
Kembali ke Bukit Sarren.
"Apa yang kau ceritakan mengenai sejarah 100 tahun yang lalu membuatku terkejut. Lalu, apa yang akan kau lakukan dengan ras non-manusia itu?" ucap Frey.
"Aku akan memberi mereka tempat tinggal dan membuat mereka hidup mandiri. Ketika Tangan Tuhan mengetahui tentang ras non-manusia yang keluar dari Dark Plain, aku takut kejadian 100 tahun yang lalu akan terjadi lagi," balas Daru mengemukakan pendapatnya.
Frey diam dan berpikir mengenai langkah macam apa yang paling tepat untuk dilakukan. Sebuah ide pun muncul di pikirannya.
"Dulu Tangan Tuhan hanya memprovokasi, kan? Para manusia juga tidak tahu mengenai fakta sebenarnya. Bagaimana jika kita mempublikasikan ras non-manusia? Kita buat para manusia mengetahui bahwa ras non-manusia bukanlah monster seperti apa yang dikatakan oleh pengetahuan umum mereka," ucap Frey memberi ide.
Daru menganggukkan kepalanya dan berkata, "Kau ada benarnya. Dengan itu, Tangan Tuhan tidak bisa menyebarkan rumor yang menyatakan bahwa mereka adalah monster. Namun, aku harus menjadi orang yang cukup berpengaruh di Benua Isla untuk mempublikasikannya."
"Aku akan membantumu dengan sekuat tenaga," ucap Frey sembari menggenggam tangan Daru dan tersenyum.
"Terima kasih," balas Daru dengan senyumannya.
....
Hari pun berganti, matahari sudah naik ke ketinggian yang cukup menyilaukan. Daru tengah berada di lantai dua atas toko dengan sihir siluman yang aktif. Tiba-tiba, Frey memasuki ruangan dan berkata, "Daru, Raja Gustave dan Raja Vanir telah datang dengan barang-barang dari kerajaan masing-masing."
Daru pun melepas sihir silumannya dan berkata, "Biar Shera yang mengurus transaksi antara dua kerajaan. Bisakah kau undang Paman Vanir kemari?"
"Baik," ucap Frey sembari pergi meninggalkan ruangan.
Tak lama kemudian, Raja Vanir memasuki ruangan bersama Frey. Daru pun segera berdiri dan menyambut Raja Vanir.
"Paman Vanir," ucap Daru.
"Aku merasa ada sesuatu yang penting," ucap Raja Vanir sebelum duduk di sofa.
__ADS_1
Daru pun kembali duduk dan berkata, "Ini tentang permintaanku, Paman Vanir."
Frey hanya diam tanpa kata dan duduk di samping Daru.
Raja Vanir mengerutkan alisnya dan berkata, "Katakan."
"Aku membutuhkan wilayah yang lebih luas, bagaimana jika 4 kilometer dari dinding?" tanya Daru dengan senyum liciknya.
Raja Vanir tersentak kaget begitu mendengar kata-kata Daru. Raja Vanir dulu memberikan wilayah melingkar sejauh 1 kilometer dari kaki Bukit Sarren, dan sekarang Daru meminta 4 kilometer lagi.
"Kau telah mempunyai wilayah berdiameter lebih dari 2 kilometer, Daru, itu sudah cukup luas, dan kau meminta 4 kilometer lagi? Kau berniat mengikis wilayah Kerajaan Resia?" Alis Raja Vanir berkedut ketika mengatakannya.
"Kerajaan Resia adalah kerajaan yang memiliki wilayah paling besar, kan? Itu tidak terlalu mengurangi wilayahmu, Paman. Lagipula, tidak ada kota maupun desa yang berjarak 4 kilometer dari kaki Bukit Sarren." Daru tersenyum semakin lebar, membuat kepercayaan diri Raja Vanir menurun.
"Apa yang ingin kau lakukan dengan wilayah seluas itu?" tanya Raja Vanir.
"Produksi, butuh tempat yang sangat luas untuk memproduksi barang-barang yang aku jual di toko." Daru tentu saja berbohong, tidak mungkin baginya untuk berkata bahwa tempat itu untuk tempat tinggal ras non-manusia.
"Aku bisa memberi 500 meter, tidak lebih," ucap Raja Vanir setelah pemikiran yang cukup dalam.
Kini, giliran Daru yang terdiam. Bagaimanapun, diameter 1 kilometer tidaklah cukup untuk menampung ras non-manusia yang berjumlah lebih dari enam ribu jiwa.
Ruang gerak ideal untuk seseorang adalah 7,5 m². Enam ribu nyawa berarti sekitar 45 km². Ditambah kebutuhan lahan untuk mengolah pangan, aku setidaknya harus menyiapkan wilayah seluas 50 km², dengan diameter 8 km aku bisa mendapatkan angka itu. Bagaimanapun, aku harus membuat Paman Vanir menyetujuinya! pikir Daru.
"Bagaimana jika 4 kilometer itu setara dengan dua permintaan?" ucap Daru menawarkan.
Raja Vanir menggelengkan kepalanya dan berkata, "Itu terlalu besar, Daru. Bagaimana jika di bawah tanah seluas itu terdapat bijih emas atau mineral berharga lainnya? Walaupun aku juga ragu ada hal berharga di bawahnya, namun Dewan Kerajaan akan menganggapku Raja yang buruk karena lebih memilih ikatan pribadi daripada kepentingan kerajaan. Maafkan aku, 500 meter atau tidak."
Daru hanya diam, kekesalan terukir jelas di wajahnya, tidak ada lagi senyuman licik yang terlihat. Raja Vanir yang melihatnya hanya menghela nafas dan beranjak dari tempat dia duduk, dia pun berkata, "Pikirkan itu, aku akan menunggu keputusanmu selama 3 hari. Datanglah ke istanaku saat kau sudah memutuskan, dan jika kau tidak datang dalam waktu 3 hari itu, aku akan menganggap pertemuan ini tidak pernah terjadi."
__ADS_1
Raja Vanir meninggalkan ruangan diikuti Frey, sebagai seorang pengantar. Hanya tinggal Daru seorang yang ada di ruangan.
Sulit, ucap Daru dalam hati.
Tak lama kemudian, Frey kembali ke ruangan. Dia tahu bahwa Daru saat ini tengah memikirkan jalan keluar dari masalah tempat tinggal para ras non-manusia.
"Ada ide?" tanya Daru begitu dia mengetahui Frey memasuki ruangan.
"Apa yang ditakutkan oleh Raja Vanir adalah pandangan Dewan kepadanya. Jika kita menghapus kekhawatiran itu, mungkin kita bisa mendapatkan apa yang kita minta," jawab Frey sembari mendekati Daru dan duduk di sampingnya.
"Kurasa jika kita memberikan hal yang setara dengan wilayah dengan luas lebih dari 50 km², kekhawatiran Raja Vanir tidak akan terjadi," tambah Frey.
Daru pun berpikir, mencoba mencari hal setara yang dimaksudkan oleh Frey.
"Ah!" teriak Daru setelah diam cukup lama.
"Dia menyebutkan tentang emas yang ada di bawah tanah yang aku minta, itu berarti dia masih berharap untuk menemukan tambang emas. Kalau begitu, aku akan carikan tambang emas yang baru untuknya," ujar Daru.
Frey menaikkan alisnya dan berkata, "Kau bisa?"
"Ya, dengan teknologi. Satu tambang emas untuk wilayah 1 kilometer dari dinding, bagaimana menurutmu?" ucap Daru.
"Karena krisis emas di Kerajaan Resia, mungkin Raja Vanir akan menerimanya, walaupun Kerajaan Resia sudah mendapat cukup banyak emas dari Kerajaan Saria," jawab Frey.
Daru tersenyum dan berkata, "Bagus, terima kasih."
Frey mengangguk dengan antusias sebelum menuju ke lantai satu atas untuk membantu penjualan.
Daru mengeluarkan smartphone-nya setelah melihat Frey menghilang dari pandangannya. Daru membuka Web Belanja Online Universal dan menuju bar pencarian, dia menulis "Metal Detector."
__ADS_1
Semoga saja ini semua cukup untuk memuaskan Paman Vanir, pikir Daru sembari mengeluarkan senyum liciknya kembali.