedikit mengenai dasar-dasar sihir.


Sihir merupakan perwujudan mana yang diolah tubuh, dan cara mengolahnya adalah dengan imajinasi di pikiran pengguna. Langkah pertama yang harus dilakukan pengguna sebelum bisa mengeluarkan sihir adalah dengan menyatukan pikiran dan lingkaran mana-nya. Pengguna harus bisa merasakan lingkaran mana seperti anggota tubuhnya sendiri, misalnya menggerakkannya secara bebas ke seluruh tubuh, mengeluarkannya, dsb.


Setelah itu, pengguna harus bisa berimajinasi tentang sihir yang akan dilakukan. Biasanya para pengguna sihir akan mengucapkan mantra-mantra agar lebih mudah mengimajinasikan sihirnya. Misalnya ketika melakukan sihir api, jika seorang pengguna mengucapkan kata "api", maka yang ada dipikirannya tentulah sebuah benda berlidah banyak berwarna oranye yang memancarkan hawa panas keseluruh arah. Semakin banyak pengguna sihir merasakan rasa panas dari api tersebut, hasil sihir api juga semakin panas.


Setelah berhasil mengimajinasikan sihir, pengguna harus menyatukan mana-nya dengan imajinasi tersebut dan mengalirkan mana ke anggota tubuhnya, lalu melepaskannya ke arah yang pengguna inginkan, maka jadilah sihir api.


Daru mulai mencobanya, dia berusaha untuk menggerakkan mana yang ada di lingkaran mana-nya ke seluruh tubuh. Hanya dalam waktu beberapa menit, Daru berhasil mengedarkan mana-nya ke seluruh tubuh dengan kecepatan yang sama seperti peredaran darah. Setiap kali mana melewati bagian tubuh tertentu, Daru merasakan kehangatan yang berjalan pada bagian tubuh tersebut.


"Beginikah rasanya memiliki mana ...," gumam Daru.


Daru kemudian mulai mengimajinasikan sebuah api yang cukup besar di pikirannya. Daru berusaha merasakan kehangatan api itu sampai dia merasakan tubuhnya memanas perlahan-lahan.


Setelah itu, Daru mulai menyatukan mana dan api di pikirannya. Dia pun mengalirkan kedua hal tersebut ke telapak tangannya.


Tiba-tiba,


"Ini api! Hahaha!" teriak Daru kegirangan setelah melihat telapak tangannya mengeluarkan api berwarna oranye


Daru mencoba untuk mengatur api tersebut, seperti memperkecil ukurannya, memperbesar, melempar, dan mengontrol pergeraknya.


"Ini menakjubkan!" teriaknya.


Sebuah ide pun tiba-tiba mendobrak pintu di pikirannya.


Tiba-tiba


Zuzzzz


Api di tangan Daru mengecil dan memanjang, pemandangan itu tak asing bagi Daru, api itu seperti api yang biasa digunakan untuk mengelas besi di dunia Daru yang dulu.


"Ini terlalu keren!" ucap Daru terkagum-kagum.


Daru kembali mencoba untuk memperbesar api itu dan menambah kekuatan aliran mana. Api itu pun memanjang seukuran pedang, menambah rasa kagum Daru terhadap sihir.


Daru tiba-tiba tersadar akan sesuatu hal yang aneh. "Kenapa aku tidak merasakan panas dari api ini?" gumamnya pelan.


Daru langsung mematikan api itu dan kembali membaca buku panduan.


Setelah beberapa halaman terbaca, Daru mengetahui fakta yang menarik.


"Ooh, jadi pengguna sihir tidak bisa merasakan rasa sakit dari sihirnya sendiri karena mana dari sihir itu adalah mana yang sama yang ada di tubuhnya," ucap Daru sembari mengelus dagunya.


Setelah Daru membaca keseluruhan isi dari buku itu, pemahaman Daru tentang sihir pun melesat naik. Dia pun membuat variasi dari sihir yang dia namai "Api Keren."


"Api Keren bentuk pertama," ucap Daru sebelum telapak tangannya mengeluarkan api las seperti sebelumnya.


"Api Keren bentuk kedua." Api yang sebelumnya berada di telapak tangan Daru terbagi menjadi lima dan berpindah di jari-jari Daru. Api itu berbentuk seperti jarum sepanjang 4 cm, Daru memfungsikan sihir itu sebagai sihir jarak jauh.


Dia pun melempar kelima api itu ke arah dinding.


suuuut tap


Mata Daru terbelalak kaget ketika melihat dindingnya tiba-tiba memiliki lima lubang dengan pinggiran yang gosong. Ketika Daru menghampiri kelima lubang itu, sihir apinya masih ada di dalam lubang dan menyala penuh keangkuhan.


"Aku masih merasakan aliran mana dari kelima jariku menuju jarum api itu, apakah seperti ini mekanisme sihir yang dilempar?" gumamnya.


Daru pun menghentikan aliran mana yang keluar dari jarinya dan tiba-tiba kelima jarum api itu hilang.


"Api keren bentuk ketiga." Tiba-tiba telapak tangan kanan Daru diselimuti api las yang mengarah ke ujung jari tengah Daru. Ujung api itu berbentuk seperti ujung pedang, Daru yakin bahwa itu cukup tajam.


"Bentuk ini bisa buat jarak dekat, bentuk kedua bisa buat jarak jauh, dan bentuk pertama buat ... nyalain rokok?" gumamnya.


Tiba-tiba teriakkan dan siulan terdengar dari lantai satu atas.


Fiiiiuuut fiuut


Daru mengerutkan kening dan mematikan sihirnya sebelum berjalan menuju lantai satu atas.


....


"Ada apa ribut-ribut?" tanya Daru kepada Lydia yang berdiri di dekat tangga.

__ADS_1


"Ah! B-Bos! I-itu ...." Lydia bingung bagaimana menjawab pertanyaan Daru.


"Ada apa?" tanya Daru semakin penasaran.


"Bos Frey di-di-dilamar oleh petualang peringkat atas, Chris," jawab Lydia sembari menundukkan kepalanya. Semua karyawan Daru tahu bahwa kedua bos mereka menjalin hubungan.


"Hooo, apakah Chris itu hebat?" tanya Daru berpura-pura tenang. Padahal, Pria mana yang berani-beraninya melamar wanitaku di kediamanku sendiri! teriak Daru dalam hati.


"Peringkat dia lebih tinggi dari Bos Frey," jawab Lydia.


Tenang Daru ..., tenang ..., ucap Daru dalam hati mencoba untuk menenangkan diri.


"A-apakah dia lebih tampan dariku?" tanya Daru sedikit gugup.


"Bos mau jawaban yang melegakan hati Bos atau jawaban jujur?" tanya Lydia dengan polos.


"Tolong, jujur." Daru bersiap-siap mendengar jawaban Lydia.


"Maaf Bos, Chris lebih tampan beberapa kali lipat dari Bos."


Jeng jeng


Musik dramatis kembali terngiang-ngiang di pikiran Daru.


"Ahahaha, gajimu bulan ini aku potong, ahaha," ucap Daru.


Lydia terkejut, bukan karena kata-kata Daru, tetapi karena tatapan Daru yang kosong.


"Bos! Sadarlah! Potong gajiku, tapi tolong sadarlah!" Lydia panik dan menarik-narik kerah Daru yang masih dalam kondisi kekosongannya.


"Ahaha, gajimu kupotong, ahaha." Daru melantur.


Lydia bergegas masuk ke dapur dan mengambil segelas air, lalu dia kembali ke posisinya semula dan mencipratkan air ke wajah Daru menggunakan jari-jarinya.


"Sadarlah! Bos!" ucap Lydia sembari terus mencipratkan air ke wajah Daru.


Daru pun tersadar karena wajahnya kini benar-benar basah.


Frey pasti tidak akan menerima lamarannya. Itu pasti ..., pikir Daru.


"Ya ya, aku sadar. Dimana Frey sekarang?" tanya Daru setelah sadar sepenuhnya.


"Umm, setelah Chris melamar Bos Frey, Bos Frey tidak menjawab dan langsung menarik tangan Chris dan berlari ke arah timur. Jika bukan Restoran Bintang Biru, mungkin mereka berdua menuju Bar Bull's Horn. Bos Frey juga meminta Liz untuk menggantikan pekerjaannya karena mungkin Bos Frey akan sedikit lama," jawab Lydia dengan lega setelah melihat bosnya telah kembali sadar.


"Ahaha, dia pasti menerimanya, ahaha, gajimu bulan ini aku tahan, ahaha." Daru kembali ke keadaan kosongnya.


"Bos!"


Setelah beberapa saat.


"Hahh, lupakan saja. Aku akan pergi ke kediaman Paman Vanir. Kembalilah ke pekerjaanmu," ucap Daru kepada Lydia setelah kembali tenang.


"B-Bos baik-baik saja?" tanya Lydia penuh kekhawatiran.


"Kau mau jawaban yang melegakan hatimu atau jawaban yang jujur?"


"Saya akan kembali bekerja, Bos!" teriak Lydia sembari berlari melanjutkan pekerjaannya.


Hahh, tidak ada gunanya memikirkan itu. Lebih baik aku segera melanjutkan rencanaku terhadap Bukit Sarren, ucap Daru.


Daru pun pergi ke Moon City untuk menemui Raja Vanir.


....


Sementara itu di Bar Bull's Horn.


"Maaf Chris, aku sudah memiliki pasangan," ucap Frey kepada seorang pria tampan berambut pirang yang ada di depannya. Pria itu adalah Chris, petualang peringkat atas sama seperti Frey.


"Siapa pasanganmu itu? Ayolah Frey, menikahlah denganku dan aku akan membantumu membebaskan kedua orangtuamu, aku memiliki banyak koneksi yang aku yakini cukup untuk membuat bangsawan itu melepaskan kedua orangtuamu," ucap Chris memohon.


"Orangtuaku telah dibebaskan oleh orang yang sama dengan orang yang aku cintai saat ini," sahut Frey.


"Apa hebatnya orang yang hanya mengandalkan uang untuk menarik perhatian wanita?" tanya Chris mencoba menjelekkan Daru.


"Dia tidak menggunakan uang untuk melakukan itu. Dia menggunakan kekuatannya," jawab Frey dengan nada yang tinggi.


"Kekuatan? Aku yakin aku lebih kuat darinya. Aku bahkan bisa mengalahkannya dengan satu pukulan. Frey, jangan bersama pria yang lemah," balas Chris dengan bangga.


Tatapan Frey menjadi mengerikan setelah Chris dengan terang-terangan mengejek Daru.


"Ucapkan itu sekali lagi dan aku akan menarik pedangku," ancam Frey dengan nada yang dingin.


Chris sedikit terkejut dengan reaksi yang Frey tunjukkan, dia pun berkata, "Maafkan aku, siapa kekasihmu itu?"


"Daru, pemilik Bukit Sarren, sekaligus Bosku," jawab Frey.


Chris tersentak kaget setelah mendengar jawaban Frey. Siapa yang tak kenal sosok Daru? Dia adalah pemilik Bukit Sarren yang menjadi buah bibir semua orang di Kerajaan Resia, dia juga orang yang sama yang membuat Keluarga Carnavian berlutut, dan dia adalah satu-satunya orang biasa yang dapat memanggil Raja Vanir dengan sebutan "Paman".


"Aku mengaku kalah, berbahagialah, Frey. Sampaikan maafku kepada Tuan Daru karena telah menghinanya dan mencoba melamar kekasihnya," ucap Chris sebelum beranjak pergi meninggalkan Frey. Nyali Chris benar-benar mengecil setelah mendengar nama Daru. Bagaimanapun, gelar petualang peringkat atas masih di bawah gelar bangsawan tingkat Duke, dan Daru bahkan bisa membuat Keluarga Carnavian yang merupakan salah satu Bangsawan tingkat Duke berlutut di depannya.


Frey hanya mengangguk menanggapi ucapan Chris.


Semoga saja Daru tidak mendengar kabar kalau Chris melamarku hari ini, aku takut dia akan marah, ucap Frey dalam hati dengan penuh harap.


Namun, harapannya tidak akan menjadi kenyataan, karena Daru sudah mengetahuinya.


(Author: Genre romance, ditambahkan!)

__ADS_1


__ADS_2