Ultimate Internet Power

Ultimate Internet Power
Sejarah: Tangan Tuhan dan Dark Plain


__ADS_3

"Jadi, maksudmu kemarin malam adalah mengenai tubuh kloningmu?" tanya Daru merujuk pada pernyataan Sergio yang menyatakan bahwa tubuhnya akan mati.


"Ya, aku merasakan disfungsi salah satu organ dalam kemarin malam, itu pertanda bahwa tubuh itu akan mati. Satu tubuh klon bisa bertahan sekitar 3-4 tahun. Andai saja para elf itu tahu mengenai anatomi tubuh, tubuh kloning yang terbuat akan lebih banyak. Hanya tubuh asli yang dapat dibuat kloning," ucap Sergio sembari menghela nafas.


"Maksudmu para elf yang mengambil sumsum tulang belakangmu?" tanya Daru lagi


"Ya, aku mengorbankan tubuh asliku untuk membuat kloning, jadi aku menyerahkan bagian itu pada mereka. Yah, aku tidak bisa menyalahkan mereka tentang itu," jawab Sergio.


Sergio kemudian melanjutkan ceritanya.


Beberapa bulan setelah tubuh Sergio berhasil dikloning, konflik besar pertama terjadi antara ras manusia dan ras non-manusia. Itu berawal dari seorang Beastman yang sedang beristirahat di sungai bertemu dengan gerombolan manusia. Beastman itu sudah berusaha untuk berbicara dengan manusia-manusia itu, namun para manusia itu langsung menyerangnya. Setelah Beastman itu mati karena kalah jumlah, mayat Beastman itu diarak oleh manusia-manusia itu dengan wajah penuh penghinaan. rumkr itu menyebar dengan cepat, sampai-sampai seluruh ras non-manusia di Benua Isla mendengarkan kabar itu. Sontak saja, itu membuat para ras non-manusia tersulut amarah.


"Ras non-manusia dari berbagai tempat di Benua Isla mendatangi tempatku, meminta tolong kepadaku untuk memimpin mereka memulai perang. Saat itu aku ragu, karena ketika aku memeriksa Islagram, ras manusia tidak mengetahui kabar tersebut. Aku pun menolaknya dan berusaha menghentikan mereka, namun karena alasan 'Batas kesabaran,' sekitar dua ribu diantara lebih dari 50.000 orang ras non-manusia yang mendatangiku menyerang kota terdekat. Sekarang bekas kota itu dikenal sebagai Hutan Arc."


Penyerangan itu berhasil memporak-porandakan kota dan hampir seluruh manusia yang tinggal di sana terbunuh oleh kekuatan mengerikan ras non-manusia, Beastman yang memiliki kekuatan fisik sangat besar, Elf yang memiliki lingkaran mana lebih dari tiga ribu lingkaran, dan Dwarf yang mengandalkan senjata-senjata yang mematikan.


"Dan seperti dugaanku, itu semua adalah jebakan. Ketika mereka selesai melampiaskan amarah mereka dan hendak meninggalkan tempat peperangan, mereka semua terbunuh, lebih dari dua ribu orang ras non-manusia mati. Apa yang membuatku lebih tercengang adalah pelakunya yang hanya dua orang." Sergio menghentikan ucapannya.


"Biar kutebak, Julius dan Xavier?" tanya Daru.

__ADS_1


"Ya, benar. Mereka berdua memiliki kekuatan sihir yang lebih mengerikan dari pada para elf. Walaupun lingkaran mana mereka tidak lebih dari seribu, tapi kekuatan penghancur sihir mereka melebihi sihir milik elf. Mereka berdua meneliti sihir lebih dalam dari pada siapapun. Itulah mengapa Xavier dapat hidup lebih dari 100 tahun," ujar Sergio.


Aku baru sadar kalau Xavier setua itu, pikir Daru.


Sergio kembali melanjutkan ceritanya.


Setelah kejadian itu, banyak manusia mendesak Pemerintah Kerajaan masing-masing untuk segera memberantas ras yang mereka anggap sebagai monster, mereka takut jika ras non-manusia akan kembali melakukan penyerangan. Akhirnya, sebuah surat yang ditandatangani enam kerajaan pun terbuat. Surat itu berisi perintah dari enam raja kepada seluruh manusia untuk membasmi para monster yang ada di Bukit Sarren.


"Setelah itu, para ras non-manusia ketakutan karena mereka tidak memiliki tempat persembunyian. Banyak yang lebih memilih untuk mati dalam peperangan daripada dibantai begitu saja tanpa perlawanan. Mereka sekali lagi mendesakku untuk memimpin perang melawan manusia. Karena tidak ada lagi pilihan lain, aku pun bersedia untuk melakukannya." Sergio kembali menghentikan ucapannya.


Setelah berdiam diri cukup lama, Sergio kembali berkata, "Aku menggunakan nuklir untuk peperangan itu, membunuh banyak manusia dalam satu kali ledakan."


Sergio yang mengetahui situasinya segera mencari informasi yang mungkin dapat dia gunakan untuk perang dari Islagram. Apa yang dia temukan saat itu bukanlah sesuatu yang bisa dia anggap remeh, itu sesuatu yang dapat membuka tabir kepalsuan yang terjadi, informasi mengenai Tangan Tuhan.


"Aku mendapatkan informasi itu ketika aku membaca postingan Julius. Julius saat itu baru mengerti tentang apa yang ada dibalik peperangan itu. Dia juga baru mengerti bahwa ras-ras yang telah dibantai habis-habisan oleh manusia bukanlah monster. Karena dia yakin bahwa fakta mengenai Tangan Tuhan adalah rahasia besar, dia tidak memberitahu Xavier tentang itu, dan akhirnya hanya muridnya yang melakukan pembantaian."


Rasa penasaran Daru kembali terpancing, dia bertanya, "Apa itu Tangan Tuhan? Dan apa yang ada dibalik peperangan itu?"


"Tangan Tuhan adalah sebuah organisasi fanatik penyembah Odeath. Mereka memiliki ajaran yang menyatakan bahwa manusia adalah satu-satunya ras yang berhak hidup di dunia. Mereka adalah pihak dibalik peperangan yang terjadi saat itu, bahkan rumor tentang seorang Beastman yang dibunuh dan mayatnya diarak adalah kebohongan dari Tangan Tuhan," jawab Sergio.

__ADS_1


"Lalu, mengapa kau dapat menemukan informasi mereka dari Islagram Julius? Bukankah kau pernah mencoba mencari informasinya melalui Islagram istrimu dan berakhir tidak mendapat apapun?" tanya Daru sekali lagi.


"Hah ..., entahlah, tidak ada asal-usul darimana dia mendapat informasi itu di Islagram. Menurut hipotesisku, informasi itu dapat menangkal islagram jika informasi itu berasal langsung dari anggota Tangan Tuhan dan tidak akan bisa menangkal Islagram jika itu tidak langsung. Yah, hanya hipotesis," jawab Sergio.


Cerita pun berlanjut.


Julius yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa malunya karena telah digunakan sebagai alat, memutuskan untuk menggunakan sihir skala besarnya dan memojokkan pasukan Sergio ke Padang Fridan (Dark Plain) dengan tidak menimbulkan banyak korban jiwa di pihak non-manusia. Setelah berhasil memojokkan ras non-manusia, Julius menanam sebuah artefak sihir yang dapat menghilangkan mana di ruang lingkupnya.


"Artefak sihir itu cukup mengerikan. Ras non-manusia tidak dapat mendekati pembatas artefak itu, membuat mereka terjebak di dalamnya sampai sekarang. Mereka akan merasakan sakit yang luar biasa di sekujur tubuh mereka jika mereka mendekati batas lingkup artefak sihir itu."


"Tunggu," ucap Daru memotong cerita Sergio.


"Aku adalah manusia, mengapa aku merasakan rasa sakit ketika aku berjalan menuju arah yang berlawanan dari desa kemarin malam?" tanya Daru.


"Kau memiliki sesuatu yang tidak di miliki manusia, elemen matahari," jawab Sergio.


Daru mengerutkan alisnya, tak mengatakan apapun.


"Setelah menanam artefak itu, Julius bunuh diri di tempat pertama kali dia melakukan pembantaian, Hutan Arc, sebagai bentuk penebusan dosanya. Setelah itu Hutan Arc menjadi area netral untuk menghormati Julius. Enam Kerajaan juga mulai memasang tembok yang mengelilingi artefak sihir Julius, dan dikenal sebagai tembok Dark Plain."

__ADS_1


__ADS_2